Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Shott 1


__ADS_3

CKITTTT


BRAKKKKKK


" shitt " umpat Syina saat mobil hitam miliknya di tabrak oleh orang yang tak dikenal, bahkan Elena sampai terbentur ke depan.


" AGHHH " geram Elena karena waktunya diganggu begitu saja oleh orang-orang sialan itu. Syina tetap fokus pada kemudi setirnya sedangkan satu buah mobil milik anak buahnya tak luput dari sasaran orang-orang asing itu.


" apa-apaan mereka berani sekali melakukan hal itu saat masih ada warga sipil disekitar, untung mereka tidak banyak dan tak membuat kita kesulitan " gerutu Syina marah.


" bawa mereka ke tempat yang sepi tangan ku sudah gatal ingin memegang senjata " kesal Elena dan Syina mengemudikan mobilnya dengan cepat, lalu ia mengaktifkan sesuatu yang terhubung ke mobil anak buah nya.


KLIK


sambungan itu terhubung dengan cepat dan mengeluarkan sinar berwarna biru.


" kecoh mereka, sepertinya mereka berurusan dengan kami. kalian hubungi pihak markas jika terjadi sesuatu yang tak memungkinkan " perintah Syina dengan tegas.


" baiklah nona, berhati-hatilah" ucap salah satunya dan seketika sambungan itu terputus*.


DODODODOR !!


suara itu mulai terdengar saat mereka memasuki kawasan yang sepi akan warga sipil,


Elena dengan cepat membuka sabuk pengaman dan dengan cepat mengambil senjata di bawah jok belakang.


" Elena berhati-hatilah aku takut akan luka mu " pekik Syina dan Elena menggerutu tak jelas.


BRAKKKKKK


" Ahhh " rintih Elena saat tubuhnya kembali terpental ke sisi kiri mobil, Syina melihat elena yang sedang merintih dari balik spion depan nya. " cepat buka " pekik Elena kesal dan seketika kap mobil bagian atas terbuka sempurna dan Elena berdiri diantaranya.


DODODODOR !!


DODODODOR !!


Elena seakan tak memberi ampun pada rombongan mobil yang menganggu dirinya dan membuat tubuhnya terpental itu, Syina yang mendengar suara rentetan yang diberikan Elena hanya mendengus kesal karena menurutnya hanya membuang-buang peluru saja, dan untungnya stok peluru begitu banyak di setiap mobil para anak buah king maupun jajaran nya.


DODODORDODODOR !!


tembakkan balasan begitu dilakukan oleh mereka, Elena dengan cepat merundukkan kepala nya agar terhindar dari peluru itu.


" Elena, apa mereka masih banyak ? " tanya Syina sedikit panik karena jalanan semakin sempit dan begitu memepet.


" Ya lumayan Syina, beberapa mobil dari mereka mulai oleng '' ucap Elena saat melihat kearah belakang dimana rombongan mobil-mobil itu sedikit tak beraturan.


DUARRRR


Syina dan Elena memekik kaget saat mendengar suara ledakan yang begitu nyaring dan kuat hingga mobil mereka merasakan getaran serta sedikit guncangan dengan apa yang terjadi.


jantung mereka berdegup kencang saat melihat bayangan kobaran api yang begitu besar dan mulai mengeluarkan asap yang begitu tebal.


" ohh shitt, mereka tewas ! " pekik Elena kaget saat ia mengenali mobil anak buahnya yang meledak begitu saja tanpa diketahui kejadian pastinya.


" lumpuhkan mereka ! " geram Syina dengan wajah memerah menahan amarah. Elena mengangguk setuju dengan ucapan Syina.

__ADS_1


mobil anak buah king yang meledak tentu saja menewaskan beberapa orang yang berada di dalamnya, dan tentu saja beberapa alat canggih mengirimkan sinyal tanda bahaya secara otomatis kepada satelit King.


Elena dan Syina sekarang lebih fokus pada tujuannya untuk melumpuhkan tiga buah mobil yang masih terus mengejarnya, bahkan mereka tak menyadari jika mobil yang meledak itu telah mengirimkan sinyal darurat kepada markas utama.


" siap mereka ? " gumam Syina dengan sorot mata yang menajam.


mobil-mobil itu terus melakukan aksi kejar-kejaran dijalanan yang begitu sepi dan sunyi. Malam ini sungguh malam yang begitu sial untuk kedua wanita mematikan itu.


Elena mulai menarik nafasnya secara perlahan dan bersiap untuk melawan balik mereka, dan Syina ia telah mengaktifkan fitur canggih untuk pengendali otomatis.


" kau fokuslah " gerutu Syina dan Elena hanya menatapnya dengan malas, sungguh ia sedikit merasakan ngilu pada luka tembak nya itu akan tetapi Elena bukan wanita lemah yang akan mudah menyerah hanya satu buah peluru saja.


