
setelah kejadian penyerangan dadakan di kediaman Mrs OTO, lagi itu ada sekitar lima orang berseragam polisi yang mendatangi kediaman Mrs OTO, untung saja para anak buah Mrs OTO pandai berakting atas insiden tersebut Syina dan Elena tak ikut di libatkan justru mereka di sembunyikan menuju ruang bawah tanah
Syina tak begitu banyak mendapat informasi yang ia inginkan hanya saja Mrs OTO pernah berkata ia sedang mencari seorang anak remaja lelaki yang kini sedang berada di tangan penguasa dan Syina pun mendapat kabar jika Daniel merupakan aset yang paling berharga untuk dirinya sebenarnya infomasi itu tak begitu istimewa hanya saja Syina dan Elena tak mau membuat pihak mereka mencurigai keduanya
hari ini Syina dan Elena memutuskan untuk pulang ke kediaman masing-masing karena waktu berlibur sudah usai, dan mereka pun mengaku hanya pegawai biasa yang diberikan cuti liburan, membuat Mrs OTO percaya apa yang di katakan oleh Syina
Jack menatap penuh minat kepada Elena entah apa maksud dari tatapan itu semuanya tak luput dari pandangan Ed
" Syina sebaiknya anak buah ku yang mengantar kepulangan kalian " seru Mrs OTO tapi Syina menolak dengan halus karena kebaikan Mrs OTO terlalu berlebihan akan tetapi Mrs OTO mengerti dengan situasi nya saat ini dan selama ada Syina dan Elena di kediamannya Mrs OTO jadi melupakan tugasnya tentang mencari informasi mengenai king untuk merebut Daniel kembali
M dan Z sudah berangkat sejak pagi dini hari agar tak dicurigai anak buah Mrs OTO yang bertugas disana
bus pariwisata sudah menunggu Syina dan Elena, Mrs OTO terlihat tak begitu semangat akan keputusan Syina yang pulang baginya waktu bersama wanita cantik ini sangat lah singkat
" tuan Ox terimakasih atas kebaikan tuan selama ini kepada kami, liburan kami terlihat lebih terkesan " ucap Syina sopan dan Mrs OTO tersenyum singkat
" jagalah dirimu baik-baik Syina dan semoga kita ketemu lagi di kemudian hari " seru Mrs OTO kepada Syina dan Syina hanya mengangguk saja
Elena berpamitan dengan sopan kepada Mrs OTO, Jack dan Ed mereka tentu saja memasang raut wajah yang kurang bersahabat akan tetapi Elena maupun Syina pandai membalikkan suasana hati mereka yang sedang kecut itu
" hati-hati " ucapan terakhir Mrs OTO saat Syina sudah naik ke dalam bus pariwisata dan Syina melambai kan tangannya dengan gerakan yang sangat elegan
******
" Remi boleh aku minta bantuan mu ? " cicit Valera menatap ke arah Remigio yang sedang serius menatap ke arah layar laptop karena Remigio sedang membaca email yang di kirim oleh James dan Leo mengenai perusahaan nya
" ya katakan saja sweatheart " ucap Remigio kini ia menutup kembali laptopnya dan menatap serius wajah Valera " ada sesuatu ? " ucap Remigio lagi
" apa kau pernah mendengar nama Mrs OTO atau Ox di Amerika ? " tanya Valera dan Remigio memicingkan matanya begitu saja
" entahlah nama yang asing, tapi ada apa ? " tanya Remigio penasaran
" ini ada kaitannya dengan Daniel tentang pembunuhan orang tuanya, beberapa tahun silam dan Mrs OTO sedang berusaha mengambil Daniel kembali karena ia merupakan aset yang sangat berharga untuk dirinya " ucap Valera
" lalu " ucap Remigio yang ingin mendengar cerita Valera lebih dalam lagi
" beberapa kali mereka menyerang markas ku " ucap Valera dengan nada santainya membuat Remigio membelalakkan matanya seketika
" menyerang ? " ulang Remigio lagi dan Valera mengangguk saja " itu berarti Daniel benar-benar aset mereka yang paling berharga " celetuk Remigio membuat Valera menatap ke arah lelaki yang sedang duduk disampingnya itu
" hmm aku pun masih tak tau dengan asal usul Daniel, semuanya masih misterius hanya informasi kecil yang aku dapatkan mengenai kakeknya Daniel tuan Affonso ! dan ternyata tuan Affonso pernah bertemu dengan mendiang kakek ku Marcell Harson " jelas Valera
" kau akan menyelidiki nya ? " ujar Remigio dan Valera yang mengangguk samar, seketika ingatannya menuju pada wanita yang ia kurung di Gold mansion. Kemila wanita itu membuat segudang pertanyaan di kepala Valera mengenai ia yang menjadi bagian dari Mrs OTO akan tetapi dirinya mengenal sang kakek bahkan tatapannya sangat sulit diartikan
" Remi esok lusa kita akan kembali, George sudah lebih baik dan jauh lebih baik. Florenze memang dokter psikologi yang handal, aku mengaguminya " celetuk Valera membuat Remigio menatap tajam kearah wanitanya
