Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Diselamatkan


__ADS_3

DUARRRR


Red dan Yellow sama-sama menggulingkan tubuhnya ke samping dengan cepat sebelum tubuh mereka yang menjadi sasaran empuk para musuhnya. K dan Brandon bernafas dengan lega karena Red dan yellow mampu menghindarinya.


" menyusahkan " marah yellow seraya bangkit menatap tajam pada pelaku utama.


hari semakin larut dan hembusan angin malam semakin menusuk ke tubuh, tapi para orang-orang king seakan tak perduli dengan keadaan. Mereka terus melawan musuh-musuh yang berdatangan tak henti-hentinya nya membuat K menjatuhkan pilihannya kepada bom-bom yang ia bawa dan seketika ia lemparkan kepada musuh-musuh yang berlainan tempat.


suara guncangan dan ledakan seakan berpadu menjadi satu, dikesempatan ini keempat orang-orang king melarikan diri menuju ke dermaga awal, mereka berlari tanpa mau menoleh kearah belakang tujuannya saat ini adalah dermaga.


jalan yang gelap dan nafas yang tersengal seakan tak menjadikan mereka alasan, keempat orang-orang king terus berlari dan menjauh dari tempat itu bukan nya takut tapi mereka tak mau mati dengan sia-sia.


BRUKKK


AGHHH


pekik K saat dirinya terjatuh dan tak sengaja tersandung sesuatu. Brandon, Red dan Yellow reflek menghentikkan langkahnya karena mendengar jeritan K.


" sial, aku terjatuh " umpat K lagi berusaha untuk bangun dan tanpa sengaja kakinya menyenggol sesuatu. K mengeryitkan dahinya seketika saat benda asing itu tampak seperti manusia.


" kau tak apa ? " ucap Brandon dan K menggeleng pelan " Ayo, kita harus cepat. " ucap Brandon lagi akan tetapi K diam termenung dan menatap kearah bawah, sadar akan tatapan K Brandon pun ikut menatap kearah bawah.


Red dan yellow berada tepat didepan untuk melindungi satu sama lain, sepertinya orang-orang sialan itu telah berhenti untuk mengejar terbukti tidak ada suara apapun disana.


" apakah itu mayat ? " ucap Brandon gemetar karena posisi orang itu menelungkup. K spontan mengacungkan senjatanya kearah sisi itu karena ditakutkan ini adalah sebuah jebakan. Brandon menyenggol sosok itu dengan kaki nya tapi sepertinya ia mengenali wajah itu dari arah samping.


" Alland " desis Brandon terkejut saat melihat kawan nya tergelatak tak berdaya dengan luka lebam diwajahnya itu. K dan Brandon langsung menolong Alland dan membawa tubuh Alland untuk menjauh dari tempat itu.


Brandon dengan sigap memangku tubuh Alland yang tampak kurus tak terawat sama sekali. Red dan yellow ikut membantu sosok lelaki itu.


DUARRRR


" shitt " umpat Red " kita harus cepat " ucap Red lagi dan keempat orang itu berlari dengan cepat tanpa mau menoleh kearah belakang, suara selongsong senjata terdengar riuh dibelakang, Yellow dengan sigap langsung melemparkan sebuah bom sejauh-jauhnya untuk menyerang balik mereka yang berani lancang.


keempat orang-orang itu telah tiba di dermaga awal, tapi mereka cukup bingung karena tak ada kendaraan air satupun yang berada di sana, saat Brandon hendak menghubungi lelaki itu tapi tiba-tiba Red mencegahnya dari berkata ini semua percuma.


" Hahahaha. Menyerahlah kalian tak bisa pergi kemana pun. Nikmatilah kematian kalian di tempat yang menyenangkan ini " ucap tiba-tiba suara bariton pria yang begitu menggema di telinga, sontak keempat orang itu menoleh kearah belakang.


sial ! benar-benar sial. Mereka kini terkepung dan tak mungkin untuk melawan serta meninggalkan tubuh Alland begitu saja, jika boleh jujur Brandon cukup kelelahan karena membopong tubuh Alland dan dirinya juga harus berlari untuk mengindari kejaran para musuh.


" jika tidak mau ! " ucap K santai dengan wajah tengilnya.


" hmm.. kau sedang mengajukan sesuatu nona manis ? " ucap Lelaki itu menatap K dengan lekat-lekat.


" tidak. Aku hanya sedang bertanya, apa salah ? " ucap K lagi dan seketika laki-laki itu tertawa mengejek sungguh wanita yang berada di hadapannya ini tak takut sedikitpun bahkan Lelaki itu sedikit memuja tubuh K yang nampak berisi dengan otot-otot tangan yang begitu menggoda. Seketika fikiran aneh tampak melintas di otak lelaki itu.


" Siapa namamu nona manis ? " ucap lelaki itu lagi.


" aku tidak mempunyai nama. Dan ini bukan ajang perkenalan tuan " sinis K dengan lantang hingga membuat lelaki itu terperangah kaget.


