Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
siapa mereka ?


__ADS_3

Lamora.


Valera malam ini sudah standby berada di sebuah ruangan yang banyak sekali komputer bahkan rekaman cctv dari yang terlihat sampai tak terlihat, Anta yang duduk di dekat sang ratu hanya menatap lekat-lekat apa yang Valera lakukan. Jujur dirinya baru kali ini memasuki dan menjelajahi tempat ruangan rahasia sang Ratu.


jari-jari tangan Valera dengan lincah menari di atas keyboard dengan tatapan tajam dan tegas, dirinya harus bertekad untuk segera menyelesaikan masalah ini dan segera kembali pulang berkumpul dengan suami dan juga anak nya.


" Anta jam berapa mereka selalu saja beroprasi ? " tanya Valera tanpa menatap kearah anta.


Anta yang ditanya seperti itu dengan spontan langsung menatap kearah pergelangan tangannya untuk melihat arloji miliknya. Dave hanya menatap gerak-gerik anta dengan seksama.


" sepuluh menit lagi ratu, aku selalu menghitung waktu ketika mereka melintas itu semua hanya sepuluh menit saja. " ucap Anta lagi.


" baiklah, sepuluh menit ya. " gumam Valera lagi " itu artinya mereka mengintai keadaan di tengah malam seperti ini ? benar-benar tak waras. " desis Valera karena hari ini pukul tiga pagi waktu setempat.


Edgar dan Hugo asyik menyesal wine yang tersedia diatas meja, sedangkan Dave ia hanya diam dan fokus pada sang lady dan juga anta saat ini.


valera telah mematikan seluruh lampu yang ada di mansion Lamora, tentu saja seluruh orang yang berada di mansion itu sudah siap bersiaga atas perintah dari sang pemimpin.


sebuah lampu yang mirip seperti laser merah seketika muncul tak jauh dari mercusuar, Valera dan Anta menatap pergerakan tersebut dengan senyum tipisnya. Dave mendekat seketika begitupun dengan Edgar dan Hugo.


" Ya itu helikopter nya " ucap Anta lagi.


valera mengzoom salah satu cctv tersembunyi hanya untuk melihat siapa yang berada di dalamnya, awalnya Valera cukup kesulitan karena tak bisa mengambil gambar tersebut akan tetapi pada saat Valera mencobanya lagi sosok seorang pria tua berada disana.


" siapa orang itu ? " gumam anta lagi dan Valera justru asyik menatap lelaki tua itu.


" hmmm aku baru pertama kali melihat wajahnya " gumam Valera.


helikopter itu terus berkeliling dan mengitari mansion Lamora dengan cepat, seakan ia sedang mencari sesuatu. Valera menatap tajam pada helikopter itu yang terus melaju dengan cepat sehingga menciptakan sebuah lingkaran disana.


Dave dan lainnya ikut meneliti dengan seksama seakan mencari sesuatu yang janggal disana, setelah dirasa cukup Valera mengaktifkan lampu sorot kearah helikopter dan seketika.


SHOTTT


JLEBBB


bidikkan yang sempurna bukan, Valera melepaskan alat pelacak kepada helikopter tersebut dengan sangat epik dan lihai. Benar yang dikatakan Anta helikopter itu tak melakukan apapun selain terbang selama kurang sepuluh menit saja.


setelah helikopter itu pergi Valera segera menatap ke layar komputer lain miliknya dimana alat pelacak tadi yang ia bidik terus bergerak dan menjauh dari kawasan Lamora.


" siapa mereka membuatku repot saja " gerutu Valera kesal bukan main karena ia merasa tugasnya semakin bertambah.


" Nona mereka melewati perairan ? " ucap Dave bingung dan Valera ikut menatap kearah layar komputer didepannya kini.


