Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
271


__ADS_3

Satu Minggu berlalu semenjak kejadian malam itu Thomas dan Aranna semakin dekat bahkan Asyur menempatkan mata-mata disekitar adik dan juga Thomas. Asyur cukup tertegun dan salut atas keberanian Thomas yang ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap adik kesayangannya itu walaupun ia sendiri tau jika ini adalah sebuah musibah untuk adiknya.


Asyur pun telah melarang Aranna untuk meraih mimpinya menjadi seorang model, dan Aranna hanya bisa menurut saja karena ia pun tak mau kejadian itu terulang kembali.


Hari ini Asyur akan bertemu dengan CEO dari Adomson Crop's. Ya selama satu Minggu ini Asyur terus menimbang-nimbang kembali atas surat kontak kerja sama yang akan terjalin.


Asyur sudah rapi dengan setelah formalnya berwarna hitam bahkan ia mencukur rambut dan bulu-bulu disekitar wajahnya agar terlihat lebih fresh. Ghani adalah orang kepercayaan nya yang membantu Asyur dalam sesuatu hal yang telah mengkonfirmasikan mengenai ini kepada CEO Adomson Crop's dan mereka menerima nya dengan baik dan akan bertemu sebelum makan siang.


Asyur kembali melihat serta membaca dengan teliti sebuah profosal kerja sama antara kedua perusahan besar yang akan terjalin, dan Asyur sangat menantikan keterkejutan dari rivalnya itu.


" Tuan ini sudah waktunya untuk kota bertemu dengan mereka '' ucap Ghani sopan dan Asyur mengangguk kilas lalu bangkit dari kursinya dan segera menuju mobil mewah nya itu, Ghani dengan cepat melajukan mobil tuannya kesebuah tempat uang sudah disepakati.


private room, Sollzero


Remigio dan Asyur kini sama-sama saling melemparkan tatapan tajam Leo dan Ghani selaku sang asisten kedua tuannya itu menatap heran dengan keadaan, udara sedikit terasa panas kala tidak ada pembicaraan diantara mereka. Asyur dan Remigio masih asyik dengan mata yang saling memandang seakan mampu mencerna apa makna dari tatapan tersebut.


" ehemm " Ghani berdehem untuk menetralkan suasana, karena ia pun bingung kenapa tuannya itu justru bersikap dingin dan datar tanpa mau menyapa kliennya untuk sekedar basa-basi.


Asyur memicingkan matanya sesaat kala Ghani berdehem begitupun dengan Remigio ia mencoba untuk menenangkan dirinya kembali yang sedari awal pertemuannya dengan Asyur cukup membuat dirinya terkejut, setelah beberapa bulan terakhir keberadaan Asyur tak bisa dilacak sedikitpun tapi kini ia datang sebagai kliennya yang akan menjalin kerja sama.


" maaf tuan, perkenalkan ini tuan ku namanya Asyur Dutton ia adalah CEO dari perusahaan Dutton Crop's. '' jawab Ghani sopan dan Remigio diam seakan menyimaknya perkataan dari asisten rivalnya itu. Sial kenapa Remigio tak mengetahui jika Dutton adalah nama milik keluarga Asyur. " Bagaimana dengan kerja samanya tuan Adomson " sopan Ghani menatap wajah tegas Remigio yang kini justru asyik memandang wajah tuannya itu.


Leo yang merasa aneh akhirnya pun menyenggol pelan lengan Remigio hingga membuat tatapan Remigio beralih pada Leo, tatapan Leo membuat Remigio mendesah pelan.


" Ahh maaf tuan Dutton, aku tak menyangka jika anda adalah pemilik perusahaan Dutton yang tersebar di wilayah timur tengah. Aku merasa terhormat karena bisa menjalin kerja sama dengan anda " ucap Remigio dan Asyur hanya diam saja. " baiklah, aku tidak mungkin untuk menjelaskan kedua kalinya tentang kerja sama yang terjalin antara kita pasti asisten anda telah menjelaskan nya bukan ? " ucap Remigio bersikap profesional.


'' Ya aku sudah paham. Lalu kapan kerja sama nya akan di mulai ? mengingat dana yang aku keluarkan cukup banyak tuan Adomson " ucap Asyur tersenyum miring.


" hehehe.. bukan hanya anda tuan Dutton akupun demikian, mengeluarkan dana yang cukup besar untuk kerja sama kiya yang terjalin, tapi jangan khawatir aku pastikan kerja sama ini akan membuahkan untung bagi dua perusahaan, karena bisnis mobil-mobil mewah ini langsung didesain oleh otomotif dari pihak Harson Crop's " jelas singkat Remigio dan Asyur hanya mengangguk pelan.


" baiklah, aku terima " ucap Asyur tanpa ragu.


" jika begitu akupun menerima kerja sama kita, selamat bergabung dan semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar dan mencapai kejayaannya tuan Dutton. " ucap Remigio sopan lalu kemudian Asyur dan Remigio berjabat tangan layaknya seorang pria pembisnis.


