Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
accident ?


__ADS_3

"tempat ini sangat lah sepi, tapi apa kau yakin tempat terakhir Mereka berada disini " ucap P3 dengan datar sembari menatap wajah Dave yang dingin tanpa ekspresi


" jangan meremehkan kemampuan ku, aku sangat yakin " ucap Dave tegas tanpa ekspresi dan P3 serta yang lainnya hanya menatap Dave dalam diam.


mereka terus menyisir jalanan yang sepi akan penduduk hingga mereka sampai di penghujung jalan mata P4 menatap dan menelisik ke arah depan


" itu ada sebuah desa, bagaimana jika kita bertanya saja pada mereka tentang Deddo itu " usul P4 dengan semangat nya membuat Dave memanggutkan kepalanya setuju


mereka kini mendekat ke sebuah desa itu, banyak sekali warga yang sedang bekerja disana dari anak anak sampai seorang wanita pun tak luput dari pandangan Dave, entahlah Dave merasa ada sesuatu hal yang ganjil disana


" maaf permisi, boleh kah kami bertanya sesuatu ?" ucap P1 dengan sopan tapi pria itu hanya menatap bingung kepada P1, seolah olah ia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh P1, pria itu berbicara bahasa daerahnya yang tentu saja tidak di mengerti oleh Dave maupun pasukan Phoenix yang lainnya


" mereka tidak mengerti " gumam P2, hingga sang supir yang mengantar mereka turun dan mendekat ke arah Dave dan yang lainnya


" maaf tuan, apa kah ada sesuatu hal yang sulit ? " tanya pria itu sopan


" kami tidak mengerti bahasa nya, apa kau mengerti ? " tanya P3 dengan datar dan pria itu hanya tersenyum lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan pria bernama Emet itu mulai berinteraksi dengan seseorang penduduk desa yang sontak membuat Dave maupun pasukan Phoenix terkejut


Dave tidak menyangka bahwa Emet bisa berinteraksi dengan baik


" apa yang ingin kalian tanyakan, aku bisa menerjemahkannya " tanya Emet sopan, dan akhirnya Dave menceritakan penulusuran nya dan Emet penerjemahan setiap perkataan Dave terlihat dari raut wajah pria itu sudah berubah ubah kadang tegang, takut bahkan terlihat syok. Entahlah apa yang terjadi tapi itu semua tak luput dari pandangan dave


" aku yakin dia mengetahui sesuatu hal yang lain, terlihat dari raut wajahnya yang selalu berubah ubah. batin Dave berseru


Emet yang melihat raut wajah pria paruh baya yang selalu berubah ubah itu mengerutkan dahinya lalu melirik Dave dan pasukan Phoenix sekilas, Dave yang melihat itu hanya menganggukan kepalanya


kini pria paruh baya itu seperti orang ketakutan lalu Emet berbicara lagi pada pria paruh baya itu Dave dan pasukan Phoenix hanya mendengar nya tanpa bersuara. Tiba tiba seseorang berteriak kearah mereka


" HEIIIII " teriak orang itu lantang sontak membuat semua orang terkejut dan pria paruh baya itu langsung berlari ketika melihat nya, Dave dan pasukan Phoenix sudah berjaga jaga jika terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan, seorang lelaki berwajah Asia dengan alis tebal dan rambut panjangnya yang diikat, menatap tajam kepada jajaran king


" siapa kalian ! dan mengapa kalian berada disini ? " ucap pria itu tajam dengan sorot mata yang mengintimidasi, P3 dan P4 membalas menatap pria itu lekat lekat dave masih tetap memperlihatkan wajah datar nya


" kami hanya seorang turis yang kebetulan sedang berjalan jalan " ucap Dave santai membuat pria itu menatap Dave dari ujung kepala sampai ujung kaki


" lalu dari mana kau tahu tempat ini ?" tanya pria itu menyelidik tapi dave hanya tersenyum tipis

__ADS_1


" entahlah mungkin takdir yang membawa kami kemari " ucap sarkas Dave membuat pria itu mengerutkan dahinya tapi sorot mata nya menajam pasukan Phoenix hanya terkekeh mendengar jawaban asal dari kaki kanan sang ratu


" sebaiknya kalian pergi dari sini, ini bukan tempat untuk berwisata " ucap tegas pria itu membuat Dave dan keempat pria itu tersenyum tipis, Dave yakin dia adalah salah satu anggota dari Deddo terlihat tato di lehernya bertulis huruf D dan lamban samurai kecil disana yang mungkin artinya Deddo tapi mengapa para penduduk desa ini semuanya harus bekerja tidak pria maupun wanita. akan anak anak semuanya dianggap sama


pria itu menatap tajam bahkan terkesan menantang membuat Dave geram seketika tapi ia harus mengontrol emosinya sedemikian rupa agar penyelidikan nya berhasil dan mendapat banyak informasi yang di inginkan oleh lady nya.


