Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Memberi kejutan


__ADS_3

kondisi wanita itu tidak bisa dibilang baik-baik saja setelah ia mendapatkan beberapa luka akibat serangan dari Valera yang begitu kuat.


tangan nya diborgol bagaikan seorang tawanan yang menyedihkan, ia di dudukan disebuah kursi dengan berbagai alat penyiksaan disekitarnya.


sorot matanya tetap saja tajam saat ia melihat beberapa anak buah king yang bertugas dan mereka mengabaikan tatapan itu karena sudah terbiasa.


kebencian sangat teramat dalam pada seorang valera ia tak terima diperlukan seperti ini secara tak manusiawi, bahkan kata-kata dari Frazzes tentang sosok Marcel Harson begitu terputar jelas di otaknya.


jika benar dia adalah putrinya, maka dia akan merampas apa yang seharusnya menjadi miliknya, tak perduli dengan apa konsekuensinya yang akan ia terima. Karena saat ini ia sedang berfikir bagaimana cara nya untuk melepaskan diri dari tempat terkutuk ini.


Dave tampak melihat gerak-gerik wanita itu dari ruang kendali karena hampir seluruh bagian Markas utama di lengkapi oleh kamera cctv.


tampak suasana di markas utama sangat sepi, Thomas sedang menjalankan perintahnya sesuai dengan intruksi sang lady mengenai penjagaan ketat untuk George dan Malvin.


sedangkan para anggota b.woman sudah kembali ke Lamora hanya untuk mengistirahatkan diri sebelum mereka menerima misi baru.


sedangkan para keempat predator sibuk dengan bisnis yang mereka jalani, dan Hugo baru saja selesai membersihkan para mayat-mayat yang baru saja dikirimkan oleh sang lady.


saat Valera tiba kebetulan sebuah mobil mewah berwarna putih tiba dengan suara decitan nyaring membuat Valera terkejut bukan main.


disana Elena dan Syina muncul dengan wajah tergesa-gesa seakan mengabarkan sebuah berita buruk, Valera memicingkan matanya seketika saat Elena dan Syina tepat berada di hadapannya dengan nafas terengah-engah.


" maaf lady bad news " ucap Elena menetralkan sejenak nafasnya terlebih dahulu " pergerakan di dapati, lagi-lagi anak buah Mrs OTO datang melalui jalur udara " ucap Elena dan Valera terkejut bukan main.


" lagi-lagi tua Bangka itu ! belum juga menyerah " geram Valera lagi " rasanya aku ingin sekali bertemu dengan tua Bangka itu " ucap Valera lagi Syina dan Elena hanya diam terpaku.


" kapan mereka tiba ! " ucap Valera tegas


" dua puluh menit yang lalu " ucap Syina lagi dan Valera mengangguk mengerti.


" siapkan semuanya saat ini biarkan kita yang memberikan hadiah untuk mereka " tajam Valera dan keduanya hanya bisa mengangguk cepat


valera menuju markas dengan langkah tegas dan tergesa-gesa bahkan sapaan para anak buah king ia abaikan begitu saja. Valera menyuruh seseorang untuk memanggil Dave dan tak lama Dave muncul dihadapan sang nona


" nona " ucap Dave dan Valera menatap Dave dengan intens


" siapkan anak buah dan persenjataan lengkap, aku ingin memberikan hadiah untuk mereka yang tak jera " sadis Valera. Dave awalnya bingung akan tetapi ia mengangguk dan menjalankan semua perintah sang Lady dengan baik. Tak lama muncul Zizi dengan wajah datar rupanya ia sudah siap dengan pakaian khusus milik nya bahkan beberapa senjata api terselip cantik di balik pinggang Zizi


" kau sudah mengetahuinya ? " Picing Valera dan Zizi mengangguk mantap


" mereka menuju Hidden forest nona, dan aku yakin jika Mrs OTO sebenarnya memiliki hunian khusus disana hanya saja mungkin menggunakan identitas lain " ucap Zizi mengusulkan pendapatnya dan Valera tampaknya berfikir dan diam sejenak


lagi-lagi hidden forest apakah para mafia lainnya menggunakan kawasan itu untuk berkamuflase ? bahkan Valera dibuat geram oleh aksi mereka yang datang dan pergi sesukanya di negara dan jalur kekuasaannya.


" apakah Mrs OTO berada di sana ? rasanya aku ingin sekali bertemu dengan tua Bangka itu '' ucap Valera dan Zizi hanya tersenyum tipis


" sepertinya keberuntungan akan memihak kita nona, Mrs OTO sudah berada di Prancis dua hari yang lalu tanpa diketahui dan Greta merasa kecolongan akan hal ini. Dia menggunakan identitas lain untuk mengelabui " tegas Zizi dan Valera diam saja kini ia paham akan situasinya.

