
sudah satu jam lebih Syina mengobrol kecil dengan Mrs OTO yang mengaku dengan nama Ox, Syina tau jika lelaki yang sedang duduk disampingnya ini adalah Mrs OTO karena semua orang mengangguk penuh hormat kepadanya
" maaf tuan Ox aku harus segera kembali ke penginapan, karena pasti sepupuku sedang mencariku " ucap Syina sopan dan Mrs OTO terlihat begitu kecewa akan keputusan Syina
" kau menginap di penginapan kecil itu ? " bingung Mrs OTO dan Syina mengangguk polos " apakah kau tidak pengap ? kamar yang begitu sempit ? " tanya nya lagi
Syina tersenyum manis menanggapi perkataan lelaki yang sedang berbincang dengan nya, Mrs OTO lagi-lagi dibuat terkesima dengan senyuman manis milik Syina
" disini hanya ada penginapan yang itu saja tidak ada yang lain hotel pun tidak ada jadi daripada kami tidak menemukan tempat tinggal selama kami berlibur lalu kami akan tidur dimana " ucap Syina menatap intens ke arah Mrs OTO
" jika kau mau kau bisa tinggal di tempat ku selama kau berlibur " tawar Ox lagi membuat Syina terkejut akan hal itu
" terimakasih tuan Ox tapi aku sudah membayar sewa kamar untuk beberapa hari kedepan " ucap Syina lagi tapi Mrs OTO tersenyum tipis
" kau tidak perlu khawatir Syina, lebih baik kalian tinggal di tempat ku selama berlibur tempatku jauh lebih nyaman daripada dengan penginapan kecil itu " ucap Mrs OTO lagi dengan penuh harap
" aku perlu membicarakan hal ini kepada sepupuku terlebih dahulu " ucap Syina menundukkan kepalanya membuat Mrs oto mengangkat wajah Syina dan menatapnya dengan intens
" wajah cantikmu tidak pantas untuk menunduk jika seperti ini akan lebih baik " ucap Mrs OTO lagi membuat Syina tersipu malu " mari aku antar kau sampai penginapan " lanjut nya lagi dan Syina mengangguk saja
Mrs OTO dikawal oleh Jack dan Ed sedangkan Syina berjalan beriringan dengan Mrs OTO, Elena yang mendengarkan pembicaraan antara Syina dan Mrs OTO langsung beranjak dari tempatnya dan akan siap berakting sedangkan M dan Z yang mendengarkan percakapan itu hanya bisa diam saja sama hal nya dengan Para penonton yang berada di markas mereka dibuat tertegun akan sosok Mrs OTO
" Syina " pekik Elena dan Syina pura-pura terkejut " kau kemana saja, aku hampir menyuruh para staf penginapan untuk mencarimu" ucap Syina lagi dengan wajah yang sedikit panik, tanpa menghiraukan tiga lelaki asing yang sedang di bawa oleh Syina
" maaf, " ucap Mrs OTO membuka suara membuat Elena menatap kearah Mrs OTO
" maaf anda siapa tuan ? " tanya Elena lagi " Jack kau disini, dan tuan es " ucap Elena spontan membuat tiga orang itu saling berpandangan
" tuan es ? " bingung Mrs OTO lagi
" nanti akan saya jelaskan tuan " ucap Ed dengan sopan dan Mrs oto mengangguk saja
" kalian hanya berdua di kota ini ? " tanya Mrs OTO dan keduanya mengangguk cepat " aku Ox " ucap Mrs OTO memperkenalkan diri kepada Elena dan Elena menyambut perkenalan itu tak kalah ramah
" Hachimm " bersin ! Syina tiba-tiba membuat pandangan orang beralih kepada Syina
" kau kenapa ? " bingung Elena pura-pura " Sudah aku bilang jika kau ingin keluar pakailah mantel mu, angin pantai tidak bagus walaupun terasa sangat menyejukkan " gerutu Elena lagi dan Syina hanya menunduk saja
" kau tak apa ? kau demam ? Syina " ucap Mrs OTO lagi dan Syina menggeleng saja " sebaiknya kalian tinggallah di tempatku disana jauh lebih nyaman " ucap Mrs OTO lagi
" kami takut merepotkan tuan lagipula kami orang asing, dan kami pun takut jika jadi bahan perbincangan karyawan anda terlebih tuan es ini aku takut melihat wajahnya " polos Elena lagi-lagi membuat ketiga lelaki itu diam saja
" kau, siapa yang kau sebut dengan tuan es ! dasar tidak sopan " marah Ed membuat Elena terlonjak kaget dan segera menarik lengan Syina lalu mendekapnya erat
" kau ini kenapa Ed? lihatlah gadis itu terlihat ketakutan " ucap Mrs OTO dengan penuh penekanan
" maafkan saya tuan " ucap Ed lagi
