Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
kenov sad


__ADS_3

Deniz dkk yang mendengar kabar bahwa penyeludupan senjata menuju argentina yang dibawah naungan rekan nya remigio di serang tiba tiba membuat mereka menyusul ke kediaman Remigio yang berada di Prancis,dengan rencana melakukan pembersihan kepada setiap anggota anggota nya,mereka sangat yakin jika ada penghianat yang berbelot memihak musuh atau seorang mata mata disekitarnya


" setelah kejadian waktu itu di indonesia menimpa Romeo melalui Audy sekarang kau Remigio,lalu selanjutnya siapa lagi ? " desis akayama


" kau benar Yama,apa mungkin kejadian tempo hari ada kaitannya dengan orang orang yang menyerang dermaga ku " Remigio bersuara membuat kelima pria berkuasa itu saling menatap satu sama lain


" aku belum yakin dengan hal itu,kita harus segera mencari tahu siapa mereka, " akayama berujar


" lalu apa yang akan kita lakukan sekarang " saut Dion sambil menghisap rokok nya dalam dalam


" melakukan pembersihan kepada setiap anggota anggota kita,kalian awasi gerak gerik setiap orang dalam anggota kalian,atau bisa jadi musuh sebenarnya berada di dalam kelompok kita,tapi aku tidak yakin akan hal itu,bagaimana pun setiap anggota masing masing terdapat chips yang menempel di dalam tubuhnya,apa mungkin ada yang menyamar ? ku rasa itu lebih masuk akal " saut Remigio dengan serius dan tatapan tajam nya yang mengintimidaspi


" ya kau benar,mungkin ada yang menyamar " saut kenov Petra


" apa kau tetap akan memberangkatkan kapal itu ke Argentina " tanya Romeo yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan rekan nya


" aku akan memberangkatkan nya besok malam,kau tau sendiri Argentina wilayah yang sangat rawan akan peperangan,aku harus berhati hati melakukannya " desis Remi


" hmmm benar kawan,berhati hatilah dalam melakukan pergerakan " saut Deniz dengan datar


setelah semuanya terlibat pembicaraan yang serius rekan rekan Remigio pun menginap di mansion milik Remi itu,para pelayan terlihat sibuk menyiapkan kamar yang akan di tempati oleh teman tuannya itu


malam pun tiba keeenam pria tampan itu keluar kamar nya masing masing untuk makan malam bersama,di meja makan yang sangat mewah itu tersusun rapi hidangan kecil sampai hidangan pokok,dan hidangan penutup dan tak pernah lupa beberapa botol wine mahal nya


leo dan James baru saja tiba di mansion milik tuannya setelah beberapa hari mengurus tak terlihat karena sibuk mengurusi masalah pekerjaan,kedua asisten Remigio pun terkejut melihat siapa yang sedang berkumpul di meja makan milik tuannya itu,perasaan kikuk menghampiri mereka masing masing,sedangkan yang di tatap nya orang orang berkuasa


" selamat malam bos,dan selamat malam tuan tuan " ujar kedua pria itu serempak,yang hanya di angguki kepala pelan oleh keenam pria itu.


" duduklah James leo,mari kita makan malam bersama " seru Romeo kepada kedua asisten temannya itu


" ahh tidak tuan terimakasih , saya bisa makan bersama James di luar " seru Leo dengan kikuk,saat mereka akan pergi meninggalkan para keenam pria itu Remigio memanggil mereka


" duduk dan makanlah " seru Remigio dengan datar,James dan Leo pun tak dapat membantah perkataan tuannya itu dengan langkah ragu mereka pun menarik kursinya masing masing


*aku bagaikan seekor rusa yang tengah dikelilingi oleh para singa jantan.batin James


kenapa aku jadi gemetaran seperti ini.batin Leo*


makan malam mereka sangat khidmat hanya ada suara denting sendok tidak ada suara seseorang yang berbicara apapun.


