Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Bad news


__ADS_3

akhir-akhir ini Valera sangat sibuk bahkan untuk bertemu dengan George pun hanya beberapa jam saja, setelah itu ia akan berangkat menuju markas utama nya


Leo sudah standby di markas utama dengan segala perlengkapan yang diberi oleh Remigio bahkan semuanya sudah berkumpul di markas utama


Valera duduk di kursi kebesarannya bahkan Remigio pun ikut hadir disana, Valera duduk dengan wajah angkuh dan dan sorot mata yang tajam, dua buah anak king mengantar beberkan wine untuk sang lady dan lainnya


Valera dengan anggun mulai menuangkan wine ke dalam gelas kristalnya begitupun dengan yang lainnya bahkan Valera pun menuangkan wine ke dalam gelas kristal milik remigio


" Thanks You sweatheart " ucap remigio tersenyum manis dan Valera pun ikut membalas nya, semua orang terlihat sungkan dengan adegan romantis itu


Dave mulai menyala kan layar monitor besar dihadapan sang lady yang kini di saksikan oleh semua orang, semua mata terfokus ka arah sana Valera dengan tenang menatap wajah-wajah yang berada di sekitarnya


" nona ini adalah analisa ku sendiri, setelah saya menyelidiki tentang selak beluk para mafioso Ben tanaphon " ucap Dave sopan dan Valera diam saja, Valera sangat menghargai Dave karena sudah bersusah payah mencari informasi tanpa diminta


" terimakasih Dave, tolong kau jelaskan pada kami semua " pinta Valera dan Dave mengangguk sopan, semuanya mulai membenarkan posisi duduknya bahkan Edgar ikut menyimak penjelasan dave begitupun dengan Remigio dan lainnya


" menurut penyelidikan ku Ben tanaphon mempunyai dua organisasi di Hongkong, hanya saja nama salah satu organisasi itu tidak aku ketahui bahkan untuk menerobosnya kita membutuhkan Greta " ucap Dave dan semua orang hanya diam menatap " seperti yang sudah kita ketahui bahwa Raymond sudah tewas ! Ben tanaphon ternyata mempunyai beberapa orang lagi yang berpengaruh salah satunya dalam jajaran kita " ucap Dave dan sontak jantung semua orang berdegup kencang dan Valera ia hanya tersenyum tipis menanggapi nya


" maksud mu dalam jajaran king " tanya polos Hugo dan Dave mengangguk mantap


" kedua aku telah menempatkan seorang mata-mata disekitar kediaman Ben tanaphon yang kini ditinggali oleh putrinya Yasmin, ternyata selama Ben tanaphon menjadi tawanan sisini, banyak sekali orang-orang dalam jajaran nya yang berada di sekitar mansion itu " ucap Dave lagi menjeda dan semua orang terlihat serius saat Dave akan melanjutkan penjelasan nya laptopnya berbunyi dan menandakan sesuatu sontak mata dave melebar seketika " maaf nona, aku menangkap sinyal sebuah pesawat yang akan meninggalkan Hongkong dan akan menuju ke negara kita " ucap tegas Dave dan semua orang mengeryitkan dahinya


" ternyata kita akan kedatangan tamu " smirk Valera ia sudah menduga akan terjadi hal seperti ini dimana orang suruhan tersembunyi nya memberi kabar jika target akan mulai bergerak " organisasi yang Ben dirikan tidak sekuat kita, mereka hanya sekumpulan pemberontak tapi kita tidak boleh lengah, " ucap Valera santai tapi terlihat tegas dan semua orang mengangguk paham " baiklah kita akan sambut kedatangan mereka, setelah itu kita bagi menjadi dua kelompok untuk mencari sisanya, aku tidak ingin ada tikus yang akan menganggu masa depan kita terutama keluarga ku " tajam Valera dan semua orang menggangguk


'' lalu apa yang akan kita lakukan nona " ucap Thomas


" blokir akses kita Dave jangan biarkan mereka mengetahui jika kita mengintainya dan pastikan kita akan mengecoh mereka " ucap tenang valera dan Dave mengangguk


Valera memijit-mijit pelipisnya yang seketika pusing Remigio yang melihat itu langsung mendekat dan mengusap lembut tangan Valera


" semuanya akan baik-baik saja " ucap remigio lembut dan Valera hanya tersenyum tipis


" Asnee ! aku yakin mereka pun pasti akan memburu Asnee " ucap Valera lagi, dan sontak semua orang terlihat gugup seketika


****


keesokan harinya Valera sudah mengaktifkan senjata otomatis di mansion utama keluarga harson untuk mengantisipasi sesuatu hal yang buruk bahkan Pram sang kepala pengawal sudah di beri tahu akan tugas nya itu