" baiklah kami pergi " ucap Dave datar lalu mereka berlalu pergi pria itu tidak menjawab hanya menatap saja dalam diam.


bukan nya pergi tetapi Dave dan lainnya memantau kegiatan mereka dari jauh untung saja desa ini sepi,


" aku yakin dia salah satu anggota yang dicari ratu " ucap P3 bergumam tanpa ekspresi


" Ya aku pun begitu " timpal Dave menyaut dengan acuh


mereka fokus pada pengintaian di tempat persembunyian nya hingga segerombol orang berdatangan ke tempat itu Dave dan pasukan Phoenix semakin gencar mengawasi nya


mereka menyeret semua penduduk desa dengan kasar bahkan seorang wanita diseret dan di jambak tanpa perasaan, P2 dan P1 menatap iba pada wanita wanita disana segerombol pria itu serempak memakai tato D dilehernya membuat Dave menyunggingkan senyuman nya penuh arti


apa benar mereka mafia elit di Jepang ? tapi jika benar untuk apa mereka melakukan hal yang tak bermoral seperti ini ? justru itu adalah tindakan receh untuk seorang mafia kelas atas yang dimaksud oleh lady nya


*****


sedangkan di markas Valera sedang melihat kondisi Peter yang semakin hari semakin memburuk mau tak mau Peter harus segera dirawat oleh orang profesional hari ini Peter akan di rawat disalah satu rumah sakit besar di Prancis dengan pengawasan anak buah king di bawah naungan Valera.


" sudah berapa lama dia seperti itu ?" tanya Valera tanpa menatap lawan bicara


" sudah dua Minggu yang lalu nona " jawab Thomas lagu dan Valera hanya diam tak menjawab sama sekali, hanya mengembuskan nafas nya kasar


" obati dia, aku tak ingin dia mati begitu saja " titah Valera dengan menekan kata kata nya dan Thomas pun hanya mengangguk paham lalu valera berlalu dan segera melangkah kan kakinya menuju ruangan pribadinya sedangkan Thomas hanya menatap kepergian Valera tanpa berbicara apapun ia tahu sang lady sedang memikirkan banyak Masalah perihal dunia mafianya yang mungkin akan menyangkut nyawa orang orang sekelilingnya.


Valera segara membuka laptopnya untuk meninjau segala pekerjaan nya yang ditangani oleh orang orang terlatih, termasuk para predator selama dua bulan ini Valera tidak mendapat kabar atau email dari para b.woman itu membuat Valera sedikit lega karena di sana tak terjadi apa pun


Valera akan fokus mencari antek antek Ben yang kemungkinan besar akan mencari dirinya terlebih Jose dibebaskan begitu saja walaupun masih dalam pengawasan anak buah king


" untuk apa dia meminta bantuan pada mafia Jepang itu " gerutu Valera kesal, " menyebalkan ! membuat daftar musuh ku bertambah banyak saja " geram Valera

__ADS_1


Raymond sudah tewas ! lalu siapa lagi nantinya ? entahlah Valera harus mencari tahu lebih lanjut Masalah Ben ia tidak akan membiarkan Ben begitu saja walaupun Ben sendiri bukanlah sebuah ancaman tapi demi keselamatan keluarganya Valera harus mewanti wanti sesuatu hal untuk sebuah persiapan


sedangkan saat ini Chaiden dan Chaiton di tempatkan di ruangan berbeda walaupun mereka bersebelahan


Chaiden kini sudah dilepaskan dari rantai yang membelit tangan dan kakinya, ia terlihat tidak keberatan menjadi tawanan king disana seperti namanya psikopat gila Chaiden lebih menikmati setiap waktu detik nya di dalam ruangan yang tak terlalu besar itu, ia pun selalu berandai-andai untuk memiiki sang lady, sejak kejadian beberapa bulan lalu dimana dirinya tak sengaja bertatapan dengan Valera ia merasa getaran aneh dalam dirinya,


