
" Dasar menyusahkan, sudah begini kan kita semua yang repot ! " gerutu Edgar tak ada henti-hentinya nya mengomel layaknya ibu-ibu arisan yang sedang kesal saja, Hugo dan zumba saling lirik sedangkan Ed hanya bisa menatap datar salah atau petinggi king yang mempunyai jika psikopat itu.
Seusai penyerangan itu tentu saja mereka harus segera membersihkan para mayat-mayat yang bergelimpangan bebas disana, bau anyir darah yang pekat serasa memikat bagi sang predator ditambah hembusan angin yang sejuk membuat mata Edgar menatap mayat-mayat itu layaknya sebuah hidangan yang menggiurkan.
" Kenapa cepat sekali usai ? " gumam Edgar lagi.
" Ada apa dengan mu Edgar ? kau ingin permainan ini berlangsung lama begitu ? dan pada akhirnya akan menghancurkan Markas, jika tidak bertindak lebih cepat, dan setelah itu lady akan mengamuk karena Markasnya Kembali rusak. Aku yakin kau akan terkena amukannya jika lady mendengar ucapan mu ini. " ucap Hugo berwajah datar dan Edgar hanya mendengus sebal saja lalu berlalu pergi dan menuju markas utama dengan berjalan kaki. Para kawannya hanya bisa terkekeh karena mereka tau jika Edgar tak puas ia akan marah dan berwajah kesal.
Zizi dan Elena masih terus melakukan penelusuran secara intens, mereka melihat dari ketinggian yang tak terlalu tinggi, Zizi tak habis pikir bagaimana bisa mereka masuk dan pada akhirnya mereka mengantarkan nyawanya secara cuma-cuma, ironis dan sungguh disayangkan.
" Apa mereka memasuki jalur utama ? " tanya Elena dan Zizi menggeleng pelan " jika ya seharusnya mereka lebih dulu berhadapan dengan para anak buah king yang betugas disana " ucap Elena lagi dan Zizi mengangguk samar.
" terus susuri tempat ini, aku penasaran apakah wilayah markas utama king mendapatkan celah untuk musuh masuk secara diam-diam atau ada hal lainnya yang tak diketahui oleh kita selama ini. " ucap Zizi ambigu dan menatap luasnya wilayah markas utama king dengan hutan-hutan yang terawat dan indah dipandang.
Elena menatap bangunan besar dan megah yaitu markas utama yang terlihat seperti mansion megah layaknya di negeri dongeng, bahkan Elena pun bisa melihat halaman belakang markas king yang seperti lapangan golf yang sangat luas.
" sepertinya letak markas utama kita banyak diketahui pihak luar dan orang asing. Apakah kita perlu berunding dengan Lady untuk meningkatkan dan mengubah sistem keamanan " ucap Elena memberi saran.
" akan kita rundingkan dengan lady ketika ia telah tiba di Paris " ucap Zizi sedikit setuju dengan perkataan Elena tadi,
sekitar satu jam sudah Zizi dan Elena menelusuri sekeliling markas, dan mereka belum menemukan hal apapun atau hal yang mencurigakan, mereka memutuskan untuk kembali dan bergabung dengan yang lainnya.
******
" bagaimana keadaan mu Aranna ? " ucap Asyur menatap adiknya yang duduk dihadapannya itu.
" Aku baik-baik saja kak. " ucap Aranna lagi dan Asyur mengangguk mantap. Kehamilan Aranna menginjak usia tiga bulan tentu saja Asyur sangat menghawatirkan keadaan adiknya setelah beberapa saat ia meninggalkan sang adik di Paris.
" Dimana suamimu ? " tanya Asyur karena sedari tadi ia tak melihat keberadaan Thomas.
" Dia sedang menyelesaikan urusannya sebentar kak, dia akan pulang beberapa menit lagi " ucap Aranna lagi.
" kau tinggal sendiri saat suamimu bekerja ? " Picing Asyur dan Aranna mengangguk membuat Asyur kian cemas, Aranna tersenyum lembut pada Asyur karena ia tau jika kakak satu-satunya sedang mencemaskan keadaan nya.
" Kakak tak usah khawatir, aku tidak apa-apa dan akan menjaga diriku sendiri kak, nanti Thomas akan mencari maid untuk menemaniku disini " ucap Aranna dan Asyur diam saja sembari melihat sekeliling apartemen milik Thomas.
Asyur menghela nafas saat ia melihat keadaan apartemen milik suami adik nya itu, setidaknya Aranna tinggal ditempat yang layak dan baik, bahkan Asyur sampai melihat isi apartemen itu dengan keseluruhannya, sampai lemari pendingin pun tak luput dari pantauannya.
" ada apa kak ? " bingung Aranna lagi dan Asyur hanya menggeleng pelan seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
setelah menemui sang adik Asyur kembali menuju hotel mewah untuk menginap beberapa hari selama ia berada di Paris, Aranna mengantarkan kepergian sang kakak hingga pintu apartemen.
