Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Rencana Diego


__ADS_3

Di Amerika seorang lelaki gagah dan berkharisma sedang dalam suasana hati yang baik bagaimana tidak hubungan nya dengan Valera bisa dikatakan semakin dekat.


Ini pertama kalinya Remigio tergila-gila terhadap seorang wanita mengingat sikapnya yang acuh tak acuh kepada wanita manapun pun kecuali ibunya tapi berbeda dengan Valera ia bagaimana magnet yang dapat menyentuh hatinya yang paling dalam.


Setiap memandang wajah cantik Valera jantung nya selalu berdetak tak karuan, Seperti memberontak ingin keluar dari tempatnya.


" bos " ucap Leo tapi tidak didengarkan oleh tuan nya itu ia hanya sibuk tersenyum hingga Leo bingung bukan main. " bos " ucap nya lagi tapi tidak ada sautan sama sekali dari tuan nya itu. Justru Remigio terlihat asyik dengan dunia nya sendiri, hingga akhirnya Leo memanggil nya dengan suara yang keras. " BOS!" ucap Leo menggelegar hingga membuat Remigio terkejut bukan main.


" apa kau tidak bisa berbicara pelan huh! " ucap Remigio dengan wajah kesal nya.


" aku sudah memanggilmu dua kali bos tapi kau tidak menjawab. Akhirnya aku berteriak agar kau mendengar nya bos " ucap Leo santai dengan wajan lugu nya.


" ada apa? " ucap Remigio kesal.


" satu jam lagi bos ada pertemuan dengan klien baru." sambil menyodorkan map nya kearah Remigio.


Remigio pun melihat map yang dibawa asistennya itu dan membaca nya lebih teliti ia tidak ingin terjadi kesalahan dalam hal apapun itu " baiklah! siapkan semuanya. Kita akan berangkat setengah jam lagi " ucapnya datar dan hanya di anggukki oleh Leo lalu dia beranjak pergi dari ruangan bos nya.


" huhh dasar menganggu saja " gumam nya kesal. Akhirnya ia mencoba untuk melakukan panggilan Vidio kepada wanita yang mencuri perhatiannya selama ini seraya untuk menghilangkan kekesalan nya terhadap Leo.


Tutttt


tak butuh lama Valera pun mengangkat panggilan tersebut.


" ada apa " ucap Valera diseberang sana.


" aku hanya ingin melihat wajah cantikmu " ucap Remigio tersenyum tipis.


" huhh,kau sungguh pandai berkata-kata tuan " dengus Valera


" biarkan saja hanya kepadamu aku seperti ini " sambil mendelikkan matanya kesal.


" *baiklah kau sedang apa disana ?" ucap Valera


" sedang menatap mu " canda Remigio yang hanya dibalas tatapan datar dari Valera.


" huhh tatap lah aku sepuas mu tuan " balas Valera yang hanya di balas kekehan kecil oleh pria itu*.


seperti dua insan yang sedang dimabuk asmara walaupun hubungan keduanya bukan sepasang kekasih tapi Remigio akan berusaha untuk menjadikan Valera sebagai wanitanya. Setelah panggilan Vidio itu terputus Remigio akhirnya menyelesaikan pekerjaan yang telah menunggunya.


*******


Diego yang mendapatkan kabar dari Lucas bahwa Valera akan pergi berlibur bersama temannya itu menyeringai tipis seakan mendapatkan sebuah kesempatan emas.


" pantau terus mereka Lucas. Jangan sampai kehilangan jejak dan pastikan wanita itu tidak mengetahui keberadaan anak buah mu atau sesuatu hal yang mencurigakan " jawab Diego dengan tegas.

__ADS_1


" baik tuan " sambil membungkuk hormat kepada Diego.


aku akan memulai pertunjukan menarik untuk mu, aku sudah lama menunggu hari itu. batin Diego.


Diego berjalan menuju kamarnya sesaat matanya menatap lekat sebuah fhoto yang terpampang besar di dinding kamar nya ya laki-laki itu adalah ayahnya.


Ayah yang sangat ia sayangi apapun yang dikatakan ayahnya ia hanya menurut tanpa membantah sedikit pun, setiap kejadian yang mengingat ayahnya tewas amarah dan dendam serta kebencian nya menumpuk menjadi satu.


" ayah. Aku akan membalas kan dendam mu pada mereka terutama wanita itu! Aku tidak perduli seberapa kuatnya mereka seberapa besarnya kekuasaan mereka! aku akan tetap melawan dan membalas kan dendam ku ini " Isak Diego sembari mengusap air mata nya yang jatuh tanpa permisi.


Diego sedari kecil tinggal dengan ayahnya ia tidak pernah tau dengan ibu kandungnya, setiap kali Diego bertanya ayah nya selalu marah entah apa yang telah terjadi di masa lalu.


Bahkan dirumah yang ia tinggali bersama dengan ayahnya tidak ada jejak sama sekali tentang ibu kandungnya seakan hilang dan lenyap begitu saja, hingga pandangannya melihat sesuatu.


Seorang gadis cantik berambut panjang itu sedang asyik menyirami bunga di taman seakan ia menjadi bunga yang paling segar disana. Diego hanya memerhatikan nya di balik kaca jendela di dalam kamarnya.


Dia adalah Lavanya seorang gadis berusia 20 tahun seorang gadis yang selalu bersikap ramah serta sabar menghadapi tingkah anak majikan ibunya itu.


