Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
tunggu tanggal mainnya


__ADS_3

tiga hari berlalu, keadaan Dave sudah baik dan semakin baik bahkan Gloria pun sudah sadar walaupun keadaanya masih lemah, kedua orang tua Gloria tidak diberi tahu mengenai masalah ini atas perintah Valera hanya nyonya Sofhia dan tuan Ramius yang mengetahui kejadian naas ini.


sedangkan Vyan selalu setia menunggu diri di samping ranjang Zizi, walaupun Zizi terlihat jengah dan sebagainya tapi ia justru membiarkan Vyan bertindak semaunya. Bahkan Vyan tak segan untuk membersihkan tubuh Zizi yang terasa lengket itu.


Valera saat ini berada di Gold mansion atas permintaa kedua orang tuanya serta sang kakak untuk tetap beristirahat di Mansion saja. Selama itu juga Valera menerima kabar jika Remigio mempunyai masalah dalam organisasinya di Amerika.


Sudah ku duga, ini akan terjadi. ! batin valera


Valera lebih memilih untuk bersantai di halaman belakang, sejenak ia melupakan kejadian-kejadian yang beruntun termasuk masalah Remigio. Valera yakin jika sang suami pasti bisa menyelesaikan segalanya dengan cepat.


Hari ini mansion terasa sangat sepi karena George sedang bersama dengan Malvin untuk bermain di luar di temani oleh Asnee dan lainnya. Sedangkan Daniel dan Aldo mereka sedang melakukan tour ke universitas-universitas ternama di kota itu.


Valera menikmati cemilan dan jus melon nya sesekali matanya menatap ponsel yang berada dalam genggamannya. Siang itu cuaca sangat terik, entah mengapa Valera melihat Riley berada tak jauh dari danau buatan yang berada di halaman belakang.


PRANGGG


valera tersentak dan terkejut saat mendengar suara pecahan yang tak jauh dari dirinya, tak lama para maid berlari dan berhamburan dengan raut wajah yang panik.


Bruce dan Frank datang dengan senjata di kedua tangannya, Valera kian bingung saat melihat itu semua terlebih suara tembakan peluru yang menggema di kawasan Gold mansion.


" nyonya Ada penyusup ! " pekik Bruce berwajah panik. Valera segera menuju ruang kendalinya dengan ditemani oleh Frank.


para anak buah king yang betugas untuk menjaga keamanan dan sekeliling Gold Mansion telah terlebih dahulu untuk menyerang dan melawan para penyusup itu.


jari-jari tangan Valera dengan lincah mengoprasikan komputer dengan alat-alat canggihnya. Frank dan Bruce tetap bersiaga karena suara tembakan itu kian beruntun dan semakin dekat.


" sial !! berani sekali mereka bermain-main dengan ku " marah Valera dengan sorot mata yang tajam.


" nyonya biar kami yang menyelesaikan semuanya, Ingat anda sedang mengandung, " ucap Frank dan Valera diam saja.


para penyusup berusaha untuk memasuki mansion tapi mereka kewalahan untuk melawan anak buah king yang sudah terlatih.


" bereskan semuanya, aku yang akan memantau dari sini " ucap tegas Valera dan kedua bodyguard itu mengangguk mantap.


valera telah mengaktifkan senjata otomatis di sekeliling Gold mansion, para penyusup itu benar-benar banyak dan terus berdatangan. Valera heran dari mana mereka tau tempat ini.


DODODORDODODOR !!


Bruce memberondong senjatanya kearah sayap kanan dimana para penyusup itu mulai berdatangan dan muncul dari arah sana.


DODODORDODODOR !!


AGHHH


SHOTTT


JLEBBB


AGHHH


mereka tidak akan bisa memasuki kawasan Gold mansion, serangan yang dilakukan anak buah king sudah membuat mereka kewalahan. Frank berada di sayap kiri untuk memberondong peluru-peluru nya dari sana.


Valera melihat jika ada beberapa mobil yang memasuki kawasan Gold Mansion dari radius dekat, Valera segera memantau melalui alat canggihnya.


" Berani sekali mereka !! " geram Valera saat melihat konvoi mobil yang akan memasuki kawasan Gold mansion.


valera telah menandai mobil-mobil itu dengan cepat dan dalam hitungan kesepuluh mereka akan meledak secara bersamaan.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!

__ADS_1


Valera hanya menikmati suara tembakan itu dengan duduk santai dan tenang, walaupun hatinya saat ini sedang marah tapi setidaknya Valera pun ikut mengambil bagian.


DUARRRR


DUARRRR


BLAMMM


suara itu memekikkan telinga, bahkan Bruce dan Frank terlihat menutupi kedua telinganya dengan keras. Valera tersenyum penuh arti.


Lalu valera mengaktifkan sound sistem yang terhubung di seluruh mansion, Valera mulai mendekatkan bibirnya di benda kecil lalu senyum tengilnya muncul seketika.


