Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
menunggu hari mu


__ADS_3

setelah dua hari insiden kejadian itu, Valera semakin gencar mencari orang orang yang ingin mengincarnya, di bantu oleh Dave dan yang lain tentunya, Para mafioso baru pun tak luput dari penyelidikan Valera, Valera merasa musuh disekitarnya, dan dia mencurigai beberapa orang di jajaran mafiosonya.


" Dave tolong kau cepat selidiki semua mafioso baru, aku mencurigai di antara beberapa nya " ucap Valera dingin


" baik nona " ucap Dave dan langsung meninggalkan ruangan nonanya untuk menyelidiki ..


" sebentar lagi ulang tahun perusahaan, aku tidak mau terjadi sesuatu disana, aku harus cepat menyelesaikan semuanya " gumam Valera pelan


ia pun masih berkutat dengan laptopnya mencari data data lebih lanjut para mafioso barunya, ia menemukan data tersembunyi dari beberapa orang, tapi tidak bisa diketahui seperti ada seseorang yang melindungi data mereka


" apa apaan ini, aku harus menemui seseorang yang ahli dalam bidang ini.batin Valera


valera segera menelfon seseorang untuk meminta bantuannya tentu saja orang itu bersedia membantu Valera, tanpa harus menunggu lagi Valera langsung mengirimkan data data yang menurutnya memakai suatu sandi dan yang lainnya .


saat Valera tengah fokus dengan kerjaannya


seseorang mengetuk ruangannya


tok tok tok


" masuk "


" lady " salah seorang pria yang bernama matt seorang yang mengurus dan mengawasi TIGER dengan keseluruhannya, membuat Valera terkejut akan kehadirannya


" Matt, ada apa " dengan kening berkerut dan menatap Matt


" maaf lady, seseorang dari new Zealand ingin memesan persenjataan dari kita, tapi ia ingin bertemu langsung dengan anda lady " ucap Matt sambil tertunduk


" mengapa ingin bertemu Matt, bukankah ini menjadi urusanmu " ucap Valera dengan mengangkat satu alisnya


" benar lady, aku sudah berbicara padanya biar aku saja yang mengurus , tapi dia menolak secara terang terangan " ucap Matt lagi


" sungguh merepotkan sekali, biarkan saja Matt, aku tidak akan pergi, dan aku juga masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan, masa bodoh dengan orang itu " ucap Valera dengan datar, dan Matt pun mengangguk lalu dengan sopan nya ia undur diri..


saat matt sudah keluar dan menutup rapat pintunya, Valera menghembuskan nafasnya kasar lalu menutup laptop nya dengan keras


" apa apaan ini, satu masalah saja belum terselesaikan, sudah ada masalah baru lagi " gerutu Valera kesal sambil mengambil mantel dan tasnya lalu ia menuju mobil dan mengemudikannya dengan tinggi.


ia melajukan mobilnya kesebuah kota yang tidak terlalu ramai dan jauh dari keramaian


lalu ia menghentikan mobilnya disebuah rumah yang tidak begitu besar. Rumah yang nampak sederhana dengan banyak nya tanaman hias menjadikan rumah itu nampak lebih sejuk.


ia langkahkan kaki nya menuju rumah itu dan mengetuk pintunya beberapa kali


muncul lah seorang lelaki dewasa dengan pakaian kaos panjang dan celana training nya ia begitu terkejut dengan kedatangan Valera di


" lama tidak berjumpa Thomas " ucap Valera tersenyum tipis


" silahkan masuk " ucap pria itu mempersilahkan Valera untuk masuk dan mereka pun duduk di kursi yang sudah lama tapi masih saja terawat


" bagaimana kabarmu Thomas, maaf aku baru berkunjung " ucap Valera yang merasa bersalah


" tidak apa apa " ucap Thomas datar


" dimana ibumu ? aku tidak melihat nya " tanya Valera tapi Thomas hanya tertunduk sendu terlihat mata nya sudah berkaca kaca valera yang melihat itu terheran


" kau kenapa Thomas, apa ibumu baik baik saja ?" tanya Valera lagi


" ibu sudah lama meninggal " ucap Thomas dengan menahan tangisnya , Valera yang yang baru mengetahui nya sangat terkejut.


