Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
penyusup


__ADS_3

di lain sisi Asyur sedang marah-marah dan membentak para bawahannya karena ia merasa kehilangan dan kecolongan kepergian Valera, sudah seminggu ia tak menemukan keberadaan Valera membuat nya gusar dan cemas seketika


" cari dengan benar ! aku membayarnya bukan sedikit " ucap Asyur dengan berwajah kesal dan Giovanni hanya diam saja dan mengangguk pelan bahkan untuk berbicara pun rasanya ia tak mampu


" Asyur tenanglah aku sedang berusaha mencari nya, kau ini bisanya hanya marah-marah tak karuan " gerutu Giovanni dan sayur menatap tajam kearah Giovanni


" jangan banyak bicara dan cepatlah bekerja dengan baik, jika gagal kau tau sendiri akibatnya Gio " jawab Asyur dengan kesal dan Giovanni hanya mendesah frustasi bagaimana bisa ia menemukan sinyal milik wanita sang penguasa king sungguh diluar dugaan rasanya Giovanni ingin sekali membenturkan kepala Asyur ke tembok agar ia berhenti menekan seseorang " kenapa kau diam saja ! cepat lakukan " ucap Asyur dengan memekik tertahan membuat Giovanni tersentak kaget dengan cepat ia berkata kembali dalam laptop miliknya dan mengumpat kasar Asyur dalam hati


" apa yang membuatmu jatuh cinta pada nya " tanya Giovanni dengan hati-hati


" untuk apa kau bertanya ? apa perlu aku menjawabnya ? " Picing Asyur dan Giovanni hanya diam saja


'' aku hanya ingin tahu saja, bukankah kau anti terhadap wanita, bahkan kau merasa risih jika ada seorang wanita yang menempel dengan mu bagaikan perangko terkecuali adikmu " ucap Giovanni lagi dan Asyur diam saja ia pun tak bisa menjelaskan bagaimana bisa ia jatuh hati dan jatuh cinta pada pesona seorang Valera benar-benar menyeramkan


" mengaguminya, dan ingin memilikinya dan menjadi kan wanitaku seutuhnya " tegas Asyur membuat Giovanni tercengang dengan perkataan Asyur " yang aku inginkan hanya dia, tidak ada yang lain " ucapnya lagi


" semoga kau berhasil kawan, kau pun tau bagaimana ia bahkan saat mendengar nama king saja membuatku merinding setengah mati dan kau berambisi ingin memiliki pemimpinnya " ucap Giovanni dengan bergidik ngeri " aku rasa kau mulai tak waras " kekeh Giovanni lagi dan Asyur tak perduli akan hal itu


" sudah kau kerjakan saja tugasmu, dan beri aku kabar baik jika tidak aku tak akan membayar mu dengan mahal ingat itu " ancam Asyur dan Giovanni hanya tercengang akan perkataan Asyur yang selalu mengancamnya


*****


Rusia. Waktu setempat


disebuah ruangan mewah dengan hunian nyaman dan banyaknya para pengawal yang bertugas menjaga setiap sudut keamanan Valera sedang menatap lurus kearah balkon ya setelah kejadian itu Valera beserta yang lainnya menuju rumah mewah milik mendiang Marcell Harson yang selalu terawat dengan baik


valera begitu mengingat perkataan terakhir dari wanita itu, mengalir darah yang sama? apa maksud dari perkataan nya tidak masuk akal bahkan gerakan itu dari mana wanita itu mengetahuinya ? valera benar-benar merasa dihadapkan oleh sesuatu yang besar


" nona " panggil seseorang dengan sopan


" ada apa ? " ucap Valera lagi " sesuatu yang buruk ? " Picing Valera kini beralih menatap orang itu


" sepertinya kita sedang diawasi nona, tapi aku tak yakin akan hal itu hanya saja jika menurut instingku kita sedang diawasi dan berada di zona yang tak aman " ucap orang itu dan Valera mengangguk mengerti


" aku tau hanya saja akupun sama tak yakin, mereka " ucap Valera dengan memberikan senyum seringainya " aku tak tau dengan mereka tapi mereka yang mulai maju dan menampakan dirinya di hadapanku maka aku terima saja " ucap Valera lagi dan orang itu tidak mengerti maksud ucapan dari nonanya " mansion ini Aman, hanya saja jika kita keluar dari mansion ini aku yakin banyak sekali para tikus yang akan menghadang jalan untuk menganggu " ucap Valera lagi


