Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
bersamamu


__ADS_3

Valera bersenandung ria dengan sangat lincah menggerakkan kaki nya lalu ia berlari menuruni anak tangga dirumahnya membuat sang ibu menggeleng kan kepalanya


" nak, kau jangan berlari lari seperti itu, jika kau terjatuh bagaimana " tegur nyonya sofhia


" ahh mamah ini, mah bagaimana jika berbelanja kita sudah sangat lama tindak mengabiskan uang bersama " saran Valera


" hemmm, kau benar nak, mamah juga bosan berada di rumah terus " saut nyonya sofhia menyetujui ajakan Valera


" kalian mau kemana " suara seorang lelaki tiba tiba berada di belakang mereka


" papah,aku ingin berbelanja bersama mamah,kami ingin menghabiskan waktu bersama " sambil bergelayut manja di lengan ayahnya


" pergilah,habiskan waktumu bersama dengan mamah mu itu nak," sambil mengelus rambut Valera


" papah yang terbaik "


Valera dan nyonya sofhia sedang bersiap siap untuk berbelanja bersama dan tidak lupa sepuluh pengawal di ikut sertakan dengan kegiatan dua wanita Harson itu.


para pengawal berbaris dan menunduk hormat ke arah nyonya dan Nona mudanya


mereka menggunakan mobil mewah berwarna putih milik nyonya sofhia


iringan iringan mobil mobil mewah membelah jalanan ibukota Prancis,Valera sangat senang bisa berpergian bersama sang ibunda lagi,begitupun dengan nyonya sofhia,ia merasa seperti kembali ke masa muda lagi


mobil berhenti di sebuah pusat perbelanjaan termewah di kota itu,para pengawal dengan sigap membukakan pintu kepada dua majikan nya itu dan sebagian para pengawal berjaga di belakang nya


pusat perbelanjaan itu sangat ramai,bahkan mereka menjadi pusat perhatian karena banyaknya para pria berbaju hitam yang mengelilingi jalan kedua wanita harson


nyonya sofhia dan Valera sangat antusias untuk memborong barang seperti tas, sepatu , heel,dan lainnya. Bahkan para pengawal pun kekalahan menenteng barang belanjaan milik majikannya itu


" mahh bagaiman jika kita makan siang disini,kebetulan perutku pun sudah lapar " ucap Valera sambil memegang perutnya yang keroncongan


" tentu sayang ayo " mereka berjalan ke lantai empat,karena disitu tempatnya memanjakan mulut,dan para pengawal pun mengekor dibelakang nya,tempat ini sangat ramai bahkan hampir seluruh tempat terpenuhi,Valera kebingungan mencari tempat yang kosong


" apakah tidak ada tempat untuk kita makan disini " gumam Valera yang suaranya masih terdengar oleh ibu dan para pengawalnya, laku salah satu pengawalnya menjumpai salah satu yang bertanggung jawab di tempat itu,untuk menanyakan tempat yang kosong untuk majikannya,tak lama kemudian seorang wanita bertubuh tinggi dengan elegan berjalan ke arah nya


" selamat datang nyonya dan nona muda Harson " sapa wanita itu dengan sangat hormat,


" apakah masih ada tempat yang kosong untuk kami makan siang disini " ucap Valera dengan elegan nya


" suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan nyonya dan nona, silahkan ikuti saya,masih ada tempat yang kosong untuk anda nona " jawab seorang wanita dengan sangat ramah


Valera dan ibunya mengikuti si wanita itu tak lupa dengan para pengawalnya,bisik bisik terjadi di antara beberapa pengunjung yang melihat mereka


keduanya memesan beberapa menu untuk hidangan makan siang nya tak menunggu lama hidangan pun telah datang dan para pelayan menyajikannya dengan sangat ramah


disisi lain seorang pria sedang mengawasi mereka sedari tadi, pria itu adalah Ben, kebetulan dia sedang berada ditempat itu bersama dengan Jose, Ben telah mendarat di Prancis kemarin sore,rencananya hari ini dia akan menemui Diego, sekalian membeli beberapa buah tangan untuk anak angkatnya.


Tak disangka di akan bertemu dengan wanita yang ia cintai selama ini


" takdir pun mempertemukan aku dengan mu sofhia, kau sangat cantik,aku harus mendapatkan mu " gumam pelan Ben


Valera dan nyonya sofhia telah usai dengan makan siangnya mereka pun berencana untuk kembali ke rumah,belanjaan yang penuh memenuhi setiap tangan para pengawalnya.


mobil meninggalkan area pusat perbelanjaan itu tanpa mereka sadari sebuah mobil mengikutinya dari belakang


" mah apakah kau puas dengan hari ini " tanya valera kepada ibunya


" tentu sayang,mamah sangat puas dan senang " ucapnya


pembicaraan mereka terganggu karena sebuah bunyi penghubung yang berasal dari dalam mobilnya .