" wow kau sungguh wanita galak ternyata, tapi aku suka " ucap lelaki itu.


K dan lainnya saling lirik satu sama lain, mereka seperti sedang mendengarkan cerita receh. Brandon memutar matanya dengan malas bukannya tegang justru ia geli saat mendengar percakapan lelaki itu dengan K.


" Tangkap mereka !! '' titah lelaki itu bengis dan sontak keempat orang-orang king bersiaga dengan senjatanya masing-masing. Tapi belum juga melawan dan bertempur dua buah helikopter asing menembaki musuh-musuh dengan brutal hingga mereka tewas tergelatak tak berdaya.

__ADS_1


Lelaki itu menatap tak percaya karena ada saja yang menganggu kesenangannya untuk bermain-main dengan para musuhnya. K, Brandon, Red, dan Yellow dengan sigap melakukan serangan balik, ini seperti sebuah keuntungan besar bagi mereka.


dengan sekejap orang-orang asing itu tewas dengan luka tembak di sekujur tubuhnya masing-masing dan hanya meninggalkan lelaki itu seseorang.


" hahahaa sekarang keadaan terbalik tuan " kekeh K mengejek dan lelaki itu dengan cepat menyerang balik helikopter itu.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


lihai, licin mereka sangat cepat untuk menghindari serangan, lelaki itu mengincar baling-baling agar burung besi itu dapat ia lumpuhkan dengan mudah.


" Aku yakin mereka pihak Lady " Desis yellow saat melihat keahlian dalam beraksinya.


" Ya mungkinkah. " ucap Red ikut menimpali.


DODODORDODODOR !!


BRUKKK


lelaki itu tumbang dengan mata terbelalak dan mulut sedikit terbuka, setelah diberondong peluru yang menembus tubuhnya dengan sangat brutal.


K dan Lainnya menatap tak percaya karena mereka tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Pintu helikopter terbuka dan mereka segera melemparkan sebuah tali kepada K dan lainnya.


'' Gunakan tali itu, kami utusan dari tuan Dave. " ucap lelaki yang memakai pengeras suara karena deru helikopter terdengar memekikkan telinga. Red dan yellow tersenyum tipis. " cepat, tak ada waktu lagi. Mereka akan segera datang. " ucap lelaki itu dan K serta Brandon mengangguk mantap


Brando mencoba untuk menaikkan Alland terlebih dahulu baru K dan setelah itu dirinya, Red dan yellow sudah mulai bergelantungan, begitupun dengan tubuh Alland. Brandon bernafas lega karena Alland kini aman.


" K cepatlah " titah Brandon dan K mengangguk kecil. Brandon menatap sekelilingnya dengan mata tajam miliknya ternyata tempat ini jauh lebih mengerikan ketimbang tempat lainya.


DODODORDODODOR !!


" shitt " tarik teriak Brandon lantang saat dirinya hampir terkena peluru-peluru sialan itu.


helikopter yang membawa Red dan Yellow kini bergerak dan melakukan serangan balik dengan Red dan yellow yang ikut beraksi dari atas helikopter.


suasana seketika tegang saat tali yang mengekang Brandon hampir terlepas dari tubuhnya, K panik seketika karena ia takut terjadi sesuatu kepada kawannya itu.


DODODORDODODOR !!


TRANG


peluru-peluru itu mengenai body helikopter membuat K membelalakkan matanya seketika.


DUARRRR


DUARRRR


" rasakan !! " pekik K saat dirinya melempar dua buah bom kearah orang-orang yang berusaha untuk menghalangi Brandon.


Nafas Brandon terlihat begitu tersengal dengan keringat yang bercucuran dari pelipisnya, seorang lelaki yang merupakan utusan Dave dengan sigap memberikan air botol mineral kepada Brandon dan K.


dua buah helikopter dengan cepat pergi dan meninggalkan tempat itu segera, keempat orang-orang king kini bernafas dengan lega karena mereka mendapatkan bantuan tak terduga seperti ini.


******

__ADS_1


" sweatheart, kapan kau kembali. Aku sangat merindukan mu. " ucap Remigio melalui sambungan selulernya.


Valera tersenyum saat mendengar orang yang di kasihnya, hatinya tiba-tiba menghangat dan menjadi lebih tenang kala mendengar suara sang suami yang tampak sangat merindukan dirinya.


" bersabarlah Remi. Aku pasti akan kembali. " ucap Valera lembut.


" jangan lama-lama sweatheart, Athena membutuhkan mu begitupun dengan diriku. " ujar Remigio terdengar manja hingga membuat Valera tertawa kecil.


" baiklah, tunggu aku Remi. Aku pun sangat merindukan mu dan juga bayi kecil kita. " ujar Valera lagi dan akhirnya panggilan itu berakhir dengan kata-kata cinta diantara mereka.


Valera memandangi photo Remigio yang senang menggendong bayi Athena saat acara penyambutan bayi cantik mereka kala itu, senyum manis terbit di sudut bibirnya dan tanpa sadar Valera mengecup ponselnya sendiri.


