
valera memekik kaget kala gedung itu meledak dan Remigio segera menarik tubuh Valera menjauh begitupun dengan yang lainnya bahkan Leo sampai tersandung dan jatuh ke tanah beruntung salah satu anak buah Remigio yang lain segera menarik Leo pergi menjauh
" benar-benar menyusahkan.. ehh lelaki itu kenapa kita meninggalkan nya " ucap Valera yang teringat jika salah satu dari mereka masih ada yang hidup dan entah sekarang dia bagaimana mana apakah ia tewas terpanggang
" biarkan saja, mungkin ia sudah gosong " ucap remigio asal dan Valera hanya mendelik kesal
BLUMMM
DUARRRR
DUARRRR
bangunan itu meledak lagi dan tak kalah hebat bahkan suaranya lebih besar dari yang pertama
" mereka sudah menyiapkan segalanya " gumam Remigio lagi
Valera menatap bangunan itu yang habis dan luluh lantah bobrokan bangunan itu hancur berkeping-keping dan mengeluarkan debu dan asap yang tebal
" tinggalkan tempat ini " ucap Valera tegas dan yang lainnya mengangguk cepat Valera yakin kini mereka akan mendapatkan masalah yang lebih besar karena CCTV akan menangkap pergerakan mereka
saat mobil mewah Remigio dan Valera meninggalkan tempat itu tak lama suara sirine mobil polisi terdengar disana, bahkan mereka berpapasan dengan para polisi
para polisi itu serempak menghubungi pemadam kebakaran, dan mereka mulai melakukan penyelidikan dengan sangat teliti bahkan CCTV yang berada disana rusak parah dan tak bisa digunakan dan tentu saja bukti-bukti nya hilang sudah, tapi para polisi-polisi itu terus saja mencari bukti nyata untuk mengetahui kebenarannya
****
Hari ini valera Dave dan Thomas memutuskan untuk pergi ke rumah yang cukup luas milik Macky dulu, mereka mencari sesuatu disana untuk menemukan setitik pencerahan mengenai Diandra
perjalan hanya memakan satu jam saja Valera tampak diam tanpa berbicara sedangkan Dave dan Thomas yang duduk di depan hanya melirik satu sama lain
satu buah mobil milik anak buah king melaju di depan mobil lady nya mereka siap mengawali kemana saja nona nya akan pergi
hingga mereka telah sampai di bangunan yang sudah lama ditinggalkan bahkan tidak di rawat sedikitpun rumah bercat Cream muda itu tampak terlihat lusuh walaupun luas bangunan itu sudah terbilang cukup
" Thomas apa kau sudah membawa kunci cadangan dan peralatan lainnya jika seandainya pintu ini tak bisa terbuka " ucap valera datar
" sudah nona " ucap Thomas dengan menenteng sebuah tas kotak yang berbentuk seperti koper dengan ukuran yang sangat kecil
" lakukan " titah Valera dan dirinya menunggu dan mulai mengamati lingkungan sekitar dimana rumah milik mendiang Macky itu sangat sepi dan jarang ada warga sipil yang melintas
hingga dua puluh menit berlalu pintu itu akhirnya terbuka lebar Thomas sampai menyeka keringatnya dan Dave yang melihat itu hanya terkekeh sembari mengejek
Valera berjalan dan mulai memasuki rumah itu dilihatnya semua barang dan letak tempat itu masih saja sama bisa terhitung jari Valera beberapa kali mengunjugi kediaman pribadi macky, Thomas yang baru saja pertama kali datang hanya diam tanpa berbicara ia memandang potret Macky yang tertempel rapi di dinding yang sudah berdebu bahkan Potret dirinya dan mendiang ibunya pun ada tersusun cantik disana
" Dave, suruh para anak buahmu untuk membersihkan rumah ini, aku ingin rumah milik Macky terawat kembali " lirih Valera dan Dave mengangguk setuju, lalu Valera mulai kerencana awal untuk menemukan sesuatu disana
CEKLEK
Valera memasuki kamar utama milik Macky dimana Kamar itu sungguh berdebu dan terdapat banyak sangkar laba-laba di sudut dindingnya
" huhh sepertinya aku harus menyuruh anak buah ku untuk ikut membersihkan ini " gumam Valera lalu ia mulai mencari sesuatu disana hingga pandangannya menangkap sebuah pigura kecil berisi sosok lelaki yang tak lain Macky dan seorang wanita cantik disana
" jadi benar, kau yang ia cari " lirih Valera lalu jantung nya berdegup kencang, saat mengetahui beberapa fakta tentang salah satu petinggi king yang sudah tiada itu
ya tuhan, aku harus bagaimana ? ternyata Malvin anak biologis Macky ! oh tuhan takdir macam apa ini. batin Valera lagi
__ADS_1
*****
PRANGGG
Remigio melempar vas bunga dihadapannya ia sangat marah karena ROLADEX sudah mulai mengusik dirinya di Prancis
" mereka benar-benar menguji batas kesabaran ku, dan sekarang mereka sudah berani menginjakan kakinya di sini " geram Remigio dengan nafas yang menderu
ROLADEX benar-benar gencar dan Remigio yang lengah karena tidak mengetahui jika mereka sudah sampai di Prancis
bahkan Remigio sempai mengabaikan para musuhnya di Amerika dan terlalu fokus pada permasalahan nya akhir-akhir ini.