" maaf nyonya dan Nona,ijin mengangkat ini panggilan dari pengawal mobil yang berada di belakang " ucap sopir itu meminta ijin,setiap mobil memiliki akses penghubung ke penghubung lainnya,jadi mereka akan tau mobil mana yang menghubungi karena sudah tertera dan tercantum dalam sistem keamanan dalam setiap mobil yang digunakan


" angkatlah " saut nyonya sofhia


supir itu pun mengangkat panggilan tersebut


" halo,ada sebuah mobil yang mengikuti kita,lindungi nyonya dan nona,antar mereka dengan selamat sampai tujuan " tutt panggilan itu terputus


Valera dan nyonya sofhia terkejut dengan hal itu,begitupun dengan sang supir ia merasa sangat tegang dibuatnya,Valera langsung menoleh ke arah belakang dan benar sebuah mobil yang hampir mirip dengan mobil para pengawalnya sedang mengikutinya dengan santai, sang ibu terlihat sangat cemas


" mamah tenang,semuanya akan baik baik saja " ucap Valera sambil memegang tangan sang ibunda


" tapi mereka siapa nak " tanya cemas sang ibu


" aku pun tak tahu, pak belok kan mobil nya ke kanan kita mengambil jalan lain "


" baik nona " supir itu pun membelokak mobilnya dan mengambil jalan lain,para pengawal di belakang tetap mencoba mengecoh sang penguntit,tapi mereka berhasil mengikuti mobil majikannya,para pengawal pun yakin yang di incar tak lain adalah sang majikankannya


" pak terus jalan dan jangan berhenti, mereka di belakang mobil kita " seru Valera


" nak bagaimana ini,kemana para pengawal itu, " ucap nyonya Sofia yang semakin gelisah


DOR DOR


sebuah tembakan berhasil mengenai bagian samping mobil yang membawa Valera dan ibunya. Nyonya sofhia menjerit kaget karena suara tembakan, dan Valera pun tak mau kalah ia segera mengambil pistol yang terdapat di tasnya

__ADS_1


" pak turunkan kaca jendela ini " ucap Valera tegas


" tapi nona ...


" turunkan " pekik Valera


" nak " cemas nyonya sofhia tapi Valera tak menghiraukannya,dan kaca pun turun sempurna


DOR DOR


Valera menembakan dua buah peluru ke arah mobil yang mengikuti mereka


" pak cepat hubungi para pengawal keoung mereka " dengan suara tegas dan pengawal pun menurut dan segera menghubungi para pengawal


DOR DOR DOR DOR


suara tembakan itu saling bersaut sautan tapi tak ada satu peluru pun dari mereka yang mengenai sasaran,valera semakin geram di buatnya


" kenapa harus sedang bersama mamah,mereka menyerangku " batin Valera geram


tak lama tiga buah mobil milik pengawal milik keluarga harson telah mengikuti mobil mereka, Valera bernafas lega ia pun sangat cemas ditambah ibunya berada satu mobil dengannya


mobil yang mengikuti ntah hilang kemana disatu sisi dia bersyukur disatu sisi dia berfikir siapa orang itu


" lebih cepat pak,kita harus segera sampai " seru Valera dengan tegas


Valera melihat ibunya yang memucat karena shok,dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu,valera terus menggenggam lembut tangan sang ibunda untuk menenangkannya


mobil mereka telah sampai di gerbang utama kediaman Harson para pengawal dengan sigap membukan gerbang tinggi dan kokoh itu


" mah ayo kita turun " ucap lembut Valera


" ayo nak "


mereka berdua turun dan memasuki rumah yang megah dan menjulang tinggi itu,Valera mendudukkan ibunya di sofa dan menyuruh pelayan untuk membawakan air putih untuk ibunya


" mah minum dulu " ucap Valera sambil memberikan segelas air putih dan ibunya pun menerima nya dan langsung meneguk nya Sampai tandas


" siapa mereka nak " tanya nyonya sofhia yang sudah jauh lebih baik


" aku pun tidak tau mah,mamah tenang saja aku pasti akan mencarinya " ucap Valera dengan sorot mata tajam


