
" Vale kau tidak apa apa " tanya vyan kepada valera adiknya yang terlihat sangat kesal dengan wajah yang di tekuk nya
" tidak ! penggemar mu sangat barbar " ucap valera dengan ketusnya, vyan hanya diam memperhatikan adiknya yang sedang berwajah kesal " kenapa dia terlihat begitu mengejar mu " tanya Valera lagi
" entahlah aku pun tak memahami nya, dia itu putri pengusaha parfum ternama aku bertemu dengan ayahnya sekitar dua tahun lalu saat kami menjalin kerja sama dengan produk parfum nya " jelas vyan lagi dengan santainya dan valera Hanya menyipitkan matanya
" apa kau pernah melakukan sesuatu bersama dengan dia " ucap Valera menyelidik sontak perkataan Valera membuat vyan melebarkan matanya, ia cukup waras untuk bermain hal seperti itu walaupun mau tapi vyan tak akan melakukan nya dengan wanita sembarangan
" kau ini bicara apa Vale, " ketus vyan lagi
saat Valera akan bertanya lagi seseorang sudah mengetuk pintu ruangan vyan
Tok Tok Tok
" masuk " ucap vyan dengan suara lelakinya yang sangat tegas dan tenyata Leonel dan George yang berada di balik pintu itu, George segera berlari ke arah Valera dan Leonel pamit mengundurkan dirinya
vyan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kebesarannya lalu ia memejamkan matanya, ketampanan seorang vyan bertambah saat rambutnya sedikit berantakan seperti ini, Valera hanya diam memperhatikannya
" apa uncle mengantuk ?" tanya George dengan polosnya lalu vyan melirik ke arah George dan tersenyum
" tidak, uncle hanya lelah saja " ucap vyan kepada George, Valera masih diam membisu di tempatnya dan vyan pun melirik sekilas kepada adiknya
" kak, kenapa aku tidak pernah melihat mu membawa seorang wanita ?" tanya Valera dengan wajah lugu nya
" belum ada wanita yang tepat Vale, aku tidak mau wanita itu memandang ku hanya dari kekayaan ku saja, aku ingin dia menerima ku Apa adanya jika suatu saat nanti aku menemukan wanita yang seperti itu aku akan membawa nya langsung dan memperkenalkan nya kepada orang tua kita " jelas vyan lagi panjang lebar dan Valera tersenyum mendengar penjelasan sang kakak ternyata dia tipe yang sangat hati hati terhadap wanita
" pemikiran mu sangat bagus kak " ucap Valera dengan senyum miring nya dan vyan pun hanya terkekeh saja sembari memainkan jari jarinya pada keyboard di laptopnya
waktu semakin sore akhirnya vyan memutuskan untuk pulang bersama dengan Valera dan George, mereka keluar dari ruangan itu secara bersamaan terlihat sang sekretaris sudah mulai berkemas.
mereka berpapasan dengan Leonel disana mau tidak mau Leonel pun pulang bersama dengan tuan dan nona mudanya.
para karyawan sudah mulai sepi karena ini sudah waktunya mereka pulang tanpa lembur bekerja. Dibalik sikap tegas dan dingin nya vyan tipe bos yang sangat perhatian kepada para karyawannya baik pria maupun wanita.
vyan mengendarai mobilnya sendiri begitupun dengan valera dan Leonel pun mengendarai mobilnya masing masing, rumah Leonel tak jauh dari rumah utama keluarga Harson.
