Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Go !


__ADS_3

hari ini Remigio akan kembali ke Prancis setelah satu Minggu ia berada di Amerika karena Masalah cabang perusahaan nya itu sudah tuntas dan dia sudah membekuk orang yang terlibat. Walaupun belum sampai titik permasalahan nya akan tetapi Remigio mempunyai kartu as yang menjadi keuntungan nya serta sudah mempunyai bukti bukti kuat akan perusaahan CC yang ingin bermain dengan dirinya.


begitupun dengan Ferdy kini kondisinya nya sudah membaik,dan Remigio menambah pengawalan dalam setiap bisnis nya terutama bisnis gelap yang ia kerjakan


Remigio menutupi kepulangan nya kali ini ke Prancis mengingat ia hanya membawa dua pengawal saja


kini jet pribadi milik Remigio sudah meninggal kan negeri Paman sam, Remigio sedang berfokus ke layar tablet nya untuk mengecek setiap email masuk yang dikirimkan oleh James dan leo ternyata salah satu email dari James bahwa Chaiden sedang berada di Prancis beberapa hari yang lalu


" psikopat itu sangat merepotkan " gerutu Remigio dengan wajah kesalnya bahkan dua pengawal yang duduk tak jauh dari dirinya pun masih bisa mendengar tuan nya menggerutu. Remigio sudah memprediksi mengapa Chaiden sampai berani mengobrak ngabrik perusaahan cabang miliknya, Bianca ! ya pasti ini ada kaitannya dengan Bianca terlebih Ferdy menjadi korban nya.


setelah menempuh perjalanan selama 8 jam dengan kecepatan 900 km akhirnya remigio sudah tiba di bandara Charles De Gaulle Prancis.


Seperti biasa Remigio selalu terlihat sangat tampan dalam hal apapun empat orang pengawal sudah menunggu kedatangan nya sejak satu jam lalu mereka langsung melakukan mobilnya me unggul mansion mewah Remigio.


Leo menyambut kedatangan tuannya di mansion sedangkan James ia masih harus diperusahaan.


" selamat datang bos " ucap leo dengan sopan dan Remigio hanya tersenyum tipis lalu mengikuti langkah tuannya untuk duduk di sofa yang bernilai luar biasa itu


" apakah disini ada kendala saat aku meninggalkan nya " ucap remigio sambil menatap leo


" tidak ada bos semuanya aman terkendali, bahkan wanita itu pun tak terlihat selama bos pergi " ucap leo menjelaskan dan Remigio hanya acuh saja, karena ia sudah tau dengan hal itu " tapi ada kabar buruk bos dari seseorang yang mengawasi nona valera " ucap leo menjeda pembicaraan untuk menelisik respon dari bos nya Remigio seketika menajamkan mata nya ke arah Leo


" katakan leo " ucap remigio dengan penuh penekanan, kini sorot matanya sangat berfokus


" beberapa hari yang lalu saat nona Valera mengunjungi ke pemakaman milik keluarga harson bersama para orang orangnya, mereka di serang oleh segerombolan orang bahkan sebuah helikopter pun ikut menyerang nona valera bos " jelas leo panjang lebar ini menjadi hal yang sangat penting untuk bosnya karena menyangkut wanita yang dicintainya. Ya selama kepergiannya ke Amerika Remigio menyuruh seseorang yang sangat handal untuk memata matai Valera karena kecemasan berlebihannya terlebih banyak sekali yang mengincar nyawa kekasihnya ia harus menjaga Valera lebih baik lagi walaupun wanitanya itu sangat pandai dalam menjaga diri


" siapa orang itu " ucap remigio dengan dingin nya bahkan leo sampai dibuat gugup


" menurut Gil helikopter itu berasal dari luar negara ini bos, hanya itu saja yang Gil tau bos mengingat bentuk nya sangat aneh " ucap leo lagi dan Remigio hanya menyipitkan matanya


" Wanita ku sangat mengagumkan leo " hanya kata itu yang mampu terlontar dari bibir Remigio, ia tidak tau harus berkata apa lagi jika menyangkut calon istrinya semuanya melekat dalam sosok Valera


Leo yang mendengar perkataan bosnya hanya diam tanpa berkomentar apapun, kini leo membiarkan tuannya untuk beristirahat dan kini dirinya kembali ke perusahan Adomson Crop's untuk membantu James.