" mengaguminya ? apa maksud mu sweatheart ? " Picing Remigio dan Valera terkekeh kemudian
" relaks Remi kau kenapa ? " ejek Valera mencibir
" kau bilang aku kenapa ? apa kau tak tau jika aku tak suka kau mengagumi pria lain selain diriku ! " ketua Remigio dengan nada yang tak ingin di bantah membuat Valera tertawa seketika
__ADS_1
" sudahlah kau jangan seperti ini, menggemaskan " ucap Valera dengan mengecup singkat bibir Remigio akan tetapi Remigio diam saja " cemburu ? Remi percayalah cintaku hanya untukmu seorang " ucap Valera lagi dan seketika Remigio menarik tengkuk Valera dan mencium gemas bibir sensual Valera yang terus menggodanya itu, Valera menyambut ciuman penuh cinta dari Remigio lidah mereka saling bertautan satu sama lain seakan tak ingin melepaskan nya kembali
Remigio bahkan kini menarik tangan Valera untuk ia taut kan di lehernya dan Valera diam saja bahkan tak berani melayangkan protes Valera kini sangat menikmati waktunya dengan Remigio, sesapan lembut Remigio lakukan begitupun dengan Valera
" kau milikku ! hanya milikku " tegas Remigio lalu mengecup dahi Valera dengan penuh kasih sayang
" ya aku milikmu " ucap Valera lagi lalu tersenyum manis
*****
Indonesia, waktu setempat
" bagaimana Hugo " tanya Edgar yang tak sabar
" ya seperti dugaan mereka, pelakunya tak lain penyusup itu, apa kemungkinan besar mereka tau jika mereka menerima berbagai senjata dari king " Picing Hugo lagi dan Edgar ikut menyimak dugaan dari kawan nya itu
" lalu kapan kita akan menyelesaikannya " ketus Edgar
" secepatnya Edgar kau tenang saja ! " ucap Hugo tak kalah ketus " besok kita akan bergerak orang-orang ku sudah menemukan markas mereka " lanjut Hugo lagi dan Edgar mengangguk antusias tak lama Danang dan Andre datang membuat Edgar dan Hugo beralih menatap mereka berdua
" maaf aku tak sengaja mendengar jika besok kalian akan pergi menyerang ? benarkah ? " ucap Andre tak kalah antusias membuat Hugo mendengus kesal
" ya siapakah diri kalian, jangan lupa senjata andalan kalian " ucap Hugo dengan tegas Andre dan Danang terseyum lebar
keesokan harinya mereka sudah siap dengan aba-aba dari Edgar dan Hugo, beberapa orang-orang king yang menjadi rekrutan Valera yang merupakan sekumpulan orang-orang berpengalaman di bidang persenjataan,perkelahian,bahkan mereka memegang sabuk hitam dalam ilmu bela diri orang-orang king bukan orang sembarangan bahkan Hugo dan Edgar dibuat tertegun akan rahasia yang tersimpan rapi oleh lady nya
mereka menggunakan iring-iringan mobil yang berbeda-beda bahkan Tama dan Parto sangat antusias dengan penyerangan ini, dan Andre ia sudah tak sabar ingin menghabisi orang yang sudah berusaha membunuhnya pada saat itu
perjalanan yang menempuh waktu hampir dua jam itu terasa begitu singkat bagi mereka, bahkan Hugo dan Edgar berfikir jika mereka memilih tempat yang dekat dengan markas king yang berada di Indonesia, entah apa tujuannya para jajaran Valera yang berada di Indonesia belum mengetahuinya bahkan Hugo berfikir harus ada orang yang ahli dalam hal itu disini
" ada apa ? " tanya Tama penasaran karena mereka mendadak berhenti
" menyebar lah, dan pastikan mobil-mobil ini aman apa kalian tidak lihat jika di depan mulai memasuki kawasan hutan, aku sudah melihat kondisi nya dari tablet milikku dan kita akan berjalan kaki sampai di tempat tujuan " saut Hugo datar dan semuanya hanya diam saja bahkan terlihat seperti melongo dengan ucapan Hugo
" baiklah " ucap mereka dengan pasrah akhirnya, para supir diminta waspada, jika ada yang mencurigakan tekan saja tombol yang sudah tersedia dalam MH yang diberikan oleh Edgar dan semuanya mengangguk paham
Hugo, Edgar dan lainnya berpencar tapi masih saling terhubung satu sama lain, hingga beberapa menit berlalu sebuah gudang yang terlihat sangat kumuh mulai terlihat dari pandangan mata
" apa bangunan itu ? kumuh sekali bahkan terlihat seperti gudang yang tak terpakai " celetuk Danang dan Parto yang berada di sebelahnya mengangguk membenarkan ucapan kawan nya
" Danang Kalian ke sisi kiri, GO " ucap Hugo melalui MH miliknya itu dan Danang bergerak cepat dengan beberapa anak buah king lainnya
DODODODOR !! DODODODOR !!
