
Hari ini Dave meminta ijin pada sang Lady untuk bertemu dengan Gloria karena ia sudah berjanji akan bertemu dengan wanita yang telah mencuri hatinya sebelum makan siang berlangsung.
Valera mengijinkan dan paham akan apa yang Dave rasakan, Valera bukan orang yang egois yang selalu mementingkan dirinya sendiri. lima belas menit lagi sudah waktunya makan siang Dave dengan cepat mengemudikan mobil mewahnya ke salah satu restoran ternama di Paris.
dan benar saja Gloria sudah menunggunya dengan raut wajah yang terlihat begitu sangat kesal membuat Dave mengulum senyum nya saat ini.
" maaf aku terlambat " ucap pelan Dave akan tetapi Gloria hanya mengerucutkan bibirnya dan meminum minuman yang ia pesan sebelumya hingga tandas.
" kau terlambat Dave, aku sudah menunggumu " rengek Gloria lagi saat ini ia tak akan sungkan untuk bersikap manja, dan merengek layaknya anak kecil pada Dave.
" Ya aku tau '' singkat Dave lagi dan Gloria hanya diam saja " ayo pesan makanan setelah itu mari kita bicara " ucap Dave lembut dan Gloria akhirnya mengangguk lalu tersenyum kecil.
Gloria dan Dave makan siang bersama dengan sangat tenang, bahkan Dave mengetahui jika Gloria sedang meliriknya saat ini, tapi Dave membiarkan itu semua dan Kemabli fokus pada hidangan di hadapannya.
dua puluh menit berlalu akhirnya kedua orang itu telah menyelesaikan ritual wajibnya baik Dave maupun Gloria masih diam tat kala mereka bingung harus berbicara apa.
" hmm Dave maaf jika pertanyaan ku lancang " cicit Gloria dan Dave langsung menatap wajah wanita yang kini sedang berada di hadapannya " bagaimana dengan pencarian Alfedro ? apa membuahkan hasil " ucap Gloria dan Dave menatap manik wanita itu dengan lekat membuat si mpunya gugup seketika.
" jangan terlalu kau fikirkan Gloria, aku akan menjagamu kau jangan khawatir " ucap Dave lagi akan tetapi Gloria merasa tak puas dengan jawaban Dave ia merasa hidupnya kembali terancam karena Alfedro masih belum ditemukan.
" Tapi.. aku " ucap Gloria menggantung karena Dave memegang tangannya dengan erat dan mengelusnya disana dengan lembut manik Gloria menatap tangan yang di genggam oleh dave.
" percayakan padaku Gloria, bukan kah aku sudah mengatakan jika aku akan membantumu untuk bebas dari jeratan lelaki gila itu " ucap Dave dengan tenang dan Gloria hanya mengangguk saja " Tapi aku harap kau tidak lupa dengan imbalan ku " ucap Dave dengan seringai tipisnya.
" Ya aku belum pikun Dave " kesal Gloria dan Dave tertawa kecil " aku akan melakukan apa saja sebagai imbalan nya termasuk uang " ucap Gloria lagi dan Dave mengerutkan dahinya seketika.
" aku harap kau tidak menolak nya " ucap Dave dengan tegas dan Gloria hanya menatap Dave dalam diam. " apa kau tidak pergi ke perusahaan ? " tanya Dave lagi.
" Ya nanti, rasanya aku tidak bisa " keluh Gloria
" kenapa ? " Picing Dave penasaran
" aku.. itu bukan bidang ku. Tapi aku sedang berusaha agar aku bisa " terang Gloria dan Dave hanya tersenyum kecil.
" hmm begitukah ? " ucap Dave lagi dan Gloria hanya kesal " apa kau ingin pergi dengan ku ? " tawar Dave dan Gloria seketika mengangguk antusias. " baiklah ayo " ucap Dave lalu ia meletakan uang di meja sesuai dengan harga tertera bahkan Dave memberikan uang lebih disana.
Gloria menaiki mobil Dave karena ia hanya memakai taksi saat pergi dari harson Crop's. Dave memperlakukan Gloria dengan sangat istimewa hanya saja Gloria belum menyadarinya.
setelah hampir beberapa saat berkendara Gloria baru menyadari jika mereka menuju sebuah pantai, mata indahnya menatap hamparan pasir putih dengan deburan ombak yang bergulung seirama.
Gloria menatap Dave dengan tatapan yang sulit diartikan, Dave hanya tersenyum simpul lalu mengulurkan tangannya untuk mengajak Gloria turun dari mobil,
" Dave " lirih Gloria akan tetapi Dave langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir merah Gloria seakan ia menandakan untuk Gloria tidak banyak bicara.
" nikmati waktumu ayo " ucap Dave sembari menuntun Gloria layaknya anak kecil.
Gloria hanya menatap punggung kekar Dave sampai benar-benar merasa puas tak terasa bibirnya berkedut dan menampilkan senyum manisnya.