*****


" Vale aku mendapatkan sinyal Chaiden beberapa hari yang lalu berada di negara ini " ucap Greta dengan wajah serius nya dan Valera langsung menatap ke layar pipih milik Greta


" dimana letaknya " ucap Valera lagi yang ingin tau keberadaan Chaiden


" Le Havre " ucap Greta singkat sontak Valera terkejut karena Le Havre kawasan pelabuhan


" Le Havre untuk apa lelaki itu disana " gumam Valera lagi " lalu apa dia masih berada di sana " lanjut Valera lagi dan Greta pun segera memainkan jari jari cantiknya itu sembari menyeruput green tea nya, seketika dahi milik Greta mengkerut dan mengubah ekspresinya " ada apa Greta ?" tanya Valera penasaran


" mengapa sinyal miliknya tiba tiba tidak bisa dilacak " geram Greta ia merasa kesal jika pekerjaan mendapat masalah atau mencapai kegagalan


" lebih berusaha lagi Greta " ucap Valera dengan terburu buru ia sungguh ingin bertemu dengan lelaki yang bernama Chaiden itu,


seketika benda pipih milik Greta berbunyi cukup nyaring membuat Valera langsung memandang dengan seksama pada benda itu


sinyal milik Chaiden tidak bisa di lacak tapi titik pusatnya berakhir dan menghilang di kawasan terlarang hidden forest, sontak Valera terkejut akan membaca dengan jelas lokasi Dimana ia harus menculik Aries dan menjadikan nya tawanan hanya untuk mendapatkan informasi


" tempat itu lagi " ucap Valera pelan dan terlihat raut wajahnya seketika sedang merencanakan sesuatu hal yang gila, Greta yang tau akan raut wajah itu hanya menghela nafasnya secara kasar " Greta kapan sinyal nya berakhir di sana " tambah Valera lagi


" kemarin malam " ucap Greta yang membutuhkan waktu sedikit untuk memecahkan masalah ini terlihat senyum menyungging dari bibir Valera.


Valera langsung menyuruh Greta untuk mengikutinya menuju markas mau tidak mau Greta menuruti permintaan Valera tanpa harus menolak nya, Valera melajukan mobil miliknya dari apartemen Greta dengan kecepatan maksimal Valera pun menghubungi Dave untuk terlebih dahulu karena ada sesuatu hal yang harus dibicarakan

__ADS_1


hampir empat puluh menit berkendara akhirnya Valera dan Greta sudah sampai di pelataran luas markas utama milik king


beberapa pengawal dan anak buah king yang lainnya menunduk hormat dengan sopan ketika kedatangan ladynya Valera yang menarik lengan Greta dengan tergesa gesa membuat si mpunya mengomel tidak jelas


" maaf Greta " cicit Valera dengan cengengesan membuat Greta mendengus kesal Dave sudah terlihat Di sana dan langsung menunduk hormat


" nona " sapa Dave sopan dan Valera hanya tersenyum


" ikut ke ruangan kerja ku " ucap Valera yang langsung berjalan mendahului Dave dan greta


Valera langsung duduk di sofa yang melingkar di ruang kerjanya begitupun dengan Dave dan Greta wajah serius Valera membuat Dave yakin pasti ada sesuatu hal yang terjadi


" hidden forest " ucap Valera to the point membuat Dave menjeli kan pendengaran nya agar tak salah


" ada apa dengan tempat itu nona " ucap Dave bertanya dengan wajah datar nya


" kita akan kesana malam ini juga " ucap Valera mutlak tanpa di bantah, Greta sampai memekik kaget karena berpergian secara mendadak