" Wow... Wow apakah kejutan nya sungguh menyenangkan ? hehehe itulah akibatnya jika berani memasuki kawasan ku. " ucap suara Valera menggelegar di seluruh kawasan


semua orang terperangah akan suara itu, Bruce dan Frank hanya saling lirik.


" Mati adalah pilihan kalian, welcome bung " ucap Valera lagi dengan suara datar dan dinginnya.


SHOTTT


JLEBBB


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


hancur sudah ? mayat bergelimpangan dimana-mana dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Para anak buah king hanya bisa menatap diam, mereka sudah tau jika ini perbuatan sang lady, sedangkan Frank dan Bruce menatap tak percaya.


valera turun saat ia sudah tak melihat pergerakan lagi di luar sana, wajahnya dingin dan datar bahkan alunan langkahnya membuat bulu kuduk merinding seketika.


" cari identitas mereka ! " ucap Valera tegas dan seketika para anak buah king langsung melakukan tugasnya dengan melucuti pakaiannya dan mencari identitas yang berada dalam atribut mereka.


Valera menatap datar para para mayat-mayat yang sudah tak bernyawa itu, salah satu anak buah king datang dengan membawa sebuah lencana yang tak asing di penglihatan Valera.


Bruce dan Frank hanya diam saat melihat ekspresi nyonya nya, lalu mereka ikut membantu para anak buah king menyeret mayat-mayat yang akan ia serahkan pada Hugo untuk menjadikan nya santapan hewan buas di Piana.


*****


Kabar tentang penyerangan penyusup di Gold mansion tidak ada yang tau selain pihak yang terlibat, Valera menekan para anak buahnya untuk tidak memberitahukan hal ini pada yang lainnya dan mereka hanya bisa mengangguk patuh pada perintah mutlak sang Lady.


ORTAXS ? jadi siapa kali ini yang ingin bermain-main denganku. geram Valera kala ia mengetahui jika orang-orang penyusup itu berasal dari anggota ORTAXS entah siapa yang mengendalikannya.


hingga pada malam harinya para anak buah king baru saja menyelesaikan pembersihan pada mayat-mayat yang bergelimpangan tak lama datang sebuah mobil mewah dan tenyata Daniel dan Aldo baru saja tiba.


kedua remaja itu terkejut saat melihat sekumpulan mayat dilemparkan ke sebuah mobil truk khusus berlogo king, Daniel menatap sekelilingnya ternyata ada sisa jejak pertempuran dan Aldo ia yang tak tau apa-apa mendadak jantungnya berdetak lebih kencang.


Daniel mengajak Aldo untuk masuk karena wajahnya terlihat sedikit pucat mungkin karena ia syok melihat apa yang baru saja ia lihat tadi.


sedangkan Valera ia berkutat pada layar monitornya untuk mencari tau kondisi terkini di Amerika, bahkan Valera memeriksa jalur penerbangan dan jalur air.


Benar-benar merepotkan, selama aku tidak turun tangan karena kehamilanku tenyata Greta kecolongan. Batin valera.


Tok Tok Tok


seseorang mengetuk pintu ruangan pribadi milik Valera, Valera segera mematikan sambungan yang terhubung dan segera membuka kan pintu untuk melihat siapa yang masuk.


" Daniel ? " Gumam Valera dan Daniel hanya tersenyum.


" Kak, apa terjadi sesuatu ? aku baru saja melihat jika banyaknya mayat-mayat di luar sana dan juga jejak dari sisa pertempuran " ucap Daniel langsung pada intinya.


" Ya hanya sekelompok kecil, tidak apa-apa dan jangan khawatir. Oh ya Daniel tolong jangan beritahukan hal ini pada siapapun " ucap Valera dan Daniel menatap bingung " rahasiakan ini, apa kau mengerti ! " ucap Valera sedikit tegas dan Daniel mengangguk mantap.

__ADS_1


" baiklah, jika begitu. Aku akan pergi beristirahat dan selamat malam " ucap Daniel dan Valera pun membalas ucapan selamat malam itu.


Keesokan harinya di ruang rawat Gloria tampak nyonya Shofia dan tuan ramius berada di sana, Dave menyapa kedua nya dengan sopan bahkan tuan Ramius merasa aneh saat melihat Dave yang selalu menempel pada Gloria bahkan terlihat sangat perhatian.


Gloria hanya tersenyum saat mendapatkan perhatian lebih dari sang kekasih, hatinya merasa bahagia dan Gloria merasa sangat beruntung bisa memiliki seorang dave dalam hidupnya.


" Gloria " ucap nyonya sofhia dan Gloria langsung menatap kearah bibinya itu. " bagaimana keadaan mu ? apa Sudah merasa lebih baik ? " tanya lembut nyonya Shofia dan Gloria mengangguk pelan.


" Aku sudah merasa lebih baik, bibi. Karena Dave merawat ku dengan baik '' ucap Gloria dengan tersenyum lembut menatap kekasihnya. Tuan Ramius memijat pelipisnya pelan, sungguh ia merasa jika akhir-akhir ini banyak cinta yang bertebaran dimana-mana.


