
Kabar menghilangnya nyonya dan tuan besar Harson benar-benar sudah menyebar dalam jajaran king bahkan sang Lady pun sudah mengetahuinya dan teramat murka, Remigio yang kala itu sedang meeting dengan salah satu rekannya harus meninggalkan pertemuan itu secara sepihak karena hal ini, alhasil Leo yang harus menyelesaikan sisanya.
Greta yang sudah mengetahui langsung melacak sebuah helikopter asing yang bertengger di pelabuhan X yang sudah lama tak beroperasi, Bahkan anggota black road sudah dalam perjalanan menuju titik lokasi tanpa harus di titah, mereka berharap semuanya belum terlambat.
Di kota Piana Valera mengamuk dan marah bahkan keempat predator terus menenangkan nya mengingat kondisi sang lady yang sedang berbadan dua.
" Lady sebaiknya serahkan misi ini pada kami, ingat anda sedang mengandung " pesan Edgar dan nafas Valera naik turun tak lama Bruce datang dengan secangkir teh Jasmine kesukaan sang nyonya.
'' sialan, benar-benar keparat ! beraninya mereka bermain dengan ku, ohh ingin mencobanya maka tak akan ku lepaskan " tajam Valera dengan penuh penekanan, ancaman sang lady bagaikan melodi kematian untuk musuhnya kali ini. Bruce dan Frank hanya bisa terdiam kala melihat sang nyonya mengamuk untuk yang kesekian kalinya.
valera memasuki sebuah ruangan khusus dalam markas yang berada di kota Piana untuk melakukan panggilan Vidio kepada para jajaran nya yang masih berada di markas utama, Layar besar yang tak lebih dari 60 inchi itu sedang menampilkan beberapa wajah yang dikenalinya.
semuanya mendadak hening dan menunduk tak ada yang berani bersuara, Valera menatap tajam pada satu persatu orang uang berada di layar tersebut, bahkan Vyan ikut berada di dalamnya begitupun dengan Remigio.
" orang tua ku hilang, Lalu apa ada perkembangan dari kalian ? " tanya Valera dengan nada datar tanpa ekspresi.
" Jejak nya benar-benar bersih Lady, Aku sudah mengirim anak buah ku untuk ke titik lokasi tapi sampai saat ini belum ada kabar yang cukup baik, bahkan Elion dan Lotus pun kini sedang berusaha untuk mencarinya. " jawab Zizi dengan tenang dan Valera diam saja.
" Vale, bukankah ... " ucap Vyan menggantung.
" Ya aku tau, mereka menuju suatu tempat. Dan akan meninggalkan kota Paris " saut Valera dengan menaikan sebelah alisnya. " Kakak kau pergilah dengan beberapa orang untuk ke titik tersebut dan sebagiannya tetap berada di markas, aku khawatir musuh kali ini sedang mengecoh kita " tegas Valera dan semuanya mengangguk mantap.
" Sweatheart " ucap Remigio dan Valera hanya tersenyum manis.
" Aku akan pulang beberapa jam lagi, sampai jumpa " ucap valera dan lansung mematikan sambungan Vidio tersebut dengan cepat Valera mengirim titik merah yang menjadi keberadaan ibunya kepada Vyan dan teamnya untuk bergerak.
Entah mengapa jantung semua orang seakan berhenti berdetak saat melihat senyumnya manis sang Lady yang mengandung racun berbisa di dalamnya.
Akhirnya Remigio memutuskan untuk mengikuti Vyan dan lainnya untuk ikut misi penyelamatan sang mertua.
*****
Disisi lain nyonya sofhia dan juga tuan Ramius dibawa oleh sekolompok orang tak dikenal, bahkan para pengawal yang betugas untuk menjaga tuan dan nyonya besarnya habis ditembak dengan sangat kejam.
sudah hampir tiga jam mereka di dalam mobil bahkan keduanya tidak tau akan dibawa kemana oleh orang-orang ini, di dalam hati nyonya sofhia tak henti-hentinya berdoa begitupun dengan tuan Ramius.