" apa kau gila ?" pekik Greta yang tak menyangka jika malam ini kepergiannya ke hidden forest


" aku tidak gila Greta, itu adalah cara kerja ku cepat dan tuntas " ucap Valera dingin dan Greta hanya menghembuskan nafasnya kasar dan Dave hanya diam saja " putra Aldebaran berada di sana Dave, aku ingin segera menuntaskan nya " ucap Valera dengan aura dinginnya seketika Dave seperti mendapat kekuatan yang super melimpah


" baiklah aku akan mempersiap kan semuanya " ucap Dave lagi Dengan semangatnya Valera hanya tersenyum tipis


" jangan lupa bawa pasukan bantuan menggunakan helipad jika keadaan tidak memungkinkan aku yakin kita akan mendapatkan banyak rintangan, dimana Thomas dan Asnee ?" lanjut Valera lagi


" mereka sedang beristirahat setelah melakukan latihan fisik tadi pagi nona " jelas Dave lagi


" kabarkan kepada mereka untuk bersiap malam ini "


Valera pun bergegas untuk pulang ke mansion utama keluarga harson untuk mempersiapkan dirinya sedangkan Greta menetap di markas Dave segera memberikan kabar ini kepada Thomas dan Asnee, tentu saja mereka bersemangat dengan misi nanti malam


Valera segera bersiap siap untuk misi malam nanti, saat ia pulang ia tidak mendapati George di mansion karena sedang mengikuti les pengetahuan ditemani Prada dan dua pengawal, Valera sudah menitipkan pesan kepada pram sebelumnya tentang kepergian nya kali ini jika ibu dapat ayahnya bertanya perihal dirinya tentu saja orang kaget bukan main hidden forest tempat terlarang itu sangat sulit di jamah manusia bahkan orang asing sekalipun


" nona apa perlu saya mengirim anak buah ku untuk membantu dan melindungi nona " ucap Pram yang menawarkan diri nya


" tidak perlu Pram aku sudah membawa pasukan yang lumayan banyak serta pasukan bantuan jika terjadi sesuatu hal dengan ku " ucap Valera yang sedang mengemasi barang barang ke dalam mobil turbo miliknya, sampai suara deru mobil milik tuan mudanya terparkir cantik di area ini. Vyan yang melihat pergerakan adiknya langsung mendatangi dan menatap bingung ada sebuah tas yang berisi senjata keluaran terbaru dari valera industri serta sebuah kotak kecil yang berisi bom berukuran bola pimpong


" Vale kau mau kemana " tanya vyan setenang mungkin tapi adiknya sangat sibuk dengan kotak kotak milik nya


" kakak aku akan pergi ke hidden forest nanti malam, ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan " ucap Valera dengan tenang tapi tidak dengan ketiga pria yang berada disampingnya


" untuk apa kau kesana Vale ? itu adalah kawasan terlarang " ucap vyan


" sudah ku bilang aku mempunyai urusan yang sangat penting disana " ucap Valera lagi sambil menatap wajah kakak nya


" baiklah aku akan ikut dengan mu !" ucap vyan dengan suara yang penuh penekanan


" tidak ! kakak tetap berada disini, Pram kau terus pantau pergerakan asing disekitar mansion jika ada sesuatu hal yang mencurigakan cepat hubungi komando yang terhubung ke seluruh markas agar mereka datang dan menjaga ketat mansion ini, kakak aku titip George jika ia bertanya bilang saja aku sedang bekerja " jelas Valera panjang lebar seketika jantung ketiga pria itu berdegup kencang seperti sebuah kata kata perpisahan


" nona biarkan aku membantu mu " kini Leonel yang bersuara dengan wajah yang penuh harap


" terimakasih Leonel tapi maaf kalian tetap berada disini, aku sudah membawa cukup banyak anak buahku beserta Dave Thomas dan juga Asnee " ucap Valera lagi, lalu ia menuangkan bahan bakar khusus kepada mobil turbo miliknya, Valera segera pamit kepada ketiga pria itu lalu ia melaju kan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju markas utama


vyan masih terpaku dengan perkataan adiknya, walaupun ia pandai bela diri dan menjaga dirinya tetapi ia tetap seorang perempuan adik kecilnya yang selalu ia sayangi


