
sepasang suami istri kini sedang melakukan kegiatan sakral nya, Remigio dan Valera pasangan maut yang jalan fikirannya tak bisa ditebak dengan begitu mudah kini sedang berpeluh dengan keringat.
suara decitan ranjang seakan menjadi alunan melodi yang nyaring, ditambah suara-suara ******* indah nan menggoda yang menembus gendang telinga seakan membuat semangat bertambah tiga kali lipat.
" Remi.. kau.. " pekik Valera saat Remigio mempermainkan permainan nya dengan ritme cepat, suara geraman tertahan nan berat hanya keluar dengan begitu lirih.
" apa kau menyukainya sayang ? '' ucap Remigio berbisik lirih ditelinga Valera, hingga manik hazel itu terbuka saat mendengar panggilan sayang, prince satu kata yang terlintas di benak Valera kini. Ya ini prince pantas saja Remigio bergerak begitu liar tak terkendali bagaikan kekuatan seekor kuda super yang sudah terlatih. " prince..panggil nama ku " ucap Remigio lirih dengan mengecup mesra punggung Valera hingga membuat si mpunya bergidik ngeri.
valera menurut dan menyuarakan nama prince dengan mata yang terpejam, Remigio tersenyum tipis hingga setiap permainan nya Remigio selalu menyeringai penuh pesona.
" yes.. prince " ucap Valera pelan dengan mata terpejam dan tangan yang mencengkram erat sprai berwarna putih itu.
Remigio tersenyum penuh arti saat sang istri memintanya begitu saja, sosok prince yang mendominasi kini mengungkung erat tubuh sintal sang istri, mencengkeramnya dibagian tertentu dengan lembut namun penuh penekanan.
" price " kesal Valera saat Remigio seperti sedang bermain-main dengan cara sengaja, Remigio tersenyum geli saat melihat sang istri yang bergerak gelisah dengan wajah yang masam.
DUAKKK
" sayang, apa yang kau lakukan ? " ucap Remigio saat Valera menendang perut sang suami hingga meringis dan sedikit menjauh dari tubuh Valera. " ohh " pekik Remigio saat Valera berada di atas tubuhnya dengan seringai penuh arti menatap Remigio.
Remigio mendadak menjadi patung saat melihat tubuh sang istri yang berada tepat dihadapannya, mata kelamnya tak lepas dari pemandangan yang begitu indah, tangan kekarnya menyentuh lembut apa yang ia lihat.
" aku yang akan memimpin " ucap Valera dan Remigio mengerutkan dahinya sesaat.
pertahanan itu akhirnya runtuh saat Valera bergerak dengan cepat, kepalanya mendongak dengan mata terpejam dan mulut nya mengeluarkan alunan melodi syahdu yang begitu indah bak melodi yang menenangkan.
Remigio mencengkram lembut leher sang istri dan memberikan sebuah tanda kemerahan disana, hingga Valera merintih kecil dibuatnya, tak ingin cepat berakhir Remigio beranjak dan kini posisi mereka cukup menantang.
" hmmm "
valera pasrah saat Remigio yang menjelma menjadi sosok price bergerak liar dalam memimpin permainannya, entah mengapa ia sangat suka akan permainan yang seperti ini.
Remigio tak mampu menahan semuanya, akhirnya suara lenguhan panjang disusul dengan suara sayu-sayu yang begitu lirih saling bersaut-sautan disana, Remigio mengecup dahi Valera dengan lembut.
nafas keduanya tersengal, dengan mata yang terpejam, tubuh Remigio mengkilat karena keringat, Valera ambruk dan menggeser tubunya sedikit dan Remigio terkekeh geli saat melihat sang istri yang sangat kelelahan akibat ulahnya.
valera merasakan jika sesuatu mengalir disela-sela kakinya, hingga Valera menjadi resah sekaligus tak nyaman bukan main, dirinya bangkit dan menatap sang suami yang sedang duduk bersandar itu.