" awas saja,jika aku sampai mendapatkan kalian tak akan ku biarkan lepas,berani sekali orang itu " geram Valera


" apa kalian tidak apa apa ! " ucap tuan ramius dengan sedikit berteriak karena panik


" siapa yang berani menyerang kalian seperti itu " geram tuan ramius


" sudahlah pah,yang penting kita tidak apa apa " tenang nyonya sofhia


" papah tenang saja,aku akan mencari orang itu "


setelah kejadian itu rumah mereka pun ditambahkan lima puluh personil dengan senjata yang lebih lengkap,Valera pun berencana untuk membangun sistem keamanan yang lebih tinggi lagi di sekeliling kediaman rumah nya,tentu saja ayahnya tidak menghalangi niatnya,ia yakin putrinya akan melakukan yang terbaik,dan vyan pun sangat murka mendengar cerita saat ibu dan adiknya pergi bersama,tentu saja ia jug menambahkan beberapa puluh personil di perusahaan nya untuk berjaga jaga.


tuan ramius,vyan dan Valera sedang berbincang serius di ruang kerja milik ayahnya,nyonya Sofia sedang beristirahat di dalam kamarnya,Valera sedang berfikir dengan ilusinya sendiri


" di bagian gerbang utama akan ku buat penyengat listrik sama persis dengan ada yang dimarkas dengan tegangan yang jauh lebih tinggi " usul Valera dengan serius tanpa menoleh ayah dan kakaknya itu


" aku setuju " saut vyan


" bahkan di gerbang utama tidak ada sama sekali jebakan atau sebagainya,jika para musuh menyerang ke arah sini maka mereka akan mudah masuk ke dalam nya , itu sebabnya aku akan membuatkan penyengat listrik " tegas Valera, tuan ramius hanya menyimak perkataan Valera


" anak ini luar biasa,bahkan aku yang ayahnya saja tidak berfikir ke arah situ " gumam tuan ramius dalam hati


" aku juga berencana menambahkan alat penembak otomatis di setiap titik bangunan ini,atau seperti senjata laser yang tak terlihat dengan keamanan yang sangat tinggi "


" kau sungguh jenius Valera " kekeh vyan


" kau diamlah,aku sedang berfikir lagi," gerutu Valera sambil memajukan bibirnya ke depan


" bagaimana dengan ruang bawah tanah dengan menghubungkan sebuah terowongan rahasia " usul vyan dan valera pun menatap nya penuh arti


" kau benar kita sudah punya ruang bawah tanah,tinggal kita renovasi dan buat terowongan itu lagipula di Belakang rumah kita itu sebuah danau,itu lebih menguntungkan " dengan menjentikan jari jarinya


" dan akupun akan membuat beberapa benda yang otomatis ketika keadaan mulai terdesak,hanya untuk berjaga jaga saja atau ruangan tersembunyi yang tak terlihat oleh para musuh,hanya kita yang bisa melihat nya dari dalam " lanjut Valera lagi


semua usul yang valera sampaikan dapat disetujui baik oleh ayah dan kakaknya,tanpa membuang buang waktu lagi Valera akan menyiapkan orang orang yang akan ikut membantu nya dalam hal ini.


*****


" Hallo Remi apa kah kau sedang sibuk " tanya Valera dengan nada manja nya


" tidak sayang,ada apa " tanya Remigio kembali


" apa aku boleh mampir ke kantor mu,aku ingin makan siang bersamamu " ucap Valera dengan sangat manja


" hemmm,aku berada di kantor, baiklah kita makan siang bersama, aku menunggumu sweatheart " saut Remi dengan nada menggodanya

__ADS_1


" baiklah, aku akan segera kesana love you " Valera mengucapkan kata cinta dengan nada yang manis


" love you to sweatheart "


mereka pun memutuskan sambungannya dan diakhiri dengan kata kata yang manis,Valera segera mengambil mantelnya berwana putih.


" Dave aku akan makan siang di luar, tolong kau kerjakan sisanya yah,dan jangan lupa tandai setiap orang yang mencurigakan Dave " titah Valera kepada Dave


" baiklah nona,hati hati di jalan " saut Dave


Valera langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya dan menuju mobil yang terparkir cantik tepat di depan nya ,seperti biasa beberapa pengawal maupun anak buah KING menunduk hormat ke arahnya,


mobil pun melaju dengan cepat menuju Adomson Crop's, setelah beberapa saat mengemudi Valera pun telah sampai di gedung mewah yang bertingkat itu,


ia melangkahkan kakinya memasuki kantor sang kekasih,banyak pasang mata uang memperhatikan Valera,dari sebagian mereka ada yang tahu bahwa Valera adalah anak konglomerat


" permisi, saya ingin bertemu dengan tuan Remigio " ucap Valera ramah kepada dua resepsionis cantik itu


" maaf,apakah sudah membuat janji " tanya gadis yang berponi


" sudah, bicara pada atasanmu Valera Harson ingin bertemu " jawab singkat Valera yang membuat kedua wanita itu terkejut mendengar namanya,dengan cepat salah seorang wanita menelfon sekretaris sang ceo untuk memberi tahu kan.


