Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
rencana


__ADS_3

suara tembakan itu terdengar sangat mengejutkan baik Matt dan yang lainnya dibuat melongo karena sang lady datang dengan begitu cepatnya


Dave dan Thomas telah menyiapkan senjata di kedua tangannya


DODODODOR !!


pihak asing itu melakukan serangan balik walaupun mereka dengan keadaan terdesak tapi itu semua tak membuat mereka menyerah


lalu mereka berlari seperti memencarkan diri dari komplotan nya hanya untuk memecah fokus dari orang-orang king


" lari lah semampu kalian dan nikmatilah waktu-waktu yang tersisa karena aku akan menjadi mimpi buruk kalian ! " geram Valera yang sudah berdiri dengan tegak serta kedua senjata nya tergenggam cantik di tangannya


DODODODOR !!


Valera sengaja meluncurkan pelurunya tak tentu arah agar bertujuan untuk mengecoh para penyusup yang sedang berlari kocar-kacir, Valera tersenyum miring melihatnya


Dave dan Thomas berada di sisi barat bangunan dimana kawat penyengat sudah dimatikan oleh sistem nya sendiri dan kini mereka siap menyambut para mangsanya


" wow aku merasa kita sedang berada di dalam sebuah layar lebar " celetuk Thomas sembari tertawa renyah sungguh lucu kondisi saat ini dimana mereka seperti seorang agen yang siap menangkap targetnya


" fokuslah " ucap Dave dengan mode serius nya membuat Thomas langsung menghentikan tawanya seketika


DODODODOR !!


Dave dan Thomas terperanjat kaget saat peluru-peluru itu mengenai sebuah pohon yang berada dekat dengan mereka berdua


" heii kalian sedang apa disana ? fokuslah " teriak Matt lantang membuat fokus mereka berdua akhirnya kembali dan dengan sigap memposisikan senjatanya dengan tepat


DODODODOR !! DODODODOR !!


AGHHH


" yeahhh " pekik Thomas senang saat melihat para musuhnya tewas tergeletak tak berdaya dengan bersimbah darah dan Dave hanya tersenyum miring saja


" mereka tak banyak tapi dengan berani nya menjadi penyusup receh " sinis Dave


" apa kau yakin mereka hanya sekedar penyusup ? " tanya Thomas dengan kening berkerut


" maksud mu ? " tanya Dave bingung


" ohh tuhan kemana Dave yang selalu peka itu !! " ejek Thomas dengan senyuman tipisnya membuat Dave melebarkan matanya seketika


" heii apa maksud mu ! " pekik Dave dengan mata melotot membuat Thomas langsung terbahak seketika


sedangkan Valera dengan santai membidik setiap para penyusup itu yang sedang berlari tak tentu arah Valera tertawa mengerikan dirinya merasa lucu karena mereka mirip seperti tikus got yang sedang lari terbirit-birit


" menggelikan " gumam Valera dengan bergidik ngeri


DODODORDODODOR !! DODODORDODODOR


" sial ! " geram Valera karena dirinya menjadi sasaran peluru para penyusup " tak akan kubiarkan ! " desis Valera lalu dirinya mulai berlari dan secepat kilat ia melempar sebuah bom kearah orang yang tadi ingin menembaknya dalam hitungan detik


DUARRRR


BLUMMM

__ADS_1


ledakan itu memacu perhatian orang-orang disekitarnya Valera menatap tajam pada tubuh-tubuh yang sudah hancur tak berbentuk itu suara jeritan dan erangan begitu sangat memilukan hingga suara itu lenyap seketika


para penyusup dibuat kalang kabut karena sebagian kawannya tewas mengenaskan dengan sia-sia


Matt dengan cepat menutup pintu utama yang akan memasuki gudang persenjataan dengan menekan tombol tersembunyi dibalik pohon yang cukup besar


pertempuran ini tak begitu menyenangkan karena pihak musuh yang berjumlah sedikit membuat pihak king dengan mudah melumpuhkan mereka dengan satu jentikan jari saja


Matt terus menghabiskan sisa pelurunya dan terus membidik tubuh targetnya dengan brutal hingga peluru-peluru itu habis tak tersisa


DODODODOR


AGHHH


" game over " smirk Matt lalu ia melenggang pergi dari tempat itu dan segera menemui ladynya


sedangkan Valera sedang menikmati mayat-mayat disekitarnya begitupun dengan Thomas dan Dave pertempuran kali ini tidak menguras tenaga yang banyak seperti biasa, kali ini hanya tiga puluh persen saja


matt datang dengan nafas yang memburu karena ia berlari untuk bisa mencapai ke tepat lady nya berada


