Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
slow


__ADS_3

tiga hari berlalu paska kejadian di Australia kini kondisi nyonya sofhia susah berangsur baik bahkan Valera pun belum menemui para jajarannya di markas, dan vyan kini ia harus kembali bekerja ke perusahaanya.


Valera sudah memutuskan untuk bergabung di perusahaan keluarganya tentu saja vyan dan tuan ramius sangat senang, karena bergabungnya Valera di perusahaan sangat di tunggu oleh kakaknya


belum juga perusahan Harson Crop's sangat diminati serta menjadi perusahaan nomor satu di Prancis,


Valera memutuskan untuk pergi ke markasnya dengan mengunakan motor sport miliknya, para pengawal dengan sigap menunduk hormat pada Valera


****


sedangkan di markas utama Dave sedang sibuk meninjau beberapa usaha lainnya milik sang lady, Dave di buat pusing seketika


'' kau kenapa ? " ucap Thomas yang duduk disampingnya dengan membawa dua cangkir kopi ditangannya lalu ia menyodorkan salah satunya untuk Dave


" terimakasih, aku tidak apa-apa hanya saja sedikit sakit kepala " ucap Dave dan Thomas hanya mengangguk kan kepalanya pelan dan mereka mulai menyeruput kopi secara bersamaan


" bagaimana dengan mafia Jepang ? apakah ada pergerakan ? '' ucap Thomas dan Dave langsung menghentikan aktivitasnya dan seketika ia terdiam lalu dengan cepat membuka salah satu laptop miliknya


Thomas ikut kebingungan dengan reaksi yang Dave berikan seolah-olah ia tidak meninjau serta tidak mengawasi mereka beberapa hari ini


Dave terlihat menghembuskan nafasnya kasar dan langsung memejamkan matanya kembali


" untung saja belum ada pergerakan dari mereka, jika ada mungkin aku sudah mati berdiri " ucap Dave asal dan Dave hanya menatap datar Thomas


dimana mereka akan melakukan peperangan lagi ! Thomas hanya menelan ludahnya kasar


" aku menunggu hari itu '' ucap Thomas dengan ekspresinya yang tidak memungkinkan dan Dave hanya tersenyum tipis dengan ekspresi yang Thomas berikan. Maklum Thomas baru saja bergabung dengan King kemungkinan ia terlihat syok dengan kejadian saat di Australia kemarin


Valera sudah sampai di markasnya bahkan para pengawal terkejut dengan sang lady yang menggunakan motor sport berwarna merah itu


Valera langsung bergegas menuju ruang kerjanya tanpa memperdulikan para anak buahnya yang menunduk hormat itu


Valera dengan cepat membuka laptop miliknya untuk melihat pergerakan apa yang seharusnya Valera lakukan setelah Aldebaran. Valera harus segera menyelesaikan beberapa parasit yang terus menganggu dirinya bahkan mengancam keselamatan keluarganya


seketika Valera memijit-mijit pangkal hidung nya yang terasa berdenyut ringan itu, keberangkatan nya ke Hongkong untuk menelusuri Selak beluk mafia yang dipimpin oleh Ben Nataphon, para mafia Jepang yang sudah membantu Raymond untuk menyerang markas king kala itu, data-data orang yang ditandai dalam jajaran Remigio termasuk Esme yang paling Valera tandai ia merupakan wanita yang paling patut untuk diwaspadai serta beberapa data yang dicurigai dalam jajaran King lainnya


" lihatlah selalu ada saja musuh yang bertambah itu membuatku semakin geram, " ucap Valera, mereka telah berani mengusik sang lady berarti mereka sudah tau akan konsekuensinya. Valera sedang menatap tajam photo Esme disana dimana Valera tidak akan melupakan kejadian sewaktu di acara pernikahan Romeo


