Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
perbatasan


__ADS_3

keesokan harinya Valera berkumpul dengan para anggota B.woman dan pasukan Phoenix untuk menanyakan bagaimana perkembangan dari pencarian misinya


" bagaimana misinya apakah sulit ? " tanya Valera datar tanpa melihat kearah orang lain dan Valera hanya fokus menghirup aroma kopi buatan Wilola


" kelompok Deddo tak semudah yang kita bayangkan Vale, aku dan C sudah menuju titik lokasi akan tetapi penjagaan disana sangat ketat bahkan aku melihat para wanita sengaja disiksa " ucap L bergidik ngeri


" untuk saat ini mereka masih tidak bisa mengusik, akan tetapi untuk kedepannya aku tak bisa menjamin dan pemimpin dari kelompok itu selalu berpindah-pindah tempat, menyusahkan " gerutu K dan Valera diam saja mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut para jajarannya


" Deddo ! mereka ku akui cukup sulit ditaklukkan,akan tetapi aku tak akan melepaskan seseorang yang telah berani mengusik ku, " tajam Valera dan semuanya mengangguk " apa dari kalian sudah menandai tempat yang diyakini pemimpin Deddo itu ? " tanya Valera lagi


" sudah Vale, ada beberapa titik yang kami tandai dan curigai hanya saja jarak antara rumah ini dan lokasi cukup jauh " ucap B lagi dan Valera mengangguk saja seperti biasa


" baiklah terserah kalian ingin menggunakan cara apa ! aku tak perduli akan tetapi jangan mengecewakan aku, tangkap dan ringkus pemimpinnya " ucap Valera lagi dan semuanya mengangguk patuh


pada saat Valera sedang asyik dan serius berbincang seseorang pasukan bayangan nya Emil dengan menunduk hormat memberi tahu jika villa yang ditempati pada malam itu meledak, sontak Valera terkejut mendengarnya ternyata lelaki bermata biru itu masih penasaran dengan sosok Valera sehingga mengejarnya sampai villa


" lalu apa ada korban jiwa ? " tanya Valera lagu dan Emil mengangguk seketika Valera memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut mendengar perkataan Emil " orang- orang itu benar-benar membuatku marah ! masih ingin mencari ku dan bermimpi untuk menangkap ku " sinis Valera lagi dan anggota B.woman mengerutkan dahinya seketika " Emil apa mereka tau jejak kita sampai disini ? " tanya Valera lagi sembari menatap lelaki bertubuh jangkung dan tegap


" aku rasa tidak nyonya hanya sampai perbatasan, itupun aku masih ragu " ucap Emil yang merasa tak yakin


" orang-orang itu sekali lagi menyusahkan ! baiklah kau ku tugaskan di perbatasan pada malam ini pastikan semua komunikasi tersambung dengan ku, " ucap Valera tegas dan Emil mengangguk mantap lalu berlalu pergi meninggalkan sekumpulan wanita yang sedang berbincang


para B.woman sekali lagi bingung dan bertanya-tanya siapa lelaki itu, dan Valera yang mengetahui reaksi itu hanya diam saja tak mau berbicara lebih tentang pasukan bayangannya


" Vale, bisa kau jelaskan ? " tanya A yang penasaran


" apanya yang harus ku jelaskan A ? " Picing Valera menatap A dengan serius


" lelaki itu ? dan apa perkataan nya tadi " ucap A bingung " aku yakin itu bukan sebuah kata ambigu " terang A menatap balik Valera dan Valera hanya terkekeh geli akan sikap A


" tidak ada yang harus aku jelaskan A mereka termasuk jajaran ku, hanya kalian saja yang tidak tau dan untuk perkataannya tadi tidak perlu difikirkan ini hanya pengganggu kecil biasa " ucap valera santai dan A hanya diam saja lalu detik kemudian mengangguk samar " fokus saja pada misi kalian aku tak ingin fokus kalian terpecah, mana semangat kalian yang ku kenal kenapa aku merasa kalian mulai melemah " pancing Valera dengan nada sinis membuat Kelima wanita itu melotot kan matanya selebar mungkin


" apa melemah ? kami tidak lemah Vale, jangan ragukan kemampuan kami yang sudah kau ketahui dan kau pun pasti tau karena telah mengenal kami bertahun-tahun jadi jangan bicara omong kosong " ucap C yang ikut terpancing Valera hanya terkekeh geli mendengar ucapan C yang begitu semangat dan Valera sengaja memprovokator semangat para wanita ini,