Terlihat raut wajah para pria itu sangat serius dan menikmati hidangan yang ada di hadapannya setelah selesai mereka berkumpul sesaat di ruangan mewah yang terdapat sofa mahal berwarna hitam,lampu kristal yang sangat mewah menggantung indah menghiasi ruangan itu dengan desain khas seorang pria maskulin


( illusion)



mereka sangat asyik asyik nya mengobrol dengan gaya nya masing masing tidak terlihat wajah dingin dan datar sekarang wajah wajah itu sesekali tersenyum tipis setiap ada pembicaraan yang menggelitik hati mereka di tengah tengah pembicaraan ponsel Remigio berdering nyaring seketika pembicaraan terhenti diliriknya ponsel tersebut


my swwety calling senyum mengembang terpancar di raut sang Remigio membuat yang lainnya heran dengan senyuman itu .


tuttt tutttt tutttt


" ya Hallo sayang " ucap lembut remigio membuat semua orang melotot heran kepadanya


" apa aku menganggu waktumu tuan Remigio " oceh Valera


" tidak sayang,kau tidak akan menganggu waktuku " kekeh Remigio

__ADS_1


" hai berhenti memanggil ku seperti itu,kita bukan sepasang kekasih " kesal Valera membuat Remigio tertawa pelan


" jika begitu jadilah kekasih ku " ucap nya mantap,


" hahh,apa apaan kau ini,meminta seorang gadis menjadi kekasih mu melalui ponsel,kau sungguh tidak romantis " keluh Valera


" jadi kau ingin yang romantis,baiklah aku turuti permintaan mu sayang " dengan suara menggelikan sedemikian rupa membuat Valera tercengang


" ahh tidak tidak,baiklah aku tutup dulu selamat malam" yang langsung dimatikan oleh Valera


semua orang menatap nya dengan heran mereka bertanya tanya apakah remigio sudah punya kekasih apa belum? jika sudah mengapa mereka tidak tahu? dan kenapa tidak memberi tahu nya?


" ada apa kalian menatap ku seperti itu " ucap remigio


" apa itu kekasihmu ? " tanya Deniz


" bukan,tapi sebentar lagi akan menjadi kekasih ku "


" siapa?" tanya Dion dan akayama serentak


" Valera " jawab Remigio tegas


JEDERRR


semua orang terbelalak keget mendengar pernyataan Remigio tentang Valera terlebih kenov ia tiba tiba merasakan sesak di dadanya ketika mendengar sahabatnya mengatakan wanita yang disukai nya adalah calon kekasih sahabat nya sendiri,raut wajah kenov yang berubah sendu itu terlihat jelas dan kelima temannya melihat perubahan itu


" kau kenapa kenov " tanya Deniz sambil memegang bahu kenov,tapi tidak ada jawaban dari seorang kenov Petra ia masih betah dengan keterpakuannya


" apa kau kaget mendengar pernyataan ku barusan " ucap remigio


" aku tidak merebutnya darimu kawan,aku sangat mencintainya,tapi aku pun belum tahu bagaimana perasaan nya padaku " ucap remigio santai,Romeo hanya sesekali melirik kedua temannya itu


apakah mereka mencintai,wanita yang sama.batin Romeo


*sepertinya ada aroma aroma pertikaian.batin Dion


apa mungkin mereka akan bersaing,tidak menutup kemungkinan dan aku pun tertarik dengan wanita itu,tapi aku tidak mau merebutnya .batin Deniz*


*apa mungkin Valera juga mencintai Remi,sampai ia menghubungi temanku itu,dan terdengar sangat jelas bahwa Remi memanggilnya dengan sebutan manis itu,apa mungkin cintaku bertepuk sebelah tangan


aku yang mencintainya lebih dulu,aku yang mengenalnya lebih dulu,tapi kenapa tidak aku yang kau cintai , apa aku harus berbuat licik untuk mendapatkan mu.batin kenov terus bertanya..


( cinta tidak bisa di paksakan,cinta melibatkan perasaan dan hati kedua Insan*


bolehkah kenov egois ? )


*****


langkah anggun seorang wanita muda berjalan menuju area perkantoran tatapan manis terlontar dari para pria yang menatapnya sebagian wanita ada yang menatap nya dengan sinis dan senyum mengejek karena beredar kabar bahwa Maya menggoda sang presdir,Maya terus berjalan dengan percaya diri tanpa memperdulikan orang orang yang mencibirnya


ada apa dengan para wanita wanita itu,batin Maya.


