
satu Minggu berlalu, kini team Alland sudah kembali dengan beberapa informasi yang bisa digali lagi oleh mereka, semenjak kedatangan Alland dan Brandon sang lady belum bertemu dengan mereka.
keempat predator beranggota lengkap kini berada di markas utama bersama dengan yang lainnya, hanya saja anggota black woman tetap berada di Lamora sesuai perintah sang Lady dengan para anggota pasukan Phoenix untuk berjaga lebih ketat lagi.
" Alland jadi apa yang kalian temukan selama mencari jejak Utera ? " ucap Dave penasaran dan Alland hanya menghela nafasnya perlahan menatap Brandon yang asik memakan keripik kentang barbeque nya.
" Cukup pelik, beberapa tempat kosong dan bahkan telah hancur karena ledakan. Aku yakin jika itu bukan ulah dari pihak Utera, ada pihak lain yang mengincarnya juga " ucap Alland dan Dave yang mendengarkan nya hanya bisa diam menyimak.
" jadi menurutmu ? " ucap Dave lagi.
" hanya satu, tapi aku tidak yakin. Lokanne ! ya adik dari Utera. Apa kemungkinan besar ia berada disana " gumam Alland dan Dave makin bingung dengan keadaan.
'' Lokanne ? " ucap tiba-tiba seseorang yang bergabung dengan mereka, Dave dan Alland langsung menunduk hormat tat kala sang lady berada disana. " Lokanne ? kau mengatakan nama itu tadi ? " Picing Valera dan Alland mengangguk saja. Valera mengingat nama itu dari salah satu tawanannya yang telah berani lancang mengintai kediaman mansion utama keluarga Harson serta mengincar putrinya juga. " Lokanne, Utera ? jadi mereka bersaudara " ucap Valera lagi.
" maaf lady aku baru ingat jika Utera memiliki saudara perempuannya yang lain, yaitu Lokanne " ucap Alland dan Valera terlihat mengeryitkan dahinya bingung, pantas saja pada saat penyerahan Lamora oleh pemimpin terdahulu Valera dilarang mengetahui keluarga tiri sang pemimpin hingga Valera mengetahui jika Utera adalah adik tirinya tapi tidak dengan Lokanne.
" lalu dimana Lokanne itu berada ? " ucap Valera lagi menatap Alland seperti meminta penjelasan, Alland dan Dave merasa ada sesuatu hal yang terjadi dengan lady nya itu.
'' Aku rasa masih diseputaran India Lady, hanya saja kemungkinan besar ia merubah identitas diri nya dan aku sudah mengecek beberapa tempat yang berhubungan dengan adik Utera itu tapi tidak ada sama sekali " ucap Alland dan Valera menyipitkan matanya seketika. " Tapi aku akan berusaha untuk mencari lokasi dari dua orang wanita itu lady " ucap Alland lagi dan Valera tak menjawabnya ia berlalu pergi begitu saja meninggalkan sejuta tanda tanya dibenak kedua lelaki itu.
India, kediaman Lokanne waktu setempat.
kediaman wanita itu tiba-tiba dikepung begitu saja oleh sekelompok orang tak dikenalnya, mereka berhasil melumpuhkan sistem keamanan yang ada dengan sangat rapi.
suara peringatan tiba-tiba terdengar riuh dan nyaring diarea itu, para orang-orang yang bertugas disana sontak berhamburan dan menyiagakan senjatanya masing-masing, sebuah helikopter yang bertugas untuk memantau keadaan terlihat tak jauh dari area itu.
" siaga satu !! " pekik salah satu anak buah Lokanne berteriak lantang hingga para anggota yang ada menyiagakan apa yang baru saja diperintahkan oleh ketua mereka.
Lokanne yang saat itu sedang berada di sebuah ruangan sontak terkejut saat mendengar suara peringatan yang begitu nyaring dikediamannya bahkan Utera yang sedang berbaring dengan nyaman langsung beranjak begitu saja saat mendengar suara aneh itu.
orang-orang tak dikenal yang memakai baju Anti peluru berwarna blue seketika mengepung dari berbagai sudut dan titik kediaman wanita keturunan India itu.
DODODODOR !!
disaat tembakan peringatan diluncurkan begitu saja keatas langit pertanda jangan melawan dan memberontak, tapi para anak buah Lokanne yang mengidahkan peringatan tersebut hingga mereka melakukan aksi balas kepada orang-orang berpakaian blue tersebut.
DODODODOR !!!
DODODODOR !!!
aksi baku senjata itu terjadi begitu saja, walaupun begitu, mereka lihai sekali menghindari serangan peluru yang mendorong dengan pesat. Utera berlarian disekitar lorong yang mirip dengan koridor dengan senjata di genggamnya,
BRUKKK
" AGHHH " jerit seorang wanita saat tubuhnya bertabrakan begitu saja dengan seseorang, Utera menatap sang adik yang terjatuh kelantai yang dingin.