" hmm ya ya buktikan dan jangan banyak bicara, setelah misi kalian berhasil aku akan memberi kalian cuti dan berlibur selama satu bulan " ucap Valera santai dan seketika binar kesenangan tampak di kelima wanita itu, berlibur ? selama satu bulan ? ohh menyenangkan menikmati hidup tanpa beban, tanpa senjata, tanpa harus membunuh orang, tanpa harus mendengarkan peluru-peluru yang memekikkan telinga sungguh indahnya hidup itu


" benarkah ? satu bulan penuh ? berlibur " ulang B berbinar dan Valera hanya mengangguk saja


" kalian bisa mengunakan pesawat pribadi milikku, jika kalian mau " ucap Valera lagi dan kelima wanita tangguh itu semakin bersorak kegirangan dan bahagia


" hmm baiklah, deal. semangat ku menjadi bertambah empat kali lipat " kekeh A lagi " tenang saja kita tak akan mengecewakan " lanjut A lagi dan Valera hanya mengangguk lalu tersenyum tipis


****


pada malam hari Emil beserta tiga orang lainnya sudah sampai di perbatasan untuk meninjau pergerakan asing di sekitar dirinya, dengan peralatan komunikasi yang mumpuni senjata yang menjadi perisai ketiganya bahkan mereka kini berada di tempat yang tidak bisa di ketahui


waktu menunjukkan pukul sepuluh malam waktu Jepang setempat, perbatasan itu mulai sepi dari lalu lalang kendaraan yang melintas Emil semakin menajamkan pandangannya hingga dua jam berlalu terdapat iring-iringan mobil tak jauh dari area ini membuat para pasukan banyangan dengan sigap bertindak dan mencari tau


" ada pergerakan di sekitar sini, nona waktu menunjukan pukul dua belas malam " ucap Emil pelan memalui MH miliknya yang sudah tersambung dengan milik Valera

__ADS_1


" awasi mereka, " singkat Valera dengan tegas


iring-iringan mobil itu terhenti seketika dan tak lama keluar lah beberapa orang lelaki disana, Emil melihat lelaki bermata biru yang berduel dengan ladynya


ketiga pasukan bayangannya lainnya sudah siap dan standby di tempat, mereka akan melihat pergerakan dan percakapan orang-orang itu


" perbatasan " ucap lelaki bermata biru itu membuka suara sedangkan para pasukan banyangan nya hanya diam mendengarkan pembicaraan itu " apakah wanita itu dan lainnya menuju ke arah sana " tunjuk lelaki itu " tapi tidak mungkin itu kawasan terlarang dan milik seseorang tak mungkin mereka menuju ke sana " gumam nya lagi bingung tapi titik terakhir sinyal target berakhir disini


Emil dan lainnya hanya memberikan senyuman sinis nya dan melihat betul bagaimana tampang mereka yang begitu bodoh dan sangat bodoh


hingga suara sesuatu membuat para pasukan banyangan terkejut seketika begitupun dengan orang-orang asing itu


" ada suara yang mencurigakan nona " ucap Emil lagi melalui MH nya


" Emil menjauh dari sana, mereka tak begitu bodoh aku menemukan sinyal asing yang tertangkap layar laptop ku " titah Valera tegas dan seketika mereka menjauh dari tempat sebelumnya


DUARRRR


pohong yang menjadi persembunyian mereka tiba-tiba meledak hebat dan menumbangkan nya dalam sekejap mata, ternyata mereka melakukan penelisiran dengan alat canggih untuk mengetahui apakah ada orang disekitarnya nya


Emil dan lainnya begitu kaget dengan apa yang dilihat hingga derap langkah orang yang berlari kian mendekat Emil dan lainnya segera berpencar dengan insting uang mereka miliki


" cari orang itu " pekik lelaki bermata biru kala ia yakin jika ada orang yang sedang bersembunyi disekitar sini,


mereka berpencar dan mencari targat untuk mereka tangkap saat salah satu pasukan banyangan yang bernama Eden merasa terkepung dengan cepat ia melempar kan bom dalam ransel kecil yang ia bawa


DUARRRR


suara erangan dan teriakan kesakitan menjadi saksi bisu ledakan itu, dengan cepat Eden berlari menuju titik dimana Emil berada, lagi-lagi tempat Emil pun menjadi sasaran para musuh


DODODODOR !! DODODORDODODOR


Emil menembakan pelurunya kepada mereka yang ingin mendekat kearah tempatnya, membuat lelaki bermata biru itu menggeram marah dan terlihat siap membunuh mangsanya


" tak akan ku biarkan kalian lolos," pekik nya lagi dan para pasukan banyangan hanya terkekeh geli menanggapinya