Leo dan Ghani segera mengurus berkas-berkas kontrak kerja sama yang terjalin dengan membubuhkan tanda tangan dari Asyur dan Remigio bahkan Asyur sedikit memicingkan matanya kala melihat tanda tangan seseorang yang bertuliskan Valera Harson disana.


Remigio tersenyum miring ia tau jika Asyur sedang menatap tanda tangan wanitanya, tapi entah mengapa Remigio tak begitu takut akan sesuatu buruk yang Asyur lakukan, Remigio bisa melihat jika Asyur bukan tipe lelaki pemaksa.


semoga saja tebakan Ku benar, kau mencoba untuk melupakan istriku, dan memulai kehidupan barumu, jika begitu dengan senang hati aku akan membuka tangan untuk menyambutnya sebagai teman sesama kerja. batin Remigio.


Setelah pertemuan keduanya, baik Asyur dan Remigio membutuhkan waktu berdua untuk berbicara empat mata. Ghani dan Leo mengangguk paham lalu pamit undur diri, sebelum itu seorang pelayan membawakan dua buah wine hangat untuk menemani pembicaraan mereka.

__ADS_1


" Langsung saja pada intinya, apa tujuan mu menjalin kerja sama dengan perusahaan milik ku ? " tajam Remigio dan Asyur ia justru asyik membuka wine dan menuangkan nya ke dalam gelas kristal yang tepat berada di hadapannya.


" Aku pun tak tau, mungkin takdir. Bahkan aku tak pernah mengetahui jika perusahaan ku menjalin kerja sama dengan perusahaan mu " santai Asyur dan Remigio masih menatap tajam pada Asyur. " ohh ya bagaimana keadaan istri mu ? " ucap Asyur dan Remigio memicingkan matanya seketika.


" valera ? kau masih menanyakan kabar istriku di hadapan suaminya ? " tanya Remigio lagi.


" buanglah jauh-jauh pikiran buruk mu terhadapku tuan Adomson. Walaupun aku pernah mencintai Valera sebelum menjadi istrimu tapi aku masih waras untuk tidak menjadi perusak rumah tangga orang lain " tajam Asyur dan Remigio terkekeh.


" apakah ucapan mu harus ku percaya tuan Dutton ? " Picing Remigio dengan santainya ikut menuangkan wine kedalam gelas nya lalu meneguknya Seca perlahan.


" Buktikan saja, apa selama ini aku pernah menganggu rumah tangga mu sampai Valera melahirkan seorang bayi pun aku tak pernah menyentuhnya apalagi mengganggunya dan juga dirimu. Hanya saja aku pernah memberikan sebuah hadiah untuk bayimu. " ucap Asyur tanpa menatap kearah Remigio dan asyik menatap ke dalam gelasnya.


" Hadiah ? hadiah apa yang kau maksud " ucap remigio dengan penuh penekanan.


" hanya hadiah kecil untuk bayi cantikmu tuan Adomson. Apakah Valera tak memberitahumu " Picing Asyur dan Remigio mengingat kala sebuah hadiah kotak berwarna merah muda dan Valera menceritakan kemungkinan besar Asyur lah yang memberikan nya, hanya saja tidak ada nama atau semacam tanda tangan yang lainnya.


" aku tau " ucap remigio singkat.


" kapan-kapan ajak aku untuk bertemu dengan bayimu " ucap Asyur dan Remigio hanya terkekeh tanpa menjawabnya.


******


wanita itu hanya menunduk tak berani menatap wajah Zizi yang mengkilat amarah sehingga membuat ia gugup dengan jantung yang berdebar tak karuan.


" sayang " ucap Vyan sembari merangkul pundak Zizi dengan mesra dan Zizi diam saja tanpa mau menjawab sapaan suaminya kini " jangan salah paham sayang, " ucap vyan lirih.


" siapa ? " ucap Zizi dengan penuh penekanan.


" Dia.. dia.. " ucap vyan ragu karena ia pun tak mengerti kepada wanita ini bisa datang ke perusahaan nya tiba-tiba.


" perkenalkan aku Yolanda teman dari vyan " ucap ramah Yolanda dan Zizi terkejut bukan main saat mendengar nama yang baru saja terlontarkan dari mulut wanita asing itu.


Zizi akui jika ia adalah wanita modis dan elegan bahkan Yolanda mempunyai tubuh yang cukup ramping dengan rambut panjang nya.


Zizi menatap dan menoleh kearah Vyan, tadinya Zizi ingin membawakan makan siang untuk sang suami nya sebelum dirinya pergi untuk menjalankan misi tersembunyi.


" mantan pacarmu ? " tekan Zizi dan Yolanda maupun Vyan terkejut bukan main. " bukan kah begitu nona. ? " ucap Zizi tersenyum miring dan Yolanda merasa gugup tak karuan.


Vyan segera menelpon Leonel untuk membawa Yolanda pergi dari ruangan nya dan tak mengijinkan Yolanda untuk keluar masuk perusahaan nya terlebih ruangan pribadinya.


Yolanda menatap Vyan dengan tatapan berkaca-kaca hatinya sakit saat menerima perlakuan tak menyenangkan dari orang yang pernah ia cintai dulu.