tak ada yang tahu akan perasaan Leonel terhadap adik dari tuannya itu, Leonel cukup tahu diri akan derajatnya ia tidak berani terang terangan bahwa Leonel memiliki perasaan terhadap Valera Harson
mobil vyan terlebih dahulu sampai di rumah utama, baru di susul oleh valera di belakang nya
para pengawal berhamburan menyambut kedatangan tuan serta Nona mudanya,
" selamat datang tuan dan nona " ucap para pengawal dengan serempak Vyan hanya mengangguk dengan wajah datar nya sedangkan Valera bersama George membalasnya dengan senyum tipis, terlihat ada Pram disana Valera yang tahu ada sesuatu dengan Pram menyuruh Prada untuk membawa Goerge beristirahat di kamarnya
sedangkan vyan langsung menuju kamarnya
__ADS_1
" ada apa Pram " ucap Valera yang mendudukan dirinya di sebuah sofa lalu menatap ke arah orang dengan raut wajah yang sangat datar
" maaf nona, Thomas ingin meminta ijin kepada nona untuk mengunjungi makan tuan Macky dan untuk Asnee dia ingin bertemu dengan nona " ucap Pram menjelaskan kepada
" baiklah aku akan pergi ke markas, kau jaga disini aku takut akan ada orang lain lagi yang mengawasi mansion ini " ucap Valera lagi kepada pram, tanpa mengganti pakaian nya tanpa membersihkan diri Valera langsung melaju kan mobilnya ke markas utama untuk menemui Thomas beserta Asnee.
sudah beberapa hari setelah mereka melakukan misi di Piana Valera belum bertemu dengan yang lainnya karena sibuk menghabiskan waktunya bersama George ia pun harus membagi waktunya antara pekerjaan dengan George.
Valera melaju kan mobilnya dengan sangat kencang seakan tak takut dengan sesuatu hal yang terjadi menimpanya ya karena Valera sangat handal dalam hal mengemudi sekitar tiga puluh menit Valera sudah tiba di markas para anak buah king menunduk hormat kepada Valera
Valera langsung duduk di sofa yang sudah tersedia, dia memang kelelahan karena seharian menemani George dan sekarang dia harus bertemu dengan para orang orang kepercayaan nya, Valera memejamkan matanya untuk sesaat agar rasa lelah nya cepat menghilang tapi tanpa sadar Valera justru terlelap tidur diruang besar itu, para pengawal dan pelayan yang melihat Valera tertidur di sofa tidak berani untuk membangunkan Valera, lalu salah satu pengawal berlari menuju ruangan Dave
tok tok tok
" masuk " suara bariton pria terdengar sangat menggema, pengawal itu terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu Dave yang melihat tingkah anak buahnya hanya mengerutkan dahinya " ada apa ?" tanya Dave
" hmm.. maaf tuan dave, dibawah ada lady tuan " ucap salah satu pengawal memberi tahu Dave, Thomas yang kebetulan membuka pintu kamarnya karena bersebelahan dengan Dave langsung ikut bergabung dengan pengawal itu
" baiklah, aku akan turun " ucap Dave lagi sambil beranjak berdiri
" tapi, lady tertidur di sofa tuan " ucap pengawal itu takut takut sontak membuat Dave dan Thomas terkejut mereka langsung tergesa gesa turun kebawah dan benar saja nona nya tengah tertidur sangat pulas
" sejak kapan nona berada di situ " tanya Thomas lagi,
" kau mau apa " ucap Valera heran yang melihat Dave dengan jarak yang sangat dekat
" maaf nona, tadinya saya akan membopong Nona menuju kamar, karena nona tertidur di sini " ucap Dave jujur dan Valera pun langsung memposisikan dirinya sebaik mungkin.