TIT !! TIT !!!


seketika suara itu membuat wanita itu saling pandang satu sama lain, bagaimana tidak suara itu menandakan jika ada bahaya di depan dan saat Syina menatap layar tablet yang tertempel otomatis ia sungguh terkejut jika sebuah jurang telah siap menunggu mereka.


" ohh jurang !! " pekik Syina kaget dan sontak Elena pun tak kalah panik.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


mobil yang dikendarai oleh Syina dan Elena mendapatkan serangan yang begitu bertubi-tubi tanpa henti. Kini mereka semakin terdesak.


" bawa senjata mu Syina, kita akan meloncat " ucap Elena panik dan Syina mengangguk setuju. fitur pengendali otomatis mulai menghitung dari angka sepuluh dan pada saat tepat di angka satu mobil itu akan masuk jurang dalam yang berada di hadapannya, kali ini mereka bermain dengan maut.


Elena bahkan mengambil beberapa senjata dan ia selipkan di balik pinggang nya begitupun dengan Elena, dan pada saat mereka medengar hitungan kelima Elena dengan cepat mengaktifkan sinyal agar memudahkan pihak bantuan mencari mereka.


1, 2, 3,


BRAKKKKKK


DUARRRR


mobil itu melesat dengan cepat dan masuk kedalam jurang yang mempunyai ketinggian sangat tinggi, hingga suara dentuman dan hantaman itu sungguh mengerikan ditelinga.


ternyata pada dasar jurang itu adalah sebuah lautan lepas, dan mobil yang dikendalikan oleh Syina masuk dan tenggelam begitu saja dengan hebat.


mobil-mobil yang mengikutinya berhenti dan menimbulkan suara decitan yang ngilu, mereka berbondong-bondong keluar dan melihat apa yang terjadi.


" nyalakan lampu pada mobil, disini gelap " perintah salah satu dari mereka. Dan seketika ketiga mobil itu menghidupkan lampu yang cukup menerangi sekitar keadaan. " mereka masuk kedalam ? hahahaha itu artinya mereka tewas. " ucapnya dengan penuh percaya diri, lalu beberapa dari mereka justru ikut tertawa dengan senang.


******


" cari mereka berdua " teriak lantang Dave dengan menggelegar saat mereka tidak menemukan mobil yang dikemudikan oleh Syina dan Elena yang jelas-jelas titik sinyal nya berada di sekitar sini.


para anak buah king terus menyusuri lokasi sekitar dan mereka justru berpencar ke empat titik, sedangkan Dave ia merasa bingung dengan apa yang terjadi kepada Elena dan juga Syina.


saat Dave akan melangkah maju kedepan seseorang berteriak dengan lantang membuat Dave sedikit terperanjat.


'' lapor tuan Dave kami menemukan jika anak buah nona Syina tewas dengan keadaan terpanggang bersama dengan mobil nya " ucap salah satu anak buah king dan sontak membuat Dave tersentak dan juga terkejut seketika jantungnya berdebar-debar sangat kencang sekelebatan hal buruk begitu melintas dalam diri pria bermata coklat itu.


" cari kedua nya sampai dapat " tegas Dave dan pria itu mengangguk dengan patuh.


Dave terus melaju dan melangkahkan kakinya menuju titik naluri nya, tingkat kepekaan Dave tak bisa di remehkan begitu saja. Dave terus mengawasi keadaan sekitar jalanan yang sepi bahkan ia sangat tau jika hadapan nya ada sebuah jurang yang dalam.

__ADS_1


lalu Dave berdiri di dekat bibir jurang, jika Elena dan Syina tak ditemukan lalu kemana dua wanita itu pergi ? Elena dan Syina bukan wanita yang takut akan tantangan mereka sangat berani melawan maut yang cukup menantang adrenalin itu.


" jurang, apa kemungkinan mobil mereka masuk ke dalam sana ? " gumam Dave berkata pada dirinya sendiri. Tak lama beberapa mobil mulai berdatangan dengan rombongan yang cukup Dave bisa mengenali jika itu adalah bagian dari king.


lampu begitu menyorot ke semua sisi, tak lama sosok wanita yang sangat disegani muncul dengan langkah tegas dan sorot mata yang sangat tajam.


Dave dan lainnya hanya bisa menunduk dalam diam, saat melihat kedatangan sang lady berwajah datar tersebut.


" temukan mereka " ucap Valera dengan lantang dan semuanya mengangguk dengan cepat. Lalu " siapa yang menyerang mereka '' gumam Valera pelan bahkan kini dirinya tak habis fikir.


" kami belum tau nona, bahkan anak buah Syina tewas terpanggang " ucap Dave dan Valera memijat pelipisnya dengan pelan.