Lavanya anak seorang maid tertua di kediaman besar Diego. Ibu Lavanya adalah pelayan yang mengurus Diego sedari kecil hingga kini sosok Diego tumbuh menjadi seorang pria yang sangat tampan tapi sayangnya semenjak kejadian itu Diego yang sekarang bersikap tempramental.


" kau sungguh cantik Lavanya. Maafkan aku yang selalu mengabaikan mu walaupun kau begitu perhatian kepadaku." gumam Diego yang terus menatap sang gadis cantik yang tengah asyik dengan kegiatannya itu.


akhirnya Diego keluar dari kamarnya dan berjalan menghampiri taman belakang di mana gadis itu berada.


" kau selalu saja menyiram tanaman ini Lavanya " suara bariton pria mengejutkan Lavanya seketika.


" apa kau suka dengan bunga ini? " tanya Diego tanpa menatap ke arah Lavanya.


" Benar tuan muda saya sangat suka dengan bunga. Bukankah mereka sangat cantik " senyum manis itu mampu membuat Diego yang semula menatap tanaman kini mengalihkan tatapan nya kepada gadis itu sesaat Diego terpaku dan terus menerus menatap gadis itu tanpa berekspresi.


" jika kau suka rawat lah bunga ini jangan sampai layu!" tegas Diego lagi.


" dengan senang hati tuan " balas Lavanya tersenyum manis.


Diego pun kembali masuk ke dalam mansion lalu menghubungi seseorang disana entah apa yang dibicarakan nya tapi matanya penuh dengan api kemarahan.


Diego tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi di antara ayahnya dengan keluarga Harson waktu itu Diego hanya membantu sang ayah untuk menjalankan rencananya tanpa bertanya terlebih dahulu.


Diego hanya tidak mau mengecewakan ayahnya tapi setelah rencana itu ia dan ayahnya tertangkap oleh anak buah seorang mafia bahkan dirinya dihajar hingga babak belur.


*********


Valera tengah menikmati teh Jasmine kesukaannya itu, sesekali sambil melihat kearah layar laptop nya tapi ingatan akan kehangatan keluarga Maya terus saja berputar di begitu saja. Valera sungguh merindukan keluarganya tanpa pikir panjang ia menelfon kakaknya


Tuttt..tuttt.tuttt

__ADS_1


" Hallo kakak " ucap Valera pelan


" Hallo Vale kau kah itu val ? suara kakak yang sangat Valera rindukan terdengar di arah seberang sana


" iya kak ini aku,bagaimana kabarmu "


" kabarku baik Vale,lalu bagaimana dengan kabarmu " suara senang itu tidak bisa disembunyikan


" kabar ku baik baik saja " ucap Valera singkat " laku bagaimana dengan keadaan mama dan papa ? "


" mereka berdua baik val, apa kau ingin berbicara dengan mama? " tawar Vyan


" ya aku ingin " ucap Valera cepat


" Hallo sayang kau kah ini nak, mama sangat merindukanmu nak " nada nya terdengar sedikit bergetar.


" aku pun merindukan mu ma." dengan nada bergetar


" pulanglah nak,cepatlah kembali nak " dengan suara serak yang hampir tak terdengar.


" aku pasti akan kembali secepatnya, tenang saja putri mu akan kembali " ucapnya untuk menenangkan sang ibu yang tengah menangis itu


" benarkah? kalau begitu mama akan menunggumu, kau harus janji pada mama bahwa kau akan secepatnya kembali ke rumah nak " ucap nyonya Sofia lagi


" pasti, itu pasti " dengan suara yakinnya


Akhirnya panggilan itu usai, suara orang orang yang disayanginya sudah di dengar nya, sudah cukup dua tahun ini dia hidup jauh dengan keluarganya hingga meninggalkan banyak tanggung jawab disana.


meninggalkan mafianya serta jajaran nya apalagi kini ia mendapat kabar bahwa ada pemberontak dan penghianatan yang terjadi di dalam orang-orang nya. Itulah yang memutuskan Valera akan segera kembali ke dunia masa lalunya.


tapi Valera pun butuh waktu untuk mengurus semua usaha nya yang berada di Indonesia valera tidak bisa meninggalkan nya begitu saja.


bahkan Valera mempercayakan segala bisnis nya disini kepada orang-orang terdekatnya, ia tidak mau sampai mengabaikan nya bisnis yang dirinya rintis dari nol sampai melesat pesat pesat hingga kini.


********


di Prancis di kediaman utama keluarga Harson sangat senang setelah mendapat kabar bahwa anak perempuannya itu akan segera kembali dalam waktu yang sangat dekat. Raut wajah senang dari tuan Ramius dan nyonya Sofia terlihat sangat jelas


" akhirnya kau akan kembali nak " ucap tuan Ramius sambil pandangannya menerawang jauh ke masa dimana anak perempuannya yang masih tinggal di rumah utama.


" mama sangat senang " saut nyonya Sofia dengan gembira,m membuat Van dan tuan Ramius pun tersenyum penuh kegembiraan.


nyonya Sofia berjalan ke dalam kamar milik putrinya itu kamar yang sangat luas dan mewah bernuansa mewah dengan paduan putih tulang dan gold menjadikan kamar itu sangat sangat indah dengan lampu kristal besar menggantung di tengah-tengah atap langit kamarnya.


kamar ini sungguh sangat terawat dan selalu bersih walaupun sudah dua tahun tak ditempati oleh pemiliknya namun nyonya Sofia selalu meminta kepada para pelayan untuk membersikan kamar putrinya.

__ADS_1



__ADS_2