Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Frazzes willyam


__ADS_3

malam harinya kediaman paman Jiro sangatlah teramat sepi hanya ada suara dentingan jam dinding yang begitu besar menghiasi ruang utama akan tetapi suaranya begitu menggema hingga seluruh ruangan


malam ini Valera memilih berkutat dalam laptop nya, mencari tau tentang orang yang berada di sebuah genggamannya, Rusia ! ya negara yang kini sedang di teliti nya adalah Rusia dengan kode-kode khusus yang ia miliki Valera dengan mudah mengakses informasi yang tertutup dan terkunci rapat oleh dunia Valera menatap seksama beberapa photo yang sangat asing di pandangannya hingga pandangannya menatap lekat photo terakhir seseorang


" orang ini terlihat mirip akan tetapi ia mempunyai tahi lalat di bawah matanya sedangkan photo yang diberikan paman Jiro tidak memiliki tahi lalat tapi sungguh benar-benar mirip walaupun bola mata nya berbeda " gumam lirih Valera yang menatap secara bergantian potret keduanya


" Frazzes willyam " gumam Valera lagi " seperti nama seorang bangsawan " lanjutnya lagi lalu Valera mencari informasi lebih lanjut tentang frazzes willyam


tidak ada infomasi yang begitu menarik akan dirinya hanya saja ia pun merupakan seorang mafia kelas kakap yang menurut Valera itu adalah hal umum penyeludupan, pemasokan bandar narkoba, bahkan perdagangan manusia terutama wanita-wanita cantik


akan tetapi Valera masih belum puas dengan informasi yang ia dapat, hingga ia melihat ada sebuah kode rahasia yang tidak bisa dibuka dan Valera mencobanya dengan sangat serius akan tetapi tetap saja tidak bisa,


" mengapa harus ada kode rahasia ? membuat ku penasaran saja " gerutu Valera lagi hingga suara selongsong senjata membuat buyar konsentrasi Valera, awalnya ia tak begitu menghiraukannya karena ia mengira jika itu adalah perbuatan para anak buah paman Jiro akan tetapi suara itu kian dekat dan makin mendekat hingga suara keributan mulai mengganggu Valera, lalu ia melirik jam yang terdapat di dalam kamarnya


" hampir jam satu dini hari " gumam Valera lagi lalu dengan cepat ia mengambil senjata miliknya dan tak lama pintu kamarnya mulai digedor


" nona, buka pintunya keadaan darurat " teriak seseorang dibalik pintu membuat Valera yakin jika seseorang mengusik kediaman paman Jiro tak lama Valera keluar dengan wajah datarnya dan Deon tertegun akan hal itu " maaf nona mengganggu anda " ucap Deon lagi dan Valera diam saja


" dimana paman Yu dan paman Jiro " ucap Valera tegas


" aku belum mengetahuinya kemungkinan masih berada di dalam kamarnya " ucap Deon lagi lalu Valera mulai berjalan menuju arah keributan tanpa sengaja ia berpapasan dengan Grimm yang membawa senjata di kedua tangannya


" nona kau masuklah diluar keadaan sedang tidak aman, " panik Grimm dan Valera menatap dengan santai kearah nya


" dimana paman Yu dan paman Jiro " tanya Valera lagi kalau detik kemudian Grimm membelalakan matanya seketika Valera yang mengetahui respon itu langsung memberikan kode nya kepada Deon, akan tetapi suara tembakan serta dobrakan pintu membuat ketiga orang itu menoleh sekilas dan kini rumah paman Jiro sudah berhasil dimasuki orang- orang asing. Grimm dan Deon langsung menyiagakan senjatanya untuk berjaga-jaga dan Valera hanya diam dan tetap tenang matanya mengamati wajah-wajah yang sedang mengepung itu


" siapa kalian ? " pekik Grimm marah saat orang-orang itu dengan lancang membuat kekacauan dirumah tuannya


" kami hanya sedang mencari seseorang yang sudah dengan lancang dan berani mencari identitas tuan kami " ucap seseorang dengan membuka topengnya dan munculah senyum seringai dari sudut bibirnya, seorang lelaki bermata biru itu kini sedang menatap ketiganya dengan tajam dan Valera sungguh ia mengamati lelaki itu


" omong kosong apa yang kau maksud itu ? dan siapa yang telah berani mencari identitas tuan mu itu " ucap tajam Grimm kepada lelaki yang kini sedang tersenyum meremehkan


Deon melirik kearah nonanya yang sedari hanya menampilkan wajah datarnya sedetik kemudian ia tersadar dengan pria asing itu ucapkan, Deon yakin jika nona nya lah yang sedang dibicarakan valera yang sadar akan diperhatikan oleh Deon seketika Valera tersenyum tipis lalu kemudian ia menyeringai


aku tau ini ulah mu nona, tapi siapa yang sedang kau cari apa kau menemukan sebuah petunjuk dari pencarian kematian tuan Marcell . batin Deon lagi