" apakah aku sudah gila ? ternyata aku mulai menyukai wanita itu. " desis Chaiden sembari duduk di kursi yang terdapat di ruangannya lalu ia tersenyum tipis ketika mengingat bagaimana mata indah milik Valera yang mampu membuat hatinya tersentuh bahkan bereaksi lain tidak sama dengan para teman wanitanya yang sudah ia kencani selama ini.


sedangkan Chaiton ia hanya duduk termenung dengan pandangan kosong entah ia meruntuki kesalahan ayahnya atau dirinya yang sudah gegabah dalam bertindak benar, king tidak Mudah untuk diruntuhkan apalagi dimusnahkan di dalamnya terdapat banyak para iblis yang kejam dan menyeramkan


" aku terlalu gegabah dalam bertindak, disinilah aku sekarang terjebak dan putus asa. ia dan saudara kembarnya sangat berbeda dalam segala aspek jika Chaiden lebih dikenal dengan psikopat gila akan tetapi tidak dengan Chaiton.


Chaiton merasa marah kepada Valera karena telah menawan kembaran nya selama hampir dua bulan, bahkan ayahnya belum saja bertindak membuat ia melangkah dengan terburu buru tanpa tahu konsekuensinya. Dan inilah akhir dari kegegabahan nya berakhir menjadi tawanan king


Disisi lain Remigio sedang membicarakan sesuatu hal dengan kedua orang kepercayaan nya siapa lagi jika bukan Leo dan James.


James dan leo terlihat sedang menunggu apa yang akan menjadi topik pembicaraan tuan nya, raut wajah Remigio saat ini tidak bisa terbaca oleh kedua pria yang menjadi kaki kanan nya itu


" Leo kau akan berangkat ke Hongkong bersama dengan kekasihku " ucap remigio dengan spontan membuat leo sedikit terkejut dan James hanya menahan tawanya


" maksud mu bos ?" tanya Leo meminta penjelasan


" temani kekasihku untuk menjalani misi nya di Hongkong, tolong jaga dia untukku Leo. Aku masih ada pekerjaan yang tidak bisa untuk di tinggalkan walaupun aku mengutuk pekerjaan itu, tapi mau bagaimana lagi ? Jadi aku meminta mu untuk menemaninya kali ini walaupun ia juga pergi bersama dengan para jajarannya tapi aku merasa tidak tenang " jelas remigio dengan menyesap wine mahal nya itu sesekali memainkan gelas kristalnya


" baiklah bos aku akan ikut menjaga nona valera untuk mu bos, siapa tahu aku bisa membantu nya " ucap leo yang tak bisa menerima penolakan apa yang menjadi titah sang tuan akan ia laksanakan dengan baik apalagi mengenai kekasihnya yang akan menjadi nyonya Adomson. Remigio menjadi lega mendengar nya setidaknya orang kepercayaan nya akan menjadi mata untuk menggantikan nya disana


" aku akan menghubungimu kapan keberangkatannya, ku rasa dalam waktu dekat ini persiapkan dirimu Leo dan kau James kau tetap membantu ku disini " ucap remigio lagi dan keduanya pun mengangguk setuju


waktu terus berlalu Siang hari berganti menjadi gelap nya malam yang gulita, Valera mengemudikan mobilnya menuju mansion utama fikirannya sedikit terganggu dengan masalah kemafian nya di tambah ia akan berurusan dengan salah satu mafia Jepang yang jauh dari perkiraan bahkan melesat jauh dari wilayah kekuasaan nya hingga tiba tiba suara bunyi yang berasal dari sistem canggih mobilnya bersuara nyaring


" shitt " umpat Valera tanpa sadar sebuah mobil mengikutinya dengan sangat terang terangan, ya mobil Valera mempunyai sistem ganda yang akan memprediksi sebuah penguntit dalam radius 2 km dari jarak nya. " siapa lagi sekarang ! ingin rasanya aku menghancurkan mereka dengan gatling dan memporak porandakan seluruh musuhku saat ini juga " desis Valera yang menancap pedal gas nya dalam dalam seketika mobil Valera melesat cepat di jalanan membuat mobil penguntit melakukan hal yang sama hingga


DORRR


melesat ! tembakan mereka melesat karena lihainya Valera dalam mengemudi mobil Valera menggerutu tidak jelas bahkan ia mengumpat hal yang tidak jelas karena konsentrasinya terganggu oleh tembakan yang berasal dari sebuah penguntit Valera terus menancap pedal gasnya dalam dalam hingga sampai pertigaan sebuah mobil truk tiba tiba mengejutkan Valera dari arah kiri nya

__ADS_1


BRAKKKKKK


__ADS_2