Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
*fight One


__ADS_3

Piana, waktu setempat.


Thomas dan Greta batu saja tiba di kota tersebut, para anak buah king dan keempat anggota predator yang berada di tempat sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


" Bagaimana keadaan disana ? " ucap Greta berbicara biasa saja dengan seseorang melalui ponsel miliknya.


" Tidak ada pergerakan apapun disini, sepi dan sunyi bahkan kami tak tau jika ada orang atau tidak di hunian tersebut. " jelas orang tersebut yang tak lain adalah Matt.


" teropong ? atau alat lainnya bagaimana ? " tanya Greta lagi.


" Edgar sedang menggunakan teropong itu, tapi...wait " ucap Matt tergantung saat matanya melihat sosok seorang wanita yang persis dengan seseorang.


" Ada apa Matt ? " penasaran Greta.


" ya ada pergerakan aku baru saja melihat seorang wanita muda baru saja memasuki hunian tersebut dengan mudah, aku rasa ia bagian dari orang tersebut, hanya saja wajahnya mirip seperti Zizi " celetuk Matt hingga Greta mengeryitkan dahinya sesaat.


" Mungkin hanya kebetulan saja " ucap Greta ambigu dan Matt mengiyakan ucapan Greta. " kami baru saja tiba, kemungkinan akan memakan waktu beberapa saat untuk sampai disana " ucap Greta lagi


" Ya tak perlu terburu-buru. Kami sedang mengintainya untuk mencari sesuatu lainnya " ucap Matt dan Greta mengerti lalu panggilan tersebut telah berkahir begitu saja.


Matt melihat Edgar yang meletakkan teropongnya begitu saja, beberapa titik sudah dikepung kembali pihak king dengan di komandoi salah atau anggota predator.


Edgar memicingkan wajahnya lalu menatap kearah Matt dan Matt hanya bingung dengan ekspresi yang Edgar berikan.


" wanita tadi.. mengapa begitu mirip dengan Zizi walaupun tinggi tubuhnya tak sama " ucap Edgar dengan penasaran dan Matt pun hanya diam melihat kearah depan dimana tempat itu sudah kembali sunyi dan senyap.


KRAKKKK


bunyi tiba-tiba itu membuat Matt dan Edgar menunduk lalu waspada seketika, detak jantung keduanya berdebar tak karuan hingga suara pekikan seseorang terdengar dari arah jauh.


Matt menatap Edgar dengan mata yang melotot saat mendengar suara itu, sedangkan Edgar mengenggam erat senjatanya agar tak terlepas dari genggamannya.


Edgar memberanikan diri untuk mengintai keatas dan ternyata sudah banyak orang yang berada di bawah sana dengan seorang anak kecil tak berdaya yang dibaringkan di tanah begitu saja.


" Apa yang mereka lakukan ? " ucap Edgar serta menekan tombol on pada MH miliknya dan seketika zumba dan Hugo mendengar suara Edgar tersebut, Matt ikut mengintai seketika.


seorang anak perempuan yang berusia kira-kira sepuluh tahun terkulai lemah dengan pakaian yang lusuh serta wajah yang kotor, sesaat Matt iba terhadap anak kecil itu tapi ia pun penasaran dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut.


anak kecil itu berteriak nyaring kala pakaian nya di robek begitu saja, dan para lelaki itu hanya tertawa tak perduli tangannya diikat serta kakinya dipegang erat, laku detik kemudian hal tak terduga terjadi didepan mata para anggota predator.


" sial !! mereka melakukan nya terhadap seorang anak kecil " geram zumba marah dengan mata yang memerah.


" Tempat apa sebenarnya ini ? " lirih Matt saat ia melihat adegan panas yang dilakukan oleh para lelaki brengsek dan sialan itu.


anak kecil itu menjerit dan memberontak serta meraung dengan sisa tenaganya bahkan tubuhnya terhentak begitu saja dengan seirama, Matt tak tahan lagi dengan apa yang ada di depan matanya.


SHOTTT


JLEBBB


salah satu dari mereka ambruk begitu saja hingga teman-teman nya yang lain ikut menatap kearah teman nya yang sudah terkulai lemah tanpa sebab. Mereka saling lirik dan pandang atau sama lain.


" Lakukan sekarang, beberapa menit lagi Greta dan Thomas akan tiba. Aku yakin jika tempat ini ada yang tak beres " ucap Matt dan semua mengangguk lalu bersiaga ditempatnya.


SHOTTT


JLEBBB


JLEBBB


AGHHH

__ADS_1


suara rintihan dan erangan terdengar begitu saja dari mulut mereka, hingga tubuh anak kecil itu ikut menegang dan meringkuk ketakutan, Salah atau anak buah king berjalan kedepan untuk menarik anak kecil itu hingga ia kembali berontak dan terpaksa anak buah king membekap mulutnya agar tak menimbulkan suara.