" katakan siapa orang nya " ucap lelaki itu dengan berwajah dingin dan datar


" tidak ada orang nya kau salah dalam mencari orang " ucap Grimm dengan yakin, orang itu hanya tertawa lalu detik kemudian beberapa orang membawa paksa paman Yu dan paman Jiro dengan kondisi yang cukup mencengangkan bagaimana bisa kedua lelaki tua itu kini di todongkan dengan beberapa senjata yang pelurunya siap menyerang tubuh tua keduanya. Grimm tertegun seketika


" tuan " pekik Grimm lagi akan tetapi Jiro hanya memberi kode jika Grimm harus diam dan Grimm yang mengerti akan kode itu langsung menatap tajam kearah lelaki bermata biru


Valera berfikir kemana para anak buah paman Jiro ? apa mereka berhasil di lumpuhkan ? lalu kemana perginya para pasukan bayangan, Emil dan lainnya kemana mereka ? valera tak habis fikir akan situasi seperti ini, lelaki tadi sedang membicarakan seseorang yang sedang mencari informasi tuannya


" katakan siapa orang nya, aku tak mau berbasa-basi " geram lelaki itu dan kini ia mempunyai dua orang sebagai tawanan nya senjata yang ia genggam sudah siap menembak tubuh paman Yu itu.


" Aku ! aku orang nya " ucap Valera kini membuka suara, membuat semua orang menatap ke arah Valera begitupun dengan paman Yu dan paman Jiro mereka berdua menatap Valera dengan tatapan bingung


" ohh jadi kau wanita cantik ! tapi untuk apa ? hmm " ucap lelaki itu dengan gaya tengilnya membuat Valera tersenyum tipis kini ia melangkah maju dan membuat jarak yang begitu dekat dengan lelaki bermata biru itu

__ADS_1


kini semuanya menatap Valera seksama, santai dan tenang sungguh itu yang sedang Valera lakukan saat ini membuat Grimm, paman Yu dan, paman Jiro bingung seketika


" Frazzes willyam ? apa itu nama tuan mu " ucap Valera dengan wajah polos


" lancang sekali kau memanggil nama tuan ku dengan mulut kotor mu itu " pekik lelaki itu marah menatap tajam kearah Valera akan tetapi Valera acuh saja tak perduli dengan ucapan lelaki itu yang bagaikan terompet tak penting


" memang kenapa ? apa masalah, aku hanya menyebut namanya saja " ucap Valera dengan lugu akan tetapi semua itu memancing amarah lelaki bermata biru hingga ia melangkah dan hendak menampar Valera akan tetapi Valera lebih dulu menerjang perut lelaki itu dengan keras hingga ia terjungkal dan meringis tertahan


" jangan harap kau menyentuh tubuhku sedikit pun dengan tangan motormu itu, sungguh menjijikkan " tajam Valera yang kini sengaja memancing amarah lelaki yang kini sedang tersungkur itu


" beri pelajaran kepada wanita ini " titah lelaki itu kepada anak buahnya


" cihh.. jangan mimpi ingin menyakiti nona ku " pekik Deon yang kini maju melawan para tikus kecil yang tak penting begitupun dengan Valera dan Grimm pun ikut melawan secara bersamaan


paman Yu dan paman Jiro hanya bisa diam dan menatap bagaimana pertarungan itu berakhir gerakan Valera sungguh anggun dan mematikan, Deon telah berhasil melumpuhkan beberapa orang begitu pun dengan Grimm dan kini Valera merasa dirinya sedang bermain-main saat Grimm hendak membantu Valera akan tetapi Deon menahannya


" jangan itu adalah bagian nona ku " tegas Deon dan Grimm bingung seketika, kini Valera sedang melawan dua orang sekaligus, lucu bukan ? dimana seorang wanita sedang melawan dua orang pria.


lelaki bermata biru menatap Valera dengan seksama begitupun dengan yang lainnya, hingga


BUGHHHHHH


KRAKKKK


AGHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


KRAKKKK


" AGHHH sakit " ringis seorang pria yang tangannya sengaja dipatahkan oleh Valera, membuat semua orang tertegun, sedangkan Deon hanya tersenyum tipis


dua orang terkapar tak berdaya dengan patahan tulang yang dibuat valera, hingga lelaki bermata biru hendak menembakkan pelurunya ke arah paman Jiro,


DORRR


AGHHH


Emil datang di waktu yang tepat hingga ia menembak tangan lelaki bermata biru yang sedang menggenggam revolver yang siap mengarah ke paman Jiro


" jangan sentuh mereka " tajam Emil membuat terkejut semua orang


" darimana saja kau " ucap Valera lagi


" maaf nona, kami membereskan kekacauan di luar " ucap sopan Emil dan Valera mengangguk samar


valera berjalan dan mendekat kearah pria itu lalu ia menatap wajah yang sedang kesakitan itu dengan tatapan datarnya, lelaki bermata biru menatap lekat Valera sungguh harga dirinya jatuh seketika,

