
Hari ini Gold Mansion terlihat ramai, bukan hanya sahabat dari indonesia nya tapi para jajaran terdahulu berada di kediaman sang Lady. Remigio bahkan ikut berbaur dengan orang-orang Itu.
Daniel terlihat akrab dengan Aldo karena usianya tak jauh beda, lagi-lagi Maya,vio maupun rud dibuat tercengang akan kemegahan rumah bos besarnya itu.
" ibu, apa kau membutuhkan sesuatu ? " tanya Valera lembut karena sedari tadi nyonya ana ibu dari maya terlihat diam saja tak berbicara
" tidak ada nak, hanya saja ibu tak menyangka jika kau memiliki hunian besar seperti ini " ucap nyonya ana berdecak kagum dan Valera hanya tersenyum tipis
" semuanya dengan hasil kerja keras ibu " kekeh Valera dan nyonya ana tersenyum
tak lama, rombongan Zizi, Syina dan Elena datang ke Gold Mansion membuat hunian itu terasa lebih hangat
mereka bertiga menunduk penuh hormat membuat siapa saja yang melihatnya menjadi bingung termasuk nyonya Ana. Zizi membisikan sesuatu di telinga sang Lady dan Valera mengangguk mengerti.
Zizi Syina dan Elena tak lupa menyapa nyonya ana dengan sopan bahkan mencium punggung tangannya dengan lembut mereka pun mampu berbaur dengan Maya dan vio agar tak ada kesan canggung di antara mereka.
" ibu, aku tinggal dulu. Ada pekerjaan yang menungguku.. Maya jika kau bosan, kau boleh berjalan-jalan dengan vio, di halaman belakang terdapat kuda untuk bermain-main seseorang bisa menemani kalian jika kau mau " ucap Valera dan Maya hanya mengangguk tanda mengerti tak lama Valera bangkit dan menuju lantai atas diruang kerjanya.
sedangkan Remigio berada di kamarnya hanya untuk mengecek email yang masuk dari James dan Leo.
Zizi Syina dan Elena duduk dengan tenang begitupun dengan valera, bahkan Syina menghembuskan nafasnya secara perlahan.
" katakan ! " tegas Valera dengan menatap ketiga wanita yang kini duduk dihadapan nya
" sepertinya Mrs OTO mengetahui jika kami yang membawa Daniel pergi " ucap Elena dan Valera terlihat diam saja sejujurnya ia pun penasaran bagaimana aksi kedua wanita ini untuk membawa Daniel pergi dari Irlandia.
" lalu ? " ucap Valera lagi
" seperti yang orang-orang ku katakan dan aku menempatkan mereka di sekitar sana, saat ini lelaki tua itu sedang dalam mode curiga kepada kami berdua karena kepergian kami bersamaan hilangnya Daniel " ucap Elena lagi dan Valera hanya mengangguk kecil, baginya itu hal yang biasa " kemungkinan besar mereka akan bertolak menuju Prancis dalam waktu dekat ini " lanjut Elena lagi
" mereka masih belum menyerah " sinis Valera dengan tersenyum tengil. " atur semuanya kemungkinan misi kita kali ini untuk menemukan keluarga biologis Daniel di Inggris " ucap Valera dan ketiga wanita itu mengangguk mengerti
tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan itu membuat Valera dan lainnya cukup terkejut dibuatnya, mau tak mau Valera segera membuka kan pintu itu secara otomatis.
ternyata salah satu maid yang bekerja di Gold Mansion. Ia mengatakan jika nyonya besar datang berkunjung dengan kedua orang tua Remigio sontak membuat Valera mengangguk antusias. Zizi dan lainnya hanya bisa mengulum senyum nya
" kalian makan siang lah bersama disini " titah Valera dan ketiganya hanya mengangguk sungkan " baiklah ayo kita turun " ucap Valera lagi dan ketiga wanita itu hanya mengekor dibelakang Valera
sebelum itu Valera memasuki kamar pribadinya sebentar untuk melihat suami nya itu, dan ternyata Remigio masih asyik dengan email-email yang terbilang cukup menumpuk untuk dikerjakan.
valera memeluk tubuh kekar itu dari arah belakang sehingga membuat si mpunya terkejut.
" Remi, " ucap Valera sedikit manja dengan cepat Remigio memutar tubuhnya dan kini ia menghujani wajah Valera dengan ciuman bertubi-tubi membuat Valera terkekeh " ayo kita turun mama dan papa berada di bawah begitupun dengan mertuaku " ucap Valera dan kini ia duduk di pangkuan Remigio dan menyandarkan kepalanya di dada bidang nan kekar itu
" mereka disini ? " ulang Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk kecil " baiklah ayo kita turun jika begitu " ucap remigio lagi dan Valera hanya tersenyum lalu mengecup singkat bibir Remigio " sweatheart, aku tak akan melepaskan mu jika waktunya telah tiba " ucap Remigio dengan mencubit gemas hidung Valera dan membuat si mpunya tertawa lebar
__ADS_1
" hmm baiklah " ucap Valera hanya menjawab demikian.
kedua pasangan suami istri itu dengan cepat turun ke lantai bawah menggunakan lift khusus agar cepat sampai, Valera belum merenovasi kamar pribadinya karena ada beberapa tambahan barang-barang untuk sang suami nya kini.
di sebuah ruang keluarga tampak orang-orang ramai berbincang dengan begitu hangat tak jauh dari sana gelak tawa George cukup menyita perhatian.
valera dan Remigio berjalan dengan menggenggam tangan satu sama lain, George langsung berlari menuju Valera dan Valera dengan sigap langsung menggendongnya.