" berikan mayat-mayat mereka kepada Hugo ! " ucap Valera lalu ia melenggang masuk kedalam gudang persenjataan dengan diikuti yang lainnya bahkan para anak buah king hanya berjaga di luar saja


Matt membuka pintu gudang dengan cepat dan hati-hati setelah itu mereka masuk ke dalamnya tempat ini tidak bisa disebut dengan gudang karena tempat itu sangat bersih dan senjata-senjata disana pun tersusun sesuai jenis dan tipe nya


lalu Valera melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan istirahat dimana disana terdapat sofa yang melingkar


" duduklah ! aku ingin mendengar kan kejadian ini " ucap Valera dengan nada tegas, Dave Thomas dan Matt akhirnya duduk berhadapan dengan ladynya


" maafkan saya lady, sepertinya ada penghianat dalam kubu kita dan tidak mungkin mereka berasal dari luar aku yakin hal itu " ucap Matt dengan tegas Valera hanya tersenyum tipis sedangkan Dave seperti sedang memikirkan sesuatu


" begitukah ? siapa saja yang mengetahui letak gudang persenjataan milik king di sini " ucap Valera lagi dengan wajah datar


" selidiki semuanya aku ingin secepatnya, tidak mau menunda waktu yang lama lagi semakin cepat semakin baik, ingat waktu itu berharga kita tidak tau badai apa yang akan menerpa kita di depannya nanti, aku merasa ada hal aneh tentang masuknya mereka yang asing serta beberapa orang yang ku curigai " jelas Valera dengan menyandarkan punggung nya di sofa dengan mata yang terpejam " Dave mulai besok suruh mereka untuk beroperasi besar-besaran terutama pelabuhan, aku sudah lama mengabaikan hal itu karena kesibukan ku sendiri aku merasa bersalah " ucap Valera lagi sedangkan Dave Thomas dan Matt hanya menunduk saja


" baik nona, " ucap Dave lagi


" aku akan memesan sistem yang sama dengan markas utama untuk kediaman mu dan lainnya, " ucap Valera lagi tentu saja itu membuat Matt terkejut bukan main


" maksud nya lady ? " ucap Matt bingung


" aku akan memperkokoh kediaman kalian dengan sistem yang sama dengan markas utama, hanya untuk berjaga-jaga saja " ucap Valera lagi tentu saja Matt berterimakasih atas kebaikan Valera karena ia sebagai seorang lady tidak pernah membeda-bedakan bawahannya


*****


" bagaimana, apa menurutmu mereka berhasil mengambil beberapa senjata milik king untuk kita produksi kembali " tanya seorang wanita kepada lelaki yang usianya tak jauh dengan dirinya


" aku yakin karena mereka menyamar menjadi bagian dari anak buahnya " ucap dirinya menyeringai penuh arti


mereka berdua adalah Loutas dan Andiras seorang mafia yang berasal dari Indonesia dengan ayah yang berkebangsaan Prancis yang mana sang ayah dulu ikut bergabung dengan king pada kepemimpinan Marcell Harson dulu


" tapi apa itu tidak terlalu kentara " tanya Loutas lagi


" sudahlah ! ku diam saja " ucap Andiras kesal dan Loutas langsung terdiam seketika


sorot mata Andiras sangat tajam pandangannya lurus kedepan sebuah senyuman tipis terbit di bibir nya, Loutas yang melihat itu hanya menelan salivali nya kasar sosok Andiras sangat kejam dan berambisi entah apa yang menyebabkan nya menjadi seperti itu

__ADS_1


Loutas lalu kembali ke kamarnya di lantai atas meninggalkan Andiras sendiri di sana, lalu Loutas merebahkan dirinya di ranjang king size itu fikirannya berkelana jauh


" mereka harus hancur " ucap Loutas dengan api yang membara dan tangannya yang terkepal menahan amarah serta mata nya yang memerah


hati Loutas diselimuti api amarah yang tak berkesudahan saat mengenang cerita masa lalu seketika amarahnya siap meletup-letup


begitupun dengan Andiras


mansion mewah yang jauh dari keramaian penduduk itu berdiri kokoh di tengah-tengah hutan buatan, udaranya masih sangat sejuk


Loutas dan Andiras tumbuh dewasa disana bersama dengan neneknya tapi sayang ia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu membuat Loutas dan Andiras merasa kan kehilangan yang mendalam


****


" Aku akan pergi ke Amerika untuk beberapa minggu, aku titip perusahan ku pada kalian berdua " ucap remigio dengan nada tegas


" apa ada masalah bos ? " tanya James dengan. lugu


" ya itu sebabnya aku harus pergi ke Amerika, musuh-musuh ku sudah berani mengusik ku disini aku harus segera menangani mereka dengan cepat " ucap remigio lagi