Remigio kemudian menyalakan laptopnya untuk dan melakukan panggilan Vidio kepada Peter dan tak lama Peter pun menjawab panggilannya
" ada apa ? " tanya Peter
" tolong selidik para anggota ROLADEX yang melakukan penerbangan ke Prancis " titah Remigio dan Peter hanya mengangguk walaupun ia merasa bingung
sekitar dua puluh lima menit menunggu Remigio yang sudah tak sabar hanya menatap tajam layar laptop miliknya dan Peter mengabaikan tatapan tajam Remigio itu ia hanya fokus terhadap penyelidikannya
" mereka menggunakan pesawat komersial tidak ada data pesawat pribadi maupun jet atau helipad yang berlogo mereka " terang Peter dan Remigio hanya diam menyimak
" jika mereka menggunakan pesawat komersial lalu senjata-senjata mereka ? " ucap remigio yang menggantung dan terlihat seperti sedang berfikir sedangkan Peter hanya diam menatap tuannya itu
" pelabuhan ? " ucap Peter tiba-tiba
" ya kau benar ! terimakasih " ucap remigio langsung menutup panggilan itu, Remigio berencana untuk menyuruh anak buah nya menuju pelabuhan untuk mengintai apakah ada anggota ROLADEX atau kapal yang berlogo mereka
Remigio segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk melakukan tugas dan misi selanjutnya, Remigio merasa ruang pergerakan nya seperti dibatasi karena ini bukan wilayah kekuasaan nya dan ia pun harus berhati-hati
***
" selidiki organisasi ROLADEX yang berasal dari Amerika " ucap Valera tiba-tiba Dave langsung menatap kearah ladynya
" ROLADEX ? apa ada masalah dengan mereka nona ? " tanya Dave bingung
" tidak hanya saja saat aku dan Remigio sedang melakukan makan malam bersama direstoran C mereka tiba-tiba datang dan berkamuflase berpakaian pelayan, lalu kau tau sendiri apa yang terjadi selanjutnya ? mereka menyerang Remigio bahkan akupun ikut menjadi sasaran nya, " ucap Valera dengan tenang dan Dave langsung mengerti bahkan berita itu sudah tersebar di berbagai media berita
para polisi itu belum menemukan bukti-bukti yang terkait dengan kejadian pada malam itu bahkan semua CCTV rusak dan chipnya juga pun tak bisa digunakan bangunan itu kini sudah tak berbentuk, semuanya hancur dan sebagian warga sipil banyak menyayangkan kejadian hal itu, bahkan para polisi beramsumsi bahwa ada komplotan penjahat dan ******* di Prancis
" berani sekali mereka mengusik wilayah ku ! bahkan aku sudah menandai setiap penerbangan dari Amerika baik luar maupun dalam " jelas Valera lagi " kita akan melakukan patroli ulang kepada seluruh anak buah king yang berada di sini untuk mewaspadai setiap pergerakan apapun, terlebih pelabuhan " tegas Valera, dave dan Thomas mengangguk mantap
entah mengapa Valera merasa pelabuhan tempat nya para mafia berkamuflase disana, king akan melakukan penetralisiran secara besar-besaran sebelum hari the they king dilaksanakan
Valera beranjak dari kursinya dan segera menuju ruang kerjanya dimana ia harus melihat dengan detail siapa saja yang sudah membatu Esme hingga ia bisa masuk akses di Prancis bahkan ia bisa tau dimana letak kediaman kaluarga Harson saat itu
Valera menatap satu per satu data yang sudah Dave kumpulan di email pribadinya, satu senyuman tersungging di bibirnya membuat siapa saja langsung bergidik ngeri melihatnya
" ternyata selama kepergian ku ke Indonesia, mereka bisa dengan mudah mengelabui kakak ku, hmm tapi sekarang aku sendiri yang akan menyeretnya " desis Valera tajam dimana saya yang Dave kumpulan hampir rata-rata wanita hanya satu seorang lelaki yang dicurigai olehnya itu
jari-jari cantiknya berselancar manis di keyboard laptop miliknya untuk melihat dan mencari tau data mereka dengan sangat detail
Valera hanya tersenyum karena data mereka baru saja terakses beberapa tahun yang lalu yang artinya saat Valera tidak sedang memimpin king