Aranna senang bisa bertemu lagi dengan kakaknya setelah ia berada di Paris, Thomas baru saja menghubunginya jika ia akan segera kembali dan membelikan sesuatu untuk sang istri, tentu saja Aranna antusias menunggu kedatangan Thomas itu.
Aranna mengelus lembut perutnya yang kini terlihat sedikit membuncit, senyum manisnya terkembang sempurna saat ia mengingat malam percintaan nya dengan Thomas saat pertama kali di salah satu hotel. Aranna mendadak merinding saat mengingat betapa perkasa nya Thomas pada saat itu dan ia terlihat gagah dengan tato besar di bagian punggungnya.
" hutfff... kenapa otak cantikku ini jadi memikirkan Thomas " gumam Aranna sembari terkekeh kecil, tak lama pintu terbuka dan Aranna tersenyum menatap nya.
Thomas memberikan senyum manisnya kepada istri kecilnya itu, Aranna segera memeluk tubuh Thomas dan menghirup aroma maskulin itu dalam-dalam, Thomas membelai lembut pucuk kepala sang istri dan melabuhkan kecupan ringan disana.
" merindukan ku? '' goda Thomas dan Arsana diam saja " jawab aku Ara ? " ucap Thomas lagi hingga Arsana melepaskan pelukan itu dan memandang lekat wajah Thomas.
" maaf, aku.. aku seharusnya tak memelukmu seperti tadi '' ucap Aranna dan Thomas hanya mengeryitkan dahinya pelan, jawaban apa ini ? Thomas memandang lekat wajah cantik Aranna tapi Aranna justru menghindar membuat Thomas dengan sigap mendekap tubuh mungil itu.
" Ara ada apa denganmu ? apa perkataan ku tadi membuatmu tak nyaman? maaf aku tak bermaksud demikian, aku hanya menggoda mu saja " ucap Thomas lembut dan Aranna diam saja " aku merindukanmu Ara. " kata-kata itu lolos begitu saja dari bibir Thomas. Tangan kekar itu membelai mesra pipinya membuat tubuh Aranna meremang seketika, belaian tangan Thomas kian menurun hingga leher jenjang itu dan mengecupnya disana.
" Thomas " lirih Aranna dan Thomas langsung membopong tubuh sang istri menuju kamar pribadi mereka, Aranna refleks mengalungkan lengannya di leher Thomas dan lelaki itu tersenyum menggoda kepada Aranna.
jantung sialan, berhenti berdebat tak karuan, bagaimana jika ia mendengarnya. Batin Aranna.
Thomas menurunkan tubuh sang istri secara perlahan dan mengecup mesra dahi Aranna lalu mengelus lembut perut yang sedikit membuncit itu, senyum nya terkembang saat merasakan jika perut istrinya sedikit membuncit.
Thomas menyeringai saat melihat gaun tidur milik Aranna yang berwarna ungu muda, sungguh sangat manis, tanpa aba-aba Thomas membukanya dengan perlahan.
Aranna tersentak dan menatap Thomas tak percaya, tapi si lelaki itu hanya menampilkan senyum tanpa dosanya, sesaat Aranna tak bisa berfikir dengan jernih, kemeja Thomas yang dadanya terbuka kian menambah pesona nya.
Aranna tak bisa memulihkan wajahnya dari dada bidang Thomas yang ditumbuhi sedikit rambut halus disana, Aranna menggigit bibir bawahnya tanpa sadar hingga Thomas langsung menahan tengkuk Aranna dan menciumnya lembut hingga ritme kasar.
keduanya saling menyesap satu sama lain, membelit rasa yang tercipta, bahkan sesapan ringan Thomas berikan di bibir merah itu, Aranna mengerang dalam kegiatannya dan meremas bahu kekar Thomas dengan sedikit kasar.
kegiatan itu kian membuat mereka semakin bersemangat untuk melakukan hal yang lebih dalam lagi, Thomas dengan gagah menatap tubuh indah yang berada di hadapannya itu, menatapnya dengan tatapan memuja dan penuh cinta lalu Thomas melabuhkan kecupan-kecupan basahnya di seluruh tubuh sang istri.
Aranna menggeliat tak karuan kala bibir itu menyentuh kulitnya, Thomas tersenyum tipis dan Aranna hanya memejamkan matanya rapat-rapat dengan menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara-suara aneh.
" Ara tanpa sadar kini aku sudah mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan mu. Kau wanita ku, kau ibu dari anak-anakku. " ucap Thomas berbisik lirih seraya menekan benda pusaka miliknya yang sudah menantang itu.
" aghhh " rintih Aranna saat ia merasakan sesuatu menerobos pertahanan nya, Thomas mengecup seluruh wajah Aranna hingga Aranna bisa merasakan sensasi yang begitu luar biasa, Aranna tersenyum mendengar kata-kata cinta dari lelaki yang kini menjadi suaminya itu.
