Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
berkaitan


__ADS_3

sudah hampir satu bulan Valera bungkam dalam diamnya, membuat Remigio semakin tidak tahan dengan sikap Valera yang sangat dingin. Beribu-ribu kata maaf telah dilakukan oleh sosok lelaki bermanik hitam tapi apa ? valera seakan acuh dan tak perduli.


selama sebulan itu juga Valera telah mengeluarkan Patricia dalam keadaan yang kurang baik, hingga wanita sempat di rawat di salah satu rumah sakit di Paris, sedangkan Dave ia pun sama sudah mencari Alfedro selama satu bulan penuh tapi nihil orang itu bagaikan hilang di telan bumi.


saat kini mata hazel itu sedang menatap tajam pada pria bermanik hitam tanpa berkedip dan raut wajah yang sangat datar.


'' Ada apa ? " ucap Valera yang akhirnya bersuara terlebih dahulu.


" Tidak bisakah kau memaafkan ku ? " pinta Remigio dan Valera diam saja " sudah satu bulan kau bersikap seperti ini padaku sweatheart. Aku sangat merindukan mu " ucap Remigio dengan sangat pelan bahkan terdengar sangat lirih.


" Aku marah dan aku kecewa padamu Remi. seharusnya kau lebih tegas pada wanita itu agar ia tak terlalu jauh dalam bertindak. Tapi kau malah mengabaikan keberadaan nya yang jelas-jelas menjadi sebuah ancamam untuk kehidupan kita bahkan dengan rendah nya ia pun meminta yang kedua dalam hidupmu Remi. Apakah kau tak sadar hal itu ? " ucap Valera datar tanpa mau menoleh ka arah Remigio yang kini sedang tertunduk lesu.


" Ya aku mengakuinya, Aku terlalu membiarkan ia besar kepala. Tapi sungguh malam itu aku tidak tau jika dia akan datang aku bersumpah demi cinta kita sweatheart. Aku sangat mencintaimu " lirihnya lagi dan Valera masih diam tak bergeming. Rasanya sesak saat harus diabaikan oleh orang yang dicintai, selama satu bulan ini hati Remigio benar-benar merasakan hal penyesalan dalam hidupnya.


Valera yang melihat sang suami tertunduk lesu pada akhirnya hatinya pun ikut luluh. Bohong jika Valera tidak merindukan pelukan hangat itu, dan bohong jika valera tidak bisa memaafkan Remigio. Karena Valera sedang memberi pelajaran pada suaminya yang selalu menganggap sepele kepada orang-orang yang akan menjadi parasit dalam hidupnya.


valera mengembuskan nafasnya perlahan-lahan lalu melangkah mendekati sang suami, ditangkup nya wajah itu yang kini sedang menatapnya dengan sendu.


GREPPP


valera berhamburan memeluk Remigio dengan sangat erat bahkan Valera menenggelamkan kepalanya di dada bidang Remigio untuk mencari kenyamanan serta menghirup aroma yang selama ini ia rindukan.


Remigio mendekap tubuh itu tak kalah erat dengan memberikan beberapa kecupan hangat pada pucuk kepala valera, di belainya punggung sang istri dengan sangat lembut.


" maafkan aku " desis Remigio lagi dan Valera mengangguk saja dan masih memeluk erat Remigio. " aku sangat merindukan ku " ucap Remigio lagi.


" Akupun begitu. " lirih Valera dan Remigio mengulas senyum manisnya, Valera melepaskan pelukan itu lalu mengecup bibir Remigio dengan lembut membuat Remigio tertegun akan hal itu. " Tapi kau menamparku pada saat itu. Kau jahat " ucap Valera dengan kesal dan Remigio hanya tersenyum dengan kikuk.


lalu tangan kekar itu mengelus kedua pipi Valera dan melabuhkan kecupan pada kedua pipi itu yang kini sedang merona merah dengan senyum terkulum nya.


" sekali lagi maafkan aku yang telah berani menyakitimu dengan menamparmu sweatheart, aku hanya ingin kau mengendalikan emosi mu pada saat itu karena aku sangat memikirkan dirimu yang saat ini sedang mengandung, aku tak ingin hal buruk terjadi pada kalian berdua. " sendu Remigio menangkup wajah Valera dengan nada yang sangat lembut, Valera terkekeh akan hal itu ia hanya mengangguk kecil sebagai tanda jika Valera menerima permintamaafan dari Remigio.


" Awas saja jika kau berani melakukan nya lagi aku tak akan berbicara lagi padamu " ancam Valera dan Remigio mengangguk lalu mengecup dahi Valera singkat.


siang itu Valera menghabiskan waktu di taman belakang dimana Riley dan juga George sedang bermain disana. Bahkan George Langsung berbaring bebas di rerumputan yang terbentang luas itu karena kelelahan.


tak lama Valera menyuruh maid untuk membawa cemilan maupun minuman untuk mereka bersantai dan maid pun mengangguk dengan patuh.


