
Valera menyipitkan matanya saat Ellara bergumam sangat jelas di telinganya. Paman ? Ellara mematung sesaat saat orang yang dikenali menodongkan senjatanya kearah bangunan yang mereka tempati.
DODODORDODODOR !!
" shitt '' umpat Ellara dan Valera masih diam seraya memperhatikan orang-orang tersebut begitupun dengan yang lain.
DODODODOR !!
Ellara berlari menuju kelantai satu ditemani oleh Ornaf, Elion dan juga Edgar.
" Lady.. Apa yang harus kita lakukan ? tanya dave lagi.
" entahlah, mendadak otakku menjadi buntu Dave '' ucap asal Valera dan Dave memijat pelipisnya pelan.
Di luar terdapat banyak orang-orang yang mengepung markas persembunyian milik Frazzes willyam, Valera yakin mereka mengincar dirinya tapi dari mana mereka tahu jika pemimpin dari king itu berada di sini.
sedangkan Ellara ia segera membuka jendela yang tak terlihat di dinding bangunan bagian depan, Ellara akui jika bangunan markas tersembunyi milik Frazzes sangat unik dan canggih.
" kau akan menyerang mereka ? '' tanya Ornaf.
" tentu saja, dia Adik dari Frazzes dan dia sangat berbahaya. Ornaf '' ucap Ellara tegas dan Ornaf diam saja walaupun segudang pertanyaan kini menumpuk di kepalanya.
SHOTTT
JLEBBB
DODODODOR !!
AGHHH
bidikan Ellara yang tak terlihat tepat mengenai beberapa orang disana, Ellara tak mau membuang-buang pelurunya, alat vital menjadi titik sasarannya, sekali tembak mereka langsung roboh dan tewas seketika.
Seorang lelaki asing diluar sana melihat beberapa anak buahnya tewas langsung marah dan mengedarkan pandangannya ke segela arah.
" ledakan !! " perintah lelaki itu hingga membuat Ellara dan lainnya praktis membulatkan matanya penuh.
BOMMM
DUARRRR
guncangan hebat mengenai bangunan itu, Ellara dan lainnya kian panik. Sang Lady segera memasukkan alat-alat miliknya kedalam sebuah tas ransel lalu ia selendang kan di bahunya.
BOMMM
DUARRRR
ledakan kedua membuat bangunan kokoh itu sedikit bergetar bahkan beberapa puing-puing diantaranya berlubang dan hancur.
" lewat sana !! " tunjuk Ellara menunjuk sebuah pintu yang mirip pintu evakuasi, Valera dan jajarannya menghindar dan Melawati pintu itu bersama dengan Ornaf dan juga Ellara.
sepertinya nasib baik tak berpihak pada mereka, tepat saat Dave membuka sebuah pintu lagi, tiba-tiba.
DUARRRR
bangunan samping kiri itu lagi-lagi diserang hingga membuat jajaran king terluka.
" berpencar !! " titah Valera lagi.
DODODOR !!
Valera marah karena lagi-lagi ia harus dihadapkan dengan situasi seperti ini, Valera menembak brutal lawannya yang tertangkap dengan pandangan mata.
DODODODOR !!
AGHHH
" sialan kalian semua !! " teriak Valera lantang.
Ellara yang terluka segera menyuntikkan sesuatu kedalam tubuhnya dengan dibantu oleh Ornaf. Edgar dan juga zumba yang terluka melakukan hal yang sama.
untung saja luka- mereka tak terlalu parah, dan ini masih bisa diatasi.
" dasar tua Bangka. Awas saja " marah Edgar dengan menggebu-gebu.
Dave begitu menggila saat melawan musuh-musuh nya, ia tak memberi celah untuk musuh bertindak dan bergerak.
__ADS_1
DUARRRR
Elion memberikan dua buah benda mirip bola pingpong kearah yang berbeda, alhasil mereka menjerit kesakitan lalu tewas karena tubuhnya yang hangus dan gosong akibat ledakan tersebut.
saat Elion hendak berlari menuju kawannya tiba-tiba Elion bertemu dengan orang-orang asing yang menghalangi jalannya, dengan gerakan cepat Elion langsung melumpuhkan musuh dengan satu kali bidikannya.
aksi saling serang dan baku tembak tak bisa dihindarkan. Kali ini Valera tak main-main dalam bertempur.
" menyingkir !! " teriak Ornaf tiba-tiba saat melihat sebuah senjata api yang hendak melukai Anggota predator.
sontak Matt, zumba dan Hugo yang berada satu team menyingkir dan tersungkur jatuh ke tanah.