__ADS_1
" aku sengaja melakukan itu didalam saat dalam masa subur mu. Aku berharap kau kembali mengandung seorang anak untuk ku '' ucap Remigio tersenyum genit dengan tatapan mata yang sangat nakal.
valera tiba-tiba terdiam dan memikirkan perkataan sang suami, apa Athena saja tidak cukup ? haruskan ia mengandung saat bayi perempuannya masih terlalu kecil.
valera menggelengkan kepalanya pelan lalu dengan segera berlari kecil menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Remigio terkekeh melihat tingkah sang istri.
******
Pernikahan Dave dan Gloria.
jarak tiga hari saja semuanya benar-benar telah sempurna, Gloria bahkan terkagum-kagum dengan apa yang telah disiapkan untuk pernikahan nya saat ini.
Sebuah hotel mewah yang berada di bawah naungan keluarga Harson, dekorasi yang begitu indah ditambah hadirnya beberapa kolega bisnis para keluarganya, tapi yang menjadi pusat perhatian adalah ketidakhadirannya tuan Gil di acara itu sontak menimbulkan beberapa pertanyaan di hati para tamu undangan.
seluruh jajaran king hadir dalam hari bahagia nya Dave, penuh dan meriah itulah Devinisi acara yang telah disiapkan oleh Valera dan lainnya, bahkan sebuah kue pernikahan bertingkat lima dengan taburan emas murni di sekitar kue tart tersebut.
Gloria tampil cantik dengan balutan gaun pengantin putih dari salah satu desainer tersohor di Paris, satu set berlian mewah menjadi pemanis dan pelengkap untuk Gloria kenakan.
jantung Gloria berdebar-debar saat dirinya menggandeng lengan sang paman untuk menuju altar pernikahan yang sangat sakral, Dave berdiri gagah dengan wajah berseri menatap sang wanita.
semua orang diam bungkam seribu bahasa saat melihat pasangan pengantin itu, Valera dan Remigio yang duduk di kursi keluarga hanya bisa tersenyum melihat keduanya.
" Aku berjanji akan mencintai Gloria seumur hidupku tuan. " ucap Dave singkat dan padat lalu mulai meraih tangan Gloria untuk menuju pemberkatan. Bukan hanya Gloria tapi Dave juga gugup bukan main.
Gloria dan Dave sama-sama saling berhadapan satu sama lain, manik abu Dave menatap lekat-lekat manik milik Gloria, senyum manis tersemat dibibir keduanya.
Gloria dan Dave sama-sama mengucap janji suci pernikahan tanpa kendala apapun, para tamu yang hadir larut dalam acara hingga seseorang mengatakan sah baru mereka tersadar.
Akhirnya kau menikah Dave, sudah cukup kau mengikutiku dengan mengabdi. Kini saatnya kau berbahagia dan membina rumah tangga mu sendiri. Batin Valera.
nyonya Lauren memeluk sang putri dengan erat, Gloria menangis memeluk sang ibu dengan tersedu, Dave membungkuk hormat pada nyonya Lauren.
" jagalah putriku Dave, jangan pernah sakiti dia " pesan nyonya Lauren dan Dave mengangguk mantap lalu meraih pinggang sang istri.
" nyonya tenang saja, Gloria sudah menjadi bagian dari hidup dan mati ku. " ucap Dave menatap Gloria dengan penuh cinta. Nyonya Lauren tersebut geli melihat tingkah malu-malu putrinya itu.
acara berlangsung meriah dan lancar, para jajaran king berbondong-bondong memberikan ucapan selamat kepada Dave dan Gloria, hingga sepasang pengantin itu berhadapan dengan Valera dan Remigio, Gloria langsung memeluk kakak sepupunya itu dengan erat.
__ADS_1
" terimakasih kak, terimakasih. Kau memang yang terbaik jika kau tak membantu mungkin aku tak akan pernah menikah dengan lelaki yang ku cintai " ucap Gloria tulus dan Valera mengelus lembut punggung adik sepupunya.