" nyonya " sapa Asnee dan Valera langsung menoleh ke arah sumber suara begitupun dengan Remigio.


" maaf jika mengganggu. Hanya saja di luar ada tuan Hans yang ingin datang berkunjung sekaligus menemui George. " ucap Asnee dan Valera maupun Remigio saling lirik satu sama lain.


" ijinkan dia masuk " ucap Remigio memberi perintah dan Asnee pun mengangguk pelan.

__ADS_1


Hingga tak lama George berjalan dan duduk di kursi single dengan Riley yang berada di sampingnya, Valera tersenyum lembut kepada George begitupun sebaliknya.


" bagaimana keadaan adikku di dalam sana ? " tanya George tiba-tiba dengan menatap perut Valera yang kini sudah mulai terlihat.


" dia baik-baik saja sayang. Apa kau senang mendapatkan seorang adik ? " tanya Valera dan George mengangguk mantap.


" sangat. Aku akan menjaganya kelak dengan seluruh hidupku " ucap George tegas membuat Remigio dan Valera tertegun seketika. " Aku sudah menyayanginya walaupun ia belum terlahir ke dunia ini " lanjutnya lagi dan Valera hanya bisa tersenyum,


Tak lama manik biru kecil George menangkap sosok lelaki yang ia kenal, bibirnya melengkung keatas pada saat itu juga Riley mengaung panjang membuat Valera dan Remigio terlonjak kaget.


" Daddy. " ucap George dan Hans tersenyum lalu menyapa Valera dan Remigio dengan sopan. Riley seekor serigala putih itu langsung mengitari kaki Hans Maxwell lalu mengaung sangat keras hingga suara riuh burung-burung yang bertengger disekitar pepohonan langsung berhamburan tak tentu arah.


valera dan Remigio yang melihat itu dibuat terperangah akan apa yang baru saja mereka lihat.


" duduklah " ucap remigio ramah dan Hans langsung mengangguk lalu duduk di samping George.


" maaf jika kedatangan ku tidak membuat janji terlebih dahulu " ucap Hans kepada Valera dan Remigio " aku sangat rindu pada George itu sebabnya aku langsung datang kemari " kikuk Hans dan Remigio maupun Valera mengangguk paham.


" akupun sangat merindukan mu Daddy " celetuk George dan Hans langsung mengelus kepala George pelan. " apa Daddy datang sendiri ? " tanya George.


" tidak Daddy bersama dengan Lettan " ucap Hans.


" kenapa tidak di suruh masuk " tanya Valera lagi lalu ia menyuruh maid untuk mengajak Lettan masuk dan ikut bergabung. Tak lama sosok lelaki berpakaian serba hitam terlihat sangat sungkan dengan senyum kikuk di wajahnya, lalu Lettan menunduk hormat pada Valera dan Remigio.


mereka berbincang layaknya sebuah keluarga yang sangat bahagia, George merasa sangat senang karena kini ia mengetahui siapa ayah kandungnya dan George sangat bersyukur karena memiliki Valera dalam hidupnya, sosok yang sangat berarti di hidup dan juga hatinya.


" Jadi tuan Hans bisa anda jelaskan siapa wanita yang menyamar jadi pelayan pada saat malam itu ? " tanya Valera menatap Hans Maxwell dengan tajam.


" Dia Caya salah satu orang yang berkomplot pada malam tragedi itu " ucap Hans lagi " aku sudah lama mengurungnya tapi kau bisa lihat sendiri anak buah ku berkhianat dan membuat ia bebas begitu saja, dia wanita licik dan licin " ucap Hans tersirat nada marah dalam intonasinya.


" Jadi bukan hanya dia ? masih ada orang lain lagi " tanya Valera melontarkan pertanyaan lagi dan Hans Maxwell mengangguk membenarkan.


" orang yang menculik putraku saat itu adalah Voltur akan tetapi aku tak bisa menemukan nya dengan mudah hingga saat ini " ucap Hans menerawang jauh dan menatap hamparan rerumputan yang luas itu.


valera memprediksi ini akan semakin sulit secara tidak langsung dirinya pun terseret dalam masalah ini kemungkinan besar musuh masa lalu Hans Maxwell akan menyerang Valera dan juga yang lainya karena melindungi George.


" George apa wanita itu masih berada di sekitar sekolah mu ? " tanya Valera dan kini George menatap Valera tanpa berkedip.


" setiap hari. Entah apa yang ia lakukan di sana akupun tak mengerti mamih. Mungkin dia sedang mengintaiku " ucap santai George membuat Hans Maxwell dan Lettan terkejut bukan main. Jadi Caya telah mengintai George dan itu membuat Hans panik bukan main.