DUARRRR
AGHHH
tubuh ketiga anggota predator itu terpental akibat dampak dari ledakan yang baru saja terjadi.
" hentikan tuan Lorenza !! '' teriak Ellara lantang yang tiba-tiba tepat berada dibelakang Lorenza dengan menodongkan senjata apinya tepat mengenai kepala.
lelaki yang bernama Lorenza itu menatap nyalang pada Ellara ia tak menyangka akan menemukan dirinya di tempat ini.
'' kau ! penghianat !! '' pekik Lorenza geram saat melihat Ellara yang dulu sekutunya kini telah berbelot dan lebih memilih pihak lain. '' apa mereka disini karena mu ? '' Picing Lorenza lagi.
'' tarik mundur pasukan mu '' ucap Ellara tegas tapi Lorenza menggeleng dan tersenyum tipis, Ellara yang sudah mengenal Lorenza akan lebih berhati-hati lagi karena Lorenza lebih berbahaya daripada Frazzes willyam.
" jangan mengancam ku Ellara. Aku datang kesini tentu saja ingin membunuh orang yang telah menawan saudara ku '' tegas Lorenza dan Ellara terkekeh seketika.
Ornaf dan Edgar berada di samping kiri dan kanan Ellara mereka berdua akan bersiaga seumpama Lorenza melakukan hal diluar dugaan.
" menyingkir dan tarik mundur pasukan mu !! '' pekik Ellara lantang dengan mata berkilat merah, Lorenza terkekeh saat melihat Ellara yang seperti itu.
DORRR
AGHHH
Lorenza menembak dada Ellara hingga Ornaf dan Edgar terkejut bukan main, Lorenza menyeringai puas.
'' AGHHH bajingan kau !! '' teriak marah Ornaf.
DODODOR !!
Ornaf menggila saat menembak para musuh-musuh nya dengan cepat dibantu oleh Hugo yang tiba-tiba berada dibelakangnya, sedangkan Edgar ia terlihat membantu Ellara untuk berdiri.
" ckckck.. aku tak lumpuh '' keluh Ellara saat Edgar ingin membopong tubuh Ellara karena Edgar pun merasa panik bukan main, melihat Ellara yang terlihat baik-baik saja membuat Edgar bingung " kondisikan tatapan mu tuan Edgar '' ancam Ellara saat Edgar menatap penuh selidik kearah bagian dada milik Ellara yang terlihat menyembul dari balik baju berwana hitam miliknya.
'' kau !! " tekan Edgar menatap tajam Ellara.
" aku memakai baju dalaman anti peluru, kau tenang saja aku tak akan mati hanya saja ini sedikit nyeri '' ucap Ellara meringis dan sontak
BRAKKKKKK
" ahhh.. oh my God, apa yang kau lakukan ? '' ucap Ellara terkejut bukan main saat Edgar tiba-tiba melepaskan tubuhnya begitu saja kebawah.
" kau mencoba menipu '' tajam Edgar dan Ellara meringis saja.
" HEII FOKUS '' teriak lantang Matt tiba-tiba mengambil senjata andalan milik king yang dengan dibawa oleh Ornaf dan Ellara saat itu.
sontak Ellara dan Edgar menghindar saat Matt meluncurkan peluru-peluru besar kearah anak buah Lorenza.
" sialan kau Matt '' kesal Edgar saat dirinya terpental lagi dan lagi.
sedangkan itu Ornaf dan Hugo kehilangan jejak Lorenza yang berlari begitu cepat dan bisa menghindari serangan dari Ornaf dan Hugo secara bersamaan.
kini keadaan seperti sedang terbalik, dimana mayat-mayat anak buah Lorenza banyak yang tewas dan tergelatak bebas begitu saja.
Valera dan jajaran king benar-benar tak memberikan ampun pada musuh yang datang dengan sukarela.
disisi lain Elion dan Dave masih asyik berburu mangsanya, mereka seakan bermain-main dengan nyawa serta tubuh manusia.
" perhatikan langkahmu Elion '' kesal Dave karena Elion tak sengaja menyenggol tubuhnya hingga dave hampir saja terjatuh.
cuaca benar-benar tak begitu mendukung dimana tiba-tiba hujan turun begitu deras, membuat jajaran king kini lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan.
Dave dan Elion mengatur nafasnya agar lebih teratur tak lama datang Ornaf bersama dengan Hugo dan juga Matt secara bersamaan, keadaan mereka sangat-sangat lah buruk dan kusut, bahkan bisa darah yang menempel di bajunya ikut terkena siraman air hujan.
