
Jepang, mansion Shizuka waktu setempat
malam harinya mereka telah sampai di mansion Shizuka, tiga mobil SUV berwarna hitam sudah memasuki pelataran mansion Shizuka, kelima anggota wanita tangguh itu hanya bisa diam dan menelisik keadaan sekitar dari mulai jalanan yang sepi dan terletak di tengah-tengah hutan sungguh mengatakan anggota B.woman dan pasukan Phoenix tertegun seketika, rahasia ? ya ladynya terlalu banyak menyimpan rahasia bahkan tertutup rapi dengan sempurna
" selamat malam " ucap seorang lelaki yang bertugas menjaga di pintu bagian utama saat para tamunya telah tiba,
" apa semuanya aman saat mansion ini ditinggalkan oleh kami ? " tanya Meksi dan lelaki itu mengangguk sopan
" semuanya aman tuan Meksi jangan khawatir " ucapnya sopan dan Meksi mengangguk pelan lalu Wilola menuntun para tamunya untuk masuk ke dalam Masion
" mari nona " ucap Wilola sopan, kini mereka beristirahat sejenak di ruang tamu yang sangat terasa nyaman dan klasik, K dan B saling menelisik ruangan sekitar tidak ada yang mencurigakan semuanya terlihat normal pada rumah orang Jepang pada umumnya tapi mengapa terletak di tengah hutan seperti ini ? sungguh aneh !
" nona, kamar kalian berada di lantai atas, maaf jika kamarnya tidak begitu banyak hanya saja kalian bisa memakai satu kamar dua atau tiga orang saja " ucap sopan Meksi dan kelima anggota b.woman itu hanya diam saja tanpa menjawab " sedangkan untuk para pria aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian semua yang terletak di belakang mansion Shizuka ini kalian tenang saja tempatnya sangat nyaman dan pintunya nya saling terhubung dengan mansion Shizuka yang utama hanya saja tempat itu lebih privasi " jelas Meksi lagi dan pasukan Phoenix mengangguk saja
malam itu Wilola sudah menyeluruh para pelayan untuk memasak makanan bagi para tamunya, mereka pun menukangi makan malam tersebut walaupun menu nya sangat sederhana tapi itu semua tak masalah yang terpenting malam itu perut mereka terisi dengan baik. Hingga makan malam usai mereka semua pamit untuk beristirahat menuju kamarnya masing-masing Wilola dan Meksi mengangguk sopan pada para tamunya itu, mereka tau jika para tamunya itu orang yang akan menyelesaikan misi pada anggota Deddo itu.
*****
Dua hari berlalu Valera benar-benar memanjakan dirinya ia melakukan perawatan tubuhnya, bahkan pada rambutnya pun ia manjakan dengan teliti rambut panjang indahnya tergerai dengan sempurna.
Bahkan sebuah pesan notifikasi berbagai macam telah Remigio terima mulai dari pembelian tas, sepatu, baju, dan lainnya Remigio hanya tersenyum melihat notifikasi yang berjumlah tak seberapa itu baginya yang terpenting Valera bahagia
sebuah mobil sport berwana kuning dengan seri keluaran terbaru membelah jalanan ibukota Prancis, Valera menggunakan kacamata hitamnya agar menyempurnakan penampilannya kali ini, tujuannya saat ini adalah Harson Crop's
mobil mewah itu menyita perhatian satpam yang berjaga disana, mereka menerka-nerka siapa pemiliknya saat Valera keluar dengan sigap mereka membungkuk penuh hormat dan Valera hanya tersenyum tipis tanda ia menghormati sesama
BRAKKKKKK
" apa kau tak punya mata ! " bentak seorang wanita kepada salah satu karyawan Harson Crop's itu, langkah Valera terhenti seketika untuk melihat adegan itu, " dasar karyawan rendahan ! " ucapnya dengan suara lantang hingga mengundang perhatian semua karyawan Valera muak dengan situasi seperti ini
" maaf nona saya tidak sengaja sungguh, lagipula nona berjalan dengan terburu-buru seperti ini " bela karyawan itu dengan nada sopan
" jadi kau menyalahkan ku ! kau tak lihat berkas ini kotor akibat ulah mu yang menabrak ku " pekik wanita itu lagi dan karyawan malang itu hanya bisa menunduk seraya meminta maaf akan tetapi wanita arogan ini hanya bisa berteriak dan mengundang perhatian sekitar
Valera berdiri tak jauh dari kejadian itu, para karyawan uang melihatnya segera menunduk dengan pandangan ke bawah, Valera berjalan dengan langkah anggunnya menghampiri dua wanita yang sedang berselisih itu
" ada apa ini ? " ucap Valera dengan nada tegas nya bahkan auranya pun ikut disegani oleh semua karyawan Harson Crop's