" Kami akan segera tiba, dalam beberapa menit persiapkan semuanya dan kita langsung pergi meninggalkan tempat ini dengan segera. " ucap seseorang yang duduk di bagian depan dengan ponsel dalam genggamannya.
empat orang yang tak dikenal itu hanya menatap tawanan nya dengan sekilas, bahkan nyonya Sofhia hanya menatap datar para lelaki yang menculik dirinya serta sang suami.
" sebenarnya siapa kalian, ? " ucap tuan Ramius akhirnya menikah suara walaupun kedua tangannya di borgol layaknya seorang tawanan begitupun dengan nyonya Shofia.
" Tidak perlu tau siapa kami tuan, yang terpenting kalian adalah target dari majikan saya " ucap seorang pria dengan tegas dan datar lalu tuan ramius memicingkan matanya seketika.
hingga mereka mendengar suara deru baling-baling helikopter yang siap mengudara, jantung keduanya berdegup kencang tat kala melihat dua buah helikopter disana.
" kalian akan membawa kami kemana? " geram nyonya sofhia. Dan orang-orang itu hanya acuh saja mengabaikan pertanyaan dari nyonya sofhia.
mereka diturunkan paksa, laku dimasukkan dengan kasar ke dalam helikopter, tuan dan nyonya Ramius itu hanya bisa menurut karena senjata berjenis revolver sedang mengacung dan mengancam nyawa keduanya.
__ADS_1
Helikopter yang membawa kedua tawanan kini sudah mulai mengudara dan mulai menjauh dari tempat, dengan dua orang yang menjaganya, hingga suara tembakan terdengar nyaring ditelinga.
DODODODOR !!
kedua pria asing itu langsung menghindari saat mereka merasakan insting yang kuat akan terjadinya baku tembak disana.
" sial " umpat nya lagi.
black road sudah tiba akan tetapi mereka kalah cepat karena tuan Ramius dan nyonya sofhia sudah dibawa pergi oleh mereka.
Green yang melihat pergerakan dengan cepat meluncurkan senjatanya dan
DODODORDODODOR !
AGHHH
" Green sisakan satu untuk kita interogasi " tekan White dan Green mengangguk pelan.
salah satu dari mereka bahkan seseorang yang bersembunyi telah tewas karena peluru-peluru dari Green sedangkan sisanya masih dalam pengejaran Blue.
Green dan white menelusuri tempat titik yang menjadi tempat terakhir para orang asing itu yang kini berhasil membawa orang tua sang Lady.
BUGHHHHHH
Blue melempar sebuah papan kayu yang ia temui untuk mencoba melumpuhkan sang musuh, dan ternyata lemparan itu tepat mengenai punggung pria itu.
" lari lah sejauh mungkin jika kau ingin peluruku bersarang di kepala mu saat ini juga '' tekan Blue dan pria itu menelan ludahnya kasar, niat ingin melarikan diri justru ia tertangkap oleh orang-orang tak di kenalnya.
" sialan, orang ini membuat ku lelah karena mengejarnya. '' gerutu Blue dan dua orang kawanannya hanya bisa terkekeh ringan.
" cepat pergi dari sini " ucap White dan diangguki oleh kedua kawan nya itu, tapi baru saja mereka akan pergi meninggalkan tempat itu datanglah dua buah mobil SUV ke tempat itu membuat anggota black road menyiagakan senjatanya dengan sigap.
" Kalian " Picing Remigio dan Vyan serempak.
" tuan " ucap mereka dengan menunduk hormat. " maaf, jika kami telah lancang hanya saja kita terlambat dalam waktu beberapa menit saja sehingga mereka berhasil membawa nyonya sofhia dan juga Tuan Ramius pergi dari sini " jelas Green dan sontak membuat mereka yang mendengarnya terkejut bukan main.