__ADS_1
" baiklah jika begitu kami masuk terlebih dahulu,tentang penawaran mu akan kami fikirkan baik-baik tuan Ox terimakasih atas tawaran anda " ucap Syina sopan dan tersenyum ramah dan lembut
" tidak Masalah Syina, aku harap kalian menerima niat baikku ini " ucap Mrs OTO dengan penuh harap Syina hanya bisa mengangguk saja, lalu ia berpamitan sekali lagi dan berlalu pergi dari hadapan ketiga pria itu, setelah itu Mrs OTO dan anak buahnya berlalu meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat singgahnya
****
" bagaimana menurutmu ? " tanya Syina kepada Elena sedangkan M dan Z hanya mendengarkan dari sebuah alat kecil begitupun dengan para penghuni yang berada di markas
" sepertinya jangan Syina ! aku takut inipun jebakan ? " ucap Elena dengan meminum segelas air putih yang tersedia
" hmm baiklah, mari kita lihat apa kah mereka menyadari nya atau tidak ? " ucap Syina lagi dan Elena mengerutkan dahinya
" maksud mu ? " ucap Elena menyipitkan matanya
" aku sudah meletakkan alat penyadap di saku jas milik Mrs OTO saat kami sedang berbincang dan tertawa bersama kau tenang saja alat itu bisa menyatu dengan kain dan warnanya pun bisa berubah di tempat " ucap Syina tenang dan Elena membelalakkan matanya
" apa ini tidak terlalu berbahaya ? " ucap Elena bingung dan setengah panik
" tidak kau tenang saja " ucap Syina menyakinkan " mari kita dengar pembicaraan mereka " ucap Syina lagi dan Elena hanya mengangguk saja
satu jam berlalu tidak ada yang mencurigakan Mrs oto lebih banyak bercerita mengenai pertemuannya dengan Syina bahkan Jack pun ikut menceritakan kejadian saat bertemu dengan Elena, tapi yang membuat kesal adalah Ed ia begitu tak suka akan keberadaan kami, bahkan ia tak segan membicarakan jika Elena dan Syina mempunyai maksud tertentu tapi Mrs OTO dan Jack tidak percaya mereka berusaha menilai bahkan Syina dan Elena adalah wanita yang polos
" sepertinya kita harus berkerja keras dalam menaklukkan Ed " ucap Elena dan Syina mengangguk mantap, bahkan M dan Z mendengar pembicaraan keduanya
" baiklah mungkin akting kita kurang natural untuk si Ed sialan itu, baiklah untuk nanti kita akan bermain secara natural saja " ucap Syina dan Elena mengangguk setuju
keesokan paginya saat Syina dan Elena sedang sarapan bersama mereka dikejutkan oleh seorang pegawai wanita dan mengatakan jika ada seseorang yang ingin bertemu membuat kedua nya saling pandang satu sama lain
saat Syina dan Elena menuju ruang tunggu atau loby penginapan yang sangat nyaman muncullah sosok seorang lelaki yang ditemani dua orang lainnya
" tuan Ox " ucap Syina membuat tuan Ox menoleh menatap Syina lalu tersenyum lembut
" kemarilah " ucap Mrs OTO dan Syina duduk di sebelah Mrs OTO sedangkan Elena memilih duduk di sofa singel
" ada apa tuan " ucap Syina lembut
" apa kalian sudah sarapan ? " tanya Mrs OTO dan keduanya mengangguk cepat " tadinya aku ingin mengajak kalian untuk sarapan bersama dengan kami " ucap Mrs OTO lagi
" tapi kenapa tuan ? " ucap Syina penasaran dan Mrs OTO hanya tersenyum tipis
Jack sedari tadi menatap wajah cantik Elena membuat si mpunya hanya menunduk menahan rasa malu, Ed yang melihat gerak-gerik Elena hanya menyipitkan matanya sadar akan tatapan Ed kepada Elena, Syina langsung berbicara
" tuan mengapa kau menatap Elena seperti itu ? " ucap Syina membuat kedua pria lainnya menatap tajam ke arah Ed
" Ed " ucap Mrs OTO dengan penuh penekanan
" maaf tuan " ucap Ed sopan
__ADS_1
" ada apa ? apa Elena berbuat salah padamu ? katakan saja biar aku yang memarahinya " tanya Syina dengan raut muka yang panik
" Syina tenanglah, Elena tidak mungkin berbuat salah kepada Ed " ucap Mrs OTO tenang dan Syina hanya menatap dengan tatapan sendu
" sepertinya tuan itu tak suka kepada kami ! tapi apa salah kami " ucap Syina lagi dan Mrs OTO menghembuskan nafasnya secara kasar tatapan matanya sangat tajam kearah Ed seolah ia sudah menghancurkan mood nya,