Thomas memejamkan kedua matanya dengan mengeluarkan geraman dan erangan sensual, hentakan demi hentakan Thomas lakukan membuat Aranna yang berada di bawah kendalinya terasa terbang ke langit, ******* demi ******* terdengar erotis disana.
__ADS_1
hingga satu jam berlalu, Thomas masih gagah melakukan kegiatan itu dan Aranna dirinya yang sudah mencapai puncak hanya bisa mendesah lirih kala Thomas belum puas dengan aksinya.
" Ara.. AGHHH.. sayang... " racau Thomas dengan mencengkram lembut leher Aranna dan memberikannya tanda kepemilikan disana. " bertahan lah.. " racau Thomas dengan gerakan keras dan kuat.
tak lama kemudian suara lenguhan panjang dan erotis terdengar menusuk gendang telinga Aranna disana, tubuh kekar Thomas berkeringat hebat dengan dada yang naik turun karena tersengal, Thomas masih memejamkan matanya dan kemudian ia ambruk disamping tubuh sang istri.
" terimakasih Aranna " lirih Thomas dan Aranna mengangguk dengan tersenyum.
keduanya saling merebahkan tubuh satu sama lain dengan mata yang memandang ke langit-langit apartemen, nafas Thomas masih terdengar begitu memburu dan Aranna bisa melihat jika mata Thomas mulai terpejam.
pada saat Aranna hendak membersihkan tubuhnya kembali, Thomas dengan cepat menarik lengan Aranna hingga Aranna menatap Thomas dengan bingung.
" ada apa ? " tanya polos Aranna dan Thomas hanya memandang wajah polos Aranna.
" apa kau bahagia menikah dengan ku ? '' tanya Thomas tiba-tiba dan Aranna mengerutkan dahinya seketika, pertanyaan macam apa ini, baru saja menyelesaikan kegiatan yang penuh cinta kini lelaki itu sudah bertanya demikian.
" kenapa ? apa kau menyesal telah menikah dengan ku ? '' Picing Aranna bertanya balik dan Thomas kini duduk berhadap-hadapan dengan sang istri.
" Aku ? menyesal ? " Thomas terkekeh dengan pandangan menunduk " tidak sama sekali Ara. justru aku sangat bahagia, memiliki istri dan anak bersama mu. Walaupun pertemuan kita diawali dengan hal tak terduga tapi aku menganggapnya itu sebuah takdir. " lembut Thomas dan Aranna diam saja menyimak lelaki yang berada di hadapannya ini. " Lalu sekarang jawab pertanyaan ku! apa kau bahagia menikah dan hidup bersama ku ? " tanya Thomas.
" Ya aku bahagia Thomas, sangat. Kau tau ? kau lah lelaki yang hadir dalam hidupku setelah Kakak ku. " ucap Aranna lagi dan Thomas tersenyum mendengarnya " Kini aku telah mencintaimu Thomas " ucap Aranna bersungguh-sungguh dan Thomas mengecup singkat bibir Aranna dengan lembut.
" mari kita bangun pernikahan yang begitu bahagia, aku akan selalu membahagiakan mu dengan kemampuan ku sendiri Aranna '' ucap Thomas lagi dengan memeluk tubuh mungil Aranna dan Aranna hanya mengangguk lalu mengelus lembut punggung kekar Thomas.
*******
Syina saat ini sedang berada di sebuah desa yang cukup jauh dari para penduduk dengan dua orang anggota black road yang dibawanya. Misi nya kali ini belum selesai dan Syina belum menemukan siapa lelaki yang mengatasnamakan king dengan segala usaha ilegal nya itu dan lancang memasuki kawasan king melalui perairan.
Green dan Grey masih terus memantau tempat sebelumya karena mereka yakin jika tempat itu masih dicurigainya, sejak salah atau pengawal yang disana ditangkap, keesokan harinya tepat itu sepi, hanya beberapa orang yang mirip warga sipil yang sesekali kearah sana.
" Nona, lihat ada pergerakan di sisi timur " ucap Grey kepada Syina dan Syina segera melihatnya, tablet berukuran 10'inch tersebut menunjukkan sebuah pergerakan dari seorang lelaki berjaket dan memakai topi dikepala langkah lelaki itu sangat cepat dan gesit, sehingga menimbulkan kecurigaan untuk Syina.
" kita tangkap dia ! " tegas Syina lagi Grey dan Green mengangguk paham.
Grey dan Green segera bergerak dengan persenjataan lengkap meninggalkan Syina ditempat persembunyian mereka, Syina asyik melihat itu sembari memakan kripik kentang pedas kesukaan nya, Green dan grey terbilang cepat dan cekatan walaupun usia mereka tak lagi muda.
lelaki itu terus berjalan menyusuri jalan setapak tanpa mengetahui jika dirinya sedang diikuti, Grey dan Green menjalankan tugasnya dengan apik, hingga.
JLEBBB.
__ADS_1
aghhh