Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
amukan


__ADS_3

valera langsung menuju putri dan juga ibunya, sedangkan tuan Remigio sang ayah sedang bersama dengan Pram dan terlibat pembicaraan yang serius, raut nyonya sofhia begitu sangat khawatir dengan mendekap Athena dalam pangkuannya.


" mah " ucap Valera dan langsung melihat putrinya yang sedang tertidur sangat pulas di dekapan nyonya sofhia, sesaat Valera bisa bernafas dengan lega kala melihat putrinya baik-baik saja.


" apa yang terjadi nak ? siapa mereka ? " tanya nyonya sofhia sedikit cemas dan panik pasalnya sudah lama tak ada kejadian seperti ini disekitar mansion utama keluarga Harson.


" mamah tak perlu cemas, mereka akan ku tangani dengan cepat " ucap Valera lagi.


" apa yang mereka cari ? " ucap nyonya sofhia penasaran, dan Valera hanya tersenyum lembut.


" sudah tak perlu difikirkan yang terpenting kalian baik-baik saja " ucap Valera lagi dan akhirnya nyonya sofhia mengangguk kecil lalu duduk kembali di ranjang besar dan membaringkan Athena dalam box miliknya.


Tak lama tuan Ramius datang dan melihat jika istri, anak dan cucunya berada dalam satu ruangan, tuan Ramius meminta Valera untuk berbicara dengannya di ruang kerja sang ayah dan Valera mengangguk patuh.


Pram terlihat berada di ruang kendali untuk memantau pergerakan atau melihat keadaan disekitar mansion milik tuan nya, Pram merasa kali ini ia kecolongan dan hampir membuat cucu darinya tuannya celaka.


tuan Ramius dan Valera duduk dengan saling berhadap-hadapan satu sama lain terlihat tuan Ramius menghela nafasnya beberapa kali dan terlihat sangat gusar, Valera hanya diam saja melihat itu semua.


" siapa mereka ? " tanya tuan Ramius lagi.


" Aku tidak tau " ucap Valera lagi " yang terpenting mereka salah satu musuh ku " ucap Valera lagi dan tuan Ramius hanya diam mendengarkan penuturan putrinya itu, musuh ? tentu saja sang putri mempunyai musuh di luaran sana bahkan di luar negara pun musuh sang putri meluas dan tersebar dimana-mana.


" lalu untuk apa mereka kemari ? " tanya tuan Ramius lagi.


" putriku. Mereka mengincar Athena. '' ucap Valera dengan sorot mata yang tajam menyiratkan kemarahan yang begitu mendalam.


" Athena " ulang tuan Ramius lagi dengan raut yang begitu panik " mereka mengincarnya ? Ya tuhan " ucap tuan Ramius dengan mengelus pelipisnya pelan dan mata terpejam.


" papah tenang saja, mereka tak akan pernah bisa menyentuh putriku. " ucap Valera penuh keyakinan, tuan Ramius hanya mengangguk pasrah.


" Dia dalam bahaya nak. Hidupnya akan penuh kejutan yang tak terduga " ucap tuan Ramius lagi dan Valera mengerti maksud dari ucapan sang ayah, ya putrinya akan selalu dikelilingi hal yang tak terduga, tumbuh di keluarga yang tak biasa pada umumnya dan hidupnya akan selalu terancam kapan pun dan dimana pun ia berada.


pembicaraan itu terhenti kala dering ponsel tuan Ramius berdering, Valera segera berlalu keluar dari ruangan kerja sang ayah dan melangkah kan kakinya ketempat dimana putrinya berada.


******


" tuan muda " sapa Asnee dan George langsung menoleh kearah Asnee.


" ada apa paman? " ucap George.


" ada yang mengikuti kita tuan muda " ucap Asnee dengan menatap kearah kaca spionnya, dan George pun menatap kearah yang sama terlihat sebuah mobil berwarna putih sedang mengikuti mobil yang George gunakan.


George menatap datar pada mobil itu, dalam fikirannya ia sedang memikirkan siapa yang mengikutinya kali ini, Asnee dan George saling pandang satu sama lain.


" apa mereka bagian dari kelompok yang menculik Malvin ? " ucap George terlontar begitu saja dan Asnee menggeleng tak tau. " aku rasa begitu adanya paman ? " ucap George lagi lalu ia segera menghubungi Malvin untuk menanyakan dimana keberadaan nya, tak lama sambungan itu terhubung dan George langsung bertanya perihal keberadaan Malvin saat ini.


" aku sedang berada di butik milik ibuku, memangnya kenapa ? " ucap Malvin lagi sedikit penasaran.


" Kau baik-baik saja ? " tanya George memastikan kembali.


" ya aku baik-baik saja " ucap Malvin semakin penasaran.