" kau bertambah berat sayang " kekeh Valera dan George hanya mengerucutkan bibirnya gemas dan Remigio hanya tersenyum dengan tingkah si kecil George.
" maaf jika lama menunggu " ucap Remigio duduk dengan gagah dan berwibawa kedua orang tuanya hanya menatap lalu tersenyum tipis begitupun dengan kedua orang tua Valera
" kenapa tidak memberitahuku jika kalian akan kemari " ucap Valera lagi
" kenapa harus memberitahumu ? " ucap tuan Ramius dan Valera hanya mendengus sebal " sudahlah kami hanya ingin berkunjung saja " ucap tuan Ramius dan Valera hanya diam saja
" ini sudah hampir siang, sebaiknya kita makan siang bersama disini " saran Remigio dan mendapatkan anggukan dari semua orang
nyonya ana dibuat canggung dengan situasi seperti ini begitupun Maya dan vio akan tetapi Valera hanya tersenyum dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja terbukti nyonya Rosalina dan nyonya Sofhia langsung menuju dapur bersama dengan nyonya ana ibu dari Maya.
" mah, kalian mau kemana ? " ucap bingung Valera
" tentu saja ke dapur sayang " ucap nyonya Rosalina
" tidak apa-apa sayang, " ucap nyonya sofhia lagi dan Valera hanya mendesah pelan akhirnya mengijinkan para ibu itu berkutat di dapur mewah gold mansion.
selepas para ibu pergi, kini semua orang hanya diam dalam duduknya Maya dan vio ikut bergabung dengan Zizi,Syina dan Elena mereka tampak bisa berbaur dengan baik.
" bagaimana dengan usaha mu yang berada di Indonesia nak ? " ucap tuan Arzetto membuat suara
" semuanya baik-baik saja pah " ucap Valera tersenyum lembut
" kau hebat diusia muda seperti mu bisa mengembangkan beberapa jenis usaha didalamnya kau luar biasa " bangga tuan Arzetto membuat Valera hanya tersenyum saja
" semuanya butuh kerja keras dan usaha tidak akan menghianati hasil " ucap Valera dengan terkekeh begitupun dengan tuan Ramius dan Remigio
" ya kau benar nak, tapi satu pesan dariku kau harus lebih berhati-hati mulai sekarang apa lagi kau sudah menikah dengan Remigio kalian berdua berada di jalur yang sama pasti banyak musuh yang semakin bertambah dan ingin sekali menghancurkan kalian " ucap tuan Arzetto dengan mode serius nya, Valera hanya mengangguk patuh dengan apa yang dilontarkan oleh ayah dari suaminya.
" perkataan mu sangat benar tuan Adomson, aku pun demikian bohong jika aku sebagai seorang ayah tidak mempunyai rasa khawatir terhadap putri dan menantuku kini, dunia ini sebenarnya sangat kejam akan tetapi bagaimana dengan kita menyikapinya. Aku takut jika sewaktu-waktu hal-hal buruk menimpa anak-anak kita. Aku tak ingin hal itu terjadi " ucap tuan Ramius lagi dan tuan Arzetto hanya menganggukan kepalanya setuju
" kalian tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa terhadap kami pah, aku akan menjaga istriku dengan tangan ku walaupun ku akui dirinya mampu dan sangat mampu untuk melindungi diri tapi aku sebagai suami ingin melindungi istriku dari para musuh-musuh yang berkeliaran bebas disana. " tegas Remigio dengan sorot mata yang tajam seakan menegaskan jika tak semudah itu untuk mereka menghancurkan keluarganya.
" Ya papah tenang saja, percayakan semuanya kepada kami dan aku akan melindungi kalian dari ancaman para musuh di luar sana tak akan kubiarkan mereka menyentuh keluargaku sedikitpun " ucap Valera dengan aura dingin nya dan semua orang langsung terdiam dengan perkataan Valera.