" lalu kita harus bagaimana nona ? " ucap orang itu lagi

__ADS_1


" mengikuti permainan mereka " ucap Valera santai dan orang itu mengangguk mengerti lalu pamit meninggalkan nonanya yang sedang menikmati pemandangan dari atas balkon


aku tau kalian bukanlah orang asing, hanya saja aku tak mengetahuinya, kemungkinan kalian orang yang sama yang membuat sagar tewas serta penyerangan kepada mansion kakekku di Argentina kala itu, cukup masuk akal terlebih wanita itu mengatakan jika sudah lama mengincar ku ? baiklah kita akan bermain sedikit dan aku merelakan tubuh indah ku kalian sentuh setelah itu aku sendiri yang akan memenggal habis kalian tanpa sisa. batin Valera menggebu-gebu


setelah itu Valera berjalan menuju ruang kendali yang terdapat berbagai alat canggih lainnya lengkap dengan komputer, Valera mulai melihat keadaan sekitar mansion dari jarak dekat sampai jarak terjauh


mata jeli nya menyusuri setiap lekuk jalan yang menurutnya dengan mudah di masuki oleh para perusuh dan penyusup tapi sejauh ini masih terlihat aman tidak ada pergerakan bahkan tidak ada penyusup, kemungkinan besar mereka menunggu Valera beserta lainnya di luar kawanan mansion ini


lalu Valera mulai menghubungkan sinyal ke pusat king, dan itu diterima baik karena ada tanda pengenal nya dan menggunakan kode yang rumit seketika tampilan layar kini berbelah menjadi beberapa bagian terlihat wajah-wajah para jajarannya bahkan Zumba pun terlihat sudah bugar seketika Valera tersenyum


" hormat kami lady " ucap mereka serempak memberikan hormatnya kepada orang yang disegani dan di hormati, Valera mengangguk dan tersenyum manis kala melihat wajah-wajah para jajarannya yang selalu membantu dirinya dalam segala hal


" bagaimana kabar kalian, maaf baru mengabari " ucap Valera dengan terkekeh dan semuanya hanya bisa mengangguk memahami


" kami sangat baik lady " ucap orang-orang itu serempak dan sopan


" bagaimana keadaan disana apa tidak ada yang mencurigakan Selama kepergian ku ? " Picing Valera dan semuanya menggeleng menandakan aman


" nona anda sedang berada di mana ? " tanya Dave semakin penasaran dan Valera hanya tersenyum kala melihat wajah-wajah cemas dari jajarannya


" Rusia ! aku sedang berada di Rusia, Masion kakek " ucap valera lagi dan sontak membuat semua orang terkejut


" berita apa ? bingung Valera karena dirinya memang tak mengetahui karena sibuk mencari informasi seseorang dan harus memecahkan teka-teki nya dengan cepat dan Zizi yang mendengar itu dengan cepat menjelaskan nya kepada sang nona dengan detail sehingga membuat Valera yang mendengar nya hanya bisa diam menyimak


" pasti itu ulah para polisi atau para media, hmm hotel itu tempat ku menginap dan benar ini ada kaitannya dengan ku " ucap Valera lagi dan semuanya mengangguk samar mengerti


" apa disana nona baik-baik saja " tanya Thomas berbicara


" tidak begitu buruk, aku sedang di awasi seseorang mengincar ku kemungkinan besar saat aku keluar dari wilayah mansion ini aku akan mendapat serangan tiba-tiba " kekeh Valera membuat semua orang bingung dan terkejut secara bersamaan


" apa perlu kami membantu mu " tanya Dave dengan raut cemas


" tidak perlu, kalian tetap berada disana biar ini menjadi urusan ku " ucap Valera lagi dan semuanya hanya mengangguk patuh walaupun ada raut kecemasan didalamnya " jagalah George dengan baik sampai aku kembali " ucap Valera lagi


" sesuai perintah mu nona " ucap mereka serempak dan Valera mengangguk pasti setelah mengatakan hal itu tiba-tiba koneksi mati total membuat Valera bingung dan terkejut seketika


lalu Valera berlari menuju ruang kendali dan melihat semuanya, tidak ada yang mencurigakan akan tetapi ada seseorang yang mengecoh nya Valera geram teramat dalam

__ADS_1


" cihh menyusahkan saja " gerutu Valera lagi dan ia berjalan menuju halaman depan dengan sebuah senjata dibalik pinggangnya entah mengapa ia merasa ada hal lain di sekitar sini