" mafioso baru ! berani sekali mereka bermain dengan ku, karena kalian Esme hampir saja mencelakai keluarga ku " geram Valera dengan amarah yang meletup-letup tapi ia harus menahannya sampai hari besar itu tiba
__ADS_1
saat Valera tengah asyik membaca data-data para mafioso nya ponsel mahal itu berdering memecah konsentrasi dengan cepat Valera menekan tombol berwarna hijau dan seketika sambungan itu terhubung
Valera hanya diam mendengarkan kan penjelasan dari seseorang disana tapi keningnya mengkerut menandakan sesuatu disana
Valera memutuskan sambungan teleponnya dan langsung menekan tombol darurat yang akan terhubung ke seluruh bangunan markas, setelah itu Valera dengan cepat keluar dan menuju lantai bawah dimana hampir seluruh anak buah berkumpul disana, mereka memasang wajah yang tak menentu
" gudang persenjataan kita terjadi sesuatu ! Matt dan yang lainnya sedang menggempur penyusup, siapkan helipad milikku ! kita berangkat ke Lyon ! Dave dan Thomas ikutlah denganku dan sebagiannya tetap tinggal di markas lalu aktifkan senjata otomatis, Aku merasakan hal yang aneh " ucap Valera tegas dan semuanya mengangguk setuju lalu sebagian dari mereka segera bersiap dan akan menuju ke Lyon sedangkan sebagiannya segera berlalu dan meningkatkan kewaspadaan serta menghidupkan senjata otomatis selama sang lady tidak ada
Valera pun segera menghubungi Greta untuk melihat satelit di gudang persenjataan nya di Lyon dan Greta pun mengangguk patuh
hingga satu jam kemudian semuanya sudah siap deru baling-baling helipad berlogo king itu sudah mengendarai dengan sempurna di jalur kekuasaan nya
Valera yang baru saja beristirahat sejenak setelah kejadian dengan Remigio waktu lalu kini harus dihadapkan lagi dengan para penyusup yang memasuki kawasan king di Lyon
Valera mengutuk mereka dalam hatinya, dirinya sangat lelah dan sekarang ia harus bertempur lagi benar-benar dibuat menguras tenaganya sedangkan Dave yang melihat nona nya dalam mood yang buruk hanya diam saja bahkan ia mengurungkan niatnya untuk bertanya mengenai gudang persenjataan itu
*****
Lyon, waktu setempat
di gudang persenjataan yang di komandoi oleh matt karena kebetulan dirinya baru saja mengecek segala persenjataan yang baru saja dikirim oleh pihak Valera dari Valera industri
tapi tak disangka gudang rahasia milik king itu di masuki oleh para penyusup yang tak disangka-sangka membuat matt segera mengambil tindakan cepat
DODODORDODODOR !!
anak buah king terus meluncurkan pelurunya kepada pihak asing, atas arahan dari matt
" TEMBAK MEREKA !! " ucap lantang Matt yang sudah marah karena mereka berhasil mencuri salah satu senjata king
DODODORDODODOR !!
baik pihak king maupun pihak musuh saling meluncurkan senjatanya, bahkan Matt sudah memblokir wilayah itu atas inisiatifnya sendiri
pihak musuh tak menyangka jika tempat itu sudah dimodifikasi dengan apik bahkan terdapat listrik penyengat didalamnya
DODODORDODODOR !
" tak akan ku biarkan kalian hidup " pekik Matt lagi
DODODODOR !! ,
Matt yang berwajah tenang kini berbuah beringas dan menjelma menjadi sosok iblis yang sedang mengamuk bahkan para anak buah king ikut tertegun atas sikap dan perubahan yang Matt tunjukan
ahh sial, dari mana mereka sebenernya ? kenapa akhir-akhir ini king selalu mendapatkan masalah yang aneh terlebih ini ? penyusup, lucu sekali. batin Matt bergumam
para penyusup itu nekat pergi dan menjauh yang jelas-jelas wilayah itu sudah diblokir oleh Matt, entah apa ? mereka tak takut dengan ancaman itu !
hingga salah satu dari mereka tersengat listrik dengan tegangan tinggi
" aghhhhhh !!! to...long " ucap nya tercekat lalu tak lama orang itu lemas tak berdaya membuat para kawanan nya memekik kaget bahkan tertegun seketika, senjata yang king miliki benar-benar mengerikan
DODODORDODODOR !!! DODODODOR !!
AGHHH
__ADS_1