
kini semuanya berkumpul di aula Gold mansion yang sangat luas itu, Zizi duduk terkapar di lantai begitu saja dan Lotus duduk di kursi yang tersedia Vyan duduk disebelah Lotus tak lama Leonel datang dan membungkuk hormat kepada vyan
" apa kalian baik-baik saja " ucap bariton seorang pria mereka semuanya menoleh kearah sumber suara itu
ya setelah keamanan kembali tenang Daniel memutuskan untuk turun dan melihat keadaan semua orang yang masih berada di Gold mansion
Zizi tersenyum tipis ke arah Daniel dan Daniel seketika sungkan dibuatnya
" ya kami baik-baik saja " ucap Zizi lagi Daniel menghela nafas lega, Zizi tentu saja terkekeh dibuatnya Vyan hanya menatap Daniel dalam diam sesekali melirik ke arah Zizi yang sedang terduduk dengan santainya
" apakah mereka akan kembali ? " tanya Daniel lagi " maaf jika keberadaan ku membuat kalian semua sulit " sendu Daniel dengan wajah tertunduk, Zizi menepuk pelan bahy Daniel yang mulai terlihat kekar itu Zizi memberi pengertian agar Daniel tidak berucap omong kosong lagi yang membuatnya sakit telinga
walaupun demikian Daniel merasa dirinya membebani semua orang, bukan hanya Valera yang harus terlibat bahkan vyan pun harus turun tangan membantu para jajaran sang adik untuk menumpas para musuh
" sudahlah jangan dibahas, lebih baik sekarang kau panggil para maid untuk menyiapkan makanan enak untuk kami, " ucap Zizi membuat semua orang melongo " aku sudah lapar " lanjut Zizi lagi dengan terkekeh, Daniel segera melakukan perintah yang di katakan Zizi ia memanggil para maid di tempat persembunyiannya
sedari tadi Leonel melihat tuannya terus memperhatikan Zizi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Zizi tak menyadarinya ia hanya menunjukkan sikap acuh nya saja
satu jam berlalu para maid sudah selesai memasak makanan enak, untuk para tamunya Zizi begitu bersemangat karena perutnya memang sudah menahan lapar, Lotus diam saja menanggapinya hal serupa pun vyan lakukan ia hanya diam tapi matanya terus melirik seakan ada yang salah dengan wanita yang menjadi bagian dari jajaran adiknya
" selamat menikmati tuan dan nona " ucap maid yang mengantarkan makam penutup ia menunduk hormat dan membungkuk kan badannya sedikit lalu berlalu pergi
Leonel menyiapkan makan untuk tuannya terlebih dahulu baru untuk dirinya itu semua tak luput dari pandangan Zizi dan Lotus, sedangkan Vyan hanya menyeringai tipis melihatnya
oh tuhan, apa ini ? bagaimana bisa asistennya mengambil makan untuk pria itu ? apakah tangannya sudah tak sanggup lagi untuk mengambilnya sendiri, orang kaya memang selalu melakukan hal aneh. batin Zizi bingung
Zizi langsung mengambil makanan yang telah mengunggah seleranya, begitupun dengan Lotus dan Leonel bahkan Zizi tak sungkan untuk menambah lauk pauknya lagi tanpa rasa sungkan, Lotus hanya menggeleng kepalanya pelan karena ia sudah mengetahui sikap dan sifat Zizi terutama dalam hal makanan
apa wanita ini tak malu untuk menambah menu lagi ? ohh tuhan porsi makan nya saja melebihi diriku,. batin Vyan bergumam
" hmm sekarang perutku telah terisi dengan baik, " ucap Zizi tersenyum tipis " ohh apakah nona akan menagih makanan yang kita makan ini ? " ucap bingung Zizi lalu ia menelisik ruangan itu dengan intens " cctv ? oh itu artinya nona akan tau jika aku makan banyak di mansion nya " gumam Zizi tapi masih bisa di dengar oleh ketiga pria yang berada satu meja dengannya
" jika adikku meminta bayarannya bagaimana ? " seringai Vyan
" apakah ini sungguhan ? " ucap Lotus berbicara membuat Leonel mengulik senyumnya sendiri, bagaimana bisa Valera meminta imbalan kepada orang yang telah memakan makanan di mansion nya, Valera bukan dikenal orang yang seperti itu
" bagaimana ? " lanjut Vyan lagi Zizi dan Lotus hanya saling pandang
" tentu saja kita akan bayar " ketus Zizi menatap kesal vyan dan Lotus hanya diam saja
__ADS_1
" benarkah ? " ucap vyan
" memangnya kenapa ? apa kau berfikir aku tak mampu membayarnya ? cihh.. ternyata kau berfikir demikian tuan Vyan yang terhormat " ucap Zizi dengan penuh penekanan akan tetapi nada bicaranya masih terdengar sopan
