
Ellara terus menyangkal jika Frazzes adalah ayahnya dan ia bersikeras mengatakan jika Marcell Harson adalah ayahnya tapi sayang kenyataan sudah terkuak didepan mata dan Ellara masih saja tidak percaya.
Entah apa yang dilakukan Frazzes hingga Ellara bersikeras jika orang lain adalah ayahnya, sedangkan Frazzes willyam ia hanya tersenyum tipis saat Ellara terus berontak seperti itu.
DORR
" Aghh " erang Ellara saat satu buah peluru disarangkan di kakinya oleh sang Lady. Victoria tentu saja terkejut bukan main ia melihat bagaimana peluru itu menembus kulit putrinya." dasar sialan kau !! kemarilah Lawan aku sekarang juga jangan jadi pengecut yang tak berguna " teriak Ellara menatap nyalang Valera lama tetapi sang Lady hanya acuh saja.
para jajaran king menatap Ellara dengan tatapan muak rasanya Zizi ingin sekali menenggelamkan Ellara dilautan lepas hingga ia kehabisan nafas dan pada akhirnya tewas seketika.
" Lancang ! " ucap suara bariton pria yang berjalan dengan langkah tegas dan sorot mata yang tajam, semua orang menatap lelaki itu dengan seksama " berani sekali kau mengakui kakek ku sebagai ayahmu ! tidak akan pernah. " tajam Vyan dengan suara berat tertahan bahkan kini rahangnya mengeras saat mendengar kenyataan ini. Valera yang melihat kakaknya marah memilih diam saja tak mau berbicara.
" cihh.. kau pasti Vyan Harson bukan ? " kekeh Ellara dan Vyan menatap tajam padanya " ada yang salah dengan ucapan ku. ku rasa tidak " ucapnya masih Kekeh dan vyan hanya diam menelisik wajah Ellara dengan tatapan datar.
" apa yang membuat mu berfikir demikian nona ? jelas-jelas ayahmu berada tepat di sisimu dan kau masih saja terus menyangkalnya ? ohh menyedihkan sekali hidupmu ini " ejek Vyan dan Ellara menatap Vyan dengan nafas menderu.
" dasar kalian para bedebah ! aku bersumpah akan membunuh kalian satu persatu hingga seluruhnya habis ditangan ku. " ucapnya dengan lantang.
DORR
lagi-lagi peluru bersarang di tubuhnya kali ini kedua kakinya bersarang peluru dari senjata milik sang Lady. Semua orang menatap tak berkedip sungguh ini adegan yang sangat menyenangkan para mafia sangat menikmatinya dengan menyesap wine yang tersedia disana.
para jajaran terdahulu mengusap pelan dadanya saat melihat kilatan api amarah dalam diri Valera, kini sang Lady berjalan menuju kearah Ellara. Victoria seketika panik bukan main ia rasanya tak tega jika hal buruk terjadi pada putri yang telah ia lahir kan dulu, sedangkan Frazzes ia hanya tersenyum sinis
" AGHHH..lepas..lepaskan aku sialan " teriak Ellara saat rambutnya dijambak kasar oleh Valera hingga wajahnya memerah menahan rasa sakit pada kulit kepala nya itu, Valera menambah kekuatan pada jambakan nya hingga Ellara benar-benar kesakitan.
" tidak !! aku mohon jangan sakiti putriku " pinta Victoria dengan iba akan tetapi Valera tak peduli rasa marah nya semakin menggelora saat menatap tatapan tajam yang Ellara berikan. Valera menarik paksa Ellara hingga ia terperanjat dari kursinya dan
DUAKKK
semua orang terkejut bukan main saat Valera membenturkan kepala Ellara pada meja tamu dan seketika Ellara terjatuh dan terlihat memejamkan matanya sedangkan Victoria ia hanya menangis diam dan menundukkan kepalanya.
" kau memang keras kepala " desis Valera lagi. tubuh Ellara benar-benar kebas dengan luka tembak serta kepalanya yang dibenturkan oleh Valera. " jangan mengujiku kesabaran ku. Aku tak segan akan menebas kepalamu disini juga " lantang Valera dan sontak mata semua orang membulat seketika.
" tidak !! jangan ku mohon.. hiks.. biarkan putriku hidup " pinta Victoria meraung pilu saat melihat Ellara tersungkur tak berdaya.
" jangan meminta belas kasihan padaku ! karena aku tak akan bermurah hati pada lawan dan musuh-musuh ku " tajam Valera tanpa menoleh kearah Victoria.
Remigio tidak bisa menghentikan aksi sang istri begitupun vyan dan lainnya mereka hanya membiarkan Valera melakukan semaunya. Ellara terlihat lunglai dengan tubuh lemas nya dalam ingatan dan hatinya ia membenci sosok Valera saat ini.