" Ya baiklah, jika begitu " ucap George lalu memutuskan sambungan tersebut dengan sepihak. Setelah panggilan itu terputus George meminta Asnee untuk mengemudikan mobilnya lebih cepat lagi dan Asnee mengangguk paham.


mobil itu terus mengejar akan tetapi Asnee tak mau mengalah ia terus memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi hingga memasuki kawasan markas utama, baru mobil itu berhenti dengan sendirinya. George tersenyum geli karena tak akan menyangka jika Asnee menuju ke markas utama.


Asnee benar-benar tak menuju ke markas justru ia berhenti setelah mobil asing tak lagi mengikutinya, Asnee meraih air mineral yang selalu tersedia dan meminumnya dengan cepat, George memperhatikan gerak-gerik Asnee yang sedang minum itu.

__ADS_1


'' apa paman begitu haus " tanya polos George dan Asnee mengangguk " lalu kita akan kemana ? " ucap George lagi.


" kita putar arah, jika mereka masih mengikuti kali ini kita akan memberikan hadiah untuk mereka, " ucap Asnee dan George mengangguk paham.


mobil itu berputar kembali dan berbalik arah, George menyiagakan senjatanya yang selalu tersedia di dalam mobil tersebut, dan benar saja mobil asing itu masih menunggu di pinggir jalan dengan seorang pria yang sedang menghubungi seseorang.


" paman, benar itu mereka !! " pekik George saat mengenali wajah pria itu yang ditemuinya saat Malvin dan Diandra di culik dan di bawa kesebuah gudang.


George sengaja membuka kaca spionnya sedikit dengan senjata yang mengarah pada sang target. Asnee tetap fokus pada setir kemudinya.


DODODORDODODOR !!


George menembak target hingga tergeletak tak bernyawa begitu saja di pinggir jalan, hal itu membuat perhatian yang lainnya tertuju pada mobil Asnee.


" wow mereka mencoba untuk mengejar " ucap George dengan senyum nya itu.


" baiklah karena tuan muda sudah pandai menggunakan senjata ada baiknya kita sedikit beraksi bukan " ucap Asnee dan George tersenyum sinis.


" hmmm " ucap George hanya berdehem.


mobil itu terus mengejar dan George memberikan peluru-peluru dengan arah yang tak menentu hanya untuk mengecoh saja, terbukti mobil itu bergerak dan menghindar setiap George memberikan bidikannya.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


" tuan muda hati-hati. Mereka melakukan serangan balik " ucap Asnee dan George diam saja. George beralih ke kursi belakang dan mulai berdiri serta membuka kap bagian atas mobil tersebut George melemparkan sesuatu dengan cepat kearah mereka.


DUARRRR.


" ohh tak kena yah, tapi aku yakin mereka cukup terkejut dengan apa yang aku lakukan bukan ? " polos George lagi hingga mobil dibelakangnya mulai mengejar kembali dengan posisi tak seimbang George cukup yakin mobil itu terkena dampak ledakan walau tak parah. Pada saat George hendak duduk di kursi depan tiba-tiba.


SREKKKK


mobil musuh memepet mobil milik Asnee hingga menimbulkan suara decitan dan percikan api pada kedua sisi mobil, George kaget dan membuat dirinya menunduk karena takut jika ada serangan tiba-tiba melalui samping kirinya.


" tuan muda kau tak apa ? " pekik Asnee dan George menggeleng tegas.


" mereka menyebalkan paman ! " pekik George lagi hingga George memberanikan diri untuk membuka kaca disampingnya dan.


DODODODOR !!


George menembak tepat kesamping kaca mobil sang lawan hingga kaca itu pecah berserakan dan tak lama mobil itu menabrak pembatas jalan karena seseorang tertembak di lehernya dan tewas seketika.


BRAKKKKKK


" wow " decak George dan Asnee hanya menelan ludahnya kasar sungguh ia tak mengira jika anak seusia George bisa melakukan hal sekeji itu. " done " ucap lirih George dan Asnee mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Gold mansion.


Markas utama.


Valera baru saja tiba di markas utama untuk menemui orang yang telah lancang mengintai mansion utama keluarga Harson. Pada saat itu beberapa petinggi king sedang berada di markas termasuk Thomas dan juga Dave bahkan keempat anggota predator pun berada di sana.


Valera berjalan tanpa memperdulikan sekelilingnya bahkan Thomas dan lain nya dibuat bingung akan sikap sang lady yang berjalan dengan langkah tergesa-gesa.


BRAKKKKKK


Valera membuka kasar pintu berwarna coklat dimana seorang lelaki duduk dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat, lelaki itu menatap Valera dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


" Siapa Lokanne ? " tanya Valera tanpa basa-basi menatap tajam pada lelaki yang menjadi tawanan nya kini.


