Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Keberanian Thomas


__ADS_3

keesokan harinya Aranna terbangun lebih dulu dari Thomas, ia mengingat kejadian panasnya bersama dengan seorang pria asing. Aranna menatap lekat-lekat wajah Thomas mulai dari alis, kelopak matanya serta bibir Thomas yang buas mencumbunya malam tadi.


ya tuhan, aku melakukan kesalahan dengan pria asing. batin Aranna


Aranna bangkit dari tidurnya dan segera membersihkan tubuh nya yang lelah dengan air hangat, setelah kepergian Aranna kelopak mata Thomas perlahan mulai terbuka dan menatap arah pintu kamar mandi.


Thomas terpaku saat melakukan adegan panasnya dengan seorang gadis yang masih suci, perasaan bersalah seketika muncul dalam benak Thomas ia kira Aranna adalah wanita yang sudah tak suci lagi tapi kenyataan nya ia salah.


Lama Thomas termenung hingga ia tak sadar jika Aranna telah selesai membersihkan diri. Aranna hanya menggunakan pakaian semalam nya.


" ehh tuan sudah bangun " cicit Aranna Pelan dan Thomas menatap tajam pada Aranna.


" hmmm " ucap Thomas dengan singkat " ehh siapa nama mu ? " ucap Thomas basa-basi karena ia merasa bingung untuk memulai percakapan.


Aranna menatap Thomas dengan pandangan tak menentu, lalu detik kemudian Aranna tersenyum tipis.


" Aranna. Namaku Aranna " ucap Aranna dengan tersenyum manis dan Thomas menjadi salah tingkah akan hal itu.


" Aranna maaf, atas kejadian tadi malam tapi sungguh aku tak tau jika kau belum pernah tersentuh sedikit pun " ucap Thomas dengan rasa bersalah nya dan Aranna hanya diam saja.


" Ya aku tau, aku yang memintanya padamu tuan. " ucap Aranna lirih.


" jangan memanggil ku tuan. Panggil aku Thomas. " ucap Thomas dengan suara lembut hingga Aranna menatap lagi wajah Thomas. " sepertinya kau pendatang apa benar ? " tanya Thomas dan Aranna hanya mengangguk pelan.


" Thomas sekali lagi terimakasih atas apa yang kau lakukan untukku, setidaknya aku melakukan nya dengan lelaki baik sepertimu " ucap Aranna lagi hingga membuat Thomas mengeryit bingung, lelaki baik ? apa yang sedang Aranna fikirkan hingga membuat ia berfikir jika dirinya adalah pria baik.


" Aranna apa kau tidak menyesal ? " ucap Thomas dengan pandangan tak menentu nya. Aranna menggeleng pelan dengan senyum manisnya.


" kenapa harus menyesal ? jika kau tak membantuku entah apa yang akan terjadi pada ku setelah itu, dan satu lagi untuk apa menyesali dengan apa yang sudah terjadi. Tidak ada gunanya Thomas. " ucap Aranna tergelak tawa ringan disana.


" tapi.." ucapan Thomas menggantung kala suara bel yang tersebar di unit hotel kamarnya. Aranna menatap pintu itu dengan kesal pasti itu mereka.


" itu pasti mereka, " gumam Aranna lagi. Lalu ia dengan cepat membuka kan pintunya dengan cepat tapi alangkah terkejutnya saat ia mendapati wajah kakak nya yang menatap tajam pada Aranna.


Aranna gugup dan takut bukan main, bagaimana Kakak nya tahu akan hal ini, apa kedua lelaki suruhan kakak nya yang memberi tahukan semua ini.


Thomas merasa aneh karena Aranna berdiri dan memegang tanpa bersuara atau menyambut kedatangan tamu, membuat Thomas dengan segera bangkit dan ikut melihat.


" ARANNA " bentak Asyur saat melihat wajah adiknya dan melihat Thomas satu kamar dengan adiknya. Thomas terkejut akan suara menggelegar itu begitupun dengan Aranna.


Asyur masuk dan tanpa aba-aba langsung memukul Thomas dengan brutal hingga Aranna memekik kaget dan menghetikkan kakak nya yang memukul Thomas dengan brutal.


Thomas diam saja tanpa mau melawan karena ia pun merasa bersalah, nafas Asyur naik turun dengan sorot mata yang memerah.


" Kakak. Hentikan ia tak bersalah. Akulah yang salah karena memaksanya. " ucap Aranna.


PLAKKK

__ADS_1


Asyur menampar adiknya dengan keras hingga Aranna terhuyung dan tersungkur ke lantai, ini hal pertama sekali untuk nya selama 21 tahun dalam hidupnya Asyur tidak pernah bertindak kasar terlebih menampar adik kesayangannya. Amarahnya tak terbendung lagi saat Asyur mendapatkan kabar mengejutkan dari orang-orang nya.


Thomas terkejut akan tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Aranna menatap wajah Kakak nya dengan sendu hingga bulir bening keluar dari sudut matanya.