__ADS_1


" Vyan " sendu Yolanda dan vyan tak menatap sama sekali dan Zizi ia hanya menyaksikan adegan yang menurutnya sangat sedih. " bisakah kita bicara sebentar saja, hanya sebentar setelah itu baru aku pergi. " ucap Yolanda memohon kepada Vyan dan Vyan hanya menatap Zizi dan Zizi mengedikkan bahunya acuh.


" baiklah, tapi istriku tetap disini " tegas Vyan dan Yolanda akhirnya mendesah pelan dan mengangguk dengan terpaksa.


Leonel menunggu di luar karena perintah dari Vyan, Yolanda mulai menghembuskan nafasnya secara perlahan dan Zizi hanya asyik dengan ponsel miliknya.


" katakan lah Yolanda " ucap Vyan dan Yolanda hanya menatap sendu wajah Vyan.


" Maaf. Aku ingin meminta maaf atas perlakuan ku dua tahun lalu. Aku tau kau pasti muak mendengar perkataan maaf ku. Tapi harus kau ketahui jika aku mempunyai alasan tersendiri mengapa aku pergi meninggalkan mu dulu. Dan pada saat aku kembali hatiku kembali hancur karena mendapat kabar jika kau telah menikah " ucap Yolanda dengan berderai air mata dan Zizi merasa jengah atas adegan ini.


" maaf nona jika aku menyela, tapi apa maksud mu kau mengatakan nya sekarang saat orang yang kau cintai telah beristri. Bukan kah kau wanita terhormat ? kau pasti lebih tau dengan maksud ucapan ku bukan " tegas Zizi dan Yolanda diam saja.


" Aku hanya ingin Vyan tau. " cicit Yolanda.


" suamiku tidak perlu tau. Karena dia milik ku bukan milik mu " tegas Zizi lagi dan Yolanda hanya tersenyum kecut.


Vyan memijat pelipisnya perlahan, lalu menyuruh Leonel untuk membawa Yolanda pergi dan Yolanda tak berontak sedikitpun dan leoenel sedikit menyeret tangannya, tapi sebelum itu Yolanda menatap Vyan dengan tatapan sendu dan sedih nya.


setelah kepergian Yolanda Zizi menghempaskan pas bunga yang berada di atas meja hingga berserakan begitu saja, vyan terkejut bukan main.


" apa maksud dari wanita itu mengatakan semua ini padamu ? apa ia berharap kau mau kembali lagi pada nya begitu ? apa ia berharap setelah mengatakan semua nya kau akan goyah pada istri sah mu begitu ? " ucap Zizi berapi-api


" sayang tenangkan dirimu, sungguh aku tak tua jika ia datang ke perusahaan ku. Ini tiba-tiba sayang. Jangan salah paham " ucap vyan mencoba untuk menenangkan Zizi agar tak amarahnya tak meledak.


Zizi mencoba mengatur nafasnya secara perlahan ia pun tak tau kenapa akhir-akhir ini emosinya tak bisa ia kendalikan, Zizi mudah tersinggung dan amarahnya mudah meledak apalagi berhubungan dengan suaminya itu.


" Aku membawakan makan siang untukmu. Setelah itu aku akan pergi untuk menjalankan tugas ku " tegas Zizi tanpa menoleh dan Vyan langsung terkejut bukan main.


'' kau akan kemana ? tidak ! kau tidak boleh pergi tanpa seizinku " ucap vyan tak kalah tegas dan membuat Zizi menatap tajam pada Vyan.


" bukankah sebelumya hal ini sudah kita sepakati dan ini menjadi keputusan kita bersama, " ucap Zizi menekan kan kata-kata nya sendiri.


" Tapi kau istriku. Kau tak bisa pergi tanpa izin dari suamimu sendiri Zizi " ucap vyan dingin.


" Apa kau lupa menikah dengan siapa tuan Vyan yang terhormat. Apa aku harus mengatakan ulang siapa aku dan dimana posisiku sebelum aku menikah dengan mu " ucap Zizi dengan suara tanpa ekspresi di wajahnya itu.


" sayang, " sendu Vyan dan Zizi tak mau menoleh sedikitpun. " tidak bisakah tugas mu digantikan yang lain saja, " pinta Vyan.


'' Aku mohon mengertilah posisi ku Vyan, aku akan menjadi istri yang baik untukmu dan akupun akan menjadi petinggi king yang baik ketika misi itu sedang menungguku. Aku hanya butuh pengertian mu saja '' ucap Zizi melemah dan vyan akhirnya memeluk tubuh Zizi dengan erat dan melabuhkan ciuman panas nya di bibir Zizi dan Zizi membalas ciuman itu tak kalah liar dan ganas.


siang itu sepasang suami istri itu sedang melakukan kegiatan panasnya di ruang kerja milik Vyan. Bahkan Zizi hampir kewalahan saat vyan terus menerus menggempur miliknya kuat dan keras. Dua insan itu menyatu dalam kenikmatan surga dunia, baik Zizi maupun Vyan keduanya sama-sama merasa puas akan kegiatan menyenangkan itu.

__ADS_1


__ADS_2