__ADS_1


satu jam berlalu Valera dan lainnya sudah siap untuk menuju Hidden forest dan memberikan kejutan cantik untuk mereka yang telah berani menyerang beberapa kali terakhir terhadap para king.


valera memutuskan menggunakan helikopter miliknya begitupun dengan Dave dan Zizi sedangkan Syina dan Elena memimpin para anak buah king yang ikut dalam misi dengan mengunakan mobil.


pada saat Valera dan lainnya akan berangkat kemunculan Vyan dan leoenel membuat mereka menghetikkan aktivitas nya sejenak Valera mendengus kesal saat sang Kakak tiba-tiba muncul diwaktu yang tidak tepat


" aku ada urusan yang penting begitupun dengan Zizi ! jika kalian berdua ingin ikut maka berhenti bertanya dan masuk ke dalam sekarang juga. " tegas Valera sontak membuat Vyan dan Leoenel dengan cepat mengangguk dan menaiki helikopter yang dikendalikan oleh Valera.


" nona rombongan Syina dan Elena sudah bergerak terlebih dahulu, mereka akan menggunakan jalur pintas. Rupanya dua wanita itu bergerak lebih cepat bahkan mengetahui dengan jelas selak beluk dari kawasan hidden forest " kekeh Zizi dan Valera hanya tersenyum tipis dalam hatinya ia merasa bangga kepada para jajarannya yang tangguh dan berkembang sangat pesat.


bahkan Valera sangat bahagia bisa di kelilingi orang-orang yang mempunyai kemampuan tinggi diatas rata-rata, dan tentu nya mereka saling bahu-membahu dalam memberantas parasit yang menggerogoti king.


" kita bergerak " tegas Valera melalui MH yang tersambung di helikopter Zizi dan Dave secara bersamaan.


satu persatu helikopter berwarna hitam dengan logo King mulai mengudara dan menjauh dari markas utama. Zizi dan Dave dengan lihai mengendalikan helikopternya masing-masing begitupun dengan Valera mereka sudah terhubung satu sama lain dengan Syina dan Elena.


valera mencoba mengudara lebih tinggi lagi, sedangkan Zizi dan Dave mengudara di jalur seharusnya Vyan dan Leonel sama-sama bingung.


" Vale, apakah terjadi sesuatu ? " ucap vyan dan Valera hanya mengangguk kecil


" Mrs OTO berada disini, dan aku akan menemuinya tak akan kubiarkan mereka mengambil Daniel lagi " ucap Valera dan vyan hanya diam menyimak pelekatan sang adik.


" sebenarnya apa yang ia cari dalam diri anak itu ? " kesal vyan lagi


" aku pun tak tau pasti, tapi titik terangnya sudah ditemukan soal harta dan kekuasaan karena Daniel adalah saksi hidup serta keturunan terakhir yang ada, itu sebabnya Mrs OTO mengejar Daniel " ucap Valera menjelaskan dengan singkat.


akan tetapi sebagian mafia tidak mengetahui jika ini adalah bagian aset dari king karena letak dari Hidden forest cukup rumit dan tidak ada kabar jika Hidden forest adalah milik king dari kepemimpinan tuan Marcell hingga kepemimpinan Valera.


" nona, Elena dan Syina sudah tiba dan mereka berada di sisi timur kita " ucap Dave yang suaranya terdengar di MH yang terhubung dengan Valera dan Valera mengangguk mengerti.


kini helikopter milik king sudah mendarat di sebuah pelataran luas yang mana dikelilingi oleh hutan rimbun tak berpenghuni Zizi dan Dave tentu saja baru pertama kali melihat sisi tersembunyi nya dari kawasan terlarang ini.


tak lama beberapa mobil milik king yang dipimpin oleh Syina dan Elena tiba disana dan lagi-lagi Zizi dan Dave cukup terkejut karena dua wanita ini mengetahui tempat terdalam dari kawasan terlarang ini.


" Lady '' ucap mereka dengan serempak lalu menunduk dengan penuh hormat. valera hanya mengangguk sekilas lalu pandangannya beralih pada Syina dan Elena.


" rombongan mereka menuju ke sana nona " ucap Syina sembari menunjuk ke arah perbukitan yang cukup luas itu, Valera seakan memicingkan matanya kembali karena di wilayah perbukitan itu hanya ada satu mansion atas nama seorang wanita. Lalu mengapa rombongan Mrs OTO menuju kesana.


" apa kau yakin Syina ? " tanya Valera sedikit ragu dan Syina tersenyum tipis


" kita bisa buktikan nona " ucap Syina lagi dan Valera menghembuskan nafasnya secara perlahan


" baiklah, ayo " ucap Valera lalu ia menaiki mobil pertama bersama dengan Zizi dan Dave sedangkan vyan dan leoenel berada di mobil kedua dengan Syina dan Elena dibelakangnya


mobil-mobil itu melaju dengan kecepatan sedang seakan menerjang jalanan yang cukup memacu adrenalin. Valera melihat dari layar tabletnya akan wilayah yang ia ragukan itu.


benar mansion itu atas nama seorang wanita mafia juga, tapi kenapa Mrs oto berada di sana. Hmm bekerja sama ? atau lainnya. batin Valera

__ADS_1


hingga mereka berhenti di sebuah pelataran luas dan dari jarak jauh mereka sudah bisa melihat mansion tersembunyi di Hidden forest. Valera keluar dari mobil dengan suara tegas dan datar menunjukan bahwa dialah penguasanya.