Vyan pun sudah mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi disekitar mansion bahkan Asnee dan George diberi tambahan pengawal bersenjata


Valera terus menatap layar yang dimainkan oleh Greta dan Dave, rencana tinggal rencana ternyata Valera kedatangan tamu tak diundang


" cek CCTV disekitar bandara Greta, Jangan sampai ada yang terlewatkan, mereka semua menyusahkan ! " gerutu Valera dan Greta hanya mendengus kesal


jari-jari indah Greta mulai berselancar tatapan Valera tak pernah lepas dari benda berlayar pipih itu, dave mencoba menerobos sinyal yang menurutnya mencurigakan

__ADS_1


" aku bahkan melupakan sesuatu, Ben tanaphon mengubah identitasnya saat ia meninggalkam Hongkong " gumam Valera dan Dave menatap sang lady " cari tau siapa orang yang membantu nya untuk mengubah identitas tua Bangka itu " ucap Valera dan Dave hanya mengangguk


" owhhh lihatlah Valera mereka semua bertubuh tegap, mengagumkan bahkan mereka memiliki sebuah tato dan lambang, wow apa kau yakin jika mereka jajaran Ben tanaphon ? " ucap Greta mendelik sinis ke arah Valera


Valera mencoba mengingat apa yang ia ketahui tentang Ben tanaphon, setau dirinya para mafia yang Ben pimpin tak memiliki tato dan lambang seperti itu


" terus pantau mereka, dan lacak plat mobil yang membawa mereka pergi " ucap Valera dan Greta mengangguk " Thomas aktifkan senjata dan alat-alat baru kita, dan untuk kalian pasukan Phoenix aku menugaskan kalian berjaga di bagian depan " ucap Valera tegas dam pasukan Phoenix mengangguk setuju


mungkin urusan ku dengan Ben terbilang berakhir tapi aku pun tidak melupakan dengan antek-antek dan jajarannya mereka lebih menyeramkan daripada pimpinannya. batin Valera


semua orang masih mendengarkan penjelasan Dave dengan seksama bahkan Remigio pun ikut mendengarkan sembari menuangkan wine ke dalam gelasnya, Valera tersenyum saat melihat salah satu orang kepercayaan nya yang selalu setia,


hingga pada akhirnya Dave menyudahi apa yang ia ketahui, keempat predator memandang satu sama lain


" kuncinya hanya Ben sendiri, tapi apakah ia ingin berbicara ? aku rasa tidak ! " ucap K membuka suaranya Hinga semua orang menoleh kearahnya


" kau benar K " timpal B dan K hanya tersenyum sinis


*****


hari ini George mempunyai janji bersama dengan Asnee karena akan pergi bermain dengan pengawalan yang cukup ketat disekitarnya, Asnee pun sudah mengetahui apa yang terjadi di markas utama dengan perencanaan sang lady yang akan terbang ke Hongkong Asnee tidak terlalu banyak mengetahui informasi perihal mantan tuannya itu


George sangat suka berpergian ke luar rumah bahkan ia sangat suka jika dapat melihat sesuatu yang asing bagi dirinya


" paman ayo ke sana " ucap George antusias dan Asnee pun mengangguk, pemandangan sebuah danau yang sangat indah bahkan banyak sekali kreasi yang terdapat disana, orang-orang berlalu lalang hanya sekedar menikmati suasana yang terlihat damai disana


George melihat anak seumurannya sedang melakukan hal yang sama seperti dirinya menatap dengan pandangan lurus ke depan, George tersenyum kecil lalu ia melangkah untuk mendekati anak itu


" haii " sapa George ramah dan tersenyum bahkan Asnee pun ikut kemana langkah tuan kecilnya begitupun dengan pengawal lainnya


" haii " sapa anak lelaki itu tak kalah ramah bahkan seorang wanita sedang memperhatikan interaksi putranya


" nama ku George " ucap George yang menyodorkan tangannya


" Malvin " ucap anak itu yang ikut menjabat tangan yang sama kecil dengan dirinya


George tampak asik berbicara dengan Malvin padahal ia baru bertemu untuk pertama kalinya , dan Malvin pun merasa mempunyai teman sekarang, Diandra hanya tersenyum melihat nya lalu pandangannya baru menyadari bahwa ada pengawalan disekitar George


siapa anak itu, bahkan ia mempunyai banyak bodyguard disini. batin Diandra


Malvin mengajak George untuk bertemu dengan ibunya dan George pun mengangguk antusias, langkah kecil itu berjalan secara beriringan Diandra hanya tersenyum saat menatap wajah George


" haii aunty namaku George " ucap George sedikit membungkuk dengan memperkenalkan dirinya membuat Diandra tertegun akan perlakuan George


" kau tampan sekali, nama aunty Diandra mommy nya Malvin " ucap Diandra ramah dan George pun tersenyum bahkan Asnee ikut mendengar percakapan mereka, bahkan Diandra merasa risih dengan kehadiran Asnee yang sedang menatapnya secara intens

__ADS_1


George tampak senang bisa bertemu dengan Malvin begitu pun sebaliknya kedua anak itu merasa cocok saat berinteraksi, ya seolah George tampak ramah terhadap sesama tapi jika ia tak merasa cocok dan tak nyaman ia akan pergi meninggalkan orang itu


tak terasa sudah tiga jam berlalu George dan Malvin sedari tadi asyik menyusuri tempat ini dengan di ikuti Asnee dan lainnya, bahkan Diandra pun ikut membuntuti anaknya


kedua maka itu selalu asyik berbicara dan tidak menghiraukan orang dewasa di belakangnya,


" Malvin aku harus segera pulang, ini sudah terlalu sore " ucap George dan Malvin hanya mengangguk


" apa kita akan bertemu lagi ! '' tanya Malvin dan George mengalihkan pandangannya dan menatap Asnee dengan tatapan memohon nya


" kau bisa bertemu lagi dengan nya, jika kau mau " ucap Asnee tersenyum dan George pun membalas tersenyum


" kita akan bertemu lagi, bagaimana jika akhir pekan kita bertemu disini " usul George dan Malvin segera menoleh ke arah Diandra tentu saja Diandra mengangguk cepat karena ia senang putranya bisa mendapat teman


" baiklah setuju " ucap Malvin menjabat tangan layaknya seorang pria dewasa yang sedang melakukan kesepakatan bersama.


****


Valera kini sedang menatap Ben tanaphon dengan tatapan yang sulit diartikan, Ya Ben tanaphon di bawa ke sebuah ruangan interogasi dimana kini ruangan itu telah terisi oleh orang-orang dalam jajaran king


Ben menatap tajam wajah Valera rasa dendam seakan membara dalam jiwanya, di tambah ia menjadi tawanan selama berbulan-bulan, hidup bebas seakan sirna dalam dirinya


" ada perlu apa lagi ! setelah kau menghasut Asnee dan membunuh Raymond lalu apa lagi yang kau ingin kan " desis Ben dengan tajam Valera yang mendengarkan itu hanya duduk diam dan tenang


" tidak ada ! jangan percaya diri Ben " ucap sarkas Valera dan Ben mengeryitkan dahinya seketika " masalah ku dengan mu ku rasa selesai dengan menawan mu disini membuat ku puas, tapi apa aku tau jika jajaran mu mulai bergerak dan berencana untuk memberontak ku ! Cih. mereka terlalu percaya diri " ucap Valera dengan sinis sontak Ben terkejut apakah para anak buahnya sudah mengetahui tuannya hilang, detik kemudian Ben tertawa renyah


" Wow apakah keberuntungan kali ini memihak diriku ! " ucap Ben yang terkuat bergembira tapi Valera hanya acuh saja membiarkan be tertawa semaunya " aku tak menyangka " lanjutnya lagi


" siapa pimpinan organisasi kedua mu " tanya K menatap tajam Ben yang sedang tertawa


" apa maksud mu ? " ucap Ben terlihat bingung


" jangan berkilah ! atau kau mempunyai organisasi lain di luar wilayah mu " tanya K lagi dan sontak Ben melebarkan matanya


" tidak ! " ucap Ben dengan cepat Valera yang melihat itu hanya tersenyum tipis


" baiklah jika kau tidak mau memberi informasinya pada ku, jangan salahkan aku jika jajaran mu rata tak tersisa, mungkin aku akan menyiapkan putrimu yasmin " ucap Valera menekan kata-kata nya


" kurang ajar ! jangan kau libatkan putriku dalam Masalah ini " pekik Ben lantang dan Valera hanya tersenyum mengejek


semua orang hanya diam menatap datar ke arah Ben, bodoh sekali mereka ingin mengacaukan wilayah kekuasaan king hanya mafia kelas teri saja sudah berani menantang sang penguasa


dering ponsel Valera memecahkan keheningan lalu Valera mengambil ponsel itu dari kantung celana miliknya


dan ternyata Pram yang menghubunginya, Valera mengangkat dengan sikap tenang tapi ketenangan itu berubah menjadi raut wajah yang penuh amarah bahkan atmosfer diruangan itu terlihat gelap, semua orang merasa ada sesuatu hal yang terjadi

__ADS_1


Valera beranjak dari kursinya


" siapkan persenjataan !! " teriak Valera lantang


__ADS_2