" kapan ?" tanya Valera lagi seakan tak percaya


" tidak lama setelah macky meninggal, ibu sangat terpukul akan kepergian nya " ucap Thomas yang akhirnya tangisannya pecah Valera terdiam sesaat sungguh ia menyesal baru mengetahui jika ibu dari salah satu kepercayaan telah tiada


" maafkan aku Thomas, sungguh aku baru saja tau, lalu kenapa kau tidak menghubungi Dave " ucap Valera sendu


" aku tidak ingin merepotkan mu " ucap Thomas sembari mengusap kasar air matanya


" lalu sekarang kau bekerja apa "


" aku bekerja menjadi montir di bengkel dekat sini " ucap Thomas sendu


Valera sangat iba dengan kehidupan adik dari orang kepercayaan nya setelah Dave,


" ikutlah dengan ku Thomas " ucap Valera tiba tiba, Thomas terdiam dan hanya menatap sendu ke arah Valera


" ikutlah bersama ku jadilah orang seperti macky jika kau mau " tawar lagi Valera


" tapi aku tidak mempunyai kemampuan seperti macky " ucao Thomas lirih


" kau tenang saja, kau akan dilatih oleh orang orang ku Thomas " ucap Valera yang memberi semangat " dan aku pun akan membalas orang itu yang sudah membuat macky tewas " ucao Valera dingin


setelah penuh pertimbangan akhirnya Thomas menerima tawaran tersebut. Valera memberinya waktu satu hari untuk berkemas besok akan ada yang menjemputnya kemari


" Thomas berkemaslah, dan selesaikan urusan mu di bengkel, besok akan ada orang ku yang menjemputmu " ucap valera datar


" terimakasih, " ucap Thomas dengan bahagia


" jangan pernah mengecewakan aku,terutama macky dan ibumu Thomas " ucap Valera lagi


" aku berjanji tidak akan pernah " ucap Thomas dengan bersungguh sungguh


setelah itu Valera pun meninggalkan kediaman Thomas dan melajukan mobilnya ke suatu tempat, tak lupa ia berkunjung ke sebuah toko bunga untuk membelinya.


jalanan begitu tidak terlalu ramai, cuaca cukup terang hari ini mobilnya berhenti di sebuah pemakaman khusus. Ia melangkahkan kakinya dan berhenti disebuah makan yang bertuliskan macky , lalu ia menaruh sebuah buket bunga diatas nya


" Hallo macky apa kabar, maaf setelah sekian lama,aku baru mengunjungi mu hari ini, sampai saat ini aku berharap kau masih tetap hidup macky, maafkan aku macky, aku akan membalas orang yang telah membuatmu seperti ini itulah janjiku, dan sekarang adikmu yang akan menggantikanmu, dan berada di sisiku " ucap Valera sendu sampai meneteskan air matanya bagaimana tidak orang yang sudah lama berada di samping telah tewas dengan cara diracun bahkan penawarnya pun tidak ada. Valera terdiam dan masih mengenang masa lalu nya


flash back of

__ADS_1


saat hari itu perusahan sedang melakukan pesta pengangkatan vyan sebagai CEO baru menggantikan ramius Harson.


pesta yang begitu meriah mendadak menjadi pilu. dimana banyak sekali orang orang tergeletak tak sadarkan diri dengan tubuhnya mengejang dan tak lama kemudian sekujur tubuh nya membiru termasuk dengan macky.


saat itu Valera yang melihat macky salah satunya dengan cepat menghampiri macky, dan menyuruh orang untuk membawanya ke rumah sakit beserta dengan orang orang lainnya. Dokter mengatakan jika mecky sengaja diracun, karena tidak mungkin macky meminum hak seperti itu karena racunnya pun belum ada penawarnya.


ramius sangat marah begitupun dengan vyan, Valera hanya terpaku dan menangis melihat macky terbujur kaku diruangan itu. lalu Valera memerintahkan anak buahnya untuk mengurus pemakaman macky. setelah usai Valera langsung ke perusahaan harson Crop's disana sudah ada ayah ibu serta vyan disana


mereka segera bergegas ke ruangan cctv itu alangkah terkejutnya saat melihat orang yang tak asing memasukan cairan ke minuman para tamu. Jackson ya dia lah orang itu


back to story'


Valera hanya menangis Dalam diam sambil


" tenanglah disana macky, aku akan kembali " ucap Valera yang menghapus air matanya pelan saat ia akan beranjak, sebuah dering ponsel menghentikan langkahnya seketika senyum mengembang dari bibinya


" hallo Remi "


" kau dimana sweatheart.


" aku sedang berada di luar, apa kau merindukanku


" sangat sweatheart , kapan kau berkunjung lagu ke kantor ku


" setelah aku menyelesaikan urusanku Remi


" baiklah , I love you


" love you too


panggilan itu pun berakhir dengan manis.


******


Ben menginap disalah satu hotel bintang lima di kota Prancis milik temannya, hotel itu di jaga ketat oleh orang orang profesional, bahkan Ben tidak ingin gegabah dan salah langkah di negara orang. Dia sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan Adomson Crop's walaupun belum pernah bertemu secara langsung tapi Ben yakin pemilik nya bukan orang sembarangan .