" Lady " ucap seseorang dan membuat Valera terkejut bukan main. " maaf mengejutkan mu " ucap Edgar merasa bersalah dan Valera hanya mengangguk kecil.


" ada apa ? " tanya Valera.


" aku mendapat kabar jika rombongan Brandon mendapatkan sedikit masalah lady, untung saja Dave bergerak cepat dan menyuruh orang-orang nya untuk mengikuti mereka sehingga kini mereka aman. " ucap Edgar menjelaskan dan Valera diam saja.


valera tersenyum tipis saat mengetahui Dave selalu cepat tanggap dalam hal apapun. Ia merasa bangga pada salah satu orangnya itu tak diragukan lagi Valera semakin yakin jika Dave mampu untuk menjaga Gloria dan juga orang-orangnya yang lain.


Edgar yang melihat itu terlihat keheranan karena biasanya sang Lady akan merasa sedikit panik dan cemas terhadap orang-orang nya. Valera mengangguk dan berterimakasih atas berita yang Edgar berikan.


Markas king.


Hari ini entah mengapa Diandra ingin sekali untuk ikut dan melihat Malvin berlatih, tentu saja Thomas memberikan ijin kepada Diandra untuk berkunjung ke markas utama king.


dua pelatih bertubuh tegap itu menyambut kedatangan George dan juga Malvin, Diandra terlihat kikuk saat melihat dua orang bertubuh tegap dan besar itu, lalu Diandra memilih untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia.


George dan juga Malvin pun telah mengganti pakaiannya agar terlihat lebih simpel dan leluasa dalam bergerak. Seperti biasa Bruce dan Frank memberikan arahan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum akhirnya nanti mereka akan berlatih. George dan Malvin menurut patuh tanpa membantah.


Diandra ia hanya menatap setiap sudut markas king yang sangat luas dan lebar bahkan terlihat mewah dengan model desain yang cukup modern. Beberapa panjangan dan hiasan memenuhi setiap dinding markas utama termasuk photo mendiang Macky yang dipajang oleh sang lady.


Diandra menatap sendu wajah putranya yang hampir sama dengan lelaki yang dicintainya hingga saat ini, jika boleh meminta Diandra berharap Macky Masih hidup dan berkumpul bersama dengan dirinya dan juga putra semata wayangnya. Tapi itu semua mustahil pada kenyataanya Macky telah tiada.


suara pukulan membuat lamunan Diandra terpecah ternyata George dan Malvin sama-sama sedang adu kekuatan dalam seni bela diri. Awalnya Diandra syok bukan main tapi saat melihat Malvin seperti sudah menguasai seni bela diri membuat Diandra pasrah dan menuruti kemauan sang putra.


Bruce dan Frank sama-sama memberikan arahan yang baik untuk George dan juga Malvin. Kedua bocah itu sama-sama mendominasi satu sama lain ketika sedang berlatih mereka seperti musuh yang harus di lumpuhkan.


" tetap fokus dan gunakan insting mu " pekik Bruce memberikan arahan agar lebih membangkitkan jiwa kesatria dalam diri dua bocah kecil itu.


George dan Malvin seperti tak mendengarkan perkataan mereka, keduanya justru terlihat asyik menyerang dan menangkis satu sama lain bahkan keduanya sama-sama sulit untuk dilakukan.


" ingat jangan menggunakan nafsu " ucap Frank lagi. Sedangkan Bruce terus mengawasi kedua bocah lelaki itu agar gerakan nya tetap sama dan sejalur, tapi baru saja mengawasi entah angin darimana George dan juga Malvin melakukan gerakan lain yang membuat Frank dan Bruce tercengang.


Walaupun gerakannya asal tapi jelas-jelas gerakan itu sedikit berteknik seperti sudah dipelajari jauh-jauh hari, Frank segera menghentikkan latihan itu dan menatap tajam kepada George dan Malvin. Sedangkan Diandra ia hanya duduk dengan bingung.


" kenapa paman ? " bingung George dan juga Malvin kini menatap Frank dengan tatapan polosnya.


" kenapa gerakan kalian seperti tadi ! " ucap Frank lagi.


" maksud paman ? '' ucap Malvin


" tadi kalian melakukan gerakan yang belum paman ajarkan, " ucap Frank lagi Malvin hanya mengangguk kecil sedangkan George diam saja.


'' kami pun tak tau paman, itu reflek saja '' saut George asal hingga Frank mengerutkan dahinya seketika sedangkan Bruce ia hanya bisa menjadi pendengar saja.

__ADS_1


Frank akhirnya menginjin kan kembali keduanya untuk berlatih akan tetapi tetap kontrol dan jangan melakukan gerakan aneh yang belum di ajarkan, George dan juga Malvin mengangguk patuh hingga latihan itu memakan waktu kurang lebih dua jam seperti perjanjian nya dengan sang Lady.


__ADS_2