" Lokanne ! " ucap Utera dan wanita itu lambung menatap sang kakak dan bangkit dengan cepat, " apa yang terjadi ? siapa mereka " tanya Utera lagi.
" entah, aku tak tau. " ucap Lokanne cepat, " sebaiknya kita keluar dan ikut bermain " ucap Lokanne dan Utera hanya diam seraya memikirkan siapa yang menyerang kediaman adiknya itu.
__ADS_1
DODODODOR !!
PRANGGG
kaca yang pecah menjadi sasaran ganasnya sang peluru, Lokanne dan Utera melihat tak percaya bahwa beberapa anak buah mereka tergeletak begitu saja tak berdaya.
Dalam sekejap para anak buah Lokanne dapat dilumpuhkan, Lokanne terhenyak dan tak sempat membalas aksi tersebut sedangkan Utera ia geram bukan main.
DODODORDODODOR !!
lamunan Lokanne buyar saat mendengar suara itu kembali dimana sang kakak melakukan aksi balas dengan senjatanya, tapi nihil gerakan itu terbaca oleh pihak lawan mereka menghindar dan mulai mengincar Utera.
" Wanita itu disana !! " pekik salah satu anak buah yang mengepung kediaman Lokanne, Utera memicingkan matanya seketika. Lokanne menarik sang kakak untuk pergi menuju ruang rahasia, disini ia baru sadar jika para tamu itu mengincar kakaknya Utera.
" sial. Siapa mereka ?? orang suruhan Valera ? atau yang lainnya " saat Utera dan Lokanne masuk kesebuah lorong dengan berlari dan membuka cepat sebuah lukisan unik dan seketika pintu dengan tangga yang terbuka oleh cahaya lampu berada dihadapannya. Dengan cepat Lokanne menarik tangan sang kakak untuk memasuki tempat tersebut.
Nafas keduanya tersengal keringat membasahi wajah keduanya, Lokanne berdiam diri sejenak begitupun dengan Utera tapi sorot matanya tajam bagaikan sebuah belati yang siap menancap kapan saja.
" kenapa kita harus lari, Lokanne ! " ucap Utera dengan suara yang tertahan menahan amarah, Lokanne terdiam dan hanya menatap tajam sang kakak.
" jika kau ingin mati, maka silahkan saja " ucap asal Lokanne dan Utera menatap sang adik secara intens dengan nafas menderu nya, Lokanne tak peduli saat ini yang penting nyawanya selamat. " Jangan berfikir kau selalu bisa dan hebat kak, kita terpojok dan para anak buah ku tewas karena mereka, dan sekarang kau berkata demikian. " ucap Lokanne marah dan Utera hanya memalingkan wajahnya kearah lain, sial ia bagaikan seorang pengecut yang lari dari Medan perang, tapi Lokanne tak peduli kali ini ia akan menjadi seorang pengecut tapi tidak dengan lain hari.
Lokanne berjalan begitu pun dengan Utera, lorong bawah tanah yang berada di kediaman miliknya cukup luas dan tak sesak seperti kebanyakan orang-orang.
Utera melihat jika ada sebuah motor trail yang berada di sana, seketika dahi nya mengeryit saat Lokanne mendorong perlahan motor trail itu.
" tentu saja memakainya. Kau pakai satu dan aku pakai yang ini " ucap Lokanne dan Utera hanya mengangguk saja walaupun hatinya terasa panas karena selalu diperintah ini dan itu oleh sang adik.
Lokanne mencoba menghidupkan motor itu dan ternyata berhasil begitupun dengan Utera, Lokanne memimpin jalan untuk tiba di penghujung jalan lorong bawah tanah ini, untung saja kedap suara jika tidak entahlah.
sedangkan di sisi lain, Helikopter yang mengawasi kediaman milik Lokanne terus mengelilingi bangunan itu, setelah ia mendapatkan kabar jika kedua wanita itu kabur dan menghilang begitu saja secara tiba-tiba, mereka yakin jika kedua wanita itu melewati ruang rahasia agar tak tertangkap.
seorang lelaki bertubuh tegap bahkan lehernya memiliki tato mengumpat kesal karena tawanan mereka berhasil lolos, berkali-kali ia memutari bangunan itu tapi nihil tidak ada tanda-tanda jika kedua wanita itu keluar dari kediamannya.
" Ledakan tempat ini, kita persempit pergerakan mereka " perintahnya dengan lantang melalui earphone yang terhubung kepada seluruh anak buah nya yang betugas dibawah sana. Mereka mengangguk paham.