Gloria dan Dave sama-sama menikmati semilir angin yang berhembus secara perlahan hingga membuat rambut milik Gloria tersapu angin begitu saja.
jantung Gloria berdegup kencang saat tangan kekar itu membelai mesra pipi nya lalu beralih pada rambut Gloria dan menyelipkan nya di belakang telinga Gloria dengan gerakan perlahan.
" Entah apa yang aku rasakan saat ini, tapi yang aku tau aku merasa hati ku dicuri oleh mu, mungkin aku bukan lelaki kaya yang bergelimang harta, dan aku bukan lelaki suci yang tidak mempunyai dosa, tangan ini sudah banyak merenggut ratusan bahkan ribuan nyawa manusia. Tapi aku jamin dengan tangan ini aku akan memberikan kenyamanan untuk mu Gloria " ucap lirih Dave sembari menatap lekat-lekat mata serta wajah Gloria secara seksama.
Gloria termenung dan terpaku saat mendengar pernyataan dari seorang Dave. Tiba-tiba bibir Gloria merasa bungkam dan tak bisa berbicara matanya menatap balik manik milik Dave.
Dave meletakkan kembali jari telunjuknya di bibir Gloria lalu mengusap pelan diarea itu lagi-lagi jantung nya berdetak tak karuan, dirinya menjadi gugup untuk menatap Dave.
" apa kau tau jika tanpa sadar aku telah tertarik dengan mu, tapi aku sadar kau siapa dan aku siapa " lirih Dave lalu beralih menatap hamparan laut yang sangat luas. Mata tajam Dave seakan menerawang jauh ke masa depan, " ahh maaf jika aku lancang nona " ucap Dave kini menetralkan kembali diri dan perasaannya.
" nona ? " Picing Gloria " bukankah sudah ku katakan jangan memanggilku dengan sebutan itu, panggil saja namaku " ucap Gloria merasa tak menerima, akan tetapi Dave hanya tersenyum tipis.
'' rasanya itu tidak sopan '' singkat Dave dan Gloria mengkerutkan dahinya seketika. Lalu Dave berjalan secara perlahan meninggalkan Gloria yang masih bergeming, Gloria merasa aneh akan sikap Dave kali ini benar-benar aneh, dengan kesal ia mengikuti langkah Dave. hingga
DORR
__ADS_1
" aghh " jerit Gloria terkejut saat mendengar suara senapan Laras panjang dan Dave berlari dengan cepat menuju Gloria yang sedang terduduk dan terkejut. " Dave ada apa ini " cicit Gloria dan Dave pun belum mengetahui pasti, tak jauh dari Dave seorang pria tergelatak begitu saja dengan posisi telentang dan bersimbah darah, naluri Dave mengatakan jika situasi tidak aman dengan cepat Dave menarik tangan Gloria untuk segera meninggalkan tempat ini.
DODODORDODODOR !!
Gloria menjerit takut saat suara itu terdengar bergemuruh, Dave mengumpat kesal karena ia melihat sebuah helikopter yang mendekat kearah mereka.
" Gloria, cepat '' ucap Dave sedikit cemas Hinga Gloria berlari dan berlindung pada tubuh Dave.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
Dave dan Gloria berlindung di dekat mobil milik Dave alhasil peluru itu mengenai body mobil
'' apa itu Alfedro ? '' tebak Gloria dengan wajah paniknya dan Dave pun memikirkan hal yang sama, dengan cepat Dave membuka pintu mobilnya dan langsung mendorong sedikit tubuh Gloria ke dalam.
DODODODOR. !!!
PRANGGG
" mereka ingin menghancurkan mobil mu Dave " pekik Gloria dan Dave segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, suasana di pantai ini sungguh sepi tidak seperti biasanya membuat Dave lagi-lagi harus berfikir dua kali.
di atas langit satu buah helikopter terus mengejar walaupun tidak meluncurkan senjatanya lagi.Dave dan Gloria terkejut saat melihat beberapa pengendara motor melaju melawan arah membuat Dave sedikit sulit untuk bergerak.
" maju saja Dave jika perlu tabrak saja " ucap Gloria lagi dan Dave hanya diam.
" Gloria ambil kan senjata untukku di bawah kursi mu " ucap Dave dan Gloria mengangguk.
DODODORDODODOR !!
" shitt " pekik Dave saat mobilnya diberi lagi serentetan peluru-peluru sialan itu. Jika begini terus Dave yakin mobil yang ia kendalikan akan meledak jika harus diserang secara terus-menerus.
mobil yang Dave kendalikan tidak seperti mobil milik sang Lady, hanya saja mobil Dave pun anti peluru berbeda tipis dengan mobil sang lady.
" motor-motor itu terus mengejar kita, akan ku beri pelajaran " geram Gloria dan Dave memicingkan matanya seketika. " kau fokuslah dalam mengemudi, aku yang akan mengecoh mereka. " ucap Gloria
DODODODOR !!
CKITTTT
BRAKKKKKK
Dave terkejut saat tembakan Gloria membuat dua pengendara motor dari mereka jatuh dan akhirnya mengeluarkan sedikit asap di aspal jalanan, Gloria memekik senang karena bidikan nya tepat sasaran.