" Aku mohon padamu, aku tau kau orang baik biarkan putriku hidup walaupun ia telah membuat kesalahan dalam hidupnya " ucap Victoria dengan berlari dan memegang erat tangan Valera, tatapan mata Valera kini beralih menuju wanita tua yang sedang meminta bekas kasih untuk putrinya, hatinya sedikit tersentuh akan permintaan wanita tua itu lalu Valera menghembuskan nafasnya secara kasar.
" bangunlah, jika kau seperti ini aku merasa menjadi wanita yang paling kejam " kesal Valera dan Victoria tersenyum dalam tangisnya lalu ia mulai bangkit dan tersenyum senang menatap valera.
DUAKKK
" nona " pekik semua orang saat Valera mendapatkan serangan tak terduga yang dilakukan oleh Ellara yang menendang perutnya hingga sang Lady tersungkur, Victoria kaget dan segera menghampiri tubuh Valera tapi sebelum itu Remigio terlebih dahulu menghampiri tubuh sang istri.
__ADS_1
" sweatheart, kau tak apa ? " panik Remigio akan tetapi Valera diam saja dan justru ia meringis tertahan dan memegang erat perutnya.
semua orang mendadak tegang dan panik akan kondisi sang Lady, entah mengapa hanya sebuah tendangan membuat Valera merasakan teramat sakit pada bagian perutnya itu.
CEKLEK
Black road menodongkan senjatanya ke tubuh Ellara dan sontak wanita itu menjadi panik seketika, karena ditodongkan beberapa senjata kearah dirinya, Victoria sang ibu merasa cemas akan tetapi ia meruntuki tingkah dan ulah putrinya itu.
valera bangkit dan menatap tajam kepada Ellara sungguh perutnya itu sangat sakit dan seperti melilit, wajahnya sedikit pucat dan Remigio menjadi cemas seketika.
" Lady. Kau berdarah ? " pekik salah satu seorang mafia yang melihat kaki Valera mengalir darah segar dengan begitu deras, semua orang merasa panik seketika tanpa basa-basi Remigio membopong tubuh sang istri dan Arnof seorang dokter dengan cepat mengikuti langkah Remigio.
Dave dan Zizi menyeret tubuh Ellara dengan sangat kasar hingga Ellara merintih kesakitan. Victoria menangis kembali saat melihat putrinya diseret paksa.
suasana tampak tegang dan tidak kondusif. riuh dan bisik-bisik para mafia terdengar di telinga, kelima jajaran terdahulu saling pandang satu sama lain. akhirnya vyan melepaskan beberapa buah tembakan ke udara untuk semuanya tenang seperti semula.
DODODODOR !!
hening !
sunyi !
itulah suasana saat kini, vyan menatap semuanya dengan sorot mata yang sangat tajam, terutama kepada Ellara dan juga Frazzes.
" rupanya nyali mu sungguh besar nona, kau bahkan melukai seorang lady dari king tanpa kau sadari jika bahaya sedang menantimu ! " pekik Vyan dan jantung semua orang berdebat seketika. sosok vyan yang terkenal datar dan kalem berubah menjadi sosok iblis yang mulai mengeluarkan taringnya.
*****
" Remi, kenapa sakit sekali " rintih Valera dengan keringat yang mulai bercucuran, bahkan Ornaf sudah memeriksa apa yang terjadi pada ladynya hanya dalam satu kali tendangan itu.
" nona, kau pendarahan ! " panik Ornaf dan Valera terkejut seketika. pendarahan ? apa maksud nya ini.
BRAKKKKKK
pintu ruangan medis itu terbuka dan tenyata Zizi masuk dengan wajah cemasnya diikuti oleh Vyan tentunya. Zizi syok saat melihat darah yang tidak berhenti mengalir dari kaki nonanya.
" tuan, sebaiknya kita bawa nona kerumah sakit, sekarang " pekik Zizi dan Remigio mengangguk cepat lalu ia membopong tubuh sang istri dan Zizi mengarahkan kepada helikopter yang sudah siap dikendalikan oleh Dave.
valera merintih tertahan dengan bulir-bulir keringat di dahinya Remigio tampak panik seketika, lalu ia menggenggam tangan Valera yang sudah dingin.
" sweatheart, bertahanlah '' cemas Remigio.
helikopter itu sudah siap mengudara bahkan suara itu membuat sebagian mafia yang hadir bingung bukan main. Remigio tampak memeluk tubuh Valera agar lebih tenang.
" Remi, kenapa sakit sekali " ucap Valera yang merintih bahkan ia merasa akan kehilangan kesadaran nya tak lama lagi,dan benar saja Valera pingsan dalam waktu beberapa menit
" cepat !! istriku tak sadarkan diri " pekik lantang Remigio dan sontak Dave terkejut bahkan iapun cemas seketika.