" setiap hari ? " ulang Valera lagi dan George hanya menatap sekilas Valera lalu bermain menatap Riley yang sedang asyik bermain dengan kaki ayahnya itu " jadi seperti itu. " senyum tipis Valera terbit saat mendengar penjelasan George,


siang itu Valera, Remigio dan Hans Maxwell saling bertukar fikiran bahkan Valera dan Remigio siap membantu untuk melenyapkan orang-orang itu, Hans Maxwell berterimakasih atas penawaran yang Valera ajukan.

__ADS_1


" tidak perlu sungkan George pun putraku. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitinya tidak Caya maupun Voltur sekalipun " tegas Valera lagi.


*****


di belahan sisi lain seorang wanita sedang duduk dengan tenang sembari memikirkan bagaimana caranya untuk melepaskan Ox yang tak lain adalah Mrs OTO dari genggaman king.


sudah beberapa kali ia mengirimkan anak buahnya untuk menggempur markas utama tapi nihil mereka selalu saja gugur dan berakhir dalam kematian, seperti baru-baru ini wanita itu tak mendapatkan kabar dari Jack setelah ia menugaskan untuk menyerang kembali markas besar itu.


" Ed " gumam wanita itu lagi " kenapa kau menghianati kami hanya karena wanita itu, bahkan kau tak membantu Jack untuk membebaskan Ox dari tangan mereka " geram nya lagi akan tetapi ia masih bersikap dengan tenang.


suara ketukan membuat wanita itu dengan cepat menetralkan kembali ekspresinya saat ini, wanita itu berteriak dengan lantang dan mengijinkan seseorang dibalik pintu untuk masuk.


" selamat malam nyonya Leah " sapa seseorang disana.


" katakan ? " datar wanita yang bernama Leah


" maaf jika kabar ini kurang membuat anda puas nyonya hanya saja kemungkinan besar Jack ditangkap dan menjadi salah satu tawanan dari mereka nyonya, semuanya benar-benar bersih dan tidak ada jejak sama sekali bukan kah ini cara kerja seorang mafia elit " Picing wanita berpakaian seperti lelaki dan memilki otot lengan yang cukup tangguh.


" mereka terlalu banyak ikut campur ! hanya karena anak itu mereka menjadi penghalang untuk kita semua terlebih kini Ox ditangkap, Jack entah kemana dan Ed kini ia berkhianat. " geram Nyonya Leah lagi.


" lalu kita harus bagaimana, nyonya ? " tanya seorang wanita itu.


" tentu saja membebaskan Ox terlebih dahulu Katty, tapi kali ini kita harus menggunakan cara lain, temukan lokasi Ed dan juga wanita yang bernama Elena itu " ucap nyonya Leah dan Katty mengangguk setuju lalu ia bergegas keluar untuk menjalankan perintah sang nyonya.


setelah sepeninggalan Katty. Wanita yang bernama Leah itu menatap tajam pada potret seseorang yang telah usang disana, dadanya naik turun tat kala mengingat masa lalu yang sangat menyedihkan untuk dirinya.


tanpa sadar airmatanya mengalir tanpa permisi di pipi yang mulai keriput itu, nyonya Leah mengusap kasar air matanya lalu beranjak dari ruangan itu untuk menuju lantai bawah.


saat nyonya Leah sudah berada di lantai dasar ia terkejut kedatangan seseorang yang amat ia kenal, wanita itu langsung berhamburan memeluk tubuh nyonya Leah dan menangis disana.


" sayang, ada apa ? " ucap nyonya Leah bingung


" bibi harus membantuku. Ya bibi harus, dan tidak bisa menolak nya kali ini " rengek wanita itu dengan manja dan nyonya Leah semakin bingung akan wanita yang kini memeluknya.


" membantu apa hmm ? bagaimana dengan ayahmu, apa ia tak membantu mu ? ucap nya lembut dan wanita itu menggeleng pelan. " lalu ini bekas luka apa ? " Picing nyonya Leah.


" ini semua gara-gara wanita itu bibi, dia telah merebut orang yang paling berharga dalam hidupku ! ia telah merebut cintaku dan separuh jiwaku bibi " pekik wanita muda itu lagi dan nyonya Leah semakin bingung " bahkan ia telah menyiksa ku dengan kejam " lirihnya lagi dan membuat nyonya Leah terkejut sekaligus tersentak bagaimana bisa ?


wanita muda itu menatap nyonya Leah dengan tajam membuat nyonya Leah sedikit terkejut dan bingung, nyonya Leah menghela nafas nya perlahan.


" siapa yang kau maksud ? " ucap kesal nyonya Leah dan wanita muda itu hanya menatap sendu wajah nyonya Leah.


" Aku terlambat bibi. Dia sudah memiliki keluarga dan aku bukan lagi wanita yang ia cintai hiks.. hiks.. " Isak wanita muda itu lagi membuat nyonya Leah kesal bukan main.

__ADS_1


" bicara yang benar Patricia ? " pekik nyonya Leah lantang karena kesal Patricia hanya bisa menangis tanpa memberi penjelasan yang benar.


__ADS_2