"bukankah itu tempat menuju kediaman Tuan Caesar " ucap Anta dengan mengkerutkan dahinya seketika dan Valera ia terlihat diam saja saat helikopter itu terus melaju dan akhirnya mendarat di sebuah hamparan rerumputan yang luas, hingga mansion megah yang bekerlipan cahaya nampak seperti Kilauan emas pada dinding mansion itu.


Edgar, Hugo dan juga Dave lagi-lagi tercengang akan suatu keindahan di layar komputernya itu, Valera menatap tajam pada seketika.


" Caesar ! apa yang dia lakukan ? " tekan Valera sedikit lirih.


******


rombongan Brandon telah tiba disebuah dermaga dengan banyaknya perahu-perahu nelayan dari yang terkecil hingga berukuran sedang. K menatap Brandon tak percaya feeling-nya ia akan menaiki salah satu perahu yang ada didepan matanya.


Brandon terlihat berbincang pada salah satu warga disana, untung saja orang itu mengerti apa yang Brandon bicarakan akan tetapi raut wajahnya seperti orang yang memperhatikan keadaan sekitar.


Brandon dan lainnya ikut memperhatikan kawasan sekitar dengan hati-hati agar penyamaran mereka tak terbongkar dan membawa alland secepatnya pergi dari tempat itu.


" bagaimana Brandon ? " tanya K


'' sepertinya kita bisa melewati jalan ini melalui orang itu K, tapi aku sedikit aneh ketika aku menanyakan wilayah Alland berada orang itu seperti ketakutan tapi ia bersedia untuk mengantar kita semua hanya sampai disana, setelah itu kita harus berusaha sendiri. '' ucap Brandon dan K mengangguk pelan.


'' apakah ucapan Lady benar jika Utera mempunyai kekuasaan di negara ini ? " celetuk Red dengan wajah polosnya.


" mungkin benar memang begitu adanya " saut Brandon lagi.

__ADS_1


akhirnya Brandon dan rombongan menaiki salah atau perahu yang mirip seperti kapal wisatawan berukuran sedang, Mobil yang mereka gunakan sebelumya ditinggalkan begitu saja.


'' Apa kalian yakin akan pergi ke daerah itu ? " tanya lelaki itu tiba-tiba memakai kemeja merah dan celana katun hitam.


" memangnya kenapa ? " saut Yellow penasaran.


" sebaiknya kalian urungkan niat untuk pergi ketempat itu, karena jika ada yang memasuki wilayah itu konon orang-orang nya tak akan pernah kembali " ucap lelaki berkemeja merah.


" maksudnya bagaimana aku tak mengerti " saut K polos karena memainkan perannya.


" entahlah aku pun tak tau pasti, tempat itu dijaga oleh orang-orang berkuasa bahkan banyak sekali pasukan tentara nya " saut lelaki berkemeja merah itu lagi


K dan Brandon saling pandang begitupun dengan Red dan Yellow mereka merasa ada sesuatu yang janggal dari peta yang dikirimkan oleh Alland. Akan tetapi mereka akan tetap berhati-hati dan selalu waspada seperti yang disarankan oleh sang Lady jika mereka harus pulang dengan selamat.


perjalan memakan hampir lima jam lamanya, Brandon dan K hanya bisa bersabar begitupun dengan red dan yellow mereka berdua hanya menampilkan wajah datar dan dingin tanpa ekspresi.


" kita hampir sampai, Tapi maaf aku hanya bisa mengantar kalian sampai sini saja. Dan seperti yang aku katakan sebelumnya jika tempat itu sungguh berbahaya. Aku harap kalian bisa pulang dengan selamat " ucap lelaki berkemeja merah dengan ramah.


" terimakasih atas sarannya, Jika begitu kami akan pergi dan terimakasih atas tumpangan nya " saut Brandon lagi.


" baiklah, kalian bisa menghubungiku dan ini nomor ponsel ku, jika kalian ingin pulang. Dan semoga saja Tuhan melindungi kalian semua " ucap tulus lelaki itu dan Brandon tersenyum senang, setidaknya ia sudah mempunyai pilihan jika ia berhasil membawa alland kembali.