" AGHHH sial, kemana mereka akan pergi ? " pekik vyan.
" kami belum tau pasti tuan muda " ucap mereka serempak " Tapi lelaki ini akan membuat kita semua mengetahui kemana tujuannya " ucap White menambahkan dan vyan mengangguk setuju lalu mereka segera pergi dari tempat itu untuk memulai pengintrogasian.
*****
" helikopter itu bergerak menuju sebuah kota Vale, " ucap Greta yang terhubung dengan panggilan Vidio dengan Valera.
" kota ? kota mana yang kau maksud Greta ! jelaskan dengan benar " ucap valera penasaran dan sedikit kesal.
" aku pun masih tak tau, helikopter itu masih terus bergerak. Tapi... " gantung Greta saat melihat helikopter seperti akan mendarat tak jauh dari kota yang kini sang Lady kunjungi, Valera menunggu Greta menyelesaikan ucapannya karena terlihat dari raut wajah Greta jika ia terlihat syok dengan apa yang ia lihat. " ohh mereka berada di kota Piana Vale, Ya mereka berada di kota yang sama dengan mu. Ohh keberuntungan " pekik Greta dengan antusias dan Valera mengeryitkan dahinya heran. Piana ? siapa yang membawa kedua orang tuanya menuju kota Piana ? entahlah Valera sedikit bingung.
" baiklah, temukan lokasi itu dan kirim kepadaku secepatnya. " ucap Valera dan Greta mengangguk paham. Lalu mereka memutuskan panggilan Vidio dengan cepat.
__ADS_1
setelah panggilan itu terputus Valera tampak terus berfikir, Piana ? siapa musuhnya kali ini. Valera memijat pangkal hidungnya dengan pelan, lalu Bruce mengetuk pintu ruangan sang lady, membuat Valera dengan cepat membuka pintu yang terbuat dari kaca tebal itu.
" maaf nyonya jika saya menganggu waktu nyonya, hanya saja saya mengingatkan jika nyonya harus meminum vitamin dan susunya ini perintah dari tuan Remigio " ucap Bruce dengan sopan dan Valera mengangguk patuh.
" terimakasih, Bruce. istirahatlah dan kemungkinan nanti aku akan membutuhkan bantuan mu dan juga Frank. Jangan bilang kalian tidak bisa bertarung dan memainkan senjata '' ucap Valera
'' tenang saja nyonya bisa melibatkan kami dan mengandalkan kami, aku dan Frank siap untuk membantu " ucap mantap Bruce dan mengangguk kecil.
valera terus menunggu Greta mengirimkan titik lokasi kedua orang tuanya, hingga satu jam berlalu masih belum ada tanda-tanda Valera mendapatkannya dan pada akhirnya ia mengantuk di waktu yang tak baik ini.
disisi lain nyonya Sofhia dan juga tuan Ramius di dudukan di kursi besi dengan sangat kasar, Jantung nyonya sofhia berdebar tak karuan saat melihat itu semua.
Tak lama sosok wanita muda muncul dengan tatapan yang penuh akan kepuasan, dahi nyonya sofhia berkerut saat melihat seorang wanita yang usianya tak jauh berbeda dengan pintunya Valera.
" Cihh.. harusnya wanita sialan itu yang duduk disitu tapi rencananya berubah begitu saja hanya untuk menjatuhkan putrimu nyonya " sinis wanita muda dan nyonya sofhia hanya diam dan menatap tajam wanita muda sedangkan tuan Ramius bersikap lebih tenang karena ia yakin jika putri dan juga putranya akan datang menyelamatkan mereka.
" apa maksud mu ? '' Picing nyonya sofhia menimpali perkataan wanita muda yang tak lain Patricia.