" tuan, " panggil Leonel kelas vyan

__ADS_1


" hmm " vyan hanya berdehem dan masih mematung di tempatnya


" apa yang harus kita lakukan, akankah tuan mengikuti saran nona " ucap Leonel memastikan tetapi vyan tidak menjawab nya dan malah berlaku pergi untuk membersihkan dirinya Pram dan Leonel hanya saling pandang meraka pun tak bisa bergerak lebih karena tidak mempunyai perintah yang mutlak dari sang majikan nya


*****


Valera kini di kelilingi orang orang yang akan ikut misi malam ini, Greta masih sibuk mencari celah dan setiap jalan di hidden forest untuk mereka singgahi walupun Valera sudah mengetahui banyak hal tentang tempat itu, butuh waktu satu jam untuk Greta memantau dan menerobos sinyal serta keamanan di tempat itu


" wow menakjubkan " gumam Greta yang melihat Selak beluk kawasan itu. Di layar pipih milik Greta muncul titik titik berwana hitam disana " cukup ketat penjaganya disana Vale, kita harus membuat strategi untuk melumpuhkan pihak lawan mengingat ada beberapa CCTV disana. Aku tidak percaya kawasan terlarang dan rimbunnya hutan terdapat mansion serta pengawasan terlebih CCTV bagaimana mungkin ?" oceh Greta sambil terus menatap layar nya itu


Valera pun memikirkan sesuatu mengingat kini misinya tidak bersama B.WOMAN melainkan dengan para anak buah king, Asnee yang cukup memahami Medan tempur di alam bebas seperti hidden forest langsung memberikan ide cemerlang nya, Dave menandai beberapa titik tertentu yang akan menjadi bagian nya begitupun dengan Thomas dan Valera hanya berfokus pada yang utama yang di bantu Greta.


Valera menghubungi Matt dan zumba untuk mengawasi sementara markas utama dan meraka pun tak keberatan


malam pun telah tiba kini kubu Valera telah bersiap untuk misinya Valera hanya membawa 100 anak buah king dengan persenjataan yang lengkap tanpa terkecuali mereka dibekali dua buah bom untuk berjaga jaga, Greta hanya membantu dalam layar pipinya ia tidak akan ikut dalam penyerangan


" matt jangan kau lepas benda ini, karena jika terjadi sesuatu hal aku kan mengirimkan sinyal darurat padamu dan aku harap pasukan bantuan sudah bersiap " jelas Valera kepada matt


" baik lady,serahkan tugas ini kepada ku " ucap Matt dengan sopan


" zumba aku percaya padamu " ucap Valera kepada zumba dan zumba membungkuk hormat kepada lady nya " GO ! " ucap Valera dan mereka langsung bergerak menuju lokasi sinyal terakhir milik Chaiden


kini semuanya sudah bersiap untuk menuju lokasi tempat terakhir sinyal milik Chaiden betapa Valera sangat berambisi ingin menaklukan nya.


setelah sekian lama Valera mencari bukti tentang kejadian beberapa tahun silam yang sampai merenggut nyawa Macky kini akhirnya ia mendapatkan titik terang ternyata orang yang membuat racun mematikan itu adalah putra Aldebaran paman dari Peter salah satu mafiosonya .


mobil yang Valera tumpangi berhenti begitu saja sebelum memasuki hidden forest membuat para anak buahnya ikut berhenti Valera mengkondisikan earphone nya agar bisa saling terhubung dengan yang lainnya


sedangkan Greta masih saja memantau keadaan Dalam layar tablet miliknya


" apa ada menara suar di dalam sana ?" tanya Greta yang masih menatap layar tablet nya Dave Valera seperti tampak sedang mengingat- ngingat


" aku rasa tidak ada Greta, aku sudah menyusuri tempat ini dan tidak ada menara suar di dalam nya " jelas Valera menimpali Greta, ia pun mengingat kembali apakah ada menara suar ?