Hutan ? ini benar-benar hutan yang begitu gelap tanpa ada penerangan, Red dan yellow sungguh ragu saat mereka ingin menyalakan senter sebagai penerang jalan. K berjalan dengan sangat hati-hati tanpa menimbulkan pergerakan yang lebih.


Brandon dengan cepat menyalakan kembali sinyal miliknya dan ternyata posisi Alland tak jauh di sekitar sana, kemungkinan hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam.


K benar-benar menggerutu tak jelas karena ini sangat sulit sekali, Jalan yang mereka lewati cukup menguras tenaga.


" tetap hati-hati aku merasa ada yang mengawasi " ucap yellow berbisik lirih seketika.


para anggota Black road tak pernah salah dan prediksinya selalu benar, mereka dilatih secara fisik maupun mental. Kepekaan mereka dilatih benar-benar tajam pada keadaan apapun.


DUARRRR.


suara itu sungguh mengejutkan orang-orang king mereka seketika merunduk dengan tubuh yang telungkup ke pijakan rerumputan yang cukup luas.


" sepertinya mereka melakukan hal ini setiap hari. " lirih Yello " semacam pengintaian " ucap yellow lagi.


" Brandon pastikan peta yang diberikan oleh Alland benar adanya. Aku merasa tak yakin. " ucap Red lagi dan Brandon bingung seketika. Masih dalam posisi yang sama Brandon mengutak-atik tablet miliknya dengan teliti dan yellow melirik sekilas.


" apa kau yakin itu milik Alland ? '' tanya yellow menyipitkan matanya seketika dan Brandon hanya mengerutkan dahinya saja.


" jangan katakan hal buruk Brandon ! " tekan K lagi.


akan tetapi Brandon diam dan justru fokus pada layar pipih itu, jantung Brandon berdebar tak karuan saat ia melihat ada dua sinyal yang masuk secara bersamaan atas nama Alland.


" shitt ada yang memanipulasi ini semua. " ucap Brandon kesal dan K melotot kan matanya kearah Brandon.


" apa kau ingin mengatakan jika kita sedang terjebak " ujar Red dan Brandon mengangguk samar.


DUARRRR


DUARRRR


DODODORDODODOR !!


keempat orang-orang king seketika menghindar dengan arah yang berbeda-beda. Tubuh K seketika menghantam bebatuan besar yang tak terlihat oleh mata karena gelapnya malam.


" shitt " umpat K marah dan dengan cepat ia membuka ransel miliknya dan menggenggam senjata bidik kedap suara. Untuk membalas serangan tanpa aba-aba itu.


lampu sorot dari atas malah terus melaju dan bergerak cepat seakan sedang mengintai mangsanya. K dengan hati-hati merangkak dan bersembunyi di bebatuan yang cukup besar untuk menghalangi tubuhnya.


sedangkan di sisi lain red melihat ada pergerakan dari sisi kiri dirinya, dengan hati-hati ia menggenggam sebuah senjata di tangan kanan nya.


JLEBBB

__ADS_1


JLEBBB


AGHHH


suara jeritan itu terdengar sayup-sayup karena suara ledakan dan kobaran api disekitar itu, Red dengan cepat melihat orang-orang yang telah ia lumpuhkan dengan cepat dan mengambil senjata musuh dengan tersenyum sinis.


'' kalian semua menyusahkan. " geram Red saat ia mengambil senjata musuh dan mengamankan nya begitu saja untuk keperluan lainnya.


Yellow dan Brandon untung saja tak terjadi sesuatu hal buruk dengan mereka, karena posisi Yellow yang paling jauh dari ketiga kawannya.


DODODORDODODOR !!


lagi dan lagi mereka diberondong peluru tanpa melihat siapa pelakunya, keempat orang-orang king dengan sigap melindungi tubuh mereka masing-masing agar tak terkena dampak serangan tiba-tiba itu.


tiba-tiba segerombol orang-orang asing terdengar dari segala arah, Red dan yellow makin waspada dengan mata tajamnya. Sedangkan Brandon dan K mereka terlihat letih karena tubuhnya yang terguling-guling karena menghindari ledakan dan tembakan sialan itu.