" waw kita semua rupanya disambut, hati-hati tetap rencana awal habisi mereka tanpa ampun " keji Edgar bersuara di balik MH nya itu
Danang dan lainnya melakukan aksi balas terhadap mereka, bahkan yang lainnya pun ikut beraksi, Parto bisa melihat orang-orang berpakaian hitam kala itu sedang berdiri dengan memegang senjatanya
DODODODOR !! DODODODOR !!
AGHHH
__ADS_1
Parto berteriak senang kala bidikannya tepat sasaran membuat Danang menyentil keras dahinya karena terganggu dengan pekikan Parto
DODODORDODODOR !!
AGHHH
DUARRRR
BLUMMMMN
" waw menakjubkan " ucap Tama kala melihat aksi Hugo yang membuatnya merinding setengah mati, Hugo benar-benar cekatan dalam membidik lawannya
DODODORDODODOR !!
Edgar sudah berhasil memasuki kawasan depan bagian gedung itu, dan Hugo dengan cepat membidik lainnya begitupun dengan anak buah yang lain mereka melakukan tugasnya dengan baik,
Tama dan Andre memutuskan untuk menyusuri bagian samping kanan bangunan
DORRR
" shitt " pekik Andre saat melihat sebuah peluru hampir saja melukai tubuhnya " akan ku bunuh kau ! " geram Andre lagi lalu ia mengkondisikan senjatanya dengan sangat baik
DODODODOR
AGHHH
" lepaskan bom mu " pekik Tama lagi saat ia melihat pihak musuh semakin banyak mengepung mereka
DUARRRR
setelah Andre melepaskan sebuah bom ia dan Tama langsung berlari menuju bagian depan gedung untuk menghindar ledakan tersebut
suara pekikan dan rintihan saling bersaut-sautan dan terdengar syahdu di telinga hingga suara gebrakan pintu terdengar nyaring dan ternyata Hugo yang melakukannya benar-benar buas itulah yang difikirkan Andre dan Tama saat ini
mayat-mayat banyak bergelimpangan disana-sini entah mereka bodoh atau mereka tidak bisa bertempur dengan baik semuanya sangat mudah untuk di lumpuhkan
kini pihak king sudah berhasil menguasai bangunan, Hugo dan Edgar dengan buas membidik siapa saja yang ia temui
" dimana tuan mu " ucap Edgar dengan mencekik satu orang lelaki bertubuh tegap dan berkulit hitam, mata Edgar seakan mampu menghipnotisnya lidah pria itu menjadi kelu tak bisa bersuara membuat Edgar geram dan menambah lagi tekanan pada leher si pria itu
" Uhukk...uhukkk. le..lepaskan " ucap pria itu dengan susah payah dan suaranya sudah hampir putus bahkan nafasnya sudah sangat menipis dan tak lama pria itu melemah dan jatuh tak sadarkan diri membuat Edgar mendengus kesal
" cihh.. lemah " gerutunya lagi lalu menghempaskan tubuh pria itu dengan kasar
DODODORDODODOR !! DODODODOR
" shitt " umpat Edgar saat mendengar suara tembakan dari lantai atas, lalu ia melihat Hugo akan tetapi Hugo tak ada dibelakangnya membuat Edgar berfikir jika Hugo sudah naik ke lantai atas dan tak lama Danang serta Parto masuk dan ikut melihat mayat yang bergelimpangan tak bernyawa itu lalu mereka mengikuti langkah Edgar menuju lantai dua
Hugo masih saja memberikan rentetan pelurunya kepada pihak musuh walaupun kini ia berada di situasi yang tidak menguntungkan ternyata tuan mereka dijaga ketat disebuah ruangan rahasia di lantai dua,
" sial, awas saja kalian akan mati ! " desis Hugo geram
__ADS_1
DODODODOR !!
DODODORDODODOR