__ADS_1


" katakan apa tujuan mu '' desis valera tajam


" tentu saja membawamu kehadapan tuan kami, karena kau sungguh dengan lancang telah berani mencari infomasi tuan kami, itu sebabnya aku ada disini untuk membawamu " ucap lelaki itu dengan seringainya


" begitukah ? hmm aku semakin tertarik " ucap Valera dengan gaya tengilnya membuat semua orang menatap heran


paman Yu dan paman Jiro yang keadaan nya masih terkungkung oleh pihak asing tak bisa berbuat banyak, mereka takut mencari langkah dan mereka pun ingin melihat bagaimana aksi dari seorang wanita yang bergelar lady itu.


" apa tuan mu selalu saja menangkap orang yang telah meretas identitasnya ? hmm kurasa tuan mu bukan orang sembarangan ia pasti orang yang sangat berkuasa " celetuk Valera tapa sadar seperti sedang memuji


" cihh tentu saja tuan ku penguasa ! derajatnya lebih tinggi daripadamu yang wanita rendahan, " sinis lelaki itu akan tetapi Valera diam saja dan tak tersulut emosi justru Emil dan Deon yang tersulut api amarah membuat Valera memberikan kode untuk diam


valera terus menatap wajah lelaki bermata biru itu dengan tatapan tajam bahkan auranya kini sudah berubah menjadi tatapan gelap yang memercikkan api amarah seketika lelaki itu terkejut akan reaksi yang Valera berikan ! hingga ia seperti mengenali mata Valera yang mirip dengan seseorang


" mata itu ? " ucap lelaki itu tanpa sadar membuat Valera mengerutkan dahinya seketika " tidak ! tidak mungkin mata itu mirip.. " ucapnya semakin yakin


" ada apa hmm ? apa kau mengenali mataku yang mirip seseorang ? jika iya siapa orang itu " kekeh valera


" siapa kau sebenarnya ! " teriak lelaki itu lantang membuat Valera naik darah karena ia tak suka jika ada orang yang berbicara dengan nada tinggi di hadapannya dengan cepat Valera menyerang lelaki itu dengan cepat


kini keduanya saling beradu kekuatan sehingga membuat orang-orang disekelilingnya menjauh seketika dengan cepat Emil dan Deon serta Grimm menghajar orang yang masih mengkungkung paman Yu dan paman Jiro dan akhirnya mereka tumbang seketika lalu dengan cepat Deon menembak ketiganya hingga tewas


suara tembakan itu tak membuat fokus Valera dan lelaki bermata biru itu pecah, mereka sama-sama fokus untuk melumpuhkan lawan


lelaki ini tak bisa diremehkan begitu saja. batin Valera


valera mengatur nafasnya agar lebih relaks dan itu di manfaatkan oleh pihak lawan sehingga ia ingin menyerang dada Valera akan tetapi gerakan nya masih bisa dibaca oleh Valera sehingga ia mengelak dan justru Valera mengunci gerakan kakinya dengan cengkraman erat


" tak semudah itu " seringai Valera hingga lelaki itu melakukan gerakan memutar dan cengkraman Valera terlepas begitu saja Valera menahannm rasa sakit tangannya akibat gerakan itu membuat lelaki bermata biru tersenyum mengejek


" maka akupun berkata tak semudah itu " ucap lelaki itu dengan gaya tengilnya


kini keduanya terlibat pertengkaran yang semakin memanas hingga paman Yu dan paman Jiro menatap penuh serius kepada mereka di dalam hatinya mereka takjub dengan kelihaian Valera dalam bertarung penuh kejutan dan mematikan bahkan terlihat tenang akan tetapi gerakan Valera sungguh membuat musuh salah langkah hingga Valera dengan mudah mengecoh lawan


BUGHHHHHH


valera menendang punggung lelaki itu dengan kuat, hingga Valera gak memberi celah untuk lelaki bermata biru itu bernafas dengan gerakan secepat angin Valera sudah berada tepat dihadapan lelaki itu dengan memberikan senyum mematikannya dan


DUAKKK


AGHHH


valera menerjang rahang lelaki itu hingga mengeluarkan darah dari mulutnya dan lagi-lagi


BUGHHHHHH


Uhukk


lagi-lagi darah keluar dari mulut lelaki itu saat Valera dengan keras menghajar tengkuk lelaki itu dengan kekuatan penuh, entah kapan Valera sudah berada di belakangnya sungguh gerakan dan teknik yang Valera lakukan membuat yang menontonnya menatap kagum kepada Valera tapi tidak dengan lawan yang sudah babak belur ia seperti merasakan jika Valera adalah sebuah ancaman yang begitu besar, lelaki bermata biru itu seakan dibuat malu oleh seorang wanita, ia dibuat babak belur dengan wanita yang tepat berada di hadapannya kini

__ADS_1


__ADS_2