Hugo memberikan jaket panjangnya kepada anak kecil tersebut untuk menutupi tubuhnya yang polos dan anak kecil itu menerimanya dengan takut dan tangan bergetar, bahkan mata nya yang berair tak berani untuk menatap Hugo dan lainnya.


" Kau sudah aman disini, jangan banyak bertanya sekarang kau cukup jawab pertanyaan yang ku lontarkan " ucap Hugo dan anak perempuan itu mengangguk kecil dengan patuh. " Good. siapa namamu ? " ucap Hugo.


" Silla " ucapnya dengan nada kecil tapi masih bisa didengar oleh Hugo di telinga tajam.


" oke baiklah Silla sekarang kau aman, namun aku cukup prihatin dengan apa yang menimpamu. Apakah di dalam rumah itu ada orang lain selain dirimu dan mereka " ucap Hugo seraya menunjuk beberapa lelaki yang telah tewas. Silla mengangguk kecil dengan pandangan tertunduk.


Hugo melirik yang lainnya dan para kawanan nya hanya mengangguk samar, Hugo menyuruh Silla untuk tetap diam ditempat dan tidak kemanapun, anak perempuan itu mengangguk patuh walaupun saat ini ia ketakutan.


Para anak buah king sudah mulai bergerak dan menyusup kedalam hunian yang tidak dilengkapi oleh jebakan apapun dan sebagainya, Edgar dan Matt berjalan dengan santai sembari menghidupkan sebatang rokoknya.


KRAKKKK


TETTT TETTT TETTT


suara itu tiba-tiba terdengar begitu saja Edgar dan Matt dengan cepat berlari dan menerjang apapun didepan sana, para anak buah king sudah menyerbu dan mengepung tiap titik.


" PENYUSUP !!! " teriak lantang seseorang dari arah atas dengan wajah garang dan memerah hingga suaranya membuat Edgar dan Matt menutup telinga, sedangkan zumba bertugas untuk menemani anak perempuan itu dan Hugo maju untuk menyerang musuh yang terlihat oleh matanya.


DODODORDODODOR !!!


DODODODOR !!


para anak buah king melepaskan pelurunya begitu saja kepada musuh-musuh yang menghalangi jalannya, dan Ternyata cukup banyak orang didalam sana sepertinya sedang mengadakan sebuah pertemuan penting.


orang-orang berpakaian rapi dengan setelan kemeja yang elegan tampak panik dan gusar saat mendengar suara senjata yang begitu menggema di luar sana.


" Siapa yang menganggu !! " pekik seorang wanita muda yang rambutnya diikat dengan memakai pakaian cukup seksi hingga memperlihatkan belahan dadanya yang cukup besar itu.


DODODODOR !!


Matt dan Edgar sangat lihai dalam memainkan senjata miliknya, tanpa basa-basi mereka langsung memberondongkan pelurunya kepada musuh yang terlihat di depan mata.


" Yuhuuiii... Kenapa mereka tak habis-habis " gerutu Matt saat melihat para lelaki yang seperti anak buah yang muncul begitu saja di setiap titik ruangan.


BRAKKKKKK


Hugo melempar tubuh seseorang begitu saja ke dinding hingga orang itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan merintih kesakitan dengan suara yang begitu memilukan.


" Dimana tuan mu ? " ucap bengis Hugo menginjak dada lelaki yang tampak sudah pasrah dengan hidupnya.


" Mereka semua berada di lantai atas " ucapnya tanpa ragu dengan mata yang terpejam. Hugo menyeringai dan menatap kasihan pada lelaki itu hingga..


DORR !!


satu buah peluru bersarang di dahi lelaki itu hingga ia tewas begitu saja dengan mudah, Hugo tersenyum tipis dan ia mulai memberikan sebuah kode untuk naik kelantai atas.


BRAKKKKKK


Edgar mendobrak salah satu pintu yang cukup mewah dengan dilapisi hiasan seperti emas di gagangnya, mata Edgar awas memperhatikan keadaan sekitar, para jajaran king berpencar dan tidak fokus pada satu titik saja.


Matt, Hugo, Thomas dan zumba yang baru saja bergabung melakukan hal yang sama yaitu mendobrak pintu yang tertutup tapi tapi nihil tidak ada orang sama sekali mereka dibuat bingung, dan entah kemana orang-orang itu perginya.


" Kabur ? tidak mungkin " ucap Thomas semuanya saling pandang dan saling lirik. " jalan rahasia ! " tegas Thomas dan semua orang mengangguk setuju.


Edgar dan Hugo mengubungi Greta untuk meminta seluruh anak buah king mengelilingi hunian ini, dan Greta segera mengerjakan tugasnya dengan cepat hingga seluruh anak buah king yang ikut dalam misi mengelilingi hunian dengan senjata lengkap di tangannya masing-masing.


mereka kini sibuk mencari jalan rahasia yang tersembunyi tapi mereka tak menemukan tanda-tanda yang dimaksud, Edgar mulai kesal dan akhirnya ia menembak asal pelurunya disekelilingnya ruangan.