" apa aku berbicara demikian ? apa aku berbicara kau tak mampu untuk membayarnya ? apa benar begitu nona ? sebaiknya kau pasang telinga mu baik-baik " ucap vyan datar lalu beranjak dari kursinya dan melenggang pergi di ikuti oleh Leonel di belakangnya
Zizi tentu saja melongo degan sikap Vyan, apakah dirinya sudah membuat kesal kakak dari nonanya, Zizi menjadi bingung sendiri
" apakah tuan Vyan marah ? " ucap Lotus yang memakan buah segar yang sudah dipotong itu
" apa aku salah berbicara ? entahlah akupun tak tau, sungguh menyebalkan " ketus Zizi lagi lalu tanpa sadar ia mencomot hidangan penutup yang sangat manis rasanya
*****
" Gagal lagi, gagal lagi " pekik seorang pria berumur akan tetapi perawakannya masih sangat bugar dan atletis
" maafkan saya tuan, mereka tak bisa di remehkan " ucap pria muda lagi " tuan pun tau bagaimana bengisnya mereka jika ada pihak yang mengusiknya, untuk menumbangkan para antek-antek nya saja sudah sulit untuk dikendalikan bagaimana dengan pemimpinnya " jelas pria muda lagi
" AGHHH aku menginginkan anak itu ! bagaimana bisa anak itu berada di tangan mereka ku kira dia sudah mati saat itu karena tak bisa bertahan hidup tapi Prediksiku salah besar, bahkan ia sudah tumbuh remaja " geram pria berumur itu " aku tidak perduli bagaimanapun aku harus mendapatkan anak itu sebelum Affonso mengetahui jika keturunan nya masih tersisa " pekik nya lagi, pria muda itu hanya mengangguk pasrah lalu berlalu pergi bahkan pria yang di panggil Mrs OTO itu tak perduli dengan para anak buahnya yang sudah banyak gugur di Medan pertempuran untuk melawan king.
" aku harus bisa mencari celah untuk merebut anak itu, ya aku harus mencari tau tentang mereka terlebih dahulu ! sejauh ini aku mengalami kerugian yang cukup besar beberapa helipad hancur, bahkan beberapa mobil mewah pun hancur dan para anak buah ku pun tewas sia-sia tak berguna ! " marahnya lagi
Mrs OTO berfikir bagaimana bisa melumpuhkan pihak king untuk merebut Daniel kembali, menyerang secara tiba-tiba sudah ia lakukan akan tetapi tetap saja selalu kalah dan berakhir tragis
***
disisi lain Greta terus memantau pergerakan dari sinyal yang ia dapati, Dave dan Thomas menatap serius ke layar pipih itu
" orang-orang yang berada di bawah naungan tuan Vyan yang akan menyelidiki mereka, apa kau yakin ? " tanya Thomas lagi yang terlihat ragu
" aku pun tak tau, bahkan aku tak mengetahui sepak terjang dari tuan Vyan, tapi apa salahnya kita mencobanya untuk kali ini " ucap Dave santai dan Greta hanya acuh menanggapi kedua pria yang berada di sisi kiri dan kanan nya
" aku tak masalah jika tuan Vyan membantu tapi jika aku boleh memberi saran kenapa tidak kita libatkan Elena dan Syina dalam menangani misi ini " ucap Greta menatap keduanya
" wanita yang berada saat pertemuan itu ? hmm apa mereka bisa diandalkan ? " tanya Thomas polos
" kau meragukan kemampuan mereka Thomas ? pasukan khusus yang disembunyikan oleh nona kalian mempunyai kemampuan diatasi rata-rata mereka bukan orang sembarangan contohnya Zizi kalian pasti sudah melihat sepak terjangnya bukan kejam dan sadis itulah dirinya ! lalu bagaimana dengan Elena dan Syina ? jika kalian tau sepak terjangnya nya kalian tidak akan pernah meremehkan kedua wanita itu, apalagi Vale belum memperkenalkan team bayangan nya kepada kalian bukan ? " ucap Greta santai membuat kedua lelaki itu menatap bingung
" team bayangan ? apa masih ada lagi pasukan yang tersembunyi yang dimiliki oleh nona ? " kini Dave ikut bersuara
__ADS_1
" kau benar Dave, Valera sangat pintar aku salut akan kejeniusannya mereka disembunyikan dari dunia dan hanya kalian yang dikenal oleh para mafia dunia tapi tidak dengan mereka ! " ucap Greta terdengar penuh penekanan
" kau mengetahui sesuatu Greta ? " Picing Dave dan Greta tersenyum tipis
