
Markas utama.
Silla seorang anak perempuan yang ternyata berusia sebelas tahun dan menjadi korban pelecehan selama ia disekap ditempat terkutuk itu, sebelum pada akhirnya ia diselamatkan oleh orang-orang king.
Ornaf diminta memeriksa keadaan Silla secara menyeluruh hanya saja Silla butuh dokter khusus yang bisa dibilang psikologi untuk menyembuhkan kejiwaan nya yang terkadang ketakutan saat melihat seseorang terutama lelaki dewasa.
Syina dan Elena berusaha untuk menggali informasi dari Silla mengenai mister X yang masih misterius itu walaupun mereka harus sabar menunggu hasil akhirnya.
" Silla " panggil Elena tersenyum lembut menatap Silla yang sedang menatapnya dengan pandangan tertentu. " kau sudah makan hmm ? " tanya elena dan Silla mengangguk mantap.
" bahkan perutku rasanya sangat kenyang saat makan makanan lezat yang belum pernah aku makan sebelumya. " ucap jujur Silla mengerjap-ngerjapkan matanya yang berbinar ceria.
" memangnya selama ini kau makan apa ? sampai pasta itu kau sebut lezat " ucap Elena bingung dan Silla hanya menunduk dengan wajah sendunya.
" roti dan air putih saja, terkadang aku harus menunggu sampai dua hari lamanya jika ingin mendapatkan roti tersebut. Bisa dikatakan mereka jarang memberiku makan " ucap Silla dengan sedih dan Elena menjadi iba dengan Silla terlebih dengan apa yang ia alami kini.
" sekarang kau tak akan merasakan kelaparan lagi Silla, kau aman bersama kami " ucap Elena lagi tanpa ragu dan Silla hanya diam saja sembari memperhatikan wajah Elena yang sedang tersenyum manis menatapnya.
" Silla bisakah aku bertanya sesuatu padamu ? " tanya Elena dengan hati-hati dan Silla mengangguk dengan ragu " hmm apakah kau tau dengan Mrs X ? '' tanya Elena dan Silla lagi-lagi mengangguk jelas. " apakah dia... " ucapakan Elena terhenti karena Silla memotongnya.
" Dia orang jahat. Bahkan banyak anak perempuan seperti usia ku yang dia tawan, aku tak mengerti entah apa maksud nya. Aku pernah bertemu dengan dirinya sekali " ucap Silla tanpa ragu dan Elena hanya mengangguk samar " Waktu itu aku dimandikan, diberi pakaian bagus dan hmm cukup seksi lalu wajah ku dirias dan pada akhirnya aku berkahir di sebuah kamar bersama dengan Mrs X " ucap Silla dengan tatapan sendu dan Elena terkejut bukan main, mulutnya terbuka lebar setelah mendengar kesaksian Silla. Ternyata Mrs X mempunyai kelainan dan bisa disebut predator bagi anak- perempuan.
Elena tak menyangka dengan fikiran Mrs X yang lebih suka terhadap anak-anak perempuan yang masih dibawah umur, Silla menatap lurus dengan pandangan kosong, entah ia mengerti atau tidak dengan ucapan nya yang baru saja ia lontarkan dengan mudah.
" Silla apa kau diculik ? " tanya Elena penasaran dan Silla hanya mengangguk saja " benarkah ? lalu keluargamu apa mereka tak mencari mu ? " tanya Elena lagi.
Silla menundukkan wajahnya dengan tatapan sendu bahkan bulir bening turun begitu saja di pipi nya itu, Elena menatap iba pada anak perempuan itu. Silla mengusap airmatanya dengan pelan.
perlahan wajah nya menatap Elena dengan sendu, hidungnya yang memerah, matanya yang terus mengeluarkan air mata hingga membuat Elena bergerak iba pada gadis tersebut.
" Ada apa Silla ? katakan. " ucap Lembut Elena.
" me..mereka membunuh keluargaku. " akhirnya kata-kata itu lolos begitu saja dari bibir Silla dengan nada bergetar dan memeluk Elena dengan erat.
Elena iba dan merasa kasihan pada keadaan Silla, seharusnya gadis seusianya saat ini menikmati waktunya yang menyenangkan, berteman dan berbaur dengan yang lainnya bahkan bersekolah, tapi tidak dengan Silla gadis ini sungguh malang nasibnya.
Elena akhirnya membawa Silla menuju halaman markas utama untuk melihat pemandangan yang indah tersembunyi disana, manik coklat Silla berbinar kala melihat pemandangan yang luas dengan hamparan rerumputan yang hijau membentang begitu indah, Silla merentangkan kedua tangannya seperti sedang menghirup aroma alami yang ada disana.
bahkan Silla merebahkan tubuhnya yang hanya memakai sebuah dress berwarna kuning polos di rerumputan itu, hingga suara auman binatang buas menyadarkan dirinya, Silla terkejut dan langsung menatap ke sekeliling nya.
