Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
news people


__ADS_3

Gold mansion kini ramai orang berlalu lalang para maid sibuk menyiapkan hidangan dari minuman sampai menu utama dan terakhir menu penutup. Penjagaan diperketat dari sebelumnya


tuan Ramius, Vyan dan Leonel turut meramaikan acara yang dilakukan oleh Valera, hingga sore menjelang Gold mansion kini ramai oleh para petinggi king termasuk anggota B. woman dan sepuluh pasukan Phoenix tingkat satu yang selalu ikut dalam misi bersama sang lady maupun para B.woman


Valera masih bersiap didalam kamar pribadinya ia memilih gaun malam yang panjang menjuntai kebawah berwarna hitam yang pas melekat ditubuh indahnya sentuhan riasan bold sungguh membuat wajah valera semakin menggoda


sedangkan Zizi Elion dan Lotus sibuk mengurus para pasukan khusunya, mereka akan tiba di Gold mansion satu jam lagi dengan empat mobil minibus dibawah naungan Zizi, Elion, dan Lotus


sedangkan tuan Ramius Vyan dan Leonel kini berada di lantai tiga ruangan mereka sedang menikmati secangkir teh dengan posisi menghadap ke area belakang yang luas dan megah dengan empat kuda jantan yang menjadi ikon disana semakin menarik


" mengangumkan " gumam tuan ramius vyan pun ikut terkagum dengan Selak beluk Gold mansion milik adiknya itu begitupun dengan Leonel dirinya merasa seperti langit dan bumi


" pertemuan apa yang Vale maksud pah, aku tak mengerti " ucap vyan lagi


" papah pun begitu sama hal nya dengan mu, " kekeh tuan Ramius baginya Valera terlalu misterius dan susah dijangkau serta ditebak Valera menjelma seperti mendiang Marcell Harson yang terkesan misterius. Hingga satu jam berlalu riuh terdengar dari lantai bawah membuat fokus tuan Ramius pecah begitupun dengan vyan dan Leonel


para petinggi king yang berkumpul di lantai dasar yang bangunannya disulap sedemikian rupa hingga kesan nyaman sangat terasa dan epik, mereka tercengang kala melihat empat minibus dan orang-orang asing disana bahkan mereka melihat Zizi Elion dan Lotus


Dave dibuat terkejut karena mereka semua berseragam dan memakai pakaian serba merah dengan bertulis kan king dibelakang punggungnya bahkan wajah-wajah mereka sungguh mendominan dan Dave yakin jika sebagian dari mereka bukan orang Eropa , terlihat ada dua orang wanita yang tepat di samping Zizi memakai gaun berwarna merah


Zizi menyuruh semua pasukan khusus untuk duduk di kursi yang tersedia sembari menunggu kedatangan sang lady


Edgar, Hugo , Matt dan zumba dibuat terperangah akan kehadiran pasukan khusus yang disembunyikan oleh sang lady selama ini para anggota B.woman hanya tersenyum tipis dan duduk dengan tenang sembari membaca situasi saat ini


hingga kemunculan sosok tuan ramius dan vyan membuat seluruh jajaran king berdiri dan menunduk hormat kepada keduanya


Vyan yang didampingi Leonel disampingnya hanya memasang wajah datar dan dingin yang hampir mirip seperti sang lady sedangkan tuan Ramius memasang wajah yang sangat ramah


hingga pandangan mereka beralih kepada sosok yang selalu diagungkan di mata mereka sosok wanita tangguh dan tak kenal kata menyerah membumi hanguskan para musuhnya tanpa ampun bahkan memisahkan kepalanya dari tubuh sang korban tanpa ada rasa penyesalan sosok wanita yang tegas dan penuh tanggung jawab siapa lagi jika bukan Valera sosok seorang wanita yang bergelar Lady Valera duduk di kursi tunggal dan kini posisinya bisa terlihat oleh semua jajarannya tanpa celah sungguh semuanya terpesona akan Valera yang terkesan seksi dan menggoda


" hormat kami lady " ucap serempak dengan berdiri dan membungkuk penuh hormat Valera tersenyum tipis dan mengangguk samar bahkan sang ayah dibuat tertegun karena putrinya bagaikan seorang ratu yang sangat dihormati dan diagungkan


" duduklah, dan nikmati hidangan nya " ucap Valera dan semuanya menunduk penuh hormat


para maid yang bertugas dengan cekatan menuangkan minuman yang harganya diluar dugaan ke dalam gelas kristal yang berharga tak jauh dari kawannya itu


" selamat datang di Gold mansion milikku ! tujuan ku mengadakan pertemuan sah ini karena sudah cukup aku menyembunyikan kalian para pasukan khusus ku dari para jajaran ku yang dikenal oleh para mafia dunia. Selamat datang kembali untuk kalian yang sudah lama tak terlihat oleh diriku dan aku harap kalian semua semakin kompak dalam hal apapun " ucap Valera santai dan terkesan elegan lagi-lagi tuan Ramius tak mengerti dengan ucapan sang putri " selamat datang Elena dan Syina senang bisa melihat kalian lagi " ucap Valera tersenyum membuat kedua wanita yang disebut namanya langsung berdiri dan menunduk sopan