" Ohhh ada penyusup " Kekeh seorang wanita dengan tersenyum sinis menatap red dan Yellow secara bergantian. Brandon dan K kini terkepung karena banyaknya para lelaki berbaju hijau yang menyerupai rerumputan. " Katakan padaku siapa kalian ? untuk apa kalian datang kemari. " tanya wanita itu dengan santai begitupun dengan Red dan Yellow.


" kami ? tentu saja kami hanya turis yang tersesat. " kilah Yellow dengan santai dan datar " tapi siapa kira jika kedatangan kami disambut bak seorang prajurit. Sungguh mengesankan " lanjut Yellow lagi dengan tersenyum tengil membuat wanita itu tertawa sarkas seketika.


" Hahahaha " tawa wanita itu terlihat mengerikan tapi Red dan yellow tetap santai dengan wajah datar dan dinginnya " selamat datang di gerbang kematian " sinis wanita itu membuat Red dan Yellow mengeryitkan dahinya seketika.


DUAKKK


AGHHH


Brandon memukul salah satu orang yang hendak merampas tablet miliknya, akhirnya orang itu terhuyung dan mengeluarkan darah di lubang hidungnya akibat pukulan kuat Brandon.


" bedebah !!! jangan berani-beraninya kalian menyentuh batang milikku " pekik Brandon marah dengan mata yang memerah dan sorot mata yang tajam.


" AGHHH sialan kau !! " teriak lelaki yang terluka berlari dan hendak menyerang Brandon.


DODODORDODODOR !!


K memberondong orang-orang yang bisa di jangkauanya termasuk lelaki yang hendak menyerang Brandon. Red dan Yellow saling pandang seperti memberikan sebuah kode.


nafas wanita asing itu begitu menderu kala melihat para orang-orang nya tumbang mata nya mengkilat amarah menatap para orang-orang king.


" LANCANG " teriak wanita itu marah dan langsung menyerang para orang-orang king dengan bringas. Red dan yellow dengan tangkas menghindari setiap serangan orang-orang asing itu begitupun dengan Brandon dan K mereka melawan dengan lihai dan tangkas walaupun ukurannya tak sebanding.


DUARRRR


Yellow melemparkan sebuah bom kepada orang-orang yang menghalangi jalannya dan seketika tubuh mereka berhamburan dengan daging yang bercerai berai bahkan terlihat terkoyak dengan mudah.


Lagi-lagi wanita itu marah dan langsung menyerang Yellow dengan menendang punggung lelaki berkulit coklat sangat kuat hingga yellow terhuyung dan terjatuh ke depan dengan posisi tengkurap.


DUAKKK


" AGHHH " jerit wanita itu kala Brandon melemparkan sebuah jarum dan tepat mengenai punggungnya, nafas wanita itu seketika tersengal dan pandangannya mulai menggabur.


DUARRRR


DODODORDODODOR !!


" yeahh.. ini lebih seru " pekik K dengan tertawa tengil hingga otot-otot lengan dan urat lehernya terlihat saat menggenggam sebuah senjata Laras panjang yang berwarna hitam.


Red membantu Yellow untuk berdiri dan seketika kedua lelaki itu terhantam akibat serangan seseorang.


DUAKKK


AGHHH


rintih kedua lelaki itu hingga dahi mereka terlihat mengeryit seperti sedang menikmati rasa sakit yang sedang dialaminya. Red dan yellow segera bangkit karena tak mau membuat celah bagi musuhnya kali ini.


Dan pada saat mereka membalikkan tubuh sebuah senjata yang mirip dengan misil mengarah ke tubuh red dan yellow dengan panik Brandon dan K berteriak lantang.

__ADS_1


DUARRRR


__ADS_2