Maya terus melangkah kan kakinya terburu buru menuju lift tapi sial sungguh sial ia menabrak seorang pria dan ternyata presdirlah orangnya


" apa kau sangat suka,menabrak seseorang " tanya Presdir dengan kesal sambil merapikan jasnya


Maya yang tidak habis fikir mengapa harus menabrak Presdir yang kedua kalinya " maaf pak saya benar benar tidak sengaja " hanya itu yang terlontar dari mulut Maya

__ADS_1


" smkau sudah dua kali menabrak ku " dengan nada kesalnya, membuat Maya membelalakkan matanya sungguh ia malu saat ini dan para karyawan lainnya pun melihat kejadian ini


sungguh memalukan sekali kau Maya,pasti setelah ini semakin banyak orang yang mencibir ku.batin Maya


" ia pak sekali lagi saya minta maaf,saya tidak sengaja " dengan membungkukkan badannya sedikit membuat sang Presdir tersenyum tipis


sangat manis.batn sang Presdir


akhirnya Maya segera berlari kecil menuju lift untuk menghindari tatapan para karyawan lain kepadanya dan langsung masuk kedalam lift saat pintu itu terbuka didalam nya Maya tak sendiri ada tiga wanita lain yang berada didalamnya menatap Maya dengan tatapan sinis,tapi Maya tidak perduli


Maya langsung duduk di kursi tempatnya bekerja sambil menghembuskan nafasnya secara kasar sungguh hari yang menyebalkan bagi Maya


" may,kamu kenapa sih " tanya Nessa


" tidak ness,aku tidak apa apa " ujar Maya pelan,Nessa adalah teman nya saat di kantor


" pasti kau sudah dengar tentang kabar, bahwa kau menggoda Presdir Irfan " tanya Nessa ke arah maya,seketika Maya langsung menoleh ke arah Nessa.


" apakah kamu percaya Nessa?"


" tidak Maya,aku tidak percaya itu hanya kabar angin saja,kau tidak mungkin menggoda Presdir kan " ucap Nessa sambil tersenyum


" aku tidak sengaja menabrak Presdir dua kali,tapi sungguh aku tidak sengaja,dan mungkin yang orang orang fikirkan aku menggoda Presdir ketika Anita memintaku untuk mengantar berkas ke ruangan presdir dan Anita sedang ada pekerjaan nya " saut Maya lemas sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi


" jadi seperti itu ceritanya,pantas saja orang orang mencibirnya,ya sudah jangan terlalu difikirkan " ujar Nessa sambil memegang bahu Maya,ketika Maya dan Nessa yang hendak memulai pekerjaan nya tiba tiba


BRAAAKKK


seorang wanita menggebrak meja Maya dengan sangat keras membuat Maya dan Nessa terkejut dibuatnya


" kau menggoda Presdir secara terang terangan bukan,dasar murahan " cibir wanita itu sambil menunjuk ke arah Maya


" kau,siapa yang kau sebut murahan ! dan aku tidak pernah menggoda Presdir " ucap Maya meninggikan suaranya


" tentu saja kau yang ku sebut dengan murahan,Presdir hanya milikku,dia tidak pantas denganmu " sambil mendorong ke arah Maya


" okta,hentikan dia tidak pernah menggoda presdir," ujar Nessa membela Maya


" tidak pernah," tekan okta,ya perempuan itu bernama Okta,wanita yang menyukai Presdir sejak lama,tapi tidak pernah dilirik sekalipun " kau tanya saja pada wanita murahan ini " teriak Okta yang mengundang gaduh seisi ruangan


PLAKKK


Maya menampar pipi Okta dengan keras " aku bukan murahan,apa kau tidak bercermin siapa yang murahan disini,cara berpakaian maupun terlihat murahan " emosi Maya mulai menaik


" kau berani sekali kau menampar ku " teriak Okta yang langsung menampar pipi Maya


PLAKKK


Maya tidak tinggal diam,dia langsung menjambak rambut Okta begitupun dengan Okta,mereka saling Jambak menjambak semua orang menjadi riuh dan heboh, Nessa kewalahan melerai keduanya ia takut,ia sendiri yang akan jadi sasaran amukan kedua wanita itu


" apa apa kalian ini hah " teriak seorang pria menggema di ruangan itu,para karyawan tertunduk takut,Okta dan Maya pun menghentikan aksinya tiba tiba,pria itu adalah asisten nya sang presdir


" sikap macam apa kalian ini,ini tempat kerja bukan ajang perkelahian wanita," ucap pria itu marah " yang lainnya bubar " teriaknya lagi


" dan kalian berdua pergi ke ruang Presdir sekarang juga " titah sang pria,Maya dan okta pun mengekor dibelakang sang asisten Presdir itu


apa lagi ini,semua nya gara gara wanita ini.batin Maya

__ADS_1


__ADS_2