" begitulah, aku hanya berbicara saja semoga kalian cepat bertemu dengan pasukan bayangan yang ku maksud itu, mereka sangat mengerikan seperti sekumpulan psikopat yang bersatu dan bergabung dibawah pimpinan Valera, aku jadi merinding " ucap Greta meringis dan Dave hanya diam saja sungguh ia penasaran dengan pasukan bayangan yang disebut oleh Greta tadi " aku akan menghubungi Zizi untuk mengusulkan saran ku, mengenai Elena dan Syina " ucap Greta lagi " aku lelah dan aku ingin beristirahat " lanjut Greta lalu ia berlalu pergi meninggalkan kedua pria itu yang sedang termenung dengan pemikirannya masing-masing
*****
Keesokan harinya di markas Zizi sedang duduk bersama dengan Elena, Syina dan Greta , setelah Greta menghubungi Zizi ia langsung menghubungi kedua wanita itu dan pada malam harinya mereka langsung terbang menggunakan pesawat pribadi milik Elion
" jadi misi kita kali ini cukup sulit " ucap Zizi lagi " menjadi mata-mata memang tidak begitu menakutkan hanya saja target kita kali ini cukup diwaspadai " lanjut Zizi lagi
" sesulit apapun aku siap membantu Zizi, " ucap tegas Syina dan Zizi tersenyum tipis
" ya seperti yang Syina katakan, begitupun dengan diriku ! percayakan saja misi ini pada kami, Zizi " ucap Elena dengan nada yang begitu anggun
Zizi sangat tahu akan sepak terjangnya keduanya Elena dan Syina mempunyai daya tarik tersendiri untuk menjerat si target setelah itu mereka berdua akan mengeksekusi korbannya dengan sangat sadis
" baiklah, mari kita bicarakan hal ini lebih lanjut " ucap Greta tiba-tiba " mereka berada di sekitar pelabuhan, aku jadi bingung mengapa tempat ini selalu saja lolos bagi pihak asing. Sebuah hunian yang dekat dengan para penduduk desa di pesisir pantai, hunian nya terlalu mencolok dan warga sekitar hanya tau jika hunian itu milik pemerintah " ucap Greta sembari menatap layar laptopnya
" berkamuflase ? " ucap Elena dan ketiganya mengangguk serempak
" ya seperti dugaan mu Elena, aku percayakan ini pada kalian, dan aku tak perduli dengan apa yang kalian lakukan dalam misi kali ini kita hanya butuh informasi, kondisi, keadaan agar pihak kita bisa mengepung dan membumi hanguskan mereka tanpa sisa " sadis Greta dan kedua wanita itu tersenyum sinis
" kalian tidak hanya pergi berdua, akan ada pihak dari tuan Vyan yang ikut membantu misi kali ini " ucap Zizi membuat kedua wanita itu terkejut
" bagaimana bisa ? " ucap Syina terkejut dengan wajah bingung
" kita tidak bisa menolaknya bukan ? jadi aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik
" Ya aku harap pun begitu " ucap suara bariton pria tiba-tiba mengejutkan para wanita cantik
" tuan Vyan " ucap mereka serempak lalu menunduk hormat, Vyan langsung menarik satu kursi untuk ia duduki " jujur aku tak tau jika ini bagian dari rencana kalian tapi itu tidak masalah bukan ? aku sudah menyiapkan dua orang untuk menemani kelian berdua " ucap Vyan menatap Elena dan Syina secara bergantian
" baiklah tuan " ucap mereka serempak dengan sopan
" baiklah, besok pagi kalian akan berangkat dengan sebuah mobil pariwisata, kita harus mendiskusikan lagi apa yang akan kalian lakukan untuk esok pagi " ucap Greta dan mereka mengangguk setuju " good luck dan selamat bertugas, aku harap misi kita kali ini tak akan sesulit apa yang kita fikirkan sebelumya " dengus Greta dengan kesal " jujur aku jengah dengan para penyusup itu, terlebih aku takut terkena amukan dari Valera " ucapnya lagi dan Vyan langsung terkekeh dengan ucapan Greta
" kami tak akan mengecewakan Lady, Greta !kau tenang saja aku akan menjerat mereka dengan caraku " sinis Elena dan semuanya menatap kearah Elena yang terlihat percaya diri Vyan dibuat geli dengan tingkah para jajaran adiknya tapi tak bisa dipungkiri wanita yang berada dibawah pimpinan Valera rata-rata mempunyai pesonanya sendiri vyan menggeleng kepalanya pelan
__ADS_1
" baiklah, aku meninggalkan dua orang ku bersama kalian dibawah, good luck " ucap Vyan dengan wibawanya yang begitu luat biasa, setelan jas formalnya menambah kesan gagah pada seorang Vyan Harson Zizi dibuat gugup akan Lelaki dihadapannya ini, Greta menyadari Zizi yang begitu hanya acuh saja tapi senyuman tipis terbit di sudut bibirnya
ohh sepertinya aku mencium bau-bau percintaan yang baru saja tumbuh ! Zizi hmm kau menyukai Vyan ? ohh tuhan aku menunggu masa-masa itu terjadi pasti akan seru. batin Greta terkekeh