
JLEBBB
aghhhh
Grey mengerang kala sesuatu mengenai tengkuknya, Green membelalakan matanya seketika, saat teman nya itu terluka, Syina yang melihat itu semua dari tabletnya sontak terkejut karena serangan itu tak dapat terlihat, lelaki yang menjadi target mereka hilang begitu saja.
" Kau tak apa ? " ucap Green menopang tubuh Grey yang hampir roboh itu, darah mengucur membasahi punggung Grey.
" ahhhh, sialan !! apa ini " gerutu Grey saat ia merasakan sakit sekaligus ngilu di area belakang lehernya.
" ohh ini sebuah pisau kecil, hmmm pergerakan kita diketahui Grey " lirih Green dan sesaat datang segerombol orang dengan membawa senjata tajam yang mirip dengan samurai. Green dan Grey saling pandang walaupun mereka gugup bukan main tapi ini bukan waktunya untuk kabur, mereka harus dilawan.
" Kita bisa aku tak apa " ucap Grey penuh keyakinan dan Green mengangguk mantap. " siapa kalian !! " pekik Grey menatap bengis orang-orang asing yang berjumlah cukup banyak itu.
" seharusnya kami yang bertanya. Siapa kalian ? memasuki kawasan kami dengan lancang " ucap tegas salah satu dari mereka dengan penuh penekanan.
" cihh. Jangan mimpi ini bukan wilayah kalian. " ucap Green meladeni perkataan pria itu tak kalah pedas.
" banyak bicara !! serang mereka " perintah lelaki itu dan seketika Grey maupun Green mengelak dan menghindar setiap senjata tajam itu hendak melukai tubuhnya.
para lelaki asing itu dengan beringas menyerang Green dan Grey secara bersamaan, ini tidak benar, mereka dikeroyok tanpa memegang senjata apapun.
BUGHHHHHH
kaki milik Green menendang wajah salah satu dari mereka hingga Green dapat mengambil alih pedang tersebut, Grey tak mau kalah kini ia melawan tiga orang sekaligus, otak liciknya seketika berputar Grey tersenyum licik saat melihat benda pusaka mereka, tak ada pilihan lain Grey harus menyerang titik pusat musuh.
BUGHHHHHH
AGHHH
SRETTTT
Grey berhasil menendang nya tapi ia pun terkena satu sayatan, lelaki itu merintih dan memegang erat benda keramat nya, Grey dengan cepat mengambil pedang dan menebas kepala orang yang telah melukainya.
DODODORDODODOR !!!
Syina datang melumpuhkan orang-orang tersebut dengan senjata miliknya Grey mulai linglung tapi ia berusaha untuk tetap sadar, green dengan segera menyelesaikan sisanya.
Syina merasa jika melawan dengan senjata adalah hal pengecut, mau tak mau ia menyimpan kembali senjatanya dibalik pinggang yang terekspos itu.
" Maju kalian Semua !! " teriak lantang Syina dan mengambil salah satu pedang yang tergelatak begitu saja di tanah, Grey melihat Syina maju dan melawan begitupun dengan Green.
TRANGGG
TRANGGG
suara pedang saling beradu dan bergesekan, Syina dengan lihai memainkan pedang itu dengan apik dan rapi sorot matanya tajam memindai musuh-musuh nya, Grey ambruk tapi kesadarannya masih ada, ia mulai merasakan sesak nafas saat ini.
BUGHHHHHH
tubuh Grey terpental kala seseorang menendang nya dari arah belakang sontak Green marah bukan main.
KRASSSS
AGHHH
Green menebas tangan seseorang tanpa ampun, kini gerakannya tak beraturan dan tak berteknik ia marah kala melihat tubuh grey jatuh tak sadarkan diri dengan luka sayatan dan darah yang membasahi tubuhnya.
TRANGGG
TRANGGG
Syina masih betah beradu kekuatan dengan para orang asing tersebut, Green langsung mendatangi tubuh Grey dan menyeretnya ke tempat yang aman, musuh mulai berkurang tapi Grey tak sadarkan diri.
__ADS_1
KRASSSS
satu buah kepala manusia terlepas dari tempatnya dengan darah yang mengucur deras, kini Syina tak lagi perduli dengan keadaan yang terpenting ia begitu menikmati permainan ini.
nafas Syina tersengal dan memburu, kini tersisa dua orang lelaki yang sedang ketakutan dengan tubuh yang gemetar hebat, mereka tak menyangka jika Syina dan Green akan sekeji itu.