" Vale, kenapa disini sungguh sepi " ucap Vyan terlihat bingung begitupun dengan Valera


" entahlah, mungkin mereka sedang melakukan pertemuan " kekeh Valera dengan suara tengilnya. Semua rombongan king menyiagakan senjatanya masing-masing begitupun dengan vyan dan Leonel.


valera berjalan tanpa rasa takut begitupun dengan Zizi walaupun sedari tadi vyan selalu menahan tangannya membuat Zizi menatap tajam pada kakak dari lady nya itu.


valera yang melihat vyan selalu memepet Zizi hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan Hingga mereka tiba dan dihadapkan dengan sebuah gerbang besi disana.


CEKREK


valera terkejut karena mereka ditodongkan senjata oleh beberapa orang tak dikenalnya dan Valera yakin jika mereka adalah orang-orang Mrs OTO atau anak buah dari pemilik mansion.


" singkirkan senjata kalian ! " geram Dave berwajah sangar seketika orang-orang itu terbelalak saat melihat wajah salah satu petinggi dari king itu, hingga satu persatu mereka menurunkan senjatanya masing-masing.


" menyingkir ! " ucap Zizi dengan datar dan tegas, Syina dan Elena menodongkan kembali senjatanya saat orang-orang dihadapannya tidak mau menyingkir


" menyingkir atau tidak sama sekali, dan kalian lebih memilih mati sia-sia " tajam Syina dan seketika orang-orang itu memberikan akses untuk rombongan king memasuki mansion.


valera terlihat memicingkan matanya saat orang-orang itu menunduk dengan tubuh gemetaran, dan saat Valera melangkah seketika ia menghentikan langkahnya dan berdiri di hadapan salah satu orang pria.


" apa tuan mu berada di dalam ? " ucap Valera dengan suaranya yang mendayu dan terdengar horor membuat jantung pria itu seketika berdebar dengan cepat. Vyan dan lainnya terlihat menyunggingkan senyuman saat melihat aksi Valera ini.


" mereka semua berada di dalam " gugup pria itu dan Valera tersenyum lalu memeluk bahunya pelan,


" terimakasih informasinya, dan ku harap kau tak menjadi korban setelah ini " ucap Valera lagi dan seketika pria itu dengan cepat mengangguk walaupun perkataan Valera seperti sebuah ancaman besar untuk dirinya.


valera melenggang begitu saja bahkan ia terlihat tak perduli dengan tatapan tajam dari orang-orang asing di beberapa sudut bagian mansion ini, Valera seakan menutup mata dan menganggap mereka semua tak ada.


hingga mereka semua berhasil memasuki bagian mansion dan lagi-lagi mereka dihadang dan ditodongkan senjata api begitupun hal serupa terjadi di pihak king kini mereka sama-sama menodongkan senjatanya satu sama lain, terlihat dua kelompok itu saling melirik waspada tetapi Valera hanya bersikap tenang dan justru ia duduk di sebuah sofa empuk dengan nyaman.


" ohh empuk sekali sofa ini, membuatku mengantuk saja " ketus Valera terdengar seperti lelucon dan orang-orang menatap sang Lady dengan tatapan heran. " katakan dimana tuan kalian, jika tidak bersiaplah untuk menjadi mayat dan setelah itu aku akan membawa jasad kalian menjadi santapan para buaya, berani mencegahku atau melawanku maka ku pastikan kepala kalian terpisah dari tubuhnya. " tajam Valera dengan melirik sekilas orang-orang asing di sekitarnya.


" katakan ! " geram Dave lagi-lagi berwajah tegang akan tetapi mereka bungkam


DORR


AGHHH


Zizi menembakkan pelurunya kepada salah satu orang asing yang tepat mengenai kakinya, lalu Zizi tersenyum sinis dan Valera diam saja ia seksama menikmati suasana seperti ini.


orang itu menunjuk ke lantai dua dengan ragu-ragu dan Valera melirik arahan tunjukkan itu ia yakin jika semua ruangan disini kedap suara terbukti hanya suara peluru saja tidak ada yang keluar dan memberontak ataupun melawan.


" apa ucapan mu dapat dipercaya ? " sinis Valera dan orang itu mengangguk dengan gugup " jika ucapan mu salah, lalu bagaimana ? polos Valera lagi.


" tidak ! mereka semua berada di ruangan itu " ucap orang itu lagi dengan menahan sakit akibat luka tembak yang ia dapatkan. Tanpa banyak bertanya lagi Valera berjalan menaiki tangga dengan sedikit berlari dan diikuti oleh yang lainnya dan setelah tiba di pintu yang ia tuju Valera menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu menarik nafas kembali.

__ADS_1


BRAKKKKKK


__ADS_2