__ADS_1
" apakah.. suara itu binatang buas ? '' tanya Silla polos dan Elena mengangguk mantap hingga bola mata Silla melebar seketika " benarkah, dimana ? jika begitu ayo kita pergi dari sini '' ucap Silla lagi
" heii.. tak perlu takut seperti itu, mereka berada disana, mereka semua hewan peliharaan " ucap santai Elena hingga Silla mengeryitkan dahinya pelan, hewan peliharaan, binatang buas ? Silla menatap tak percaya pada Elena.
dan pada akhirnya Elena mengajak Silla untuk beristirahat, karena ia harus melakukan pekerjaannya yang lain, kabar Silla yang bisa membuka jalan tentang Mrs X tentu saja sangat dinanti oleh orang-orang terkait termasuk Valera yang baru saja bisa dihubungi oleh Thomas.
******
" Apa kalian yakin ? mata kalian tak bermasalah kan ? " ucap Zizi saat mendapatkan kabar tentang misi para keempat predator dan Thomas saat mereka melihat seorang wanita yang mirip dengan Zizi hanya saja tinggi tubuh mereka yang berbeda.
" Ya mata ku masih sehat dan normal " ketus Edgar dan Zizi hanya diam saja.
" terlihat mirip walaupun banyak perbedaan diantara kalian " ucap zumba menimpali dan Zizi lagi-lagi menyimak dan berfikir tentang wanita itu yang baru saja diceritakan oleh kawan-kawan nya.
" Lalu dimana ia ? '' ucap Zizi penasaran.
" ditinggalkan saat kami diserang oleh bom, dia pingsan dan aku memukulnya karena ia memberontak tak karuan. Entah ia tewas atau tidak, aku tak tau. '' ucap Edgar polos dan Zizi lagi-lagi hanya bisa diam ia cukup terkejut dengan perkataan Edgar kali ini
" apa kau memprediksi sesuatu ? " ucap Hugo menatap wanita yang kini sedang berbadan dua itu yang diperkirakan beberapa bulan lagi akan melahirkan.
" entahlah, aku tak merasa yakin. Jika benar apa yang kalian katakan itu, kemungkinan besar dia saudara ku '' ucap Zizi acuh dan sontak semuanya menatap terkejut pada Zizi.
Edgar mengetuk jari-jari nya di atas meja dengan mata yang menatap lurus kearah dinding, pernyataan apalagi ini, saudara ? semuanya larut dalam fikirannya masing-masing.
" apa ada hal yang mendesak ? wajah kalian terlihat sedikit tegang '' ucap Elena lagi.
'' bagaimana dengan anak itu ? apa kau mendapatkan sedikit petunjuk dari nya '' ucap Matt menatap Elena.
" aku kurang yakin jika ia mengetahui sesuatu. Gadis itu pun korban pelecehan oleh Mrs X. Gila ini benar-benar gila. " gumam Elena dan semua orang hanya mendesah pelan mendengarnya. " kita akan berusaha untuk mencarinya. '' ucap Elena lagi.
" tato ular !! kita akan mulai mencari nya dengan simbol tersebut, minta Elion dan Lotus membantu dalam hal ini " ucap Edgar lagi menatap Zizi.
" kalian hubungi saja mereka, " ucap Zizi lagi dan Edgar mengangguk saja " huhh rasanya aku mulai lelah dengan perutku yang membuncit ini " keluh Zizi, Elena tersenyum melihat perut Zizi yang membesar dan terlihat sangat lucu dan menggemaskan itu. " aku akan beristirahat sebentar sebelum suamiku menjemput " ucap Zizi dan semua orang mengangguk paham.
kini tersisa hanya Edgar, Matt, Hugo, zumba dan Elena. Mereka semua asyik meminum wine yang tersedia diatas meja dengan beberapa cemilan termasuk anggur hitam yang rasanya sangat manis itu.
Markas utama terlihat sepi dan tidak terlalu ramai, beberapa anak buah king yang berada di markas dibagi menjadi beberapa bagian dengan sistem otomatis yang berjalan dengan sempurna.
India, waktu setempat.
__ADS_1
Utera kini sedang duduk dengan gaya yang angkuh di hadapan beberapa orang di depan nya itu, gaya wanita itu cukup nyentrik dan unik layaknya ratu Cleopatra pada jaman dahulu.
riasan yang tebal dengan lipstik berwana merah gelap, sorot matanya tegas dan runcing menatap gelas kristal yang terisi sebuah minuman hangat yang begitu menggiurkan.