" terimakasih Dave atas perhatiannya " tulus nyonya Shofia dan Dave mengangguk sopan dengan tersenyum kikuk.


lalu keduanya pamit dari ruangan Gloria untuk menjenguk Zizi sang calon menantu keluarga Harson, tampak Vyan selalu saja berada di dekat Zizi tak jauh berbeda dengan Dave membuat tuan Ramius menghela nafasnya secara perlahan.


*****


kedua insan yang sedang di mabuk asmara kini sedang menghabiskan waktunya berdua, mereka sedang berciuman penuh gairah, saling menyalurkan cinta dan perasaanya yang menggebu.


" Eghh " desah Elena saat Ed mengecup bahkan sedikit mengigit pangkal leher Elena dengan lembut. " Ed.. jangan seperti ini " tolak Elena dengan halus saat Ed mulai buas dalam aksinya.


Ed tak mengharukan perkataan Elena ia masih terus mencium aroma Elena dan mencium kecil leher itu membuat Elena bergerak tak nyaman, kedua tangan nya yang kekar kini sudah meremas bongkahan daging yang begitu menggodanya.


" Kau sungguh memabukkan " lirih Ed dengan suara berat nan tertahannya, Elena mencengkram erat bahu Ed dan sedikit meremasnya, Ed tersenyum kecil saat melihat reaksi Elena yang sungguh menggemaskan.


Ed meriah jari-jari tangan Elena, lalu mengecup punggung tangannya dengan mesra, Elena terbuai akan pesona Ed yang memiliki kulit eksotis, Dengan nakal Ed memasukkan jari telunjuk Elena ke dalam mulutnya, membuat Elena memekik kaget.


" Ed " gerutu Elena dan Ed tak perduli.


" nikmati saja babe " ucap Ed dan Elena memukul pelan dada bidang Ed. " Aku mencintaimu " ucap Ed lagi lalu mengecup singkat dahi Elena dan kemudian turun ke bibir Elena yang dipoles lipstik berwarna ungu tua yang begitu cocok untuk Elena.


" I love you more my Ed " ucap Elena dengan mesra.


Keduanya benar-benar menempel sejak Elena menyatakan perasaanya pada Ed, setelah perjuangan Ed yang berusaha untuk mendapatkan hati Elena. Kini ia berhasil dan akan membuat Elena menjadi miliknya seutuhnya.


Ed berjanji akan selalu mencintai Elena dan menjadi pendamping hidupnya dalam keadaan suka maupun duka. Ed tipikal pria yang memegang janji dan kesetian.


Tanpa mereka sadari, sejak penangkapan nyonya Leah apartemen milik Elena sudah di intai sekolompok mafia luar. Ed yang mengetahuinya hanya membiarkan mereka karena ia sudah tau jika semua ini akan terjadi.


Ed berencana akan membeli hunian baru untuk keduanya, jangan katakan jika Ed tak mampu membelinya. Saat ini ia akan memprioritaskan Elena untuk segala Hal, dan tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti wanita nya.


Elena bangkit dari pangkuan Ed dan beranjak menuju lemari es lalu mengambil sebotol minuman dingin dan meminumnya di balkon apartemen.


Ed yang melihat Elena hanya bisa memandangi wanita yang kini bertahta di hatinya, Ed bangkit dan memeluk pinggang Elena posesif.


" Aku tidak bisa jauh darimu " ucap Ed dan Elena terkekeh, pandanganya menyapu langit malam yang bertabur bintang dengan kemerlip cahaya, Mata Elena tak sengaja melihat beberapa orang di bagian titik yang sangat mencurigakan. Matanya memicing seketika.


apa mereka sedang mengawasi ku ? . batin Elena


" Apa yang sedang kau fikirkan ? " tanya Ed lembut.


" Ed " ucap Elena menggantung tapi sorot matanya yang tajam mengelilingi sekitar.


" Mereka pasti anak buah nyonya Leah " ucap Ed percaya diri dan Elena memicingkan matanya seketika " Anak buah Mrs OTO itu sebenarnya banyak. Hanya saja mereka tak bisa bertindak lebih tanpa adanya seorang pemimpin " jelas Ed dan Elena diam saja. " Mereka pasti mengincar mu saat ini ! Dan aku yakin anak Mrs OTO dan Nyonya Leah sudah mengetahui jika kedua orangtuanya menghilang " lanjut Ed dan Elena masih tetap diam.


" Hmm jadi begitu ? jika mereka mengincar ku ! maka mereka pun mengincar mu juga " sinis Elena.


" Ya seperti yang kau fikirkan " ucap mantap Ed.


" apa kau siap bermain dengan ku untuk melawan mereka ? " Picing Elena dan Ed langsung mengecup bibir Elena.


" Aku berada di pihak ku babe ! " mantap Ed dan Elena tersenyum manis.

__ADS_1


Benar-benar pasangan yang serasi bukan ? Ed dan Elena menyunggingkan senyumannya dengan penuh arti, mereka siap menyambut hari itu tiba jika suatu saat hal itu benar-benar terjadi.


__ADS_2