Dave berfikir jika kumungkinan besar mobil yang digunakan Syina masuk kedalam jurang yang terdapat lautan lepas dibawahnya, dan Valera sontak terkejut bukan kepalang, lalu apa Elena dan Syina berada berada di dalam ? apa mereka sempat keluar dari mobil itu. Entahlah tak ada yang tau akan hal itu.


hari semakin gelap bahkan kini sudah dua jam pencarian Elena dan Syina tak membuahkan hasil Valera terdiam sesaat memikirkan kemungkinan terbesar hal buruknya.


kini para anak buah king berkumpul menjadi satu, sudah beberapa jam pencarian kedua wanita itu akan tetapi tidak ditemukan membuat fikiran Valera sedikit kalut seketika.


" nona, apa yang harus kita lakukan ? " ucap Dave memecah keheningan dan Valera diam saja seakan ia pun tak mengetahui akan apa yang harus di lakukan.


Dave memilih diam saat ia merasakan jika sang lady tidak ingin menjawabnya dan pada saat Valera akan beranjak pendengaran nya sangat peka jika ada sedikit pergerakan yang tak jauh dari mereka. Valera menelisik kearah sekitar akan tetapi keadaan gelap dan tidak begitu paham.


" tinggalkan tempat ini " ucap Valera dengan pelan dan sontak Dave terkejut seketika " aku yakin mereka baik-baik saja akan tetapi keberadaanya tak bisa diketahui karena hari semakin larut. " ucap Valera dan semuanya hanya mengangguk dengan pasrah.


valera menyuruh Dave untuk tetap bersamanya, dan para anak buah king berbondong-bondong mulai meninggalkan tempat itu satu persatu. dan kini hanya tinggal Valera dan Dave yang berada di sana.


" Dave aku merasa ada yang mengintai kita " ucap Valera Pelan dan Dave diam saja " ayo kita masuk ke dalam mobil dan lihat apa yang akan terjadi saat kita pergi dari tempat ini " titah Valera dan Dave mengangguk paham.


mobil hitam yang digunakan oleh Valera kini mulai meninggalkan tempat itu dan sedikit menjauh begitupun dengan Dave akan tetapi Valera tidak berniat untuk benar-benar pergi ia justru memutar balik kendali setirnya sehingga membuat Dave harus mengikuti sang nona.


tampak Valera menggunakan lampu yang sudah di setel secara otomatis pada fitur canggihnya, begitupun dengan Dave kini mobil mereka saling berdekatan.


ternyata satu sosok lelaki berada di sana entah apa yang sedang ia lakukan, Valera terus memperhatikan pergerakannya hingga lelaki itu meneriaki nama Elena dengan lantang.


" Ed " lirih Valera saat ia mengetahui suara dari anak buah Mrs OTO.


Dave segera menekan tombol agar ia bisa berkomunikasi di fitur yang tersedia di dalam mobilnya, dan seketika Valera menerima sambungan tersebut.


" Ed, anak buah Mrs OTO " ucap singkat Valera dan Dave diam saja. Ed untuk apa ia datang kemari ? dan siapa yang memberi tahunya ?


" apa anak buah Mrs OTO lainnya yang membuat ulah seperti ini ? " tanya Dave dengan pelan


" entahlah " ucap Valera lagi.


kedua orang itu tampak terus memperhatikan Ed yang sibuk memanggil-manggil nama Elena seakan ia sangat kehilangan, Valera melihat waktu pada jam yang melingkar indah di tangannya dan tanpa mau basa-basi Valera keluar dan sontak Dave pun ikut keluar dengan menyiagakan senjata dalam genggamannya.


Ed menatap sendu pada ujung jurang yang berada di sana, tubuhnya merosot seakan linglung Valera berdiri tepat berada di belakangnya bersama dengan Dave.


" kau tau hal ini ? " ucap Valera yang mengejutkan Ed tiba-tiba tubuh itu berbalik dan menatap intens Valera maupun Dave " kau tau ? jangan berkilah siapa yang membuat kedua orang ku seperti ini " tajam Valera berwajah bengis.


Ed diam saja ia sudah tau jika anak buah Mrs OTO yang lainnya yang telah melakukan hal ini, Ed tertunduk dengan lemas dan Valera benci akan pria lemah seperti yang berada di hadapannya.


" mereka melakukannya ! Ya aku yakin jika itu mereka " lirih Ed dan Valera yang mendengarkan langsung menodongkan senjatanya tepat ketujuh Ed


" katakan dengan jelas siapa mereka, dan jangan bertele-tele " pekik Valera dengan nada yang geram saat melihat wajah Ed.

__ADS_1


" ini hanya prediksi ku saja, kemungkinan Jack " ucap Ed dengan lirih Valera yang mendengar nama itu seketika teringat sesuatu pada saat Mrs OTO di tangkap Jack dengan cepat melarikan dirinya meski sempat mengadakan satu buah tembakan pada kakinya entah bagaimana ia bisa selamat kala itu.


valera lebih memilih Mrs OTO dibandingkan Jack karena Valera berfikir jika Jack bukan targetnya tapi siapa sangka kini orang itu dicurigai atas insiden yang di alami oleh Syina dan juga Elena.


__ADS_2