__ADS_1


TRANGGG


TRANGGG


pendengaran Edgar menangkap sesuatu hal yang janggal, dimana terdengar suara pantulan yang begitu jelas terdengar.


" Apa kemungkinan salah satu dinding itu ? " ucap Edgar menunjuk dinding didepannya yang nampak terlihat biasa-biasa saja, Thomas mengeceknya dan ternyata tidak ada apa-apa.


" sial " umpat Edgar lagi dengan mengepalkan tangannya begitu erat hingga ia tak sengaja menyenggol sebuah pas bunga yang tertempel disebuah meja.


KLAKKK


seketika meja itu berputar dan beralih tempat lalu mata mereka yang melihatnya dibuat terbelalak saat melihat sebuah anak tangga dengan jalur yang melingkar seperti belitan ular.


Edgar menyeringai penuh arti saat melihat itu semua, lalu ia mulai melemparkan sesuatu kedalam sana, hingga Matt dan yang lainnya kaget bukan main.


" apa yang kau lakukan Edgar ! " pekik Hugo dan Edgar hanya mendengus dengan sebal.


" Aku melemparkan kaleng bius kedalam sana, tak perlu khawatir " ucap Edgar dana Hugo mengelus dadanya secara perlahan.


sepuluh menit berlalu mereka menunggu hasil dari kerja gila Edgar yang melepaskan sebuah kaleng bius berukuran sedang dengan asap yang mulai mengepul ke atas.


Matt menunggu dengan santai di sofa senantiasa menghidupkan lagi rokok nya yang tersimpan di saku celana miliknya, tak lama salah satu anak buah king masuk dan melaporkan jika mereka menemukan sekumpulan anak-anak di salah satu ruangan yang terkunci rapat di ruang bagasi.


Matt dan lainnya yakin jika ini adalah salah satu usaha ilegal milik mereka tapi mengapa harus menggunakan anak-anak ? seketika kejadian yang menimpa Silla terngiang di kepala mereka.


" Kumpulkan mereka dan bawa, " perintah Thomas dan anak lelaki yang memberikan informasi itu mengangguk dengan patuh.


" anak-anak ? sungguh predator " celetuk Edgar hingga mata semua orang menatap aneh padanya. " kenapa ? ahh.. ayo masuk. Aku yakin mereka sedang mabuk asap " ucap Edgar mulai beranjak dan turun ke bawah sana dengan senter lampu dari senjata di genggamnya.


anak tangga itu benar-benar melingkar bagaikan belitan ular, ruangan yang pengap dan dingin layaknya seperti bangunan yang belum terselesaikan.


Edgar melihat jika ada seseorang yang mulai linglung dengan duduk bersandar di dinding yang kotor. Edgar langsung menyeretnya dengan kasar, dan lainnya langsung mencari sisanya.


" ada pintu yang sudah terbuka lebar, aku yakin sebagian dari mereka telah kabur " ucap Thomas dan lainnya hanya diam menyimak tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah pintu itu.


sontak lainnya langsung berlari menuju sumber suara dan alangkah terkejutnya saat mereka melihat jika beberapa dari anak buah king terluka dengan begitu mudah, tiga orang asing dan salah satunya adalah seorang wanita muda sedang menatap tajam pada jajaran king yang mulai bersiaga.


" siapa kalian !! " pekik wanita itu dengan lantang dan marah.


" ckckck. haii kau wanita ini bukan waktunya untuk bermain-main. Kami datang tentu saja untuk menangkap sekumpulan kucing yang kabur dengan nakalnya. " celetuk Thomas dengan wajah polos menatap wanita itu.


" lancang kau !! " teriak lelaki bertopeng setengah yang hanya menutupi mata dan hidungnya sana, Edgar tertawa geli melihat itu semua.


SHOTTT


JLEBBB


salah satu dari mereka memekik kaget karena Edgar meluncurkan peluru bius yang tipis tak terlihat, kedua orang asing itu langsung panik dan hendak kabur tapi mereka lagi-lagi terjebak karena langsung diberondong oleh senjata dari orang-orang king.


" Aghhhh " teriak wanita lantang dan marah layaknya seperti wanita gila yang baru saja keluar dari rumah sakit, tangannya meremas rambutnya kuat hingga sorot matanya berubah seperti hendak membunuh.


zumba merasakan ada yang lain dari wanita itu tapi apa ? entahlah. Hingga wanita itu berlari dan menyerang Thomas yang dekat dari jangkauannya.


BUGHHHHHH


Thomas yang tak siap akhirnya menerima pukulan telak didada nya hingga darah keluar begitu saja di mulut Thomas, Matt terkejut bukan main wanita itu berubah luar dan ganas tiba-tiba.


" jangan bermain-main dengan ku !! " pekiknya tajam dengan seringai penuh arti, Edgar tersenyum tipis ia suka melihat lawannya tak lemah dan ganas layaknya seorang psikopat berjiwa iblis.


BUGHHHHHH

__ADS_1


__ADS_2