" ohh tidak usah, Thomas aku mendapat kabar dari Pram bahwa kau ingin berkunjung ke makam Macky " tanya Valera dengan suara pelan nya
" benar nona " ucap Thomas membenarkan
" baiklah besok kita akan pergi bersama " ucap Valera sembari tersenyum samar dan Thomas pun mengangguk dengan perasaan senang
" dimana Asnee, " tanya Valera lagi
" dia sedang berlatih nona " ucap Dave lagi
" tolong panggilkan dia " ucap Valera dan salah satu pengawal langsung bergegas memanggil Asnee, tak lama Asnee pun datang dengan tubuh yang berkeringat, ia hanya memakai kaos singlet berwarna hitam tubuh tegap nya sangat jelas terlihat yang memperlihatkan otot otot dadanya dengan kulit putih yang khas serta berwajah Asia menjadikan Asnee lelaki yang sungguh menggemaskan. Valera memang dikelilingi orang-orang tampan disekitarnya
" Anda memanggil saya nona " tanya Asnee dengan sopan dan tidak berani menatap Valera yang sedang menatap dirinya dengan intens
" aku mendapatkan kabar dari pram, katanya kau ingin bertemu denganku ?" tanya polos Valera lagi dan Asnee pun mengangguk " katakan " lanjut Valera lagi yang masih saja duduk di sofa nya
" ijinkan saya bertemu dengan Ben nona, saya ingin membalaskan kematian jenny padanya " ucap Asnee dengan wajah memerahnya Valera hanya santai menanggapi permintaan orang baru nya itu
__ADS_1
" ikut aku " ucap Valera yang diikuti oleh Dave Thomas dan juga Asnee di belakang nya, mereka memasuki ruang bawah tanah yang sangat luas ini pertama kalinya Asnee menginjakan kakinya Disini setelah beberapa hari Asnee tinggal di markas king, Asnee mengerutkan keningnya saat melihat banyak para tawanan disana sampai akhirnya langkah mereka terhenti di salah satu ruangan
CEKLEK
Valera membuka pintu ruangan itu terlihat Ben sedang duduk dan menatap dengan pandangan yang kosong lalu detik kemudian dia bangkit dan tersenyum saat melihat sosok Asnee di belakang Valera
" hahaha sudah ku bilang dia akan membebaskan ku " ucap Ben dengan penuh percaya diri, tubuh nya sangat lusuh dan lemah. Asnee yang melihat itu hanya menatap dengan pandangan yang penuh kebencian
" percaya diri sekali " gerutu Valera dengan wajah kesalnya, Ben berusaha bangkit untuk menghampiri Asnee tapi seketika mantan orang nya itu memundurkan tubuhnya agar menjauh membuat Ben merasa heran
" kenapa ?" tanya Ben Dengan muka polosnya
" kau bilang kenapa, justru aku bersyukur bahwa nona Valera menyekap mu di dalam sini, tapi itu tidak sebanding dengan apa yang kau perbuatan dengan jenny ku " ucap Asnee dengan geramnya sungguh sekarang Asnee sangat membencinya .
" apa maksud mu aku tidak mengerti " elak Ben dengan masih menunjukan muka polosnya seolah tidak mengerti apa apa, Valera yang melihat itu hanya menyunggingkan senyumannya
" berhenti berpura pura dihadapan ku, aku sudah tau semuanya !" teriak Asnee dengan berapi rapi lalu detik kemudian Ben menatap tajam ke arah Valera
" pasti wanita sialan itu yang menghasut nya, kau jangan percaya dia Asnee kau harus mempercayai ku " pekik Ben lagi tapi Asnee hanya tertawa seolah olah meruntuki kebodohan Ben saat ini
" jangan menghina nona ku tuan Ben, kau bukan lagi majikan ku !" ucap sinis Asnee yang menatap tajam mantan tuan nya itu, Ben semakin geram dengan keadaan nya saat ini orang yang selalu di andalkan nya berpaling dan berkhianat serta berpihak pada musuhnya
" tidak bisa, aku tetap tuan mu !" teriak Ben semakin frustasi lalu menggelengkan kepalanya dengan kasar Valera yang melihat itu langsung terkekeh menggelikan Dave dan Thomas hanya saling pandang saja tanpa bersuara " aku harusnya sudah membunuh mu saat kau masih dalam kandungan sofhia dulu dasar wanita sialan " teriak Ben dengan lantang lalu ia berlari menghampiri Valera dan ingin menyerang nya lalu dengan sigap ketiga lelaki itu menghadang Ben dan mencengkram Ben sangat kuat
" jangan pernah kau berani berani menyentuh Nona ku " pekik Dave yang ikut tersulut emosi nya, Ben terus berontak meminta untuk dilepaskan