" Dave apa yang akan dilakukan oleh helikopter itu ? '' gumam Gloria saat melihat seseorang seperti bergelantung dan memegang sebuah benda panjang berwarna hitam.
" shitt mereka ingin menaruh alat pelacak itu pada mobil ku " geram Dave dan Gloria tampak bingung, alat pelacak ? untuk apa.
Dave membanting setir kemudinya menuju jalanan berlorong untuk menghindari helikopter itu, jantung Gloria berdebar saat memasuki jalan berlorong itu.
BRAKKKKKK
Gloria terpental ke dashboard mobil hingga kepalanya membentur kesana, Dave yang melihat Gloria seperti itu di buat panik karena Gloria tidak memakai sabuk pengaman.
DODODODOR !!
lagi dan lagi mobil Dave terus diberi kan peluru-peluru itu. Gloria meringis sedikit kala merasakan nyeri pada bagian kepalanya.
" Heii kau tak apa ? " ucap Dave yang masih menormalkan kendali setirnya. Gloria mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda baik-baik saja.
Dave panik saat melihat Gloria yang beralih ke belakang dengan senjata di genggamannya dan siap membuka kap mobil untuk bertindak.
TRANG
TRANG
__ADS_1
TRANG
suara itu membuat Gloria dan Dave bingung tapi mereka menghiraukan nya, Gloria siap membidik targetnya.
DODODORDODODOR !!
CKITTTT
BRAKKKKKK
DODODODOR !!
PRANGGG
DUARRRR
Gloria terperangah saat melihat mobil lawannya yang tidak dilapisi pelindung seperti anti peluru, bidikan Gloria terbilang asal karena ia menembak sembarangan arah akan tetapi itu berhasil membuat kaca mobil itu pecah dan menewaskan sang kemudi, hingga kini mereka berhenti mengejar karena jalanan itu di blokir oleh mobil yang gugur.
Dave mengelus dada saat melihat aksi Gloria yang cukup baik, tadi Dave sempat berfikir hal buruk karena pada Gloria.
" bukankah tadi hebat ? " gulma Gloria dan Dave hanya tersenyum manis.
" kita akan keluar dari jalan berlorong ini, bersiap-siap lah " ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk saja tanpa mau bertanya lebih dulu.
BRAMMM
BRAMMM
Dave menyetel ulang mobilnya agar mereka bisa menghindar helikopter itu, Gloria memperhatikan Dave yang menekan beberapa tombol di samping kirinya.
I'm ready.
suara itu membuat Gloria terperangah itu adalah sistem otomatis yang pernah ia temui di mobil sang Kakak akan tetapi ia bisa melihatnya lagi di mobil milik Dave.
" Gloria sabuk pengaman mu " titah Dave dan Gloria segera melakukanya, Kali ini Dave sudah siap jika helikopter itu akan meluncurkan alat pelacak nya dan ia sudah memberi sinyal darurat pada markas utama.
mobil milik Dave telah keluar dari jalan berlorong, Gloria menatap ke belakang lalu ke atas untuk melihat apakah masih ada yang mengikuti mereka atau tidak.Tapi Gloria bingung kemana perginya helikopter itu.
hingga suara deru baling-baling helikopter terdengar begitu dekat dan alangkah terkejutnya saat mereka berdua melihat helikopter itu telah berada di hadapannya saat ini.
seorang lelaki siap meluncurkan sesuatu dalam genggamannya, jantung Gloria berdebar tak karuan saat ini.
DODODORDODODOR !!
DODODORDODODOR !!
TRANG
entah keberuntungan apa yang memihak Dave kali ini, tapi tembakannya mengenai baling-baling helikopter berlogo IA-01, helikopter itu terbang ke sisi dengan ekor yang mulai tak seimbang.
" apakah itu akan berhasil ? " gumam Gloria yang masih menatap helikopter itu seperti sedang mempertahankan keseimbangan nya. Tak lama suara ponsel terdengar di fitur canggih yang berada di mobil milik Dave.
" kau dimana ? " pekik seorang wanita saat Dave telah menekan tombol YES disana.
" jalan " datar Dave saat mendengar suara Zizi di sebrang sana.
" apa butuh bantuan ? kau pasti sedang bersama nona Gloria bukan ? jangan gegabah Dave helikopter itu milik salah atau warga Inggris tapi kita belum memastikan nya siapa " terang Zizi dan Dave memicingkan matanya seketika.
" untuk saat ini tidak perlu, terimakasih. Aku akan tiba di markas dua puluh menit lagi " ucap Dave.
" hmm baiklah, hati-hati " ucap Zizi lalu terputus begitu saja.
Gloria membelalakkan matanya saat Dave mengatakan jika dua puluh menit lagi mereka akan tiba itu artinya ? ohh tidak Gloria bisa gagal jantung kali ini.
" relaks dan jangan tegang, Aku akan membawa mu kembali dengan aman. " tenang Dave dan Gloria hanya bisa diam saja sambil mengeratkan sabuk pengaman yang melilit tubuhnya saat ini dengan mata terpejam.
__ADS_1
BAMMMM
BRAKKKKKK