
Disebuah apartemen Dave benar-benar dibuat repot dengan Gloria dimana wanita nya kini sedang mabuk dengan teman nya yaitu Ivanita.
alhasil Dave dengan cepat membawa Gloria menuju apartemen untuk mengurus kekasihnya itu, seperti sekarang Dave harus menahan hasratnya saat Gloria tertidur dengan telentang hingga gaun nya terangkat keatas hingga memperlihatkan pahanya yang mulus itu.
" shitt '' geram Dave saat ia harus di hadapkan dengan situasi seperti ini, lalu Dave mencoba untuk memilih baju yang nyaman untuk dipakai Gloria. " apa tidak apa-apa jika aku yang menggantikannya ? " gumam Dave bingung " ahh sudahlah ia kan wanita ku, jadi tak masalah " ucap Dave akhirnya ia dengan perlahan membuka gaun Gloria dengan hati-hati.
jakun nya naik turun saat ia melihat penutup dada Gloria yang berwana hitam berenda dan terlihat begitu seksi nan menggoda.
sial, pertahanan ku bisa-bisa runtuh. batin Dave.
tapi tangannya terus membuka gaun Gloria hingga benar-benar terlepas dari tubuhnya dan hanya memperlihatkan penutup bagian intim nya saja.
tubuh Gloria benar-benar sempurna, putih dan mulus dengan perlahan Dave mendekat kan wajahnya ke wajah Gloria.
dengan gerakan perlahan tangan Dave kini mengelus lembut pipi Gloria membuat Dave benar-benar senang. belaian itu turun ke leher lalu berakhir di dua benda kenyal nan lembut.
Dave tertegun saat tangannya bersentuhan dengan benda kenyal itu, nalurinya terus mengarahkan tangan Dave untuk sedikit meremasnya.
Dave tersenyum saat mendapatkan mainan baru yang begitu menyenangkan, Dave membelai dan sedikit meremasnya dengan gemas hingga ia menyadari jika benda keramatnya beraksi.
" eghh ... Gloria andai kau tidak mabuk, aku akan melakukanya dengan mu dalam keadaan sadar, shitt aku tersiksa Gloria " ucap serak Dave dengan berbisik di telinga Gloria hingga membuat si mpunya sedikit terusik dan menggeliat.
Gloria tak sadar jika ada Dave di sampingnya, hingga Gloria tanpa sadar mengangkat kedua tangannya diatas hingga memperlihatkan ketiak nya yang mulus dan bersih. Lagi-lagi Dave diuji kesabara nya.
Dave mencoba untuk mencium bibir Gloria dan ********** walaupun tak dapat respon dan balasan, kali ini Dave benar-benar nafsu tangannya mengelus lembut hingga paha Gloria dan berakahir di area segitiga yang sangat hangat itu.
Dave menggeram tertahan saat ia mencoba bermain diarea itu, walaupun masih terbungkus kain hitam. Tangan Dave menekan nya dengan jari-jari panjang nya.
" eghh " erang Gloria tanpa sadar. Dave tersadar saat Gloria seperti menikmati sentuhan nya, dan benar saja mata Gloria kini terbuka dan sedang menatap sayu dan berkedip dengan perlahan. " Dave " serak Gloria dan Dave merasa bersalah sekaligus dibuat kikuk dengan cepat Dave menarik selimut dan menutupi tubuh Gloria yang hampir polos itu. " I want you " lirih Gloria lalu memegang lengan Dave perlahan.
" Gloria, kau mabuk " ucap Dave yang mencoba menahan hasrat nya saat ini. Dan Gloria kini bangkit dan memperlihatkan gundukan kenyal di hadapan Dave membuat lelaki dewasa itu semakin tersiksa " Gloria " ucap Dave dengan suasana tertahan.
" sttt.. Aku tau kau menginginkannya Dave, kau lelaki dewasa akupun demikian tapi.. " ucap Gloria gantung dengan mengigit bibir bawahnya membuat Dave langsung menarik tubuh Gloria sehingga tidak ada jarak di antara keduanya. " eghh " erang Gloria saat Dave menyusuri leher jenjangnya nya dengan benda tak bertulang yang sangat hangat.
Gloria bisa mencium aroma lelaki dari tubuh dave bercampur dengan aroma parfum yang begitu mewah ditambah aroma rambut nya yang begitu sangat menenangkan.
" Gloria, aku tak bisa menahannya ! mungkin aku akan menjadi lelaki brengsek karena melakukannya sebelum kita menikah, apa kau mengijinkan aku. Tapi jika tidak ya sudah tidak apa-apa lebih baik kita membersihkan tubuh dibawah guyuran air dingin " ucap Dave dengan lembut dan Gloria hanya menatap mata Dave dalam.
sungguh ini hal yang pertama untuk Gloria lakukan, Dave sudah menyatakan perasaanya pada Gloria sedangkan dirinya belum sama sekali.