" hehehe.. takut ? " tengil Syina berwajah cantik itu. " come to mama honey. " ucap Syina dengan lembut tapi itu semua membuat dua orang itu makin ketakutan.
" Syina sisakan satu, dan kau harus cepat Grey tak sadarkan diri " teriak Green lantang dan Syina mengangguk paham.
" maaf aku harus memisahkan kalian " smirk Syina, dan berlari kearah mereka tapi mereka makan bisa melawan dengan sisa tenaganya yang ada.
Syina semakin bersemangat tapi ia sadar jika Grey butuh pertolongan pertama, pada akhirnya Shina berputar dan pedang yang ia genggam mengenai salah atau tubuh lawannya.
KRASSSS
CRATTT
lelaki itu terluka dengan bagian perut yang tersayat dalam hingga membuat darahnya mengucur deras begitu saja, Syina tersenyum manis melihat hasil karyanya nya, lelaki yang tersisa kini ketakutan bukan main.
" serahkan dirimu baik-baik atau dengar cara kasar aku menyeretmu kemari " tegas Syina dan lelaki itu menggeleng lemah, Syina marah dan akhirnya.
DORR !!
AGHHH
lengan pria itu terluka karena Syina memberinya sebuah hukuman, Syina dengan cepat memborgol lelaki itu tanpa perasaan dan segera melihat keadaan Grey.
" cepat. " ucap Green lagi mau tak mau ia harus membopong tubuh Grey yang lebih kecil dan jangkung dari dirinya, Syina menarik orang itu dengan paksa dan hanya terdengar suara rintihan kesakitan dari mulut lelaki asing itu,
setelah sampai ditempat persembunyiannya, Syina segera melihat keadaan Grey itu, Syina terkejut saat melihat bibir Grey membiru dan memucat.
" Racun ? ini pasti racun " gumam Syina lagi dengan nada sedikit terkejut membuat Green terkejut bukan main, Lalu Green menatap tajam pada lelaki yang terborgol itu dan tanpa aba-aba Green menerjangnya dengan keras.
BUGHHHHHH
lelaki itu memuntahkan darah segar dari mulutnya sekali lagi tubuhnya merasakan sakit luar biasa. Green mencengkram erat baju yang dipakai lelaki itu dengan tatapan bengisnya.
" katakan apa pisau kecil yang kalian tancapkan tadi mengandung racun ? " pekik green dan lelaki itu mengangguk jujur dan Green tampak marah lalu menghajar lelaki itu dengan membabi buta.
Syina diam saja dan langsung mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil, dan langsung menyeka darah lalu mengoleskan sebuah salep racikan Zizi ke luka belakang tengkuk Grey, setidaknya obat itu dapat menetralkan racun walaupun tidak begitu seberapa.
" kita kembali " ucap Syina berbicara pelan di balik MH miliknya yang sudah tersambung dengan seseorang.
beberapa menit menunggu sebuah mobil truk berukuran mini datang dengan cepat, Syina dan lainnya segera masuk kedalam mobil, Green tak henti-hentinya nya menekan luka sayatan yang terus mengeluarkan darah segar, Syina mengecek nadi dipergelangan tangan Grey, untung saja grey masih bernafas hanya saja dalam keadaan gak sadar.
*****
" Tuan mereka datang " pekik seorang lelaki dibalik sambungan yang terhubung dengan Remigio.
" Bagaimana bisa ? " teriak Remigio dan langsung mematikan sambungan tersebut dan segera berlari menuju dimana istrinya berada.
Valera bingung melihat suaminya berlari dengan wajah yang begitu panik dan senjata api yang berada di tangannya itu.
" sweatheart, cepat amankan keluarga paman Yu dan lainnya ke arah sana " ucap remigio dengan terburu-buru dan Valera mengerutkan dahinya seketika " mereka mengetahui keberadaan kita. " ucap Remigio lagi dan Valera segera bergegas dan menuju semua orang yang sedang berada di ruang santai.
DODODORDODODOR !!!
DODODORDODODOR !!
suara keributan dapat terdengar dari arah luar, Remigio bisa melihat kearah jendela jika para anak buahnya sedang melawan tamu tak diundang.