" Hahaha putrimu ! Ya wanita sialan itu telah membuat hidupku hancur dengan merebut lelaki yang berarti dalam hidupmu, dan kini lelaki itu juga telah mengeluarkan ku dari kerja sama yang terjalin hanya karena wanita murahan itu " pekik Patricia dan nyonya sofhia tampak terkejut. " bahkan dia menyiksaku layaknya aku ini binatang dan sekarang aku akan membalas dendam atas apa yang ia lakukan terhadapku memalui kalian berdua. Ohh maafkan aku tuan besar Harson tapi aku ingin sekali melihat putrimu itu hancur " sinis nya dan nyunya sofhia terdiam dengan raut wajah yang cemas.
" Hahaha.. jadi hanya karena ini, begitu nona ? itu artinya kau sudah kalah dengan putriku. Kau tau lelaki yang kau maksud itu sangat tepat memilih putriku karena ia lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk. " tajam tuan Ramius bersikap tenang dan membuat Patricia geram bukan main.
" Dasar tua Bangka sialan ! beraninya kau menghina ku seperti itu ! " pekik Patricia dengan lantang sungguh kini dirinya telah melupakan rasa sopan santun terhadap yang lebih tua. " buat lelaki tua bangka itu merasakan kesakitan pada tubuhnya agar mulutnya bungkam dan ia tau sedang berbicara dengan siapa " teriak Patricia kepada salah satu anak buah nyonya Leah.
nyonya sofhia menatap cemas saat melihat seorang lelaki membawa sebuah alat cambuk dan kini lelaki itu tepat berdiri dihadapan suaminya.
'' jangan apa yang kalian lakukan terhadap suamiku " pekik nyonya sofhia dengan mata yang berkaca-kaca.
CTARRRR
" tidak !! " teriak nyonya sofhia lagi.
satu cambukan mendarat sempurna ditubuh tuan Ramius, membuat nyonya sofhia selaku istrinya berteriak histeris saat harus menyaksikan suaminya di cambuk seperti itu.
CTARRRR
AGHHH
" Hentikan... Hikss .. hikss.. hentikan aku mohon jangan siksa suamiku lagi " mohon nyonya sofhia dengan nada pilunya. Tapi Patricia hanya bisa tertawa puas, sungguh mata hantinya saat ini sudah buta karena menyiksa dan menawan orang yang seharusnya tak merasakan hal seperti ini.
" Kau terlalu pengecut nona, menjadikan kami para orang tua untuk menjadi alat balas dendam mu, sungguh pengecutnya dirimu ini. Hehe aku tau kau tak akan bisa dan tak akan mampu untuk melawan putriku. Kau akan mendapatkan neraka dunia yang akan putriku ciptakan untuk mu " ucap suara tuan Ramius, dengan menahan sakit pada tubuh nya karena mendapatkan dua kali cambukkan yang begitu kasar dan keras hingga sekujur tubuhnya kini sedikit gemetar.
'' DIAM !! dasar tua Bangka berisik. Kau dan putrimu sama saja. Benar-benar membuatku muak " marah Patricia lagi. " cambuk dia sampai lemah tak berdaya. " titah Patricia dan orang itu hanya mengangguk pelan, walaupun ia tak tega untuk melakukannya.
" Tidak jangan ku mohon. Tidak ! apa kau sudah tak mempunyai hati nurani pada kami yang sudah tua, bahkan kami tak tau permasalahan mu dengan putriku. " ucap nyonya sofhia lagi.
" sepertinya akan seru jika wanita tuan itu pun merasakan bagaimana cambuk itu mengenai tubuhnya " ucap Patricia seketika kehilangan akal sehatnya saat ini.
nyonya Sofhia dan tuan Ramius menegang seketika, akan tetapi nyonya Sofhia hanya bisa pasrah dan berdoa dalam hatinya agar pertolongan segera datang, begitupun dengan Tuan Ramius ia tak akan sanggup untuk melihat istrinya di cambuk di depan mata.
__ADS_1
" lakukan ! " pekik Patricia saat melihat lelaki yang akan mengambil kendali itu diam.
BRAKKKKKK