" Apa kau benar-benar mencintaiku ? " ucap Gloria menatap sayu mata Dave.
__ADS_1
" sangat, aku sangat mencintaimu " ucap Dave dengan menangkup kedua pipi Gloria lalu mengecup singkat dahi Gloria.
" Kini aku tau bagaimana rasanya mencintai seseorang dan takut kehilangan, Aku merasakan itu hanya bersama mu Dave ya aku merasakan nya. " ucap Gloria yang kini lengannya melingkar bebas di leher sang kekasih. " I love you " lirih Gloria dengan suara pelan dan sedikit berbisik.
Dave tau jika Gloria pun mencintainya tapi entah mengapa Gloria tidak seterbuka Dave yang secara terang-terangan menyatakan perasaan nya langsung tanpa malu.
" Ayo kita menikah " ucap Gloria lagi tanpa keraguan dihatinya, selama ini ia sangat nyaman berada di samping Dave. Lelaki dewasa yang selalu sabar dengan tingkah Gloria yang terkadang bar-bar, lelaki dewasa yang sangat perhatian dan penuh akan kelembutan Gloria benar-benar dibuat jatuh akan pesona seorang Dave.
Dave menatap dalam mata Gloria seakan mencari kebohongan disana, lidahnya tiba-tiba kelu dan sulit untuk mengucapkan kata-kata dan hatinya tentu saja ia merasa sangat bahagia.
" Are you sure ? " ucap Dave dengan mata berkaca-kaca dan Gloria mengangguk tanpa ragu lalu mengecup bibir Dave dengan penuh perasaan, Dave menyambutnya dengan senang hati, mereka kini saling melimpahkan perasaan nya yang sangat bahagia satu sama lain, Dave mencium bibir Gloria dengan lembut dan sangat lembut.
" Aku akan mengabulkan nya babe " ucap Dave dan Gloria tertegun dengan panggilan baru dari Dave yang menurutnya sungguh lucu dan menggelitik.
" Ya aku akan menunggu hari itu " ucap Gloria lagi dengan tersenyum begitupun dengan Dave.
*****
" brengsek kau, sialan kau ! " pekik Elena dengan melempar benda-benda yang terdapat disekitar dirinya untuk ia lampiaskan kekesalan nya pada Ed.
Lelaki itu tak menghindar justru membiarkan Elena berbuat semuanya, Ed paham jika kini Elena sedang marah pada dirinya karena beberapa hari ini Ed tinggal di apartemen milik Elena dengan alasan untuk menjaganya.
BUGHHHHHH
Ed meringis kala mendapatkan pukulan dari wanita yang ia cintai, Ed menatap sendu wajah Elena yang kini dipenuhi oleh amarah.
" Kau ! " tekan Elena saat hendak memukul kembali Ed tapi tangannya ditahan begitu saja.
" Berhenti marah-marah Elena ! apa kau tak puas selalu seperti ini padaku ? kau terus menyangkal perasaan mu sendiri Elena, kau tidak seperti wanita yang ku kenal selama ini. Apa yang sedang ada di fikiran mu saat ini. " ucap Ed dengan suara meninggi membuat Elena terdiam dan menatap tajam manik Ed. " katakan padaku Elena kenapa kau selalu bersikap seperti ini, aku bukan musuh mu " tegas Ed lalu melepaskan tangan Elena begitu saja.
" tentu saja kau musuhku. Kau kaki tangan Mrs OTO " ucap asal Elena membuat Ed mengerutkan dahinya seketika. Ed terkekeh dan menampilkan wajah bodohnya.
" Hanya itu ? hanya itu Elena, jawab aku ? " ucap Ed lagi. " Katakan jika kau tidak mencintaiku, aku bukan lagi kaki tangan nya Elena. Sejak ia menembak mu tepat dihadapkan ku, aku sudah memutuskan untuk tidak bergabung lagi dengan mereka " Jelas Ed lagi " Aku mencintaimu Elena " lirih Ed yang kini tertunduk lesu karena pengorbanan yang ia lakukan selama ini dimentahkan begitu saja oleh Elena.
Elena terdiam dadanya tiba-tiba merasa sesak saat mendengar pengakuan Ed, Elena berpaling dan melangkah kan kakinya sedikit menjauh tapi Ed lagi-lagi menahannya hingga kini pandangan mereka bertemu.
Ed menatap sayu pada Elena, matanya benar-benar tidak menunjukkan kebohongan. Elena sedikit tertegun akan hal itu.