__ADS_1
" dimana Ellara, Edgar dan zumba ? lalu lady '' ucap Dave memicingkan matanya, seketika Ornaf tersadar setelah ia berlari mengejar Lorenza bersama dengan Hugo dirinya seakan lupa keberadaan Ellara yang diketahuinya terluka.
Ornaf sontak segera mencari keberadaan Ellara maupun Edgar bersama dengan Dave tentu nya, bahkan sang lady pun kini tak diketahui keberadaanya.
disisi lain Valera kini berhadapan dengan Lorenza lelaki bertubuh kekar yang kini sedang menatapnya nyalang bagaikan seekor mangsa yang menggiurkan.
ditengah-tengah hujan yang cukup deras dan lebat Valera bisa melihat jika Lorenza memegang sebuah senjata api di tangannya.
'' Apa yang kau inginkan ? '' ucap Valera tenang walaupun sisi kewaspadaannya kian meningkat
" tentu saja nyawa mu '' ucap Lorenza lagi dan Valera diam saja menampilkan senyum seringainya.
" boleh saja jika kau mampu '' ucap Valera lagi.
DODODOR !!
DODODORDODODOR !!
sial, untung saja Valera bisa membaca gerakan yang akan dilakukan oleh Lorenza, sehingga Valera menghindar beberapa kali dari rentetan peluru yang ingin melukainya.
nafas sang Lady itu terlihat tersengal berusaha mengatur nafasnya agar merasa lebih tenang dan relaks tapi Lorenza seakan tak memberi jeda pada pemimpin dari king tersebut.
DODODODOR !!
DORR !!
AGHHH
satu buah peluru menyerempet perut sang lady,walaupun tak bersarang tapi itu semua cukup membuat sang Lady terluka hingga mengeluarkan cairan berwarna merah.
Valera kini menatap dalam sosok Lorenza dengan bangkit dan,
SWINGGG
JLEBBB
AGHHH
Valera melemparkan sebuah belati tepat mengenai perut lelaki itu, Valera bangkit dan hendak menyerang kembali Lorenza tapi di luar dugaan lelaki itu justru menahan serangan Valera hingga membuat sang lady lagi-lagi harus berusaha untuk melumpuhkan lawan nya kini.
" Tak semudah itu kau melumpuhkan aku '' ucap sinis Lorenza dan Valera tak peduli ia memilih lebih menekan lagi gerakan serangan dirinya terhadap Lorenza.
BUGHHHHHH
AGHHH
kaki indah sang Lady mulus mendarat tepat diwajahnya lawannya, hingga hidung lelaki itu mengeluarkan darah segar yang langsung tersapu derasnya air hujan.
" maka tak semudah itu kau pun dapat melumpuhkan aku bung '' kini Valera menyeringai layaknya ratu iblis yang menjerat mangsanya.
Lorenza melawan lagi dan kini mereka benar-benar bertarung layaknya seorang ksatria sejati, Valera mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa untuk melawan Lorenza yang tak bisa diremehkan, begitupun dengan Lorenza.
Bahkan sang lady pun beberapa kali mendapatkan pukulan serta serangan lainnya, tapi itu semua tak membuat Valera menyerah dan tak akan memilih mati ditangan musuhnya.
Disaat Lorenza mulai kelelahan, Valera terus menyerang titik-titik pusat kehidupaa hingga Valera sedikit lengah dan pada akhirnya.
BUGHHHHHH
AGHHH
satu buah pukulan mendarat sempurna dikepala sang Lady hingga membuat Valera terhuyung dan matanya mulai menggabur, bahkan berdiri tegak pun sudah mulai tak bisa.
Lorenza tersenyum miring saat melihat lawannya sudah melemah, Lorenza menatap puas pada sosok pemimpin king tersebut, sebuah belati yang tadi melukai nya kini berada digenggaman Lorenza.
" sebaiknya kau mati kali ini '' ucap Lorenza kepada Valera yang masih sadar dengan memegangi kepalanya yang mulai mengeluarkan.
" jangan mimpi '' ucap lirih Valera hingga kali ini kesadarannya benar-benar hilang, tubuh Valera melemas dan ambruk begitu saja ke bawah.
Lorenza benar-benar ingin menyerang tapi niatnya ia urungkan tat kala melihat jajaran king berbondong-bondong datang, Lorenza memilih kabur dan melarikan diri karena tak ingin tertangkap dalam kondisi tubuhnya yang babak belur itu.
Masih dalam episode tegang yang reader ๐๐
__ADS_1