" aku harap kau tidak akan membuat masalah dengan cepat " ucap Valera yang menatap photo Esme " karena aku tidak punya waktu banyak untuk meladeni mu, jika kau ingin benar-benar bermain dengan ku bersabarlah sampai urusanku selesai setelah itu aku akan menunjukan permainan yang sesungguhnya kepadamu " ucap Valera tersenyum miring


lalu ia menutup laptopnya sedikit kasar lalu ia beranjak keluar dari ruangan miliknya itu, Valera memasuki ruang kendali untuk memantau langsung dan melihat apakah ada sesuatu yang dicurigai di luar sana


dua jam Valera duduk di kursi berwarna hitam itu senantiasa terus memperhatikan layar monitor yang dapat melihat serta memantau sekeliling markas


aman semuanya aman bahkan tidak ada pergerakan yang dicurigai disana bahkan pasukan Phoenix pun ikut memantau keamanan markas walaupun alat-alat canggih hampir dipasang di seluruh markas untuk berjaga-jaga

__ADS_1


Valera keluar dari ruangan itu lalu menuju tempat latihan Daniel,


Valera tersenyum kala melihat Daniel yang sedang serius berlatih bahkan kini daniel terlihat lebih dewasa karena otot-otot tangan serta dadanya mulai membesar


para pelatih yang melihat kedatangan nona nya langsung menunduk penuh hormat bahkan Daniel pun ikut terkejut dan spontan ikut menunduk Valera hanya tersenyum melihatnya


" bagaimana kabar kalian " ucap Valera


" kabar kalau baik lady " ucap mereka serempak dan Valera mengangguk mantap lalu pandangnya berlatih kepada daniel


" kau semakin pandai berlatih Daniel aku bangga padamu " ucap Valera dan Daniel menunduk sedikit


" itu semua berkat para pelatih yang membuat ku seperti ini kak, '' ucap santai Daniel dan Valera hanya terkekeh dibuatnya, Daniel lalu tersenyum kapada Valera


" baiklah lanjutkan lah latihan mu Daniel '' seru Valera dan Daniel mengangguk patuh lalu Valera berjalan meninggalkan mereka


Valera mencari keberadaan Dave dan Thomas tapi tak ditemuinya dan Valera yakin mereka ada di dalam kamarnya masing- masing membuat Valera sungkan untuk memasukinya karena itu adalah salah satu ruangan yang sangat privasi


Valera duduk di balkon halaman belakang markasnya dimana pemandangan di depanya sungguh indah halaman luas persis seperti lapangan golf yang banyak ditumbuhi pepohonan rindang


Valera menghirup udara disana dalam-dalam sesekali mata tajamnya menelusuri keadaan sekitar, lalu ia melihat dua singa jantan yang sedang berlatih dengan para pelatihnya Valera tersenyum senang karena melihat tubuh mereka yang besar dan gembul


Valera ingat sudah lama sekali ia tidak berinteraksi dengan para hewan peliharaan nya ada rasa takut terselip saat ia ingin mendekatinya, Valera mencoba untuk berjalan ke arah mereka melalui tangga otomatis melalui balkon disana


seorang pria bertubuh tegap dan berkepala plontos yang berpakaian kaos tanpa lengan menunduk hormat pada Valera dan Valera hanya mengangguk pelan


dari jarak yang terbilang sangat lumayan dekat dimana kedua singa jantan itu sedang menatap lekat lekat kepada Valera begitupun sebaliknya saat Valera hendak mendekati para anak buahnya melarang membuat Valera terkejut seketika


" aku ingin mencobanya, kalian berjaga saja " ucap Valera tegas dan ketiga anak buah king itu hanya mengangguk patuh


Valera berjalan dengan langkah tegasnya dimana kedua singa jantan itu seperti sedang memperhatikan mangsanya para penjaga dengan sigap dengan peluru biusnya untuk berjaga-jaga


" Haii.. long time no see " ucap Valera kepada kedua singa jantan itu, jarak mereka kini sudah terbilang dekat dan Valera tanpa ragu melangkah kan kakinya lebih maju lagi seakan-akan jiwa petarungnya muncul dan mendorong untuk lebih maju


" Aumm " kedua singa jantan itu mengaum dan Valera justru terkejut akan suara itu, " Aummm ". lagi-lagi singa jantan itu mengaum tapi tatapan dari kedua singa jantan itu seketika berubah menjadi sendu Valera yang mengetahuinya hanya tersenyum tipis