" silahkan nona,sudah di tunggu oleh Presdir " ucap wanita berambut lurus dengan sopan


" terimakasih " dengan tersenyum hangat


ia pun segera menaiki lift dan menuju lantai paling tertinggi,dan Valera yakini itu adalah ruangan sang kekasih


Tingggggg


lift pun terbuka dengan sempurna,Valera langsung disuguhi oleh dua wanita yang ada di hadapannya .


" silahkan nona,Presdir sudah menunggu " ucap nya dengan ramah Valera pun hanya membalas nya dengan senyuman


Tok tok tok


" masuk " ucap seorang pria dengan nada tegas


" maaf tuan,gadis ini ingin makan siang bersama sang kekasih nya " ucap Valera dengan formal dan Remigio pun langsung terkekeh dibuatnya


Remigio pun bangkit dan merentang kan tangannya untuk meminta sebuah pelukan,dan langsung disambut pelukan serta kecupan hangat dipilih sang kekasih


" duduk lah dulu sweatheart " Valera pun menurut seperti layaknya seekor kucing yang manis " kau sangat cantik " sambil membelai pipi Valera


" kau pun semakin tampan tuan Adomson " kekeh valera


" tunggu sebentar,aku akan menyelesaikan pekerjaan ku sedikit lagi,setelah itu kita makan siang bersama " ucap remigio sembari mengecup hangat dahi Valera


" selesaikan lah aku menunggumu " ucap Valera lagi


Remigio pun melanjutkan pekerjaan nya dengan sangat serius,bahkan Valera tatapannya sedari tadi tak pernah lepas dari wajah sang kekasih


" sungguh menggemaskan,ketika wajahmu serius itu Remi " batin Valera


remigio yang sadar Valera menatap nya hanya tersenyum tipis bahkan tidak terlihat sama sekali,


" apa kau sedang mengangumi wajah tampan ku sweatheart " goda Remi


" hemmm,aku sedang menikmatinya "


" kemarilah " saut Remi sambil menepuk paha nya untuk meminta Valera duduk di pangkuannya,dan Valera pun menurut


" tatap lah aku sepuasmu sweatheart "


" ckk ..kau percaya diri sekali tuan " saut Valera dengan wajah yang menggemaskan sembari tangannya bergelayut manja di leher sang kekasih,Remi pun tertawa pelan dengan raut wajah Valera yang menurutnya sangat manis. Remigio pun mencium bibir Valera dengan sangat lembut,Valera menyambut ciuman itu,saat keduanya sedang terbawa suasana


CEKLEK


" bos saatnya ma.....kan " James pun terperangah dengan adegan sang tuannya dengan seorang gadis dan langsung membalikan badannya , Valera pun langsung melepaskan ciumannya dan mencoba untuk bangkit dari pangkuan Remi,tapi tangan kekar itu menghentikannya


" James,kau sungguh menganggu " tekan Remi,membuat James pun salah tingkah


" ma-maaf tuan,saya tidak melihatnya,saya hanya ingin mengatakan sudah waktunya makan siang " ucap James dengan tergagap


" hemmm,aku akan makan siang di luar bersama wanitaku " ucap Remi dengan menatap Valera hangat, Valera merasa kikuk dengan situasi ini


" jika begitu saya permisi tuan " langsung berjalan dengan cepat meninggalkan dua orang yang sedang kasmaran


" aku malu " cicit Valera


" biarkan saja " sambil menggenggam tangan Valera " ayo kita makan siang " lanjut Remigio


Valera pun mengangguk


mereka keluar dengan pegangan tangan yang sangat erat,membuat para karyawan yang melihatnya melotot dengan keromantisan sang Presdir terhadap seorang wanita


Remigio terus menggenggam dan terkadang melingkarkan tangannya di pinggang Valera

__ADS_1


Remigio terus berjalan dengan wajah datarnya,sedangkan Valera terkadang masih tersenyum tipis.


__ADS_2