" Jose, kapan kita bisa bertemu dengan pemilik Adomson Crop's itu " ucap Ben dengan menyesap teh nya


" pemiliknya, sangat susah untuk ditemui tuan, tapi kau tenang saja aku sudah membicarakan hal ini dengan sekretaris nya tuan " ucap Jose lagi


" ya sudah kau atur saja pertemuan ini, " ucap Ben lagi


" baik tuan " ucap Jose yang membungkuk lalu pergi meninggalkan ruangan tuannya


Ben benar benar sangat berambisi untuk mendapatkan sesuatu, ia benar benar licik bahkan ada beberapa orang profesional yang membantu aksinya ini.


" sofhia kau tega sekali, tak pernah mau melirik ku, aku bahkan sangat mencintaimu sofhia, " gumam Ben


lalu ia menelfon seseorang untuk menanyakan tentang penyerangan di sebuah restoran tempat Valera makan siang.


tapi kabar yang begitu buruk diterima oleh ben, gagal itulah kata yang membuat murka Ben.


" akhhh sial dia sungguh sungguh tidak bisa diremehkan, apa aku harus menculik ibunya terlebih dahulu " seringai ben licik


lalu dia keluar dari kamar hotelnya dan keluar untuk sekedar mencari udara segar. Hotel ini banyak sekali yang mengawasi nya bahkan di beberapa titik orang orang sudah seperti siaga.


Ben masih menatap langit gelap dengan seksama, menghirup udara malam yang menyejukkan dan ingatannya kembali ke masa muda dulu dimana ia masih membayangkan wajah sofhia yang telah mencuri hatinya


" aku pasti mendapatkan mu sofhia, apapun caranya " geram Ben


disisi lain Valera sudah tau hotel tempat Ben tinggal bahkan Valera sudah tau dengan keamanan disana Dave memang bisa bisa diandalkan.


" ohh jadi pemiliknya Robert Lauren " gumam Valera sambil membaca selembar kertas yang berada ditangannya.


" betul nona, bahkan Robert Lauren mempunyai seorang putri " tambah Dave


" kita harus bergerak cepat Dave , sebelum tua Bangka itu mengacaukan yang lainnya, kita harus menemui Diego terlebih dahulu " ucap Valera " kau hubungi asistennya pasti Ben menempatkan beberapa mata mata disekitarnya " timpal Valera lagi


" baik nona "


" Ben tanaphon aku harus tau apa alasanmu ingin menguasai king dan merebutnya dari tanganku, ckk kau sangat serakah " gumam Valera sambil mencibirnya


waktu menunjukan pukul tujuh malam dia masih setia duduk di kursi nya dan memainkan laptopnya sebuah pesan masuk ke email nya


tingggggg


Valera langsung membuka email tersebut dan ternyata dari temannya sang hacker. dan alangkah terkejutnya saat membaca identitas tersembunyi dari mafioso barunya sebagian dari mereka ternyata anak buah Ben dan sebagiannya anak buah lainnya tertulis sebuah nama mister p. Valera mengerutkan dahinya dan menatap serius laptopnya


" mister p siapa lagi orang ini, apa mungkin ben.batin Valera


Valera langsung mengirim suatu pesan kepada Dave, ia menyuruh dapat dadakan dua hari kedepan serta tambahkan keamanan saat rapat ia akan menyergap secara terang terangan anak buah Ben dan mister p itu ..


setelah semuanya di rasa cukup untuk hari ini ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya


sebelum ia meninggalkan markasnya ia bertemu dengan para pengawal yang berjaga di bagaian depan


" lady " sapa hormat salah satu pria


" tolong perketat lagi keamanan disini, " ucap valera dingin


" laksanakan lady " ucap mereka serempak


" dan aktifkan senjata otomatis serta kawat penyengat mulai dari malam ini " ucap Valera lagi dan mereka pun terkejut dengan perkataan nona nya mereka berfikir akan terjadi sesuatu


" baik nona " ucap mereka lagi


" baiklah aku pergi dulu " ucap Valera sambil meninggalkan para pengawal nya dan mereka pun menunduk hormat


saat di perjalanan entah mengapa firasat Valera mengatakan akan terjadi hal hak buruk

__ADS_1


ia pun langsung menelfon Dave..