" come on, baby " ucap Valera yang merentangkan kedua tangannya seakan-akan meminta untuk dipeluk


para penjaga sudah waspada dibelakang sang lady dengan wajah yang sangat cemas dimana pemikiran mereka sang lady berakhir dan tewas di terkam kedua singa jantan nya


kedua singa itu berjalan secara perlahan dengan tatapan sendunya Valera yakin mereka masih mengenali tuan nya, dan benar saja mereka berlari menuju Valera dan mengelilinginya Valera yang senang itu ikut bercengkrama dimana salah satunya mempunyai sifat manja


Valera duduk diapit kedua singa jantan itu Valera mengelus keduanya dengan sangat lembut Bahkan sampai kedua nya memejamkan mata,


sedangkan salah satu pengawalnya memberi tahukan keberadaan sang lady kepada Dave dan Thomas dengan sigap mereka segera menghampiri keberadaan sang lady

__ADS_1


***


disisi lain kondisi Aldebaran semakin tak karuan dimana dirinya mengamuk tidak jelas bahkan kedua putranya sampai dibuat pusing karena mendengar suara teriakannya itu


Aldebaran selalu melempar barang yang berada di kamar tahanan nya, para penjaga yang melihat itu menjadi geram dan tanpa harus menunggu titah sang lady kedua kaki Aldebaran di rantai tapi kedua tangannya masih dibiarkan bebas


" lepaskan aku dari sini ! akan ku balas kau wanita sialan " teriak Aldebaran lagi dengan mata yang memerah bahkan Ben yang mendengarnya pun ikut pusing karena suara kegaduhan dimanan kondisi kesehatan Ben menurun karena faktor usia


" heii kalian dengar cepat keluar kan aku dari tempat terkutuk ini " ucap Aldebaran dan para penjaga hanya menghiraukan nya walaupun mereka sudah sangat risih akan suara teriakan milik Aldebaran


satu jam berlalu Valera bersama Dave dan Thomas memasuki area para tawanan nya, dengan langkah tegas dan aura kepemimpinan yang kuat semua anak buah king menunduk hormat


Dave dan Thomas hanya memasang wajah datar tanpa senyuman sama seperti sang lady


Valera berhenti di ruangan milik Chaiden


CEKLEK


seorang pria sedang duduk dengan menatap ke arah Valera dengan tatapan yang sulit diartikan sedangkan Dave dan Thomas menunggunya di luar, Valera berjalan dan duduk disamping Chaiden yang sedang terus menatapnya


Valera tersenyum miring melihatnya


" ada apa kau kemari " ketus Chaiden dan membuang pandangannya ke arah lain


" hanya memastikan bahwa tahanan ku tidak mati secara mengenaskan " sinis Valera dan Chaiden terkekeh dibuatnya


" tapi sayangnya, aku tidak akan semudah itu untuk mati " smirk Chaiden dan Valera hanya tersenyum manis membuat Chaiden terpaku seketika


Valera langsung beranjak dan menjauh dari Chaiden lalu menutup pintu dan menguncinya kembali, Valera terus melangkah sampai pada akhirnya wajah Aldebaran terlihat menyedihkan disana


Valera membuka kunci pintu itu dan mendobraknya keras


BRAKKKKKK


aldebaran sungguh terkejut akan kedatangan Valera kali ini, sorot matanya tajam bagaikan pedang yang siap kapan saja menghunus


" hai " sapa Valera polos dan tentu saja Aldebaran sangat marah


" dasar wanita sialan ! lepaskan aku dari tempat terkutuk ini ! " pekik Aldebaran tapi valera hanya tertawa pelan


" jangan berteriak padaku ! '' geram Valera dan Aldebaran terdiam seketika dan masih menatap Valera dengan tajam


" aku mempunyai hadiah untuk mu Aldebaran " smirk Valera dan Aldebaran hanya menatap sinis


melihat ekspresi yang Aldebaran berikan membuat Valera tersenyum penuh kemenangan, mungkin sekarang ia bisa bersikap tak peduli tapi lihat saja nanti setelah apa yang Valera berikan akankah Aldebaran masih bersikap seperti ini?

__ADS_1


__ADS_2