__ADS_1
" nona " ucap wanita malang itu sambil menunduk penuh hormat membuat wanita arogan itu memicingkan matanya seketika " kami tidak sengaja bertabrakan tadi dan aku sudah meminta maaf atas kelalaian saya akan tetapi Nona ini bersikeras dan berteriak-teriak tidak karuan seperti ini " jelas wanita malang itu yang berpakaian cukup sopan dengan rambutnya yang ditata rapi persis seperti seorang pramugari pada umunya, lalu Valera menoleh tag nama wanita yang menjadi karyawannya Selly wanita itu bernama Selly
" kau siapa ? " tanya wanita yang berpakaian elegan dan terlihat bermerk, dengan nada angkuhnya
" aku ? kau ingin tau siapa aku ? " ucap Valera dengan tenang " tak perlu tau, tapi aku sarankan untuk tidak membuat keributan di perusahan besar ini, karena perusahan ini tidak ingin diinjak oleh orang-orang sampah yang tidak berpendidikan " tajam Valera dengan nada sinis sungguh ucapannya membuat semua orang yang mendengarnya dibuat tertegun
" kau ! berani nya kau berkata seperti itu pada seorang Charlotte " pekik wanita itu kasar dihadapan Valera membuat semua karyawan yang melihatnya meruntuki kebodohan wanita arogan itu
" turunkan nada bicara mu nona dan bersikap lah sopan dihadapan ku " tajam Valera dengan menatap lekat-lekat wajah wanita yang bernama Charlotte itu
" siapa kau berani mengaturku ! " teriaknya lagi benar-benar membuat Valera jengah
PLAKKK
valera memberikan tamparannya kepada wanita itu agar berhenti berteriak karena ia tak suka dengan sikapnya yang terlalu mencolok dan membuat keributan di seluruh gedung, hingga derap langkah kaki seseorang lelaki menghampiri mereka
" ada apa ini " ucap lelaki itu dingin yang tak lain Leonel, lalu Leonel melirik kearah Valera yang terlihat sangat cantik dan segar akan tetapi matanya menyorot kemarahan
" tuan Leonel " ucap Charlotte sopan dengan tangan yang memegangi pipinya kanan nya yang memerah akibat tamparan Valera " dasar wanita sialan " pekiknya lagi
" nona jaga ucapan mu " tajam Leonel marah kepada Charlotte akan sikapnya kepada Valera
" untuk apa wanita sampah sepertinya memasuki gedung ini ? apa untuk menjalin kerja sama antar perusahaan ? " ucap Valera menatap tajam kepada Leonel sedangkan yang ditatapnya hanya diam menunduk " benar-benar sampah ! " desis wanita itu
" sampah ? apa maksudmu mu mengataiku sampah !! kau lah yang sampah dasar wanita sombong " marahnya lagi
" hentikan atau kau menyesal, pergi dari sini sebelum kau menerima kemarahan ku di pagi hari seperti ini aku tak menjamin semuanya " ucap Valera menggertak wanita itu lalu berlalu pergi akan tetapi perkataan wanita itu membuat langkah Valera terhenti
" cihh. memasuki lift khusus CEO ? atau kau wanita yang merangkak naik keatas ranjangnya " ucap Charlotte dengan lantang hingga Leonel terkejut akan ucapan nya dan semua karyawan yang melihat hanya menatap tak percaya
PLAKKK
Leonel menampar Charlotte hingga wanita itu meringis kesakitan, Valera tersenyum sinis melihatnya
" tuan kenapa kau menamparku " pekik Charlotte marah
" apa kau tak tau siapa wanita ini ? sungguh bodoh kau nona kau menggali lubang kuburmu sendiri " ucap Leonel marah membuat Charlotte bingung seketika, Valera mendekat kearah Charlotte dengan wajah datar dan dingin seketika Charlotte gugup akan situasinya
__ADS_1
" dengar dan ingat baik-baik nama dan wajahku aku Valera Harson adik dari CEO perusahaan Harson, jika kau kesini untuk menjalin kerja sama dengan kakak ku sebaiknya kau pulang saja karena aku menolak keras akan kerja sama ini, perusahaan Harson tak menerima orang yang tak berpendidikan seperti anda nona ! jadi sebaiknya kau angkat kaki dari sini " tajam Valera dengan menekan setiap kata-kata nya sungguh Leonel dibuat sesak nafas akan peryataan nona mudanya itu, ia takut jika Valera hilang kendali, setelah mengucapkan hal itu Valera berlalu pergi meninggalkan keributan yang terjadi Charlotte menatap tak percaya hingga ia meruntuki kebodohannya dan memohon maaf serta bantuan kepada Leonel akan tetapi asisten dingin itu tak menghiraukannya dan menyuruh satpam membawanya keluar.
