
hari ini adalah hari kepindahan Valera dari mansion keluarga Harson menuju Gold mansion impiannya, semua barang pribadi miliknya sudah dikemas begitupun dengan George dan Asnee barang-barang mereka sudah dikirim oleh para pengawal dari mansion keluarga Harson sendiri
tuan Ramius dan nyonya Sofhia tentu saja ikut sembari melihat Gold mansion yang dimaksud oleh putrinya itu,
satu mobil box disediakan untuk mengangkut Riley dengan sebuah kandang besi sedangkan Valera dan George menaiki mobil pribadi milik Valera dan dibelakangnya mobil mewah berwarna putih milik tuan Ramius dan satu mobil berwana hitam milik Asnee
'' mamih apakah kau yakin jika aku dan Riley akan betah di tempat baru ? " tanya George menatap wajah Valera
" pasti kau akan sangat betah sayang " seru Valera tersenyum " mansion kita yang baru sangat indah, dibelakang pun ada empat kuda jantan " ucap Valera lagi " dan nanti kau ada teman bermain namanya Daniel tapi usianya sudah remaja " imbuh Valera lagi
" benarkah ? " seru George dengan mata berbinar dan Valera mengangguk antusias
Valera tau jika George sangat menyukai binatang terlebih hewan buas, awalnya Valera takut mereka akan melukai George tapi satu hal yang istimewa dari anak berusia lima tahun itu
George bisa berkomunikasi baik dengan mereka bahkan mereka terlihat lebih jinak dan tenang saat berinteraksi dengan pria kecil bermata biru itu
hingga beberapa menit berlalu, mobil-mobil mewah itu kini memasuki kawasan yang sangat ketat oleh orang-orang bertubuh tegap dan kekar begitupun dengan senjata lengkap mereka
tuan Ramius dan nyonya Sofhia mengkerutkan dahinya seketika setelah melihat dua orang lelaki berpakaian rapi lengkap dengan senjata dan alat komunikasi lainnya
hingga mereka melihat bangunan yang sangat megah dan mewah tentunya bahkan nyonya sofhia dibuat terperangah dengan bangunan yang diberi nama Gold mansion oleh putrinya karena bangunan itu berwarna gold dan Entestik yang terkesan modern dengan bentuk yang cukup unik layaknya sebuah kastil
tuan Ramius pun dibuat kagum akan Gold mansion hingga mereka turun dari mobil mewahnya
lagi-lagi para pengawal berbaju hitam dan putih menunduk hormat kepada mereka sedangkan Valera hanya mengangguk tipis
" pah lihatlah mansion ini sungguh ketat akan penjagaan " seloroh nyonya Sofhia dan tuan Ramius hanya mengangguk membenarkan
" pah mah, ayo kita masuk " seru Valera tersenyum dan kedua nya dengan cepat mengangguk sedangkan Asnee berada di samping George, karena pria kecil itu tidak sabar ingin melihat kuda jantan seperti yang Valera janjikan, untung saja salah satu pengawal dengan sigap menawarkan diri untuk Asnee dan George berkeliling di Gold mansion
Valera membawa kedua orangtuanya untuk masuk, dan mereka duduk di sofa yang berwana senada, ternyata gold mansion pun sudah ada para maid yang bertugas disana bahkan para perabotan nya pun terbilang lengkap dan mumpuni
" buatkan kami minuman dan beberapa cemilan kecil " ucap Valera sopan dan tersenyum karena maid itu berusia tak jauh dari ibunya
" baik nona " ucap wanita paruh baya itu yang bernama bibi Maria
nyonya sofhia dan tuan ramius masih saja melihat dan menelisik bangunan yang sungguh-sungguh fantastis itu bahkan lebih dari kata mewah
__ADS_1
" nak, apakah mansion mu dilengkapi fasilitas seperti dimansion utama " ucap tuan Ramius
" betul sekali pah, bahkan aku menambahkan situs dan fitur dengan sistem suara " ucap Valera lagi dan tuan Ramius tentu saja mengangguk paham ia sangat tahu betul akan pemikiran dari putrinya yang hampir mirip dengan mendiang kakeknya Marcell Harson
mereka asik berkeliling dan berbincang kedua orang tua Valera sangat puas dengan pencapaian putrinya yang bisa memiliki aset yang harganya cukup mencengangkan bahkan sebagian aset Valera yang berada di beberapa negara pun belum diketahui oleh orang tuanya terlebih tuan Ramius
Valera sangat pandai menyimpan rahasia, ia tidak mau seluruh asetnya diketahui banyak orang termasuk orang tuanya Valera berfikir apa gunanya orang lain tahu ? toh tidak ada gunanya.
*****
Dave dan Thomas disibukkan oleh pekerjaan yang mengenai para mafioso dibawah naungan King untuk menyambut the they king mereka melakukan pembersihan terlebih dahulu bahkan beberapa nama di blacklist untuk diserahkan kepada sang lady
dengan dibantu oleh Matt, Zumba , Edgar dan Hugo bahkan Greta ikut membantu walaupun dari jarak jauh
kali ini cukup merepotkan karena semenjak king diserahkan oleh sang kakak, banyaknya mafioso yang menