
sudah dua hari nyonya sofhia berada di rumah sakit ST.FRO, hari ini tuan Ramius memilih memindahkan istrinya ke salah satu rumah sakit yang ada di Prancis tentu saja usul itu disetujui oleh Valera dan vyan.
para dokter pun sudah menyetujui nya bahkan pihak rumah sakit memberikan salah satu perawat terbaik selama perjalanan menuju Prancis untuk memantau kondisi nyonya sofhia
bahkan George pun terus merengek agar Valera cepat pulang bahkan hampir setiap jam George melakukan panggilan Vidio, karena ia tau selama dua hari ini nyonya sofhia dan tuan Ramius tidak ada di rumah
Remigio pria itu selalu saja menempel pada Valera membuat Valera jengah di buatnya
bahkan kedekatan mereka pun tak luput dari pandangan Leonel
hari itu sebelum keberangkatan mereka ke Prancis Valera dan Remigio menyempatkan diri untuk keluar dari arena rumah sakit sekedar mencari angin atau melihat sesuatu yang asing di luar sana
sedangkan Dave dan Thomas tetap diam dan menjaga nyonya sofhia serta tuan Ramius beserta yang lainnya
kini mereka ke salah satu tempat coffea terbaik disana hanya sekedar untuk mengobrol dan menikmati minuman yang paling menyegarkan itu
Valera menggunakan celana serta kaos biasa dan rambutnya diikat menjadi satu, sedangkan Remigio hanya memakai pakaian kasualnya.
" sweatheart, aku yakin kedatangan mu ke sini pasti terjadi sesuatu hal bukan ? " ucap remigio yang menatap lekat-lekat wajah Valera yang tepat berhadapan dengannya
Valera hanya diam dan menatap balik manik gelap milik remigio, lalu ia membuang pandangannya ke arah jendela
" ada apa ? sweatheart ! " tanya Remigio lagi
" karena mereka berani menculik serta melukai ibuku " ucap datar Valera terlihat sorot mata nya yang tajam bahkan api kemarahan masih jelas terlihat disana, Remigio yang mendengar itu tentu saja bingung
" maksud mu ? nyonya Sofhia.. " ucapan Remigio terpotong karena Valera mengucapakan demikian
" ya sesuai dengan pemikiran mu, Everest ! dia yang melakukan nya hanya untuk melakukan barter dengan ku agar aku mau membebaskan Aldebaran dan kedua putranya '' jelas Valera yang menatap wajah Remigio, " itu sebabnya aku datang ke mari " ucap Valera lagi
" kenapa kau tidak memberi tahuku ! setidaknya kau jangan bertindak sendiri aku takut terjadi sesuatu kepadamu dan bagaimana jika kau terluka '' ucap remigio lagi dan Valera hanya terkekeh
" sudahlah, semua itu sudah usai " ucap Valera dan Remigio hanya mendesah pelan
tak lama pesanan mereka datang, baik Remigio dan Valera sama-sama menikmati pesanan nya bahkan Remigio sedari tadi terus memandang wajah Valera seakan-akan ia takut Valera menghilang dari pandangannya
******
" Diandra aku sudah menyiapkan semua kebutuhan kalian selama di prancis, dan aku pun sudah menyiapkan rumah, dan lainnya disana, aku akan berkunjung menemui mu nanti " ucap Joni lagi dan Diandra hanya mengangguk
" terimakasih kak, terimakasih atas kebaikan mu selama ini " ucap Diandra lagi dan joni hanya tersenyum
" sudahlah ! bukan kah aku ini kakak mu, jadi tidak perlu sungkan seperti itu " jelas Joni lagi dan Diandra langsung memeluk Joni dengan erat
esok pagi adalah keberangkatan Diandra bersama dengan Malvin ke Prancis. Kota yang banyak cerita untuk seorang Diandra tangis serta tawa ia lalui disana bahkan bertemu dengan seorang lelaki bak malaikat pun terjadi disana
Prancis mempunyai kenangan tersendiri untuk Diandra, kisah hidupnya, bahkan kisah kelam nya sampai ia mengandung pun seluruhnya ada disana
Malvin sedang asyik berkutat dalam komputernya ia bertekad ingin mengenal ayahnya serta mencari tau identitas ibunya tanpa harus terkecuali
Malvin sampai di buat pusing tujuh keliling pasalnya mencari data seseorang itu tak mudah, bahkan ia di kejutkan oleh data dan nama yang sama tapi wajah yang ia cari tidak ada satupun Disana, membuat Malvin kesal seketika
Malvin akhirnya keluar dan mencari mommy nya, ternyata di ruang tamu Malvin menemukan Joni
__ADS_1
" uncle " teriak Malvin dan langsung berlari menuju Joni, Diandra yang Diana sungguh terkejut dengan teriakan anak lelakinya
" ohh boy, " ucap Joni dengan mengacak-ngacak rambut Malvin pelan
" mommy aku lapar " rengek Malvin dan Diandra hanya tersenyum lalu beranjak dan menuju ke dapur untuk mengambil makanan
sedangkan Malvin sedang bergelayut manja dengan Joni, sesekali Malvin memeluk erat tubuh tegap itu membuat Joni mengerutkan dahinya
" heii kau kenapa ? tanya Joni dengan lembut sambil menatap mata indah milik Malvin
" tidak uncle ! hanya saja nanti aku pasti akan merindukan dirimu " ucap Malvin sendu dan Joni hanya diam saja,
" uncle nanti akan mengunjungimu disana " seru Joni dan Malvin hanya mengangguk tanpa menatap lawan bicaranya
tak lama Diandra membawa sepiring makanan untuk Malvin dan beberapa cemilan lainnya disana, Malvin segera beranjak dari pangkuan Joni dan berlari menghampiri ibunya
Joni hanya menatap anak lelaki itu dalam diam, sesekali melirik ke arah Diandra yang sedang merenung kan sesuatu membuat Joni mendesah pelan
***
hari sudah hampir petang nyonya sofhia sudah siap untuk diberangkatkan menggunakan jet pribadi milik suaminya tuan Ramius bersama dengan vyan Leonel dan beberapa anak buah lainnya yang akan ikut di dalamnya dan salah satu pasukan Phoenix akan membawa helipad milik Vyan sebagiannya di tinggalkan dan akan di terbangkan ke Prancis oleh orang suruhan yang tuan Ramius
sedangkan Dave dan Thomas mengunakan helipad milik sang lady sendiri, bahkan Remigio tak memberikan ijin untuk Valera menjauh dari dirinya membuat Valera pasrah akan kelakuan Remigio
sebelum mereka meninggalkan Australian Dave dan Thomas dengan cepat menghapus pendataan nyonya sofhia di rumah sakit ST.FRO untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.
valera sudah duduk manis di jet pribadi milik Remigio dengan segelas wine di tangannya begitupun dengan Remigio mereka sama-sama menikmati waktunya yang ditemani wine mahal itu.
bahkan salah satu pramugari yang bertugas disana yang hendak memberikan kan beberapa kue pie mendadak tertegun seketika
" jangan menatap ku seperti itu Remi " datar Valera dan Remigio hanya terkekeh biasa
" kenapa? aku hanya sedang mengangumi kecantikan calon istriku ! apa itu salah ? " polos Remigio membuat Valera kesal dan meneguk habis wine di gelas miliknya
" tatap lah aku sepuas mu sampai kau bosan " ketus valera dan remigio langsung terbahak seketika dan Valera langsung membuang pandangannya ke arah lain
" tidak sweatheart, aku tidak akan pernah bosan untuk menatap wajah mu yang selalu membuat ku gila itu " ucap remigio dengan nada seraknya lalu ia pun meneguk habis wine yang berada di gelas nya
Valera memilih untuk menyandarkan kepalanya dan menatap layar pertelevisian yang ada di jet pribadi milik Remigio, tatapan nya seketika menajam kala pemberitaan tentang ledakan dahsyat di salah satu daerah terpencil di Australia
cepat sekali berita itu menyebar. batin Valera
Remigio yang melihat reaksi Valera seperti itu langsung memicingkan matanya dan pandangannya kini ikut menatap ke sebuah layar yang berukuran cukup besar disana.
belum ditemukan titik terangnya pemilik dari bangunan tersebut !!
ledakan dahsyat itu diyakini petugas kepolisian adalah orang yang ahli serta profesional
banyak sekali ditemukan beberapa mayat yang terluka parah seperti beberapa sayatan, penembakan dan bahkan ada sebagian tubuh korban yang terbersit karena insiden itu serta beberapa senjata dan sebuah revolver asing !!
kasak kusuk tentang bangunan itu milik salah satu mafia yang di cari kini kepolisian semakin menyelidiki tempat itu untuk mengungkapkan siapa pemiliknya dan pelaku penyerangan itu !
Remigio kini menatap ke arah Valera bahkan Valera pun ikut menatap balik
__ADS_1
" Sweatheart, jangan bilang kau yang melakukannya ! " selidik Remigio dan valera hanya menyeringai penuh arti
" yes, Its true " ucap Valera singkat dan Remigio hanya diam saja, sungguh calon istrinya itu sangat berani dan membantai habis musuh di luar kekuasaan nya, ada rasa bangga terselip disana calon istrinya adalah wanita hebat dan tangguh tak tanggung-tanggung Valera adalah seorang pemimpin yang bergelar lady di dunia bawah
Valera hanya diam serta memperhatikan Remigio dalam-dalam entah mengapa suasana mendadak jadi hening dan terkesan dingin saat itu tapi sedetik kemudian timbul senyuman yang penuh arti dari Remigio membuat Valera mengerutkan dahinya seketika
" mengagumkan ! kau sungguh mengagumkan sweatheart, aku suka gayamu yang seperti ini. " ucap remigio dengan nada menggodanya membuat Valera hanya mengerucutkan bibirnya seketika
" lalu kau apakan dia ? " tanya Remigio lagi
" memisahkan kepala dari tubuhnya ! '' simpel Valera dan Remigio langsung tertegun dibuatnya betapa calon istrinya itu sangat strong dan menyeramkan
Valera hanya menampilkan wajah tanpa dosanya ketika saat raut wajah Remigio terkejut dimana dirinya pun sama seorang pemimpin tapi melakukan hal seperti Valera penuh dengan pertimbangan bahkan dilihat dulu dari jenis kesalahannya
kau memang pantas menjadi nyonya Adomson dan ratu di istanaku sweatheart, kau lebih tangguh dari perkiraan ku tapi dibalik semua itu tetap saja aku takut jika kau terluka. batin Remigio yang menatap Valera sedang meneguk wine nya kembali
" berhenti menatap ku seperti itu Remi " gerutu Valera lalu detik kemudian Remigio tersadar dan segera menetralkan semuanya lalu ia beranjak dari kursinya dan duduk di samping Valera
Valera diam saja dan masih menatap Remigio aroma musk yang sangat Valera kenal membuat dirinya ingin segera mendekap dan memeluk erat Remigio
Remigio bukan lelaki bodoh dan lelaki polos ia segera menuntun Valera dalam dekapan nya dan Valera tidak menolak justru ia mengeratkan pelukannya dan mencium aroma calon suaminya itu
" Remi aku lelah dan aku ingin tidur, kau jangan menggangu Ku " ucap Valera dengan posisi ternyaman dan memejamkan matanya remigio yang mendengar itu hanya terkekeh dibuatnya lalu ia mengelus punggung Valera lembut
" tidurlah " lembut remigio lagi lalu ia mengecup singkat pucuk kepala Valera dan tak lama kemudian Valera sudah mulai tertidur pulas, Remigio memposisikan dirinya agar lebih nyaman serta menyetel kembali kursi mereka masing masing hingga kini posisi mereka setengah berbaring dengan nyaman
Remigio menekan tombol sesuatu di kursi miliknya untuk menutup akses pintu yang selalu dilewati oleh pramugari nya agar tak menganggu tidur Valera dan dirinya
inilah yang diinginkan Remigio selalu berdekatan dengan Valera dan ingin segera melamar kekasihnya menjadi istrinya
****
disisi lain tepatnya di jet pribadi milik tuan Ramius Vyan dan Leonel sedang duduk berdampingan sedangkan tuan Ramius dan nyonya sofhia serta satu perawat yang disediakan pihak rumah sakit sedang berada di ruangan yang lebih nyaman lagi
vyan melirik Leonel yang sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya tapi kedua kelopak matanya tidak terpejam melainkan seperti orang yang sedang melamunkan sesuatu Vyan tau kenapa asisten sekaligus orang kepercayaannya yang sudah dianggap saudara itu berubah menjadi pendiam dan terkesan melamun, Leonel adalah sosok hangat jika sedang bersama dengan vyan lalu ia akan berubah dingin dan datar jika di luar sana
" apa yang kau fikirkan Leonel ? " tanya vyan yang mengejutkan Leonel hingga ia menatap ke arah vyan
" tidak ada tuan, " singkat Leonel dan Vyan hanya tersenyum tipis menanggapinya lalu ia mengambil wine serta membukanya dan menuangkannya secara perlahan di kedua gelas yang tertera disana lalu ia menyodorkan salah satunya kepada Leonel , dan Leonel mengambil nya dengan senang hati
" terimakasih tuan " ucap Leonel sopan dan Vyan hanya mengangguk tipis
" jangan banyak melamun dan memikirkan sesuatu hal yang tak penting Leonel, itu akan menyita waktumu dan akhirnya terbuang sia sia
" ucap Vyan dan Leonel hanya diam saja " Valera ? kau pasti memikirkan adikku, bukan ? " ucap Vyan dan sukses membuat Leonel tersedak
Vyan hanya tersenyum menanggapi, dan Leonel tentu saja ia sangat terkejut bahkan tertegun karena perkataan tuannya
" ahh.. tidak tuan kau salah " elak Leonel lagi
" hmm terserah kau saja, Leonel sebagai seorang atasanmu, sahabat mu serta seorang Kakak, aku tidak bisa mengambil keputusan apapun semuanya berada di tanganmu Leonel dan kau pun tahu Valera sangat mencintai Remigio ! entah kau harus senang atau merasa tidak suka tapi disini hatimu cukup terluka bukan ? " heran vyan sambil meneguk wine nya dan Leonel hanya diam saja " aku tau ada cinta dimata mu untuk adikku, kau pria yang cukup mahir menyembunyikan perasaan mu tapi tidak dengan diriku " lanjut Vyan lagi " aku berharap yang terbaik untuk mu Leonel " seru Vyan
dan Leonel tentu saja ia hanya diam sekaligus tertohok dengan perkataan sekaligus keterbukaan tuannya, benar ada cinta di mata Leonel untuk Valera tapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa ia pun tak Mungkin merebut Valera dari tangan Remigio yang jelas-jelas seseorang yang sangat berkuasa itu .
__ADS_1