" dasar sialan lepaskan, aku akan menghajar wanita tidak tau diri itu " geram Ben mulutnya seperti seorang wanita saja
" ckk.. kau berani beraninya berteriak padaku bahkan di tempat ku ben, apa kau tak takut mati ? dan kau mengatai ku tidak tahu diri ? sebutan itu lebih pantas untuk mu, kau jangan lupa dengan rencana mu yang ingin melenyapkan ayah ku untuk merebut ibuku dari genggaman suaminya hanya karena cintamu yang tak terbalas Ben, kau itu hanya terobsesi akan ibuku serta rencana mu lainnya yang ingin merebut king dari tangan ku " teriak Valera dengan mata berkilat marah ia tidak bisa mengontrol emosinya saat kini Ben yang melihat Valera marah hanya tertawa mengejek ia sudah seperti orang gila
" hahaha seharusnya ayahmu tidak ada di antara aku dan sofhia, aku menyesal telah berteman dengan nya karena dia sofhia ku berpaling dari genggaman ku itu semua karena ramius sialan itu.." teriak Ben
BUGHHHHHH
Valera memberikan bogem mentah ke arah wajah Ben sampai ia tersungkur dan kepalanya membentur lantai, Thomas hanya meringis melihat nya Dave dan Asnee hanya tersenyum mengejek seolah sedang menikmati siksaan Ben oleh lady nya
" dasar tidak tahu diri kau lah yang selalu ingin menghancurkan keluarga ku, tapi untungnya wanita sialan ini yang akan menghancurkan mu terlebih dahulu " seringai Valera semakin menakutkan Ben yang melihat nya justru menjadi gemetaran tatapan nya menjadi penuh ketakutan
" tolong jangan bunuh aku, aku mempunyai seorang putri pasti dia akan bersedih melihat ayahnya tewas " ucap Ben dengan memelas kepada Valera, kali ini ia sungguh memikirkan putrinya Yasmin bahkan ia belum juga mendengar suara putrinya Sampai saat ini, Valera yang mendengarnya sedikit iba dan sedikit ragu untuk melenyapkan Ben, sesaat Valera terpaku dengan perkataan Ben barusan " aku tahu kau wanita yang baik hatimu sangat luas untuk memaafkan ku, aku mohon maafkan aku Valera, aku berjanji tidak akan pernah menganggu keluarga mu lagi aku berjanji " ucap Ben dengan suara isak nya kini ia sedikit menyesal karena telah berbuat hal buruk di masa lalunya, yang ia fikirkan hanyalah putrinya ia tidak tega melihat putrinya yang akan menangis ketika mengetahui ayahnya tewas, Valera masih menatap lurus tanpa ekspresi Dave yang mengetahui Nona nya bingung hanya diam saja berbeda dengan Asnee yang terlihat geram lalu ia menarik tubuh Ben secara kasar dan memberikan pukulan pukulan nya kepada Ben ia melampiaskan amarahnya untuk kematian jenny Ben terus meringis kesakitan bahkan dirinya meminta ampun kepada Asnee tapi Asnee yang sudah gelap mata semakin bersemangat menyerang ben yang sudah lemah tak berdaya
" hentikan Asnee " teriak Valera yang membuka suaranya Valera memberi kode kepada Dave untuk menghentikan Asnee dengan sigap Dave menarik tubuh Asnee agar menjauh dari Ben yang sudah benak belur di hajar oleh Asnee
" mengapa kau membunuh orang yang kucintai, aku begitu setia mengabdi padamu bahkan semua perintah mu aku selalu menjalankan nya dengan baik tapi mengapa kau Dengan teganya membunuh seorang wanita terlebih dia kekasihku " isak Asnee ia masih tidak terima dengan kematian kekasihnya, hatinya mencelos dadanya terasa sesak ia sungguh tak menyangka jika penyebab kematian jenny karena di bunuh oleh Ben tuannya sendiri, Valera hanya diam saja tanpa mau bersuara di satu sisi dirinya sangat benci di satu sisi dirinya masih memikirkan hal lain bahkan terlihat bimbang dan ragu untuk mengambil keputusan bagaimana pun valera seorang wanita dan seorang anak bagaimana jika hal itu terjadi dalam hidupnya
" bangunlah Asnee aku tahu perasaan mu, tinggalkan tempat ini " ucap Valera dengan tegasnya dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Ben. Thomas dan Dave menenangkan Asnee yang masih terisak lalu mereka meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai nya .
__ADS_1