__ADS_1
beberapa menit berlalu kini helikopter itu telah mendarat sempurna di landasan yang tersedia dirumah sakit terbesar itu, Remigio berlari membopong tubuh istrinya dan ternyata kedatangan mereka telah ditunggu oleh dokter yang bertugas dengan cepat Remigio membaringkan tubuh lemas sang istri.
Dave yang tak kalah cemas hanya bisa berharap jika semuanya baik-baik saja, hingga mereka tiba di pintu ruangan yang akan dihuni oleh Valera. Dokter dan suster memakai pakaian yang steril sedangkan Remigio dan Dave menunggu di luar dengan wajah yang cemas.
waktu terasa sangat lama, Remigio bahkan mengumpat kesal kepada para dokter yang bertugas bahkan Dave hanya memijat pelipisnya pelan saat melihat tingkah suami dari sang Lady ini. Hingga satu jam berlalu dokter akhirnya keluar dengan wajah gugup dan takut.
" apa yang terjadi ? " tajam Remigio menatap dua dokter yang baru saja keluar,
" bed news " lirih dokter pria dengan gugup membuat Remigio dan Dave terkejut seketika.
" apa yang sedang kau katakan ! " tajam Dave lagi.
" pendarahan yang dialami nona. sebenarnya ... nona keguguran " ucapnya lagi dan Remigio bagai disambar petir disiang bolong saat mendengar jika Valera keguguran yang artinya sang istri sedang mengandung buah hati mereka. Dave yang mendengarnya tak kalah terkejut benar-benar berita buruk.
tanpa aba-aba Remigio berjalan dan membuka pintu ruangan itu dengan paksa, bahkan perawat yang bertugas dibuat terkejut akan kelakuan Remigio.
Remigio menatap sendu wajah Valera yang pucat dan belum sadarkan diri dengan jarum infus yang menancap di kulit mulusnya, sang perawat pamit undur diri karena akan membawa beberapa alat dan obat untuk Valera.
" sweatheart, " lirih Remigio kau mengecup lembut tangan Valera " kau mengandung, akan tetapi ia sudah pergi untuk selama-lamanya. " ucap Remigio dengan sendu dan menatap perut Valera yang berbalut baju pasien.
fikirannya kosong Remigio hanya merasakan sesak di dada nya saat mendapatkan kabar buruk ini, kepalanya menunduk serta air matanya jatuh begitu saja. Tangannya tentu saja menggenggam erat tangan Valera.
seketika matanya menyorot kemarahan yang begitu mendalam, Ellara itulah yang ada di fikiran nya saat ini, wanita itu penyebab ia kehilangan calon anak nya.
Remigio keluar dari ruangan yang di huni oleh Valera, tapi sebelum itu ia menatap terlebih dahulu wajah cantik sang istri yang masih terpejam lalu Remigio mengecup lembut dahi Valera dan ia melangkah keluar dengan wajah yang tegas dan datar.
" tolong jaga istriku sebentar saja " ucap remigio datar dan Dave mengangguk patuh lalu Remigio segera pergi dari rumah sakit itu dan menggunakan taksi umum karena ia tak mungkin mengunakan helikopter untuk sampai di markas utama, lebih baik dia menggunakan taksi dan nanti ia akan membawa mobil sendiri.
Remigio menghubungi Leo untuk menjemputnya di suatu tempat karena tak mungkin ia membawa supir taksi itu hingga sampai markas, taksi itu berjalan dengan sungguh lambat karena itu bukan mobil mewah ataupun modifikasi tinggi yang bisa melaju dengan pesat.
hingga Remigio telah sampai disuatu tempat dan ia melihat mobil Leo yang terparkir tak jauh dengan cepat Remigio menghampirinya dan Membuat Leo sedikit terkejut.
" markas king ! " tajam Remigio dan Leo mengangguk patuh, tak butuh waktu lama mobil itu telah masuk ke pelataran markas Remigio segera membuka pintu mobil dengan sangat kasar lalu masuk dengan wajah bengisnya.
kebetulan ia melihat Thomas dan segera memberitahukan untuk mengantarkan dirinya menuju ruang tawanan yang dihuni oleh Ellara dan Thomas dengan cepat mengangguk Karena dia merasa ada sesuatu yang tak beres.
BRAKKKKKK
Remigio menendang pintu itu tanpa perasaan hingga membuat Frazzes yang berada disampingnya terkejut bukan main begitupun dengan Ellara dan Thomas ia hanya gugup saat merasakan aura iblis pada suami Lady nya itu.
BRAKKKKKK
DUAKKK
AGHHH
Remigio menendang kursi yang diduduki Ellara hingga benda itu terpental dan membentur dinding yang berada dibelakangnya, Ellara mengerang sakit saat seluruh tubuhnya benar-benar remuk. Remigio memancarkan aura membunuhnya pada Ellara. Hingga kini ruangan itu sudah ada beberapa orang yang melihatnya termasuk Syina dan Elena.
__ADS_1