" Apa yang kau lakukan kak ? kau menampar ku. Bukankah kau harus mendengarkan dulu penjelasanku baru setelah itu kau boleh menampar ku " sendu Aranna dengan mata yang memerah akibat cairan bening yang ia tahan agar tak keluar semakin deras.


Thomas bangkit dan duduk di ranjang kasurnya, Asyur bisa melihat ada bercak darah di atas spray yang tak jauh dari Thomas duduk.


" Dasar brengsek !! " teriak Asyur marah kepada Thomas akan tetapi Thomas diam saja tanpa mau menatap kearah Asyur. " kau menodai adikku " ucap Asyur dengan mencengkram jas putih milik Thomas.


BUGHHHHHH


Thomas memukul balas Asyur dengan satu buah pukulan hingga Asyur sedikit mundur dari pijakannya, Thomas menatap tajam pada Asyur.


" Tidak kah kau mau mendengarkan perjelas kami terlebih dahulu baru kau bertidak. " tekan Thomas dengan penuh penekanan. Akan tetapi Asyur bangkit dan hendak memukul Thomas kembali dan Aranna menahan sang kakak dengan memeluknya erat.


" hentikan kak, sudah cukup. Jangan seperti ini aku yang salah, kakak boleh memukul ku hingga kakak puas, dia hanya menolongku tidak lebih kak. " Isak Aranna dengan suara lirih. Ia sungguh takut dengan kemarahan kakak nya yang sudah lama tak pernah ia lihat.


Asyur mencoba untuk melepaskan dekapan adiknya dan kini ia menatap wajah sang adik dengan sendu, ia berjanji pada mendiang ibunya jika ia akan menjaga sang adik sebaik mungkin, tapi apa kini ia gagal, Asyur telah gagal.


" maaf. " cicit Aranna lagi dengan meremas pakaiannya sendiri, wajahnya menunduk tak berani menatap wajah sang kakak.


Lalu Thomas memandang wajah Aranna yang menangis tersedu, ia bisa lihat jika tubuh kecil itu bergetar dan menunjukkan sorot ketakutan membuat Thomas tak tega.


" Aku akan bertanggung jawab " ucap Thomas tegas, dan Asyur menatap tajam Thomas dengan tatapan membunuhnya.


" bertanggung jawab ! hahahaha " tawa Asyur menggelegar " Thomas nama mu Thomas bukan, salah atau petinggi king. " sinis Asyur dan Thomas diam saja karena ia sudah tau jika lelaki yang menjadi kakak Aranna adalah Asyur Dutton seorang lelaki yang terlibat cinta segitiga dengan ladynya sendiri dan juga Remigio.


" Thomas " cicit Aranna dan Thomas hanya tersenyum lembut. Entah mengapa tatapan Aranna seakan memberi kehangatan di hati Thomas.


" aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya tuan, aku yakin kau pun tau siapa aku bukan, aku bukan orang kaya dan terpandang sepertimu tuan tapi aku mempunyai rasa tanggung jawab sebagai lelaki, aku tidak ingin menjadi lelaki brengsek " ucap Thomas tegas tanpa ragu hingga membuat Aranna terkejut bukan main.


Asyur menatap dalam wajah Thomas entah apa yang ia fikirkan, takdir apa yang sedang tuhan mainkan untuknya adiknya kini terjerat dengan salah satu petinggi dari wanita yang ia cintai yang kini telah bersuami.


Asyur lalu menatap wajah Aranna yang masih menangis, dan pipinya yang memerah akibat tamparan keras Asyur,


" maafkan aku kak, karena aku telah mengecewakan kakak, tapi ini semua adalah musibah untukku, jika bukan Thomas pasti lelaki tua itu yang telah menodai ku. " ucap Aranna sendu hingga Asyur memeluk adiknya erat dan mengecup dahi Aranna.


" maaf, jika aku telah memukul mu Ara, sungguh aku tak sadar karena kemarahan menguasai ku saat ini. Tapi Jika boleh berkata, aku sungguh kecewa padamu Ara. " sendu Asyur dan Aranna memeluk kakaknya erat dan menangis kencang serta membenamkan wajahnya di dada sang kakak, Thomas yang melihat itu hanya diam tanpa ekspresi lalu ia segera berlalu menuju kamar mandi untuk membesihkan diri.


******


" kau sungguh menggemaskan my princess " ucap George dengan mencium pipi antena lembut.


Ya George menghampiri Athena dan Valera yang berada di kamar nya, kebetulan Remigio belum pulang dari perusahan nya membuat George mempunyai waktu lebih banyak untuk berdekat dengan Athena.


" sayang, boleh mamih bertanya ? " ucap Valera lembut dan George hanya mengangguk pelan. " hmm kau tau dengan kasus di gudang X itu ? " tanya Valera dan George diam saja. " apa kalian yang melakukan semuanya ? " tanya Valera hati-hati.

