Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
264


__ADS_3

sudah dua hari Valera berada di rumah sakit untuk memulihkan kondisi tubuhnya pasca melahirkan, Remigio tak henti-hentinya nya mengecup dan mengucap terimakasih karena Valera telah sudi untuk mengandung benih dari dirinya.


Remigio bahkan tak segan untuk membantu Valera membersihkan diri dan membantu Valera untuk merawat putri kecilnya itu.


kini sepasang orang tua baru itu sedang duduk bersama dengan si kecil yang berada di pangkuan Valera, putri kecil itu tertidur dengan pulas seakan tak perduli kala sang ayah selalu mengelus lembut pipinya.


" sweatheart, aku merasa hidupku kini bahagia. Aku bersyukur bisa memiliki mu dan juga putri kecil kita " ucap remigio bersungguh-sungguh dan mengecup kilas dahi Valera singkat.


" Aku pun bahagia bisa menjadi istrimu Remi, sangat bahagia " ucap Valera lagi dengan mata yang menatap manik hitam itu dengan lekat-lekat, Remigio tersenyum kala menatap wajah lelah istrinya karena sehabis melahirkan.


cinta Remigio semakin meningkat pada sosok Valera, lalu ia mengenang saat pertama kali bertemu dengan Valera di Indonesia sungguh pertemuan yang tidak bisa ia hilangkan begitu saja dan semua itu terkesan sangat istimewa.


Wanita yang mampu mengusik hati dan jiwa seorang Remigio yang dikenal sangat suliy jika didekati oleh seorang wanita, tapi dengan Valera seolah semua nya hilang begitu saja hati dan jiwanya selalu terusik bahkan fikirannya selalu saja tertuju akan sosok wanita yang telah memikat hatinya.


Kini wanita itu telah menjadi bagian dari hidupnya, separuh nyawanya, dan separuh nafasnya, Remigio teramat mencintai Valera melebihi dirinya sendiri.


" Mamih " seru George yang tiba-tiba berada di ambang pintu bersama dengan Hans dan seorang wanita di sana. Valera dan Remigio sontak tertegun karena kehadiran Hans Maxwell selaku ayah biologis George.


" sayang " ucap Valera tersenyum menatap putranya itu, Remigio mempersilahkan masuk kepada tamunya dan Hans Maxwell mengangguk kecil.


" maaf jika kedatangan ku secara tiba-tiba, George yang memberi tahu padaku jika kau sudah melahirkan, selamat atas kelahiran bayi mu " ucap Hans dengan tulus Valera dan Remigio tersenyum dan menyambut hangat kedatangan Hans bersama seorang wanita.


" terimakasih Hans " seru Valera dan Remigio serempak. Valera meletakkan bayinya di dalam box yang tepat berada di samping kirinya, George beralih dan menatap lembut sosok mungil tersebut.


jari-jari kecilnya menyentuh kulit pipi bayi yang terasa sangat halus itu, Hans yang melihat anaknya yang begitu sangat senang melihat bayi itu hanya bisa tersenyum tipis.


valera menatap sosok wanita yang sedang terdiam di samping Hans Maxwell, sadar akan tatapannya menuju kearah wanitanya Hans tersenyum kikuk.


" ahh ya perkenalkan dia Celia calon istriku " ucap Hans dan Valera mengangguk kecil lalu tersenyum pada Celia.


Celia membalas senyuman itu dengan ramah, sosoknya bisa dikatakan berwibawa dan cukup dewasa Valera melihat dari cara berpakaian Celia sangat lah sopan.


George yang mendengar perkataan ayahnya sontak menatap Celia dengan intens, jantung Celia berdegup kencang saat tatapan mata George seakan menembus relung hatinya, tatapan itu dingin dan siap membekukan apapun yang dilihatnya.


" kalian akan menikah ? " tanya George menatap lekat-lekat sosok Celia dan sosok ayahnya. Hans Maxwell yang mendengar perkataan George hanya mengangguk kecil.


" iya, Apa kau senang ? atau ada hal lain yang ingin kau sampaikan ? " tanya Hans kepada George akan tetapi George diam saja lalu menatap kembali bayi mungil yang sedang tertidur dengan lelap nya.


" Tidak. Justru aku senang jika Daddy akan menikah lagi, setidaknya kau tidak akan kesepian " ucap George datar tanpa menatap dan menoleh kearah ayahnya.


Celia tampak tertunduk lesu karena ia mengira jika George tak bisa menerima kehadirannya, Hans Maxwell yang melihat Celia tertunduk hanya bisa diam saja.


sosok sang istri yang melahirkan George dan menjadi cinta pertamanya memang tak pernah hilang di hati seorang Hans Maxwell, nama mendiang sang istri akan selalu tersimpan rapi di dalam hatinya dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun, tapi saat ini ia mencoba untuk membuka hatinya kepada seorang wanita sederhana yang selalu menemani hari-hari kelamnya semenjak istrinya meninggal kala itu.


valera dan Remigio saling pandang satu sama lain, ada sesuatu hal yang tidak bisa di jelaskan secara gamblang, bahkan George bereaksi tak terduga. Valera membelai pucuk kepala George dengan lembut.