****
__ADS_1
para ibu sangat asyik menghidangkan beberapa menu makanan enak dan menggiurkan selera itu, bahkan aromanya nya pun ikut membuat orang-orang yang menunggunya ikut merasa lapar secara bersamaan.
nyonya sofhia segera memanggil orang-orang untuk makan siang bersama, untung saja meja makan di Gold mansion itu sangat lah luas bahkan tuan Arzetto dan nyonya Rosalina dibuat kagum akan kemewahan dari Gold Mansion itu sendiri.
mereka segera beranjak menuju ruang makan dan secara kebetulan para jajaran terdahulu datang bersama dengan Dave dari halaman belakang, tentu saja Valera mengajak mereka makan secara bersamaan.
paman Jiro dan paman Yu hanya mengangguk sungkan begitupun dengan nyonya Mecca. George bahkan antusias dan Sudah duduk di kursi nya sendiri
" wah nenek memasak sayur lodeh ? " tanya George antusias. Dan nyonya sofhia hanya mengangguk dengan senyum lembutnya
beberapa menu Indonesia tentu saja terhidang baik dan rapi disana begitupun dengan beberapa menu daging asap dan makanan khas menu Eropa pun mengisi baik meja itu.
" selamat menikmati " ucap Valera sopan selaku tuan rumahnya ia mempersilahkan para tamunya untuk makan siang dengan baik, tentu saja mereka mengangguk dengan sopan
tak ada pembicaraan yang serius mereka hanya fokus pada piringnya masing-masing bahkan Aldo tak malu untuk menambahkan porsi pada piringnya begitupun dengan Daniel.
" tambah lah nak " seru nyonya sofhia tersenyum membuat Daniel dan Aldo hanya tersenyum kikuk
setelah beberapa jam berlalu akhirnya dua keluarga itu telah selesai dengan ritual makan siangnya, bahkan Valera dan Remigio terasa puas akan masakan orang tuannya itu
kini mereka berada di sebuah ruang keluarga yang lebih mirip dengan ruang kerja di lengkapi fitur komputer canggih dan masa terkini.
tuan Ramius menatap penuh tanda tanya pada beberapa orang asing di mansion putrinya saat ini, begitupun dengan tuan Arzetto ia merasa ada sesuatu hal yang terjadi.
valera dan Remigio hanya diam datar tanpa ekspresi. Sedangkan George, Daniel, dan juga Aldo berada di lantai atas untuk bermain game kesukaan nya, dan Maya serta vio sedang beristirahat begitupun dengan nyonya ana dan rud sedang berbincang ringan dengan Asnee.
" apa ada sesuatu hal yang terjadi ? " ucap nyonya Sofhia tiba-tiba membuka suara dan kini semua orang justru menatap nyonya sofhia bersamaan
" ahh maaf jika kedatangan kami semua membuat bingung tuan dan nyonya ataupun membuat kalian merasa tak nyaman " ucap paman Jiro dengan sopan dan nyonya sofhia serta tuan Ramius hanya diam saja " hmm jujur aku bingung harus dimulai dari mana untuk berbicara " lanjut paman Jiro lagi
" ada apa paman ? sepertinya ada sesuatu hal yang ingin paman bicarakan " ucap Valera lagi dan paman Jiro kini menatap Valera dengan seksama " bicaralah " ucap Valera lagi dengan suara sedikit tegas
" kami semua disini hanya ingin mengetahui apa rencana mu selanjutnya nak, jujur setelah sekian lama kami vakum dan merasa hidup seperti orang biasa pada umumnya dan sekarang semuanya seperti kembali ke pada masa awal " kekeh paman Jiro lagi dan di angguki oleh yang lainnya.
" setelah dengan apa yang terjadi kami memutuskan untuk membantumu merebut kembali Queen dari tangan si bajingan itu, dan kami akan membantumu dalam urusan yang lainnya sampai kami berhenti bernafas " ucap paman Yu dengan tegas dan sontak membuat semua orang yang berada di sana bingung seketika
" Vale apa maksud nya ini ? ucap tuan Ramius bingung dan Valera hanya diam saja. Jujur dirinya sangat butuh orang yang sudah berpengalaman seperti para sahabat mendiang kakek nya ini, akan tetapi Valera tak mungkin tega membuat mereka yang sudah berusia lanjut untuk membantunya hingga Medan perang selanjutnya.
" paman apa kalian yakin ? " Picing Valera dengan suara tegas dan diangguki oleh mereka semua " sebelumya aku ucapkan terimakasih atas kesediaan kalian akan tetapi aku merasa tak tega jika harus melibatkan kalian semua dalam perang selanjutnya, " ucap Valera lagi
" kami mungkin sudah tua, tapi jangan ragukan kemampuan bela diri kami nak, kami masih mampu jika harus memusnahkan parasit-parasit itu untuk berkembang biak lebih banyak lagi. King pun bagian dari kehidupan kami dan kami semua tak mungkin akan melupakan hal itu " tegas nyonya Mecca membuat Valera tersenyum senang
" Vale ? " bingung tuan Ramius dan Valera pun akhirnya menceritakan segala hal saat misinya memacari Frazzes willyam di mulai dari Jepang lalu menuju ke Argentina dan pada akhirnya mereka menemukan fakta terbaru yang tertutup rapi hingga Valera berurusan dengan seorang wanita yang mengaku keturunan keluarga Harson.
sontak tuan Ramius dan nyonya sofhia terkejut bukan main, bahkan tuan Ramius dibuat termenung dengan tatapan tak percaya
__ADS_1