__ADS_1


" melakukan apa mamih ? ," tanya George polos dan Valera mendesah pelan.


" kau dan Malvin ikut andil membunuh mereka ? jangan bohong pada mamih George, kau tau jika mamih tak suka dengan orang yang berbohong " tekan Valera dan George masih saja diam.


" Lalu apa yang ingin mamih ketahui ? " tanya George datar.


" bagaimana caranya kau belajar itu sayang " tanya Valera.


" Vidio game " singkat George dan lagi-lagi jawaban George membuat Valera tertegun. " aku belajar dari sebuah Vidio game mamih sungguh aku tak bohong, dan akupun tak menyangka jika aku bisa melakukanya dengan terlatih begitupun dengan Malvin. Bukankah itu aksi yang keren " ucap George tersenyum tipis sembari membayangkan dirinya menjadi pangeran berkuda putih yang akan melindungi seorang wanita yang dicintainya.


" benarkah ? kau tidak bohong " ucap Valera dan George menggeleng cepat " kenapa kau tidak mau berterus terang pada mamih ? jika kau dan Malvin ingin belajar maka katakanlah dan mamih akan mencarikan pelatih handal untukmu dan Malvin " ucap Valera dan George tersenyum miring.


" jika begitu aku mau " antusias George.


" berikan alasan mu " tawar Valera.


" tentu saja aku harus pandai menggunakan hal semacam itu, Aku sadar jika aku besar dan tumbuh di lingkungan ini, maaf bukannya menyinggung mu mamih hanya saja aku pun ingin berbekal ilmu bela diri, dan ahli memainkan senjata agar aku bisa melindungi orang yang ku sayang seperti mamih dan Athena " serius George dan Valera tertegun menatap George tanpa berkedip.


" apa itu artinya kau tak menyayangi papih ? " ucap suara bariton pria yang mengejutkan Valera maupun George.


Remigio masuk dan meletakkan jas nya di sofa lalu ikut duduk dan bergabung dengan anak dan istrinya itu. Remigio menatap George dengan tersenyum lembut.


" katakan apa kau tak menyayangi papih ? " ulang Remigio dan George hanya tersenyum tipis.


" aku pun menyanyangi mu. Jangan anggap perkataan ku ini adalah sebuah kebohongan papih, Hanya saja aku seorang pria, aku akan menjaga mamih dan Athena ketika aku sudah beranjak dewasa, bukankah lelaki tak boleh lemah ? " ucap George dan Remigio tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut George pelan.


" Lalu apa kau ingin berlatih ? " tanya Valera dan George mengangguk mantap. " baiklah, mamih akan siapkan pelatih untuk mu dan juga Malvin. " ucap Valera lagi.


" terimakasih " ucap George tersenyum manis, lalu Kembali mengusap pipi Athena yang mulai menggembul itu. '' aku menyayangimu, dan cepatlah besar agar aku bisa mengajakmu bermain bersama " ucap lirih George dan Valera hanya tersenyum begitupun dengan Remigio.


Markas utama.


Dave saat ini sedang berkutat dengan perkejaan nya, ia terlihat serius hingga tak menyadari kedatangan Gloria di ruang kerja miliknya. Gloria tersenyum dan mendekat kearah Dave lalu mengecup pipi Dave dengan nakal, hingga Dave terkejut bukan main.


" sayang " ucap Dave dan Gloria tersenyum. " kau kemari ? " ucap Dave lagi dan Gloria hanya mengangguk kecil.


" sepertinya kau sedang sibuk " ucap Gloria dan Dave tersenyum simpul.


" maaf, tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu. Ini pun demikian masa depan kita sayang " ucap Dave terkekeh dan Gloria mengangguk dengan tatapan terkunci pada sosok Dave.


" apa yang sedang kau kerjakan ? " ucap Gloria yang ingin tau.


" aku sedang melihat laporan dari beberapa bisnis nona Valera yang selama satu bulan terakhir belum aku tinjau." ucap Dave.


" sebanyak itu ? " kaget Gloria dan Dave hanya mengangguk.


" ini belum seberapa sayang, kau pun tau Jika pemimpin king banyak sekali urusan dan berbagai bisnis baik di Paris maupun luar Paris" jelas singkat Dave dan Gloria mengangguk saja karena ia pun tau jika Valera adalah orang yang berkuasa.

__ADS_1


Gloria merasa senang bisa memiliki kakak sepupu seperti Valera dan juga Vyan yang sangat perhatian pada dirinya, bahkan kini ia mempunyai seorang lelaki bertanggung jawab yang sangat ia cintai disisi nya.


Tapi satu masalah yang menjadi penghalang cinta mereka bersatu, yaitu restu ayah Gloria yang terang-terangan menentang pernikahan mereka. Tapi di satu sisi Dave meyakinkan jika semua nya akan baik-baik saja, dan itu sedikit membuat Gloria merasa tenang dan lebih baik.


__ADS_2