Emil dan lainnya mereka tentu saja beroperasi dengan keamanan mansion bahkan mereka berpencar untuk memastikan tidak ada penyusup yang berani masuk wilayah king


valera berjalan begitu santai dan terlampau santai dengan tatapan matanya yang menelisik keadaan sekitar, pergerakan Valera tentu saja diketahui oleh para pasukan bayangan mereka menjaga keamanan nona nya dari jarak jauh agar tak menggangu aktifitas sang nona


DODODODOR !


valera menembakkan pelurunya ke arah jam 3 yang bertepatan dengan sebuah mobil modifikasi yang tak terpakai, terdengar suara erangan kesakitan membuat Valera tersenyum penuh arti sontak aksi Valera menarik perhatian anak buahnya bahkan para pasukan banyangan nya


seseorang tumbang dan terkapar tak berdaya dengan luka tembak di sekujur tubuhnya, salah satu anak buah Valera menyeret orang itu dengan kasar untuk dibawa kehadapan sang lady


" maafkan kami nona, kami lalai " ucap serempak mereka dengan menundukkan kepalanya tak berani menatap kearah sang lady


" kumpulkan semua orang di sini sekarang juga " tegas Valera dengan cepat orang-orang berhamburan membentuk barisan tapi dihadapan sang lady bahkan para pasukan banyangan pun ikut berkumpul dan membentuk barisan yang berbeda setelah lima menit akhirnya mereka berkumpul dihadapan sang lady


valera mengamati wajah-wajah para anak buahnya satu persatu-satu dengan tatapan yang sulit diartikan, para pasukan bayangan mengira jika ada penyusup yang bergabung di dalam kelompok anak buah sang lady yang lain


semua orang menunduk tak berani mengangkat kepalanya karena merasa lalai sehingga di masuki pihak asing di wilayah king


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


valera menendang kuat punggung tiga orang pria hingga mereka tersungkur dan meringis tertahan, semua orang beralih menatap ketiga pria yang ditendang oleh sang lady


" menyusup ! dan masuk wilayah ku, semua orang sudah tau jika hukumannya adalah kematian " terang Valera dengan aura mengintimidasinya ketiga orang itu berusaha bangkit dan menatap lekat-lekat wajah Valera " apalah kalian dibayar mahal untuk melakukan hal ini ? hmm... atau tuan kalian memberikan emas ? berlian ? untuk menjalan kan tugas ini " Picing Valera dengan suara tegas " lucut kan pakaian mereka sisakan saja dalaman nya " titah Valera dan para anak buah Valera mengangguk patuh dengan cepat mereka menyergap ketiga lelaki itu dan mulai melucuti pakaian nya satu persatu hingga tersisa ********** saja


wajah ketiga pria itu seketika memerah menahan malu, karena ulah Valera yang melucuti pakaiannya secara tidak hormat


" geledah " tegas valera, dan mereka segera melakukan tugasnya dengan baik, senjata api berlogo asing, alat penyadap, serta beberapa bom berukuran mini terdapat di sela-sela pakaian meraka Valera tersenyum sinis rupanya lawan nya kali ini lebih cerdik dan licik berhasil memasuki penyusup diantara king tapi jangan berharap lebih Valera tidak akan membiarkan semua itu terjadi, " ohh alat penyadap ? apa ini berfungsi ? hehehe semoga saja ucapan ku ini terdengar oleh tuan kalian yang menjijikan bagaikan sampah itu, hmmm sungguh menggunakan cara yang klasik hahaha tunggulah kematian kalian yang sesungguhnya ! karena aku tak akan membiarkan kalian hidup lebih lama berani mengusik berarti kalian telah siap mengantarkan nyawanya dengan suka rela " ucap Valera dengan gaya tengil nya membuat semua orang uang berada di sana menelan salivalinya kasar


DODODORDODODOR !!


ketiga orang itu tewas ditempat dengan sangat mengenaskan dengan peluru yang tepat mengenai jantung, kepala, bahkan alat vital lainnya keji dan bengis itulah Valera melakukan semua itu tanpa ekspresi dan rasa bersalah persis dan berubah menjadi sosok iblis yang mengerikan

__ADS_1


" nona apa kita tak akan mengintrogasi nya terlebih dahulu " bingung Emil dan Valera hanya diam saja lalu ia menggeleng


" kita pun akan segera tau siapa mereka ! biarkan ini menjadi sebuah kejutan untuk ku Emil bukankah itu sangat menyenangkan " ucap Valera dengan terkekeh dan Emil diam saja lalu Valera menghancurkan alat penyadap itu dan membawa beberapa bom mini dari para penyusup dan akan Valera berikan kembali kepada pemiliknya dengan cara yang berbeda .


__ADS_2