" majikan ku ! " tegas lelaki itu dengan senyum tipisnya dan Valera diam saja sembari menatap tajam kearah depan, lelaki itu hanya tersenyum simpul menatap sang Lady.


" Apa yang ia inginkan selain bayiku ! " tajam Valera.


" tidak ada " ucap lelaki itu lagi, Valera geram dan berjalan mendekat kearah lelaki yang kini menatapnya tajam, " aghh " rintih lelaki itu kala benda pusaka nya ditekan sekuat mungkin oleh Valera. Wajah nya sedikit memucat dan Valera hanya tersenyum menyeringai.


" katakan dimana tuan mu berada ! " ucap Valera tegas dan lelaki itu hanya merintih dengan mata yang terpejam dan dahi yang mengeryit. Valera semakin menambah tekanan nya hingga lelaki itu berteriak nyaring. " sialan !! rupanya kau masih memilih bungkam walaupun masa depan mu akan hancur !! " pekik Valera dengan wajah memerah dan menatap bengis pada lawannya.


" aghh singkirkan kaki sialan mu itu !! " marah lelaki itu dengan mata terpejam dan Valera hanya tersenyum polos.


GREPPP


Valera mencekik leher lelaki itu hingga matanya terbuka dan melebar menatap kearah Valera, tubuhnya berontak tapi tak bisa melawan karena kaki dan tangannya di ikat sangat kuat, nafasnya mulai terputus dan tersengal.


" masih bungkam ? " tekan Valera, hingga lelaki itu mulai memejamkan matanya karena kekurangan pasokan oksigen, Valera melepaskan cengkraman nya dan tak lama lelaki itu terbatuk dengan wajah yang memerah matanya menatap tajam pada sosok wanita yang bergelar lady. " teruskan kebungkaman mu dan nikmatilah siksaan yang akan ku berikan padamu setelah ini " bengis Valera hingga tubuh lelaki itu bergetar bukan main, siksaan ? apakah benar.


Valera mulai mengambil sebuah cambukan dan menyeretnya dengan gerakan perlahan, wajahnya bengis dan tersenyum tengil menatap mangsanya yang penuh akan ketakutan.


CETARRR


AGHHH


CETARRR


AGHHH


CETARRR


" bicaralah sialan !! " teriak Valera lantang hingga ia menghempaskan cambukan nya dan mengenai tubuh lelaki itu dengan hantaman yang keras.


" India !! Pada saat kami mendapatkan tugas, nona Lokanne dan juga saudarinya berada di India. Selebihnya aku.. aku tak tau " ucap lelaki itu dengan lemah dan mata yang terpejam karena menahan rasa sakit yang teramat pada sekujur tubuhnya.


Valera termenung dan terpaku sesaat, India ? Utera ? satu nama yang melintas dalam otak cantiknya kini, matanya tajam dengan tangan yang terkepal sempurna bahkan Valera merasa seluruh darahnya mendidih saat ini.


" UTERA !! " teriak Valera menggelegar hingga membuat para anak buah king berhamburan melihat keadaan sang Lady.


Valera berteriak lantang hingga tubuh lelaki yang berada di hadapannya itu bergetar dan gugup karena takut. Valera mengamuk dengan menendang dan mengacak-acak barang yang berada di sana hingga para anak buah king memilih diam tak berani mendekat.


salah satu dari mereka segera memanggil Dave dan Dave terkejut bukan main, bukan hanya Dave yang terkejut dan segera menghampiri sang lady bahkan Thomas dan lainnya pun ikut berbondong-bondong menuju dimana sang lady berada.


PRANGGG


BRAKKKKKK


BUGHHHHHH


uhukkk


Valera mengamuk bukan main, bahkan lelaki yang terlihat sudah lemah ikut menjadi sasaran dari kemarahan nya. Valera berteriak seakan melupakan segala amarahnya.


" Nona " ucap Dave berusaha untuk menenangkan ladynya yang mengamuk tak jelas, Valera terdiam dengan nafas yang memburu, keringat mulai membanjiri area wajah dan dahinya. " apa yang terjadi nona, tenangkan dirimu terlebih dahulu " ucap Dave dengan nada santainya.


Thomas menatap lelaki itu dengan iba karena kondisinya sungguh mengenaskan, Dave melirik sekilas kearah lelaki yang menjadi tawanan baru sang lady.


" Utera !! kali ini aku tak akan melepaskan mu, Aku yang akan turun tangan sendiri untuk mencari keberadaan mu sialan !! " geram Valera dan Dave yang mendengarnya menjadi paham sebab sang Lady mengamuk, tapi dimana permasalahan nya ?

__ADS_1


Valera keluar dari ruangan itu tanpa mau menyapa dan menatap para jajarannya, langkahnya tegas dan terbilang terburu-buru, Dave hanya memandang kepergian sang lady dengan helaan nafas pelan nya.


__ADS_2