Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Harapan kembali


__ADS_3

Sesaat kelima pria itu diam termenung dengan pemikirannya masing masing. Romeo dan Dion sedang bersulang menikmati wine terbaik di cafe itu sedangkan Remigio terus menatap kenov sesekali kenov melirik nya, berbeda dengan Deniz dan akayama mereka lebih menikmati cerutu mahalnya.


" bagaimana kau bisa mengenal nona Valera kenov? '' kini Deniz berbicara menatap teman nya itu.


" aku memang mengenal nya, bahkan sudah lama terlebih dengan kakaknya " jawab kenov santai tapi maniknya menatap para temannya dengan tatapan penuh pertanyaan.


" kakaknya? " Remigio mengerutkan dahinya menunggu jawaban dari kenov


" Vyan Harson " ucap kenov terjeda, keempat lelaki itu seperti tidak asing mendengar nama yang disebut kenov terlebih nama belakangnya. " ya Vyan Harson adalah kakak dari Valera Harson " itu yang di katakan kenov sambil menyesap wine nya perlahan.


" Sepertinya nama marga mereka tidak asing ditelinga. " saut akayama menimpali.


" heemm sama seperti mu " kini Dion ikut menjawab.


" hei-hei kenapa kalian begitu ingin tau tentang nya! " kini kenov bertanya dengan rasa curiga


" karena dia wanita yang aku inginkan! " lantang Remigio membuat kenov menatapnya tajam setajam belati yang siap menusuk mangsanya.


" Dia milikku tuan Adomson! " jawab kenov dengan penuh penekanan dan dada yang berdebar tak karuan.


sesaat suasana menjadi tegang, perselisihan memang kerap terjadi tapi tidak dengan masalah wanita mereka akan memperjuangkan dengan cara apapun sekalipun harus saling membunuh.


" jangankan kalian aku pun menginginkan wanita itu!" ucap Deniz dengan gaya tengil milik nya membuat Remigio dan kenov menatapnya secara tajam.


" hei hei apa apaan kalian ini,wanita di luar sana masih banyak bukan cuma nona Valera saja " kini akayama yang berbicara menengahi perselisihan yang tejadi.


Aku tidak ingin berbagi wanita. Batin Kenov.


Aku pastikan Valera jatuh ke tangan ku. Batin Remigio.


" sudah lah ayo kita nikmati wine yang sangat nikmat ini " sambil mengisi wine itu ke gelas para temannya. Romeo bisa lebih bersikap bijak itu sebabnya hanya dirinya lah yang menjadi penengah ketika ada perselisihan yang terjadi di antara mereka. " apa mungkin Valera anak dari tuan Ramius kenov ?" Romeo berbicara tenang


" heemm " jawab kenov singkat


" aku pernah mendengar dari temanku betapa hebatnya tuan Ramius dalam menguasai dunia perbisnisan " ucap Romeo lagi.


" tuan ramius memang hebat, tapi Valera bahkan lebih hebat dari ayahnya " kenov menimpali ucapan Romeo " Entah kenapa dia meninggalkan Prancis selama dua tahun ini " ucap Kenov lagi dengan kesal.


" itu urusannya kenov kau tidak berhak ikut campur " saut akayama dengan sikap yang tenang.

__ADS_1


"Lalu bagaimana bisnis hitam kita" Dion berbicara dengan mode santainya.


" tidak ada masalah." jawab cepat akayama


dan Dion pun hanya mengangguk saja.


kelima pria itu memang menjalani bisnis ilegal dan legal tanpa sepengetahuan orang orang. Bisnis legal mereka pun tersebar dibeberapa negara seperti Hotel, resto, Rumah sakit, Sekolah, Pabrik, Mall dan property lainnya Seakan-akan mereka terus bersaing melebarkan bisnis nya sampai ke mancanegara.


Paris, waktu setempat.


Di Perancis seorang wanita paruh baya tengah asyik memasak untuk keluarga nya ya dia nyonya Sofia yang tengah memasak untuk suami dan juga anaknya. Terlihat Tuan Ramius tengah duduk bersantai dengan membaca majalah di tangannya.


para pelayan banyak berlalu lalang karena tengah mempersiapkan hidangan untuk makan malam sedangkan sang putra tengah berada di kamarnya.


nyonya Sofia meletakan hidangan di atas meja marmer mewah itu menu-menu nya sangat menggunggah selera walau dirinya telah menetap di Prancis tapi ia tidak lupa dengan makanan makanan Indonesia yang menjadi tanah kelahirannya, terbukti suami serta anaknya sangat menyukai hidangan pembuka, hidangan pokok, sampai penutup semuanya terlihat sangat menggiurkan


" bi tolong panggil tuan muda di kamar nya " pinta nyonya Sofia kepada si pelayan


dan dirinya pun segera memanggil tuan mudanya. nyonya Sofia melangkahkan kaki nya ke arah sang suami yang tengah asyik membaca majalahnya


" ayo kita makan malam " ajak nyonya Sofia lembut dan dibalas anggukan oleh sang suami hingga keluarga Harson menikmati makan malam dengan penuh nikmat.