" shitt.. Seharusnya aku membawa mereka semua pergi dari pagi " geram Remigio lagi lalu ia berlari dan mematikan semua orang aman termasuk sang istri.
__ADS_1
semua orang panik, dan Valera segera melindungi mereka yang membutuhkan perlindungan, Bie wanita berambut cepak itu meminta untuk dirinya ikut andil dalam perlawan ini dan Valera mengangguk saja.
" nyonya. " ucap tiba-tiba Leo dan Valera seketika terkejut karena kedatangan salah atau asisten suaminya itu " cepat aku akan menjadi pemandu jalan untuk mengamankan mereka semua " ucap Leo lagi dan Valera mengangguk dengan cepat tempat memperdulikan kebingungannya itu.
DODODORDODODOR !!
" nyonya Ayo " pekik Leo saat melihat nyonya Mecca terdiam sesaat, nyonya Mecca tersentak dan terpaksa berlari untuk mempercepat keadaan.
setelah semuanya aman, Valera keluar dengan Leo dan Bie untuk menyerang mereka balik, Valera tiba-tiba merasakan hawa iblisnya muncul karena ulah mereka yang menganggu waktu istirahatnya.
valera mengambil senjata buatan king yang meluncurkan seratus peluru dalam sekali bidikan, Leo dan Bie memperhatikan Valera dan tak lama Remigio datang dan bergabung.
" Sweatheart, " ucap Remigio dengan nafas tersengal dan Valera diam berwajah datar.
" ayo kita serang mereka. Tangan ku sudah gatal " geram Valera dan Remigio terdiam dan mengangguk saja.
DODODORDODODOR !!
DUARRRR
taman bunga yang sempat dikagumi oleh Valera kini hancur tak berbentuk karena sebuah ledakan hebat diluar sana, Valera bingung saat hendak membidik dari arah dalam.
" yang mana lawan dan yang mana musuh ? " ucap valera kepada Remigio.
" orang-orang yang berpakaian putih mereka semua anak buah ku. Sisanya musuh " ucap Remigio dan Valera mengangguk saja
SHOTTT
DODODORDODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Leo terlebih dahulu membidik mereka dengan senjatanya, Valera bisa melihat jika pertahanan musuh mulai menciut, rupanya anak buah Remigio mampu menghalau mereka agar tak mendekat kearah rumah.
DODODORDODODOR !!
valera membidik senjata nya pada mobil-mobil yang berdatangan dengan tiba-tiba dan seketika,
BLUMMMM
DUARRRR.
kendaraan itu meledak begitu saja hanya dengan sebuah peluru yang Valera layangkan, ia terheran-heran karena menurutnya kendaraan itu sangat buruk.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
sebuah kaca dalam rumah pecah, Valera dan lainnya merunduk tenyata tempat mereka membidik diketahui oleh pihak musuh.
" shitt. " umpat Remigio, lalu ia menekan sesuatu tombol dan seketika alat yang berada di telinganya hidup dan menampilkan lampu hijau " Bunuh mereka semua, gunakan bom saja agar cepat " pekik Remigio marah, Valera hanya bisa menatap Remigio dengan bingung, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berada di otaknya kini.
DUARRRR
DUARRRR
DUARRRR
ledakan hebat itu memekikkan suara, Valera sampai terkejut dibuatnya, dan tak lama suara sirine mobil polisi terdengar mulai mendekat Remigio memerintahkan seluruh anak buahnya untuk berpencar dan bersembunyi,
kericuhan itu tentu saja bisa mengudang perhatian pihak berwajib, karena tempat mereka tak jauh dari pemukiman walaupun tempatnya berada di dataran yang cukup tinggi.
" sial !! aku benci berurusan dengan pihak berwajib " ucap Valera kesal dan Remigio terkekeh, lalu mereka melewati jalan yang sebelumnya keluarga paman Yu lewati, Valera baru menyadari jika tempat ini mempunyai tempat rahasia untuk menyelamatkan diri.
__ADS_1
tenyata sudah ada tiga buah mobil yang menunggu disana, Remigio dan lainnya segera masuk begitupun dengan Bie dan Leo, sebelum itu Remigio melemparkan beberapa bom kearah tempat yang tadi mereka lewati guna untuk menghilangkan jejak, dan seketika tempat itu hancur hingga membuat pijakan tanah bergetar, lalu dengan cepat mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan segera.