*****
siang ini Valera memutuskan untuk makan siang seorang diri di restoran terdekat dengan kantornya, karena sang kakak tidak bisa makan siang bersama karena pekerjaan nya itu alhasil Valera makan siang sendiri yang tak jauh dari gedung bertingkat fantastis itu
saat Valera sedang menunggu pesanannya tiba-tiba seorang lelaki berperawakan gagah memakai pakaian formal berwarna pastel yang menambah kesan kalem nya itu seakan membuat Valera termenung sesaat
" nona muda Harson ? " ucapnya ramah dan sopan
" hmmm " ucap Valera singkat akan tetapi masih terlihat ramah " apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " ucap Valera lagi lalu pria itu tersenyum manis
" bolehkan aku ikut duduk bergabung di sini " tanya nya sopan dan Valera mengangguk saja mempersilahkan toh tak ada masalah
" apa kau tak mengingatku ? aku orang yang berdansa dengan mu diperusahaan Harson kala itu serta orang yang tak sengaja menabrak mu direstoran X " jelas lelaki itu lagi dan Valera terlihat sedang berfikir keras
" Asyur ? tuan Asyur ? " ucap Valera lagi dan lelaki itu mengangguk mantap seraya tersenyum manis " maaf kan aku aku tak mengingat mu " ucap Valera dan Asyur tak mempermasalahkannya tak lama pesanan Valera datang
" kau tak makan ? " Picing Valera dan Asyur segera memanggil pelayan untuk memesan makanan dan tak lama pesanan Asyur telah tiba
" mari kita makan " ucap Asyur lagi dan Valera hanya mengangguk saja
Valera memakan makanan nya dengan lahap tanpa memperdulikan sekitar karena perutnya yang sudah keroncongan berat membuat Asyur tertawa dalam hati melihat tingkah Valera yang menggemaskan itu ditambah wajah cantiknya seakan lebih bersinar
Asyur reflek membersihkan sisa makanan yang berada disudut bibir Valera membuat Valera terkejut seketika
" maaf aku hanya membersihkannya " ucap Asyur lagi dan Valera hanya diam saja akan tetapi matanya tak luput ikut mengawasi Asyur
" hmm mengapa kau bisa berada di sekitar sini ? " tanya Valera penasaran dan sayur menghentikan acara makan nya
" aku hanya mendapat kabar jika restoran disini menyajikan makanan yang sangat enak dengan harga yang terjangkau jadi aku penasaran saja, dan ternyata rasanya tak bisa membohongi " kekeh Asyur tersenyum tipis dan Valera mengangguk saja memang benar adanya perkataan Asyur ini " tapi tak ku sangka akan bertemu dengan mu disini " lanjut Asyur lagi dan kini giliran Valera yang terkekeh
" hahahaha kau benar, bahkan aku melupakan mu " ujar Valera dengan senyum manisnya itu yang mampu membuat hati Asyur menghangat seketika
waktu cepat berlalu Valera sudah lama meninggalkan perusahaan Harson dan lebih memilih mengobrol dengan Asyur, Valera memohon pamit karena pekerjaannya dan saat Valera hendak membayar bill nya Asyur mencegahnya dan memilih membayarkan semua bill Valera termasuk dengan dirinya
" tuan Asyur semua ini tidak perlu aku bisa membayarnya sendiri " ucap Valera yang tak enak hati akan tetapi Asyur hanya tersenyum
__ADS_1
" tidak apa-apa nona, anggap saja ini awal dari pertemanan kita " saut Asyur jenaka akan tetapi jawaban Asyur membuat Valera memicingkan matanya seketika pertemanan ? apa tidak ada maksud dari kata itu ? entahlah Valera sedikit berfikir melenceng akan hal itu
" baiklah terimakasih tuan Asyur, dan maaf aku harus segera kembali keperusahaan karena pekerjaan menunggu ku " sopan Valera dan Asyur mengangguk sopan lalu Valera berlalu pergi dari restoran itu, dan Asyur hanya bisa melihat kepergian Valera dari jauh dan memastikan keselamatannya sampai tujuan lalu setelah semuanya dirasa aman Asyur berlalu pergi menggunakan mobil hitam yang dikawal pengawalnya yang sedang berkamuflase itu