" Apa rencana kita selanjutnya ? " ucap seorang lelaki yang bernama Vijay salah satu orang kepercayaan Utera yang baru saja tiba dari Eropa pada malam kemarin.
" fokuskan pada pencarian Lokanne. Aku yakin ia masih berada di India hanya saja kita tak tau ia berada di mana. Sedangkan aku akan bermain kucing-kucingan dengan wanita sialan itu " ucap Utera dengan santai dan senyum tipisnya terbit di sudut bibirnya begitu saja.
" Apakah tidak ada petunjuk tentang Lokanne " ucap Vijay lagi.
" tidak ! bahkan aku tidak tau kinerja dirinya walaupun kami Kakak beradik tapi aku tak mau ikut campur dengan urusan nya begitupun dengan dirinya. " jelas singkat Utera lagi dan Vijay hanya diam saja.
" kita bisa mulai melakukan penelitian dari rumah pondok yang kau ceritakan itu. Kemungkinan kita bisa mendapatkan petunjuknya dari sana " ucap Vijay menyarankan dan Utera hanya memicingkan matanya sesaat seperti sedang berfikir dengan saran yang bijak berikan.
" Akan sedikit berisiko " ujar Utera menimpali.
" kita tidak perlu turun tangan langsung ke lokasi tersebut, kirimkan saja beberapa anak buah untuk menuju kesana " ucap Vijay.
" terserah kau saja, kau ku tugaskan untuk mencari Lokanne, sedangkan aku akan fokus pada wanita sialan itu berserta antek-anteknya " ucap Utera tegas dan Vijay mengangguk paham.
Malam itu Vijay menugaskan beberapa anak buahnya untuk menuju rumah pondok seperti yang Utera petakan dalam sebuah kertas berlapis tinta emas itu, lokasinya lumayan jauh dari hunian saat ini.
mereka akan menggunakan helikopter untuk menelusuri tempat itu, Vijay sebagai ketua dalam misi ini tentu saja ikut andil karena ini tugas dari pemimpinnya, sedangkan Utera ia justru sibuk merancang sebuah rencana dan strategis karena Utera yakin jika Valera berada di India saat ini.
Disisi lain Valera, Remigio, Dave beserta orang-orang milik Remigio berada di sebuah ruangan tertutup seperti ruang rapat. wajah asing mereka menarik perhatian Valera maupun Dave.
sebuah layar monitor menyala dan menampilkan titik merah disebuah tempat, Valera memicingkan matanya seketika saat titik merah itu bernama Utera.
" seperti yang aku prediksikan prince. Wanita itu menyadari jika kita sedang mengincarnya termasuk ia menemukan sinyal seseorang yang meretas sistem pertahan miliknya. " jelas lelaki muda berwajah Eropa yang terlihat cukup tampan.
" siapa ? " dingin Remigio lalu lelaki itu mulai menampilkan tampilan dengan layar baru dan disana tertera jelas sinyal berwarna biru dengan letak lokasi yang saat ini ia tinggal, Valera terbelalak saat ia menyadari sesuatu.
" Alland " gumam Valera dan Remigio melirik sekilas istrinya itu " jadi ia masih berusaha untuk mencari nya ? aku akui ia tak pantang menyerah. Jadi bisa dikatakan kita sama-sama menyadari jika sedang diincar begitu ? " tanya Valera dan lelaki itu mengangguk mantap. " gunakan ini sebagai strategi. Bawa dia ke tempat yang cukup terbuka. Aku ingin segera menyelesaikan semuanya dengan cepat. " tegas Valera lagi tanpa berkedip menatap tajam orang-orang Remigio yang sekumpulan para pria berkuasa itu.
" Baiklah, tapi jangan lupa imbalan ku nyonya " ucap lelaki itu tersenyum manis menatap Remigio dan Valera secara bergantian.
" ckckck ternyata kau pria penyuka uang. " kekeh Valera tersenyum tipis menanggapi dan lelaki itu hanya tersenyum simpul saat mendengar celetukan istri dari Remigio itu.
Dave hanya terdiam di kursinya dan mengamati cara kerja dari orang-orang Remigio, cara mereka terlihat santai dan terkesan bermain-main tapi hasilnya sangat memuaskan dan menjanjikan.
__ADS_1
Alhasil Remigio dan Valera menyusun strategi dan rencana untuk bertemu dengan Utera dan menghabisinya saat itu juga, walaupun cukup sulit dan tingkat keberhasilannya hanya lima puluh persen, tapi Valera menyiapkan sebuah rencana lain jika yang pertama gagal.
malam itu mereka melakukan jamuan sederhana sebagai tanda pengenalan satu sama lain, Remigio yang berubah menjadi sosok prince hanya tersenyum manis saat menatap sang istri, dan akan kembali dingin saat berhadapan dengan para orang-orang nya.