" terimakasih lady senang bisa bertemu dengan anda lagi " ucap sopan dan tegas dari Kedua wanita yang diapit oleh Zizi ditengahnya lalu mereka duduk kembali di kursi nya lagi


lalu pandangan Valera beralih kepada B woman dan pasukan Phoenix yang diikut sertakan, mereka hanya diam menunduk


" selamat datang untuk kalian " ucap valera lagi


" terimakasih ratu " ucap pasukan Phoenix spontan ucapan mereka membuat tanda tanya bagi yang lainnya begitupun dengan ayah dan kakak nya


" baiklah silahkan nikmati hidangan yang tersedia sebelum kita melanjutkan pembicaraan selanjutnya " sopan Valera dan semuanya lagi-lagi tertegun akan sikap tak biasa dari sang lady


Valera memilih menikmati minuman yang tersedia dan beberapa cemilan yang ada begitupun dengan yang lainnya saat semuanya sedang menikmati hidangan yang ada Valera berjalan menuju belakang kursi kebesarannya semuanya mengalihkan pandangan nya


Valera menjentikkan jari dan seketika lampu yang awalnya terang berubah menjadi redup dan terlihat remang-remang tak lama muncul lah layar monitor dengan sangat besar disana lalu Valera duduk dan menggenggam sebuah alat pengendali dalam tangan nya


" lihatlah layar monitor itu " ucap Valera tegas dan seketika muncul lah beberapa sosok yang familiar dimata mereka " itu adalah para penghianat dan pemberontak ternyata aku sudah terlalu lama membiarkan mereka hidup di dunia ini " ucap Valera yang mulai berlaga tengil semuanya mendadak tegang " aku mempunyai banyak tugas untuk kalian semua " ucap Valera lagi santai " Dave kau bersama dengan lima pasukan Phoenix pergi dan menangkap Fandarez akan ada yang membantu kalian dari pihak Elion karena ia sedang berada di Amerika " ucap Valera lagi

__ADS_1


" baik nona " ucap tegas Dave begitupun dengan Elion dan kelima pasukan Phoenix


" selanjutnya untuk para anggota B.woman dan kelima pasukan Phoenix yang lainnya kalian akan pergi menuju Jepang aku akan mengirimkan data para mafia Jepang yang mengusik kita aku percayakan hal ini kepada kalian " seru Valera " mereka bergerak dan berhasil menerobos sistem yang ku buat tapi untung saja mereka tak terlalu pintar " ucap Valera dengan terkekeh


" baik nona " ucap mereka serempak


" Edgar dan Hugo kalian aku tugaskan pergi ke Indonesia salah satu jajaran ku yang berada di sana tertembak dan musuh mulai beranjak dan meluas disana " ucap Valera tegas


" baik nona " ucap keduanya walaupun banyak tanda tanya yang muncul dibenak keduanya


" untuk ORTAXS dan ROLADEX aku percayakan semua ini pada pasukan khusus ku, jika kalian ada yang bertanya tentang kedua organisasi ini maka jawabannya ya ! saat aku membunuh Esme sebagian dari mereka ada yang diam-diam meretas sistem keamanan kita dan mencari tahu Selak beluk dari sepak terjangnya King aku tidak mau adanya parasit yang berkeliaran disekitar ku ataupun mencoba untuk memecah belahan para jajaran ku " ucap Valera lagi


" kami siap nona " ucap nya serempak dan tegas


" untuk Matt dan zumba " tentu saja kalian mengumpulkan orang-orang yang berkhianat dalam jajaran kita, apakah kalian keberatan ? " tanya Valera lagi


" tidak, kami siap menjalan kan tugas " ucap keduanya dan Valera tersenyum tipis


" aku akan merubah sistem kerja dalam jajaran kita, sebelum the they king dimulai ! maka akan lahir king yang baru " tajam valera dan semuanya mengangguk mantap


" lalu bagaimana dengan orang yang berada di belakang Bianca nona ? " ucap Thomas dan kini semua orang beralih menatap dirinya, Valera tersenyum sinis


" aku memang belum mengetahui siapa orang nya ! sepertinya ia pun sama seperti kita tapi tak perlu khawatir itu akan menjadi urusanku selanjutnya " ucap valera lantang dan Thomas mengangguk lagi


saat semuanya sedang fokus menatap kearah layar monitor suara tembakan saling bersaut-sautan membuat fokus semua orang terpecah


Valera dengan santai mengalihkan layar monitor menjadi tampilan keamanan mansion seketika banyak sekali orang asing yang mulai mengepung mansion tapi mereka kalah telak karena penjagaannya yang ketat


Valera memicingkan matanya seketika ia pun merasa aneh karena Gold mansion tak diketahui oleh pihak musuh manapun


" kalian tetap di dalam bangunan, mereka tak terlalu banyak biar para anak buah ku yang melakukanya " ucap Valera dan semuanya mengangguk setuju '' sial berani sekali mengganggu acara ku ! " pekik Valera geram lalu ia mulai mengaktifkan sistem suara seketika fitur suara aktif


" sound active '' ucap suara asing


" pindai mereka dan musnahkan ! " ucap Valera lagi


seketika layar monitor menangkap beberapa wajah asing yang masuk kawasan Gold mansion tanpa izin


DODODODOR


DODODODOR !!