DODODODOR !! DODODODOR


tekanan diberikan oleh para pasukan lelaki bermata biru akan tetapi pihak Emil dengan mudah menghindar nya dengan langkah cepat


" mereka hanya sedikit, " gumam Emil lalu dengan cepat ia melemparkan bom agar lelaki bermata biru itu tak ada lagi kawanan nya yang membantu dan seketika


DUARRRR


BLUMMM


AGHHH


suara erangan memenuhi gendang telinga Emil ia dengan cepat menutup gendang telinga nya agar tak mendengar betapa besarnya suara ledakan itu

__ADS_1


" AGHHH keluarlah bajingan, dimana kalian jangan pengecut " pekiknya lagi dengan suara lantang membuat Emil dan lainnya terkekeh geli


DODODODOR !!


lelaki bermata biru itu dengan sembarang arah menembakkan pelurunya dengan gerakan berputar berharap salah satu dari perlunya mengenai target tapi nihil tidak ada tanda-tanda jika pelurunya berhasik


" AGHHH keluar sialan " ucapnya berteriak lantang


DORR


" AGHHH " ringis lelaki bermata biru karena merasa lengannya tergores sesuatu dan ternyata peluru yang melesat ! " sial.. jangan bermain-main dengan ku " ucapnya lagi lantang lalu Emil serta tiga kawannya yang lain muncul dengan seringai menakutkan nya membuat lelaki bermata biru itu hanya menatap sekelilingnya


" ternyata kau, apa kah pada malam itu kau belum merasa puas dengan apa yang nona ku lakukan ? atau serangan nya terlalu lemah ? hmm apa mau ditambah lagi " geli Eden dan seketika Emil tertawa


" banyak bicara " ucapnya lagi lalu menyerang Eden dengan sigap Eden menghindar dan menendang perut lelaki itu dengan sepatu mahalnya


BUGHHHHHH


AGHHH


tak lama dua pasukan banyangan lainnya mulai meringkus lelaki itu dengan cepat, ternyata begitu mudah untuk melumpuhkan nya cihh hanya orang sombong yang merasakan dirinya lebih unggul


" untuk apa kau datang kemari " tanya Emil dengan tajam dan lelaki itu hanya diam dan menatap lekat wajah Emil


" tentu saja untuk menangkap wanita sialan itu " desis nya lagi


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


" mulut kotor mu itu harus diberi pelajaran " tajam Emil lagi setelah memberikan serangan tangannya ke wajah lelaki bermata biru itu


" jangan sampai ia mati Emil, biarkan dia pergi aku masih membutuhkan infomasi dari nya " ucap Valera tiba-tiba


" baik nona " ucap Emil lagi dan ia menghajar lelaki bermata biru itu sampai terkapar tak berdaya dan dalam hitungan menit ia terkapar tak sadarkan diri Emil tersenyum puas sudah menerima serangan-serangan nya terhadap musuh


lalu tubuh lelaki itu di bawa dan diletakkan di dalam mobil yang berada tak jauh dari sana, setelah semuanya selesai Emil dan lainnya pergi meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan jejak apapun


*****


keesokan paginya di jalan tempat yang mulai ramai dengan laju lalang kendaraan lelaki bermata biru itu mulai membuka matanya secara perlahan bahkan dirinya bisa melihat betapa ada beberapa orang yang mengerubungi mobil miliknya serta terdapat kepulan asap yang mulai padam tak jauh dari mobil nya itu,


" maaf apakah anda mengalami kecelakaan ? " tanya seorang warga dan lelaki bermata biru itu bingung seketika, lalu ingatannya mulai mengingat apa yang terjadi tadi malam ia mengutuk orang-orang itu dalam hatinya


sambil tersenyum canggung lelaki bermata biru itu hanya mengangguk kecil lalu tak lama suara rintihan mulai terdengar


" tuan, apa kau apa-apa ? " tanya warga lagi karena jendela mobil itu terbuka lebar, mungkin Emil sengaja melakukannya


" tidak apa-apa terimakasih banyak atas perhatiannya " ucap lelaki bermata biru sembari memainkan perannya

__ADS_1


tak lama suara sirine polisi terdengar kian mendekat lelaki bermata biru itu panik seketika ia tak tau harus berbuat apa,di tambah luka yang ia alami tak bisa membuat ia bergerak dengan begitu nyaman


warga yang berkumpul mulai menjauh karena pihak polisi yang akan bertugas dan menyelesaikan segalanya hingga tuntas, lelaki bermata biru itu kian panik dan jantungnya berdebar kencang tak karuan .


__ADS_2