" bagaimana perkembangannya? " tanya sang ayah yang duduk dengan wibawanya.


" kita ikuti saja permainan mereka terlebih dahulu, kita tak tau apa yang mereka incar aku telah menyuruh anak buah ku untuk mengawasi orang orang yang mencurigakan " jelas Vyan sambil memicingkan matanya belum sempat ayahnya menjawab kembali ponsel milik Vyan berdering kencang.


tringgg tringgg tringgg


" ada apa Dave? "


"Hallo tuan muda, nona Valera tadi menghubungi saya."


" benarkah Dave lalu apa yang kalian bicarakan" tanya nya dengan gembira


"nona muda menanyakan bagaimana kabar dan situasi nya saat ini,tuan " Jawab Dave lagi.


" ahh benarkah Dave apakah ada hal lain lagi yang kalian bicarakan? " tanya Vyan menyelidik. Dave pun akhirnya menceritakan kepada Vyan perihal nona Valera yang menghubungi tadi raut senang terpancar dari wajah Vyan dan itupun disambut antusias oleh sang ayahnya mereka berfikir bahwa Valera akan kembali secepatnya. Akhirnya panggilan itupun terputus senyum lebar masih terlihat di wajah ayah dan anak itu.


" Valera pasti akan kembali." dengan bahagianya taun Ramius berbicara dengan Vyan.

__ADS_1


" dia pasti akan kembali " Timpal Vyan lagi.


*******


Sedangkan di sisi lain tepatnya disebuah kamar hotel mewah Remigio dan Leo sedang berbincang, raut wajah yang serius sangat jelas di wajah keduanya.


" kita akan kembali kapan bos? " tanya Leo


" entahlah disana pun tidak ada masalah, mungkin kita akan tinggal disini beberapa lama lagi aku juga ingin mengenal jauh wanita itu " ucap Remigio lagi hingga Leo terheran.


" apa maksud mu nona Valera bos? " Ucap Leo lagi yang hanya dibalas anggukan oleh tuannya.


" ternyata kenov mengenal dia terlebih dahulu Leo " ucap Remigio lagi.


" bagaimana bisa? " jawabnya heran


" kenov adalah teman kakaknya valera, Vyan Harson " jawabnya. Seketika mata Leo terbelalak kaget siapa yang tidak tau dengan tuan muda Harson itu seseorang billiurner muda dengan kekayaan tak terhitung bahkan hartanya tidak akan pernah habis hingga tujuh turunan.


" maksud mu nona Valera keluarga Harson " tanya Leo memastikan.


" begitulah aku pun baru mengetahuinya, menganggumkan bukan " sambil terkekeh Remigio melirik kearah Leo.


mereka pun akhirnya berbincang bincang sambil sesekali tertawa dan bergurau mereka tidak terlihat seperti bos dan asistennya mereka terlihat akrab seperti saudara serta sahabat.


****


Valera saat ini sedang duduk di taman kota yang pastinya sangat banyak pengunjung karena ada wahana permainan anak yang sangat luas dan asri itulah tempatnya.


Valera lebih suka kedamaian dari pada keramaian baginya inilah hidup tentram pikirannya sedang melayang jauh mencoba keras untuk berfikir sesuatu. Hingga lamunan nya buyar dengan suara riuh disamping kirinya.


Ternyata seorang anak perempuan sekitar 5 tahun yang menangis sangat kencang sedang berada di cengkraman seorang lelaki bertubuh besar dan bertato terlihat lelaki itu mengacungkan kan senjata tajam kepada setiap orang yang mencoba untuk menolong anak perempuan itu, terlihat seorang pria matang yang diyakini ayah si anak itu sedang mencoba melepaskan si anak dari cengkraman pria bertato.


" lepas kan anakku! " teriak nya kepada pria bertato dengan marah.


" tidak akan! " teriak nya kembali " aku akan membunuh anak ini " lantangnya lagi.


"beraninya kau membunuh anak ku!" geram nya


pria bertato itu hanya tertawa seperti orang gila entah apa permasalahannya. valera berjalan mendekati pria itu sungguh menjijikan itulah yang Valera rasakan hanya berani kepada seorang anak namun pertemuan yang sangat tidak sengaja tejadi dimana Remigio dan Leo berada di tempat yang sama mereka berencana untuk berjalan jalan santai karena tempatnya sangat indah. sungguh tidak di sangka ia melihat pemandangan yang sangat tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2