" sudahlah, nikmati hari mu menjadi pengantin yang berbahagia, jangan fikirkan yang lainnya. " ucap Valera dan Gloria mengangguk seraya tersenyum tipis. Valera beralih menatap Dave dan lelaki bermanik itu menunduk sopan dihadapan sang lady " selamat datang di keluarga ku Dave, kau sekarang menjadi bagian dari keluarga kami. " ucap Valera dengan tulus lalu memeluk Dave sekilas, Dave balas memeluk Lady nya itu " kau sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri Dave " ucap Valera lagi.
" terimakasih lady, karena mu hidupku menjadi lebih berarti, dan menemukan cinta sejati ku " ucap Dave dengan tulus dan Valera terkekeh dibuatnya.
Remigio tersenyum samar dan segera membawa sang istri untuk memberikan waktu berdua bagi sepasang pengantin baru itu.
******
PRANGGG
" ahhhhhhhh " teriak tuan Gil dengan memecahkan sebuah gelas kristal miliknya hingga pecah berserakan dimana-mana, para maid yang berada di mansion tersebut hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa.
Tuan Gil mendapatkan kabar jika Gloria putrinya telah menikah dengan Dave tentu saja ia marah bukan main, terlebih ia tak bisa berpergian ke negara Paris karena telah dideportasi oleh keponakannya sendiri.
" sialan !! ini semua gara-gara kalian. Kalian terlalu ikut campur, lihat saja apa yang akan aku perbuat nanti " marah nya dengan terkepal erat menahan amarah.
Tuan Gil telah dipulangkan paksa oleh Dave dan beberapa orang king lainnya atas perintah sang Lady, bukan tanpa alasan Valera tak mau pernikahan Gloria dan juga Dave mendapatkan kendala atau masalah yang tak disangka-sangka nantinya.
Lelaki yang telah dipilih tuan Gil untuk menjadi suami Gloria kini tak mau lagi berurusan dengan nya, bahkan beberapa bisnis yang terjalin mengalami kendala karena penolakan Gloria.
nafas tuan Gil memburu kala mengingat perkataan tuan Ramius tentang jati dirinya dulu. Tapi kini semua telah berubah tuan Gil mempunyai perusahaan sendiri walau tak sebesar perusahaan keluarga istrinya itu.
" awas saja, aku akan menghancurkan kalian. '' desis tuan Gil lagi.
Tuan Gil terlihat berjalan cepat menuju kamar nya dengan sang istri dan tuan Gil terlihat sedang mencari sesuatu disana, bahkan lemari yang menyimpan koleksi pakaian sang istri tak luput dari incarannya.
tuan Gil terus mengacak-ngacak kamar nya sendiri hingga sebuah brankas mini dengan kata sandi yang menutupi pintunya, seketika tuan Gil menatap binar pada benda berwarna hitam itu.
" Ya pasti disana. Lauren pasti menyimpan asetnya disana. Aku harus segera mengambilnya, persetan dengan mu. Ucapan kakak mu sungguh membuatku sakit hati '' ucap tuan Gil dengan sorot mata yang tajam menatap benda tersebut.
tuan Gil terlihat berusaha membuka brankas tersebut dengan memasukkan kata sandi yang menurutnya benar tapi nihil semuanya gagal dan brankas itu tak bisa terbuka.
" sial !! " maki nya lagi. " Aku harus cepat membukanya. Setelah itu aku akan pergi untuk balas dendam " ucapnya yakin. " dan untuk mu Gloria dasar putri sialan " makinya lagi.
tanpa tuan Gil sadari sebelum kepergian Lauren menuju Paris, wanita itu telah memasang cctv tersembunyi di kamar pribadinya.
__ADS_1
Lauren yakin jika sang suami akan melakukan sesuatu hal, itu sebabnya ia telah mempersiapkan semua ini dengan rapi tanpa sepengetahuan tuan Gil sendiri.