" done " ucap fitur suara


Valera menuju keluar dan melihat sekeliling mansion nya, tenyata Valera berpapasan dengan penyusup


BRUKKKK


AGHHH


Valera menghantam tubuh lelaki itu dengan keras,


" siapa kalian ! " geram Valera tapi pria itu meringis kesakitan " ohh..bungkam ? " sinis Valera dengan seringainya

__ADS_1


DUAKKK


AGHHH


Valera menendang wajah pria itu dengan keras hingga darah mulai keluar dari sudut bibirnya


" katakan atau kau mati " ancam Valera dengan dingin


" kami mencari seorang lelaki remaja untuk diserahkan kepada pimpinan kami " ucap nya jujur Valera mengerutkan dahinya seketika lelaki remaja ? siapa yang lelaki ini maksud


" apa maksud mu ? " bingung Valera tak mengerti


" Daniel serahkan ia pada kami " ucap nya lagi membuat Valera terlonjak kaget hingga mata nya mulai memerah ternyata detik kemudian Valera baru menyadari jika ada seseorang yang dengan sengaja meletakan alat pelacak disekitar Daniel


DORR


dengan sekejap mata lelaki itu tewas karena tembakan yang tepat di dahinya, Gold mansion sudah mulai terkendali dan mulai aman dari serangan musuh


Valera menyuruh anak buahnya untuk membersihkan para mayat yang mengotori area luar Gold mansion untuk dibawa menuju halaman belakang untuk dibakar


para seluruh jajarannya melihat cara sang lady membunuh musuhnya dalam layar monitor yang masih menyala bahkan sang ayah tertegun akan kelakuan putrinya benar-benar Dewi kematian


valera duduk dengan wajah datar tapi matanya memerah menahan amarah, Valera meneguk wine mahalnya dengan kasar dan


PRANGGG


Valera melempar gelas kristalnya begitu saja membuat semuanya terkejut dan situasi mulai menegang, Valera menekan tombol sesuatu di benda yang menjadi alat pengendali dan seketika layar monitor menampilkan lantai empat bangunan


" panggilkan Daniel sekarang juga " ucap Valera lalu memutuskan begitu saja semuanya tampak diam tak berani berbicara


hingga sepuluh menit berlalu muncul lah Daniel dengan ragu-ragu mulai mendekat kearah Valera


" kak " ucap Daniel dengan pelan lalu Valera menoleh dan menampilkan senyum manisnya


" katakan padaku Daniel apa selama kau menempuh pendidikan selama satu bulan ini hmm.. kau bertemu dengan seseorang yang mencurigakan ? " ucap Valera datar dan dingin membuat Daniel gugup seketika


Daniel mencerna perkataan Valera dengan mengingat-ingat sesuatu yang dimaksud oleh Valera


" ada seorang wanita muda yang selalu mengikuti kemana aku pergi hingga suatu saat aku menemukan dirinya berada di kamar asrama ku " ucap Daniel jujur dan terlihat bingung


semuanya mencerna ucapan Daniel termasuk Valera, wanita muda ? apakah selama ini Daniel diawasi oleh pihak lain ? Valera mengerutkan dahinya seketika


" keluarkan semua barang mu yang berasal dari asrama Daniel dan kumpulkan disini " ucap tegas Valera dan Daniel mengangguk tanpa mau protes lalu ia berlalu pergi Valera menghembuskan nafas nya kasar dan kembali melirik layar monitor


" Vale ada apa nak ? " ucap tuan Ramius bersuara


" pekerjaan ku bertambah lagi pah, kini pihak lain mengincar Daniel tak akan kubiarkan itu terjadi, maka aku sendiri yang akan melenyapkan mereka semua tanpa sisa " dingin Valera tanpa menoleh kearah tuan ramius


tak lama Daniel datang dan membawa satu box berukuran sedang dan diletakan dibawah begitu saja Valera menetap Daniel lalu tersenyum


Valera berjalan dan mulai mendekat lalu tangannya mulai membuka isi box itu, sebenarnya tidak ada yang mencurigakan didalam sana hanya sebuah buku, tas, topi dan satu buah jam tangan Valera memicingkan matanya seketika semua orang ikut melirik apa yang akan Valera lakukan lalu tangan indah sang lady mengangkat jam tangan dan menelisiknya secara intens dan tak lama Valera tersenyum kemudian


PRANGGG

__ADS_1


__ADS_2