" tapi dalam pantauan ku ada sebuah kilat cahaya yang sangat besar di dalam sana " alibi Greta yang tetap pada pendiriannya membuat Valera berfikir lebih dalam lagi " ohh astaga pantas saja ada menara suar belakang kawasan hutan ini adalah lautan " pekik Greta lagi dan sontak membuat Valera terkejut bahkan dirinya tidak mengetahui jika di belakang kawasan ini adalah lautan, bahkan para b.woman pun tidak memberi informasi apapun karena mereka yang lebih utama menyusuri kawasan ini


" jika ada menara suar berarti ada orang yang mengendalikannya, " gumam Valera dan ia pun langsung memainkan jarinya di layar tablet miliknya


" ada sebuah kapal pesiar di belakang kawasan ini " pekik Greta lagi " apa mungkin Chaiden lah yang menggunakan kapal itu untuk sampai ke tempat ini " prediksi Greta lagi


" mungkin " ucap Valera singkat " Dave kalian ikuti mobilku,jangan terlalu jauh " ucap Valera yang mengkondisikan earphone nya


" yes lady " ucap Dave


Valera pun mengikuti jalan yang tak terkena kilatan dari menara suar itu, untuk sampai di tempat persembunyiannya bersama para b.woman waktu lalu jalan yang berliku serta terjal nya perjalannya membuat mobil mobil sedikit kehilangan kendalinya. Greta masih tetap setia dengan layar tabletnya, setelah satu jam perjalanan akhirnya merak sampai di tengah tengah hutan yang luas dengan rimbunnya pepohonan sekitar tidak ada lampu penerangan kecuali sinar dari mobil yang dihasilkan


" Greta sekali lagi aku tanya padamu, kau ingin ikut atau kau tinggal di dalam sini " ucap Valera dengan wajah serius membuat Greta menatap wajah serius milik Valera


" jarak dari sini untuk ke mansion itu tidak terlalu jauh, aku akan tinggal disini untuk memantau pergerakannya, hati hati disana banyak CCTV akan ku coba mengendalikannya, kau tidak perlu khawatir bukan nya mobil mu ini canggih dan anti peluru serta Disini juga tersedia persenjataan jika aku menemukan kesulitan " jelas Greta yang masih ingin di dalam mobil tanpa ikut penyerangan bersama yang lainnya dan Valera pun mengangguk setuju lalu ia mengambil persenjataan nya dengan sebuah ransel di punggungnya serta satu buah lampu senter untuk menerangi perjalanan Dave dan yang lainnya sudah turun dari mobil yang di kemudikan oleh mereka


" kalian siap " ucap Valera dengan suara tegasnya dan mereka pun mengangguk serempak serta siaga.


" GO ! ikuti aku jalan ku, Greta akan memantau dari sini ia tidak ikut dalam penyerangan " jelas Valera lagi dan meraka pun segera memasuki kawasan lebih dalam lagi earphone yang Greta gunakan hanya terhubung dengan earphone yang Valera gunakan.


Valera dan yang lainnya tak gentar dengan angin malam yang semakin menusuk ke tubuh, mereka tampak semangat terlebih Thomas ia menaruh dendam terhadap orang yang membuat kakak nya tiada


hampir dua puluh menit mereka berjalan menyusuri jalan yang sudah di rencananya oleh Valera di depan mereka sudah tampak sebuah mansion yang berdiri kokoh di tengah hutan Dengan banyak nya penerangan disana

__ADS_1


" Greta bisa kau hitung beberapa CCTV yang terpantau oleh mu dan bisa kau beri tahu di mana letak posisinya " jelas Valera dan tak lama kemudian Greta memberi tahukan letak kerajaan CCTV serta CCTV yang masih aktif


" jika begitu sebagian tidak berfungsi dan hanya menjadi pajangan saja, seperti nya ini sebuah ranjau ,dan jebakan " batin Valera


__ADS_2