" sayang, ada apa hmm ? " tanya Valera lembut dan tatapan George kini beralih kepada Valera, lalu detik kemudian ia menggeleng pelan.

__ADS_1


Celia menatap interaksi antara Valera dan George, ya Celia Sudah mengetahui semua kebenaran nya dimana George ditemukan dan dengan siapa ia dirawat, Celia tentu saja senang bukan main jika George dirawat oleh orang yang sangat bertanggung jawab.


Celia mencoba untuk mendekat kearah Valera dan George, tangannya menggenggam sebuah paper bag berukuran sedang berwarna pink pastel.


" bayimu cantik sekali nyonya, " ucap Celia dengan mata berbinar, perkataan Celia membuat Valera mengerutkan dahinya seketika, nyonya ?. " ahh maafkan atas kelancangan ku nyonya, " ucap Celia tanpa sadar mengelus lembut bayi mungil itu.


" ya tidak apa-apa Celia, jangan sungkan " ucap Valera ramah.


" hmm ini aku membawakan sebuah hadiah untuk bayi cantikmu, dan maaf jika hadiah ini tak semewah dengan apa yang nyonya fikirkan. " ucap ragu Celia dan Valera hanya terkekeh dibuatnya.


" terimakasih Celia. " ucap Valera dan Celia mengangguk kecil lalu ia duduk kembali di samping Hans.


George masih setia menatap lembut bayi mungil Valera bahkan ia enggan beranjak dari sana, Remigio merasa jika suatu saat nanti George bisa melindungi putri kecilnya.


entah apa yang Valera fikirkan saat matanya menatap lekat George, putri kecilnya akan mendapatkan kasih sayang dari semua orang bahkan George pun sudah bersikap sedikit posesif pada bayi mungil itu.


tak lama pintu ruangan Valera terbuka dan menampilkan sosok pasangan suami istri yang usianya tak muda lagi, Ya kedua orangtua Remigio langsung menyelesaikan tugasnya saat mendengar kabar jika cucunya sudah lahir dengan selamat.


nyonya Rosalina langsung mengecup pipi Valera lembut lalu beralih pada pada box bayi disamping Valera, matanya menatap berbinar pada sosok bayi cantik nan indah itu, George segera bergeser dan memilih duduk di sofa


dekat ayahnya.


tuan Arzetto memilih duduk di samping Remigio, akan tetapi matanya menatap tajam sekelilingnya. Lalu beralih kepada sang istri yang sedang asyik menggendong cucunya itu.


Susana diruangan itu terasa sangat hangat, Valera dan Remigio memperkenalkan Hans sebagai ayah kandung dari George dan Celia sebagai calon istri dari Hans Maxwell.


*****


kabar kelahiran bayi sang lady sangat ditunggu-tunggu oleh para jajaran king, mereka sangat ingin melihat wajah bayi imut itu, karena punuturan Dave jika bayi sang lady begitu sangat cantik.


Dave saat ini sedang duduk bersama dengan Zizi untuk membicarakan sesuatu hal yang penting, dengan ditemani segelas wine dan cemilan diatas meja.


" Apa kau sudah menempatkan beberapa orang terlatih di beberapa titik dan tempat yang ditinggal para inti Dave ? " tanya Zizi menatap serius wajah Dave.


" Ya kau tenang saja, walaupun mereka semua berada di markas utama, akan tetapi aku tak mungkin lalai dalam menjaga keamanan dibeberapa tempat. " saut Dave seiris dan Zizi mengangguk kecil, tak lama Syina dan Elena datang dan ikut bergabung dengan keduanya. Zizi menyodorkan dua gelas kristal kepada Syina dan Elena,


" terimakasih " saut kedua wanita itu kepada Zizi.


" Aku dengar kau sudah pindah dari apartemen milik mu Elena ? " tanya Zizi dan Elena mengangguk mantap. " kenapa ? ada sesuatu hal terjadi ? terlebih saat ini kau tinggal bersama dengan Ed " ucap Zizi mengintrogasi.


" ini semua gara-gara anak buah Mrs OTO, mereka mengintai kediaman ku tanpa menyerang dan berbuat sesuatu. Aku jadi curiga. " tukas Elena dan Zizi mendengarnya dengan seksama.


" Anak buah Mrs OTO ? " gumam Dave dengan wajah sedikit bingung.


" Ya, Ed bilang anak buah Mrs OTO sangat banyak apalagi ketika tuan dan nyonya mereka menjadi tawanan king. Tapi aku yakin ada yang mengendalikan mereka. " saut Elena lagi.