" Katakan Elena jika kau tak mencintaiku. " lirih Ed lagi tapi Elena bungkam dan terus bungkam." Ya sudah, mungkin kau memang tidak ditakdirkan untuk ku Elena, aku akan pergi jaga dirimu baik-baik " ucap Ed lagi dengan lembut dan mengecup dahi Elena singkat lalu memalingkan wajahnya yang kini sudah berderai air mata.
Elena terpaku, saat melihat tubuh Ed mulai menjauh dari pasangan nya, tiba-tiba air matanya ikut menetes tanpa permisi.
__ADS_1
GREPPP
" Jangan tinggalkan aku.. maaf " Isak Elena dengan memeluk tubuh Ed dari belakang dengan sangat erat.
Ed tersentak dan cukup terkejut bahkan ia merasa jika kemeja nya basah karena air mata Elena.
" Aku mencintaimu Ed. Tapi entah mengapa aku tak bisa mengungkap kan nya " Isak Elena lagi dan Ed masih diam mematung tanpa merespon Elena. " aku bodoh Ed, aku menutup perasaanku untuk mu. Ya aku bodoh.. maafkan aku " ucap Elena dengan melepaskan pelukannya dari dekapan Ed.
" aku tau jika kau mencintaiku '' ucap Ed dan kini ia tersenyum manis pada Elena.
Ed memeluk tubuh Elena dengan begitu erat seakan ia tak rela untuk melepaskannya, kali ini elena membalas pelukan Ed dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ed.
" Ayo kita menikah Elena. Aku ingin kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anak ku kelak " ucap Ed lagi dan tiba-tiba Elena tersenyum lalu mengangguk malu. " aku akan membicarakan ini pada nyonya Valera. Dan aku yakin ia merestui hubungan kita " ucap Ed lagi dengan mencium bibir Elena dengan lembut dan dan menyesapnya gemas.
*****
Amerika serikat.
pertemuan-pertemuan yang dihadiri tanpa Remigio membuat para sahabatnya merasa kurang puas ditambah Romeo tidak bisa lama berada di Amerika karena sang istri sedang mengandung dan siap untuk melahirkan dalam beberapa Minggu kedepan.
" Aku rasa ORTAXS sudah tidak lagi dalam satu definisi " ucap Dion dengan menghisap rokoknya dengan perlahan.
" hmm aku pun merasa demikian " sahut Deniz dengan kaki yang bertumpu menjadi satu. " ditambah para anggota yang lain bertindak semuanya " lanjut Deniz lagi.
" lalu apa yang harus kita lakukan, Remigio ia terlalu sibuk sehingga tak memperhatikan para bawahannya yang sedang berbuat curang " saut Romeo santai dan diangguki oleh sahabatnya yang lain.
" adakan pertemuan dengannya secepat mungkin, tanpa harus melibatkan yang lainnya termasuk, wanita penasihat itu " ucap Akayama lagi. Dan mendapatkan tatapan bingung dari yang lainnya.
" Gracelina ? " Picing Dion dan akayama mengangguk.
" entahlah aku merasa dia menyembunyikan sesuatu. " ucap Akayama lagi dan Dion serta lainnya mulai berfikir dengan perkataan akayama.
kelima lelaki itu kini sibuk dengan pemikiran nya masing-masing bahkan Dion terlihat lebih santai dari pada yang lainnya.
" Aku bosan ! apakah tidak ada wanita disini ? " ucap Dion dengan polos dan mendapatkan tatapan tajam dari Deniz. " Heii ada apa ? bukan kah itu sudah biasa untuk kita ? " ucap Dion lagi.
" cihh.. maka dari itu cari lah wanita yang benar-benar mencintaimu serta kau cintai Dion. Dan setelah kau mendapatkan nya kau akan merasakan indahnya dunia " ucap Deniz lagi dan Dion hanya bisa terkekeh tipis.
" sudahlah. " ucap Dion lagi lalu ia mulai memanggil seseorang untuk membawakan beberapa wanita ke ruangan yang dimaksud oleh Dion. Romeo mendesis kesal kepada salah satu sahabatnya itu.
Tak lama pintu diketuk dan munculah dua orang wanita berpakain seksi dengan tubuh yang sempurna sedang tersenyum menggoda. Dion menyambut mereka berdua sedangkan para sahabatnya hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar.
__ADS_1
Romeo pamit undur diri karena ia tak mau bergabung dalam hal itu, dan Dion hanya bisa menatap kepergian Romeo sampai tubuh sahabatnya itu menghilang dari pandangan. sedangkan Dion asyik minum dengan ditemani teman wanita nya.