DUARRRR
DUARRRR
BLUMMMM
dua kali ledakan itu membuat bangunan retak dan perlahan mulai runtuh seiring pecahnya bangunan itu, Helikopter yang dikendalikan Garvish mulai menjauh begitupun dengan para anak buahnya yang lain.
DUARRRR
DUARRRR
lagi-lagi orang-orang berpakaian blue itu melemparkan beberapa bom besar kearah bangunan dan seketika bangunan itu ambruk dan amblas bahkan kobaran api dan asap yang pekat begitu jelas dan kentara terlihat.
__ADS_1
perlahan-lahan mereka mulai menjauh dan meninggalkan area itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Kediaman Lokanne sudah hancur dan luluh lantah karena ulah anak buah Garvish dan lainnya.
Garvish menggerutu tak jelas kala tawanannya kabur dan sampai saat ini ia belum melihat pergerakan dari kedua wanita itu, helikopter itu ternyata tak meninggalkan kediaman Lokanne Garvish yang tak ingin disemprot oleh sosok prince memilih kembali dan menyusuri ulang, dan ternyata ia bisa melihat pergerakan dari atas sana.
senyum menyeringai nya timbul seketika, Garvish yakin jika itu Utera ia mengikuti pergerakan itu dari jalur atas, hingga Utera menyadarinya dan ia mengumpat kesal.
Garvish perlahan mengendalikan Helikopter nya agar lebih rendah lagi, dan benar itu tawanan nya. Seketika Garvish mengambil senjata pelacak yang akan ia luncurkan kepada salah atau dari mereka.
SHOTTT !!
JLEBBB
" AGHHH " jerit Lokanne saat punggungnya terkena sebuah peluru dan Utera tersentak kaget melihat adiknya terluka. Garvish tersenyum penuh kemenangan.
SHOTTT
JLEBBB
kali ini Garvish tak akan menyakiti mereka, peluru pelacak kedua ia tempelkan di sekitar motor trail milik mereka. Lokanne semakin beringas dan menatap kearah atas dengan tajam dan Garvish hanya tersenyum nakal lalu dengan cepat ia menghindar dan pergi dari sana dengan segera.
" Lokanne !! " kau terluka pekik Utera yang masih melakukan motornya dengan kecepatan sedang.
" aku tak peduli. Yang terpenting kita harus segera tiba di sana, aku bisa menahannya " ucap Lokanne dengan suara serak dan Utera tentu saja cemas bukan main, tanpa mereka sadari jika rute jalan mereka telah diketahui oleh seseorang.
beberapa menit berlalu akhirnya mereka tiba disebuah gubuk sederhana, Lokanne wajahnya sudah mulai memucat Utera kaget bukan main, dan membantu memapah sang adik untuk duduk.
" Aku harus mengeluarkan pelurunya " ucap Utera dan Lokanne mengangguk pasrah. " tapi pakai apa ? " bingung Utera.
" masuklah, dan ambil kotak obat didalam sebuah kamar berpintu dua. '' ucap Lokanne dengan suara pelan dan Utera mengangguk mantap dan segera bergegas.
Lokanne mengumpat dalam hati, entah siapa wajah lelaki itu yang tersenyum mengejek saat Lokanne tak sengaja menatapnya. Tak lama Utera datang dan segera melakukan tugasnya walaupun ia cukup meringis kala melihat punggung sang adik yang terluka itu.
*******
senyum menyeringai terbit begitu saja di paras lelaki tampan, ia menatap layar monitornya yang menampilkan titik mereka yang berkelipan layaknya lampu malam disebuah taman kota.
Lelaki itu adalah Garvish salah satu teman atau bisa dikatakan orang yang patut diperhitungkan dalam kelompok Remigio yang pemimpinnya lebih di kenal dengan sebutan Prince.
" aku mendapatkan mu " ucap lelaki itu penuh dengan senyum misteri nya. Ia terus memperhatikan tanda merah di layar miliknya dengan wajah sumringah, tak lama panggilan seseorang tersambung melalui ponsel miliknya.
" Ya ada apa " ucap Garvish seperti biasa.
" bagaimana ? apa kau gagal " ucap seseorang dengan datar.
" mereka kabur, tapi tenang saja aku sudah menembakkan peluru pelacak " ucap Garvish santai.
" ckckck ide buruk. Tapi yasudah, pantau terus lokasi mereka " ucap seseorang diseberang sana dan langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, Garvish menghela nafasnya secara perlahan.
lelaki berbadan seksi itu segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitasnya kembali, sungguh saat ini ia tak ingin sial karena mendapatkan sebuah kegagalan bisa-bisa sosok mengerikan bak iblis itu akan menendangnya sampai pintu neraka.
__ADS_1