Elena diam saja seakan menikmati permainan yang Syina lakukan memasang wajah sendu dan Menatap Mrs OTO sendu seolah Ed tak menyukai kehadirannya, ya Ed memang tak menyukai kehadiran Elena dan Syina yang menurutnya seperti menyembunyikan sesuatu untuk menjebak tuannya
" ayo kita keluar berjalan-jalan " ucap tiba-tiba Mrs OTO membuat Ed terlonjak kaget
" tapi tuan kita masih ada pekerjaan lalu bagaimana dengan penyelidikan ? " ucap Ed tiba-tiba membuat Mrs OTO menatap tajam dan tak suka
" penyelidikan ? " bingung Elena dan Syina secara serempak
" lebih baik kau diam Ed " tekan dan datar Mrs OTO
" tuan, jika tuan Ox ada pekerjaan lebih baik selesaikan terlebih dahulu, kami berencana akan berkeliling di sekitar sini saja dari pada kami berdiam diri di penginapan ini " ucap Syina sopan dan tuan Ox langsung menatap Syina dengan tatapan yang sulit diartikan
" jika kau tidak keberatan aku akan menemanimu dan sepupumu, bagaimana ? " tawar Mrs OTO lagi dan Syina hanya menunduk menampilkan wajah bingung polos tanpa dosa
" jangan menundukkan wajah cantikmu seperti itu Syina " ucap Mrs OTO dengan nada yang penuh penekanan, dan Syina langsung menatap ke arah Mrs OTO
kena, kau ! baiklah mari kita bermain dan menikmati peran ini, sebelum kehancuran yang akan menghampiri mu . batin Syina lagi
Elena hanya diam dan menyunggingkan senyumannya yang tak terlihat, Elena justru menampilkan wajah kalem dan tenang nya agar peran yang ia mainkan terlihat lebih natural dan mampu membodohi setiap targetnya
" Elena, kau kenapa ? " tanya Jack membuka suara membuat Elena terkejut dari lamunannya
Elena tersenyum manis kearah Jack dan membuat Ed terpaku sesaat " tidak apa-apa Jack aku hanya berfikir akan berjalan kemana hari ini, dan akupun terlihat bosan " ucap Elena santai
" baiklah mari kita pergi, ayo " ucap Mrs OTO lagi sambil beranjak menatap Syina dan Elena secara bergantian
*****
" apa yang akan mereka berdua rencanakan ? menggoda musuh ? " ucap Vyan membuka suara dengan nada datar dan dingin seketika Greta dan Zizi menoleh secara bersamaan dan Dave serta Thomas lebih memilih fokus dengan yang Syina dan Elena lakukan sedangkan M dan Z tak bisa berbuat banyak ia hanya memantau dari pergerakan jauh saja
" lalu jika iya, apa yang kau fikirkan tuan Vyan " ucap Zizi dengan datar
" murahan " gumam Vyan membuat Zizi menatap tajam kearah Vyan yang berkata murahan kepada dua kawanan nya
" murahan ? begitu yang kau fikirkan ? aku baru tau definisi dari kata murahan " kekeh Zizi tertawa kecil " lalu bagaimana dengan wanita yang menggoda seorang pria terang-terangan dan merangkak secara suka rela ke ranjang seorang lelaki pengusaha " ucap Zizi frontal
" apa maksud mu ! " ucap Vyan lagi tak mengerti dengan ucapan Zizi
" diam lah, dan fokus kepada misi Dave sebaiknya kau segera menyiapkan pasukan untuk menyerang ke tempat itu, dan pastikan Syina serta Elena tak terlibat dengan aksi kalian nanti " ucap Greta dan Dave memicingkan mata nya
" tak terlibat ? justru mereka sudah terlibat labuh jauh Greta ? bagaimana bisa " ucap Dave menatap ke arah Greta dan Zizi memutar bola matanya dengan malas sungguh otak para pria seketika buntu dan berubah menjadi bodoh dalam waktu sekejap
__ADS_1
" lakukan lah dan jangan banyak berbicara ! atau misi ini akan gagal dan kita akan mendapatkan serangan kembali, dan pada saat itu aku pastikan lady akan mengamuk jika tau bangunan-bangunan miliknya hancur kembali " ucap Greta kesal membuat Dave dan Thomas mendesah pasrah kepada instruktur para wanita yang mengendalikan segalanya selama kepergian sang lady
Dave segera berlalu pergi dan mempersiapkan segalanya, mulai dari anggota, senjata,helipad serta alat-alat yang mendukung lainnya bahkan lima anggota pasukan Phoenix diikut sertakan dalam misi nya kali ini karena kemauan mereka pun tak bisa diremehkan