" hallo Dave kau berada dimana "


" *aku berada di jalan nona menuju ke markas


" Dave entah mengapa firasat ku mengatakan akan terjadi hal buruk dengan kakak ku, malam ini kakak ku akan mendarat pukul delapan malam waktu kita hanya setengah jam, aku akan menyusul ke bandara kau menyusul lah bawa anak buahmu " ucap valera lagi dan Dave pun segera menyusul ke bandara dengan lima belas orang anak buahnya yang bersenjata lengkap*


Valera menancap kan pegal gas nya dalam dalam, ia harus segera sampai di bandara untuk memastikan sang Kakak baik baik saja


***


pesawat pribadi dengan seri v30 telah mendarat sempurna di bandara internasional Prancis


vyan dengan empat pengawalnya sudah turun dari sang burung besi itu


mereka segera memasuki mobil yang sama dan sudah menunggu kedatangan mereka.


saat vyan akan memejamkan matanya ponselnya berdering dan dia pun segera mengangkat ponsel itu


" hallo Valera "


" (......)


" ia aku baru saja sampai dan baru saja aku meninggalkan bandara,memang nya ada apa " tanya vyan heran


" (......)


vyan mengerutkan keningnya mendengar perkataan Valera baru saja akan menjawab sang adik suara beberapa tembakan terdengar dari arah belakang yang di tumpangi mobilnya. karena terkejut ponsel vyan terjatuh ke bawah


DORRR DORRRR DORRRR.


" tuan muda apa kau tidak apa apa " saut salah satu pengawal yang terkejut


" persiapkan senjata kalian, dan kau terus saja mengemudi jangan Sampai terkecoh " pekik vyan dan mereka pun serempak mengangguk paham


" ahh sial ponsel ku " ucap vyan geram dan ia pun segera mengambil ponselnya dan melihat apakah masih terhubung dengan Valera dan untungnya masih terhubung.


" Hallo vale, kau benar entah siapa mereka


" (........)


" baiklah terimakasih


dan sambungan itupun terputus


DORRR DORRRR


tembakan itu pun dilayangkan lagi oleh para orang yang tak dikenal, vyan dan yang lainnya sudah menyiapkan senjatanya, dan sang supir hanya berfokus dengan kemudinya


" arahkan mobil nya ke wilayah timur disana tempatnya tidak terlalu ramai, " ucap vyan lagi dan supir pun mengerti " tolong buka kap atas ini, aku akan menembak mereka. Dan tak lama Kap bagian atas tepat di kepala vyan terbuka dia segera mengeluarkan kepalanya dan


DORRR DORRRR


dua buah tembakan tepat mengenai ban mobil sang penguntit tapi mobil itu masih saja bertahan dan mengikuti vyan


DORRR DORRRRR DORRRR


mereka semakin gencar menekankan senjatanya, tapi tembakan mereka melesat dan hanya mengenai body samping nya


dan gak jauh dari mereka mobil Valera sudah terlihat dengan para pengikutnya yang ber datanangan.


DORRRR DORRRR


Valera melesatkan pelurunya dan tekat mengenai orang yang berada di dalamnya dan mobil mereka pun oleng tak beraturan


Valera menghentikan mobilnya lalu begitupun dengan vyan dan disusul dengan Dave dan yang lainnya


" kakak " pekik Valera menghampiri sang kakak dan langsung memeluknya


" Vale " ucao vyan yang membalas pelukan sang adik


" kau tidak apa apa " seru Valera dan vyan pun menggeleng


Valera menatap ke arah lawan yang sudah dikepung oleh Dave dan anak buahnya


lalu Valera berjalan dan tanpa basa basi memukul dan menendang ketujuh pria itu


" berani sekali kalian " teriak Valera lantang " siapa yang menyuruh kalian " bentak Valera lagi , tidak ada yang menjawab sekalipun mereka terlibat sangat santai


" kami tidak akan memberi tahumu siapa tuan kami " ucap pria itu dengan sinisnya


" jika begitu maka mati saja " seringai valera


DORRR DORRR DORRRR DORRRR DORRR DORRR DORRR


ketujuh pria itu tewas seketika dengan kepala yang berlubang , vyan hanya menelan ludahnya sendiri menatap sang adik yang menembak tanpa bekas kasih


" Dave bereskan semuanya, besok temui aku dirumah, kita akan ke hotel dimana Ben menginap " ucao Valera dingin " kakak kau ikut dengan mobil ku .


Dave pun membereskan para mayat mayat yang mati itu dengan bantuan anak buahnya vyan dan Valera telah pergi meninggalkan tempat itu dan melajukan mobilnya sangat tinggi sedangkan para pengawal vyan mengekor dibelakang nya


besok valera akan menyerang hotel itu, ini jauh dari prediksi nya dimana ia belum bertemu dengan diego


serangan demi serangan terjadi akhir akhir ini membuat Valera geram dan muak dengan seperti ini.


diperjalanan hanya ada keheningan satu sama lain Valera masih dengan wajah kesalnya


" Ben kau tunggu saja hari mu, kau tidak akan pernah tau siapa lawan mu, kau telah melewati batasanmu saat nya kini giliranku. batin Valera

__ADS_1


__ADS_2