" Ucapan mu masuk akal Elena, mereka tak mungkin mengintai apartemen mu jika tidak di suruh oleh seseorang. " ucap Syina dan Elena mengangguk samar.

__ADS_1


" Aku dan Ed sedang mencari keberadaan anak dari Mrs OTO " ucap Elena lagi.


" anak ? jadi Mrs OTO sudah mempunyai anak ? " ucap Syina kaget dan Elena mengejutkan dahinya seketika.


" ada apa dengan mu Syina ? " tukas Zizi dan Syina memicingkan matanya seketika.


" Tidak. Jika Mrs OTO mempunyai anak bukankah ini hal yang buruk. " saut Syina dan Elena hanya tersenyum tipis.


" sudahlah jangan terlalu difikirkan Syina, Ed sedang mencari keberadaanya melalui mata-mata yang ia sebar " ucap Elena lagi.


" baiklah kembali ke topik awal. Tetap waspada dan berwanti-wanti kita semua sedang sibuk menyambut kelahiran bayi sang lady. Jangan membuat semua ini menjadi ancaman untuk kita semua terlebih lady yang baru saja melahirkan. " ucap Dave dan ketiga wanita itu mengangguk mantap.


" haii.. bolehkah aku bergabung ? " ucap Brandon tiba-tiba yang muncul di ambang pintu, semua orang menatap kearah Brandon.


" ohh ya silahkan " saut Dave datar dan Brandon segera duduk di kursi yang masih kosong.


" siapa nama mu ? wajah mu asing sekali " saut Syina dan Brandon hanya tersenyum geli melihat tingkah wanita yang tepat duduk disampingnya kini.


" Aku Brandon " saut Brandon singkat dengan tersenyum lebar menatap Syina.


" apa hubungan mu disini ? " tanya Syina lagi bingung.


" aku " tunjuk Brandon " nanti kau akan tau sendiri. Yang terpenting aku bagian dari king juga sama seperti kalian " ucap Brandon santai.


" benarkah ? tapi aku baru melihat wajah mu saat ini " bingung Syina dan Brandon terkekeh.


suasana di markas utama sangat Ramai karena kehadiran seluruh jajaran dan para petinggi king, para leluhur king terdahulu memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya karena merasa lelah dan membiarkan para anak muda yang melakukan tugasnya masing-masing.


*****


Disuatu tempat yang jauh dari pemukiman, seorang lelaki muda hidup disebuah rumah tua sederhana, tubuhnya sedikit tidak terawat bahkan otot-otot kekarnya mulai menghilang begitu saja.


Alland ya sosok yang dulu sangat terawat dan terurus bahkan memiliki tubuh yang sangat ideal di usia muda dengan kulit putih bersihnya dan juga bibir merah nya yang seakan menghipnotis gadis-gadis muda pada saat Alland menjalankan misi dari sang lady.


Alland memandang langit gelap dengan mata yang berkaca-kaca, fikirannya mengingat pada beberapa tahun yang lalu.


" ini sudah beberapa tahun aku menghilang, tapi keberadaan wanita itu masih saja misterius. " ucap Alland lirih. " Brandon apa kabarmu disana, maaf jika aku tak bisa muncul dihadapan kalian semua karena aku sedang mencari wanita sialan itu " gumam Alland lagi " ia membawa adik ku entah kemana, aku harap ini semua berakhir dan aku tidak bertindak gegabah " ucap Alland lagi dengan mata yang berkaca-kaca.


hembusan angin malam seakan menusuk kulit dan tulangnya, bahkan jaket tebal yang ia gunakan seakan tak mampu untuk menghangatkan tubuhnya.


" tinggal sedikit lagi, ya tinggal sedikit lagi. Aku pasti akan kembali " ucap Alland dengan sedikit tegas.


masa-masa sulit yang ia alami nya menjadi pelajaran hidup untuk seorang Alland, pada saat kejadian itu berlangsung Alland dibawa paksa oleh anak buah wanita berkulit coklat itu, ia ditawan dan tak diberi makan selama beberapa hari.


awalnya wanita itu mengajak kesepakatan dengan Alland untuk melenyapkan sosok sang Lady yang kini berkuasa di tanah Lamora, akan tetapi Alland tak mau berkhianat dan menghianati sang lady lebih baik ia mati daripada harus melakukan hal itu.


hingga dimana Alland bertekad untuk melarikan diri hari jeratan wanita yang kini menawannya, dan disaat Alland mempunyai kesempatan itu ia tak menyia-nyiakan nya, gerakannya rapi dan halus hingga Alland berhasil kabur dan melarikan diri sejauh mungkin.

__ADS_1


tepat satu bulan Alland melarikan diri, adik perempuannya tiba-tiba hilang dari rumah mendiang ayahnya yang sudah lama meninggal, Alland pada saat itu mencemaskan keadaan adiknya hingga pada akhirnya Alland mengetahui jika sang adik kini di tawan oleh musuh lama sang lady.


__ADS_2