" baiklah kalau begitu, tapi apakah nona Valera sudah mengetahui tentang rencana anda ini " tanya Leo dengan sopan dan Remigio menggeleng pelan


" aku akan mengabarinya, " ucap remigio singkat dan kedua asisten itu hanya mengangguk dan mendukung setiap keputusan tuannya itu


bahkan remigio sudah menyebarkan anak buahnya di sekitar James dan Leo serta perusahaan dan mansion nya itu, Remigio tidak ingin gegabah musuhnya kali ini sungguh sulit di tebak


perebutan tahta dan kekuasaan selalu menjadi pemicunya, sebenarnya Remigio bosan dengan alasan yang menurutnya terlalu klise


" aku sudah merencakan akan melamar Valera tapi semuanya harus tertunda dengan begitu saja, aku pastikan mereka mati ditanganku ! aku tidak ingin acara spesial ku nanti di ganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab setidaknya aku sudah membereskan para benalu yang ingin menghancurkan diriku, walau aku tau musuh selalu saja bertambah setiap saatnya baik aku maupun Valera " ucap Remigio pelan Leo dan James hanya saling pandang mereka sungguh iba akan takdir tuanya, menjadi penguasa tidak selalu bahagia nyawanya selalu di intai setiap saat oleh para musuh jika saja Remigio lengah bisa dipastikan ia yang menjadi target selanjutnya


" tuan tentang penyerangan waktu itu direstoran C apa kemungkinan ada campur tangan orang lain " ucap James tiba-tiba dan Remigio mengalihkan pandangannya kepada James


" menurutmu ? " tanya Remigio dengan wajah santainya lalu ia meneguk sebuah teh berperisa Jasmine kesukaan calon istrinya ia menyesap teh itu dan sangat menikmati aroma dan rasanya


aku merindukan mu. batin Remigio


" entahlah hanya saja itu pemikiran ku " ucap James dengan sopan dan Remigio hanya menyunggingkan senyumannya entah mengapa ucapan James membuat Remigio mengingat ORTAXS organisasi nya sendiri


mengingat ORTAXS pun seperti akan memberontak dimasa mendatang tapi Remigio tak akan membiarkan itu semua terjadi jika saja terjadi maka Remigio akan mengeluarkan mereka dan tak akan membiarkan mereka untuk menghirup udara segar pada esok hari, sebagai seorang penguasa Remigio harus selalu waspada dan tidak percaya dengan ucapan orang lain begitu saja


" kapan tuan akan berangkat " tanya Leo


" kemungkinan lusa, aku ingin menemui Valera terlebih dahulu dan jangan sampai ada yang tau tentang kepergian ku ini " tegas Remigio sembari menatap kedua asisten nya itu


" baik tuan " ucap James dan leo serempak, saat mereka sedang termenung dengan pemikirannya sendiri ponsel milik Leo berdering keras membuat mata Remigio maupun James menuju ke arah Leo dengan cepat ia mengangkat nya dengan santai seolah tak terjadi apa-apa


hingga lima menit Leo diam membisu karena mendengarkan penjelasan dari seseorang tapi raut wajahnya jelas menunjukan keterkejutannya, lalu Leo mengakhiri panggilan itu dengan cepat


" maaf tuan, anak buah yang ku tugaskan di pelabuhan memberi informasi jika ada dua buah kapal pribadi tanpa identitas yang jelas mereka sangat meyakini jika itu milik ROLADEX karena banyaknya para pengamanan disana " ucap Lek dengan tenang dan Remigio hanya tersenyum tipis


" entah mereka bodoh atau bagaimana, jelas-jelas mereka akan berurusan dengan king mengingat ini wilayah kekuasaan nya yang penuh " ucap Remigio lagi


" tapi tuan mengapa king tak mencurigai adanya kapal asing, " ucap Leo lagi " apakah ada sesuatu hal yang tak beres " lanjut Leo lagi


" entahlah tapi aku yakin Valera akan mengatasinya dengan cepat, wanitaku bukan wanita bodoh ia terlalu cerdik untuk ukuran wanita seusianya, " ucap remigio lagi

__ADS_1


" hemm benar sekali nona Valera wanita yang sangat cerdik dan teliti jika ia sudah mengetahui akan sesuatu yang tak beres pastinya ia sudah merencanakan sesuatu yang besar " ucap James menimpali dan Remigio hanya tersenyum ucapan James benar adanya Valera wanita tersantai dalam hal bahaya seolah-olah ia tengah bermain dengan maut tapi jika sudah bertindak semuanya luluh lantah olehnya, dibalik wajah cantik dan senyum manisnya tersimpan hal yang mematikan untuk para musuhnya benar-benar menghanyutkan


aku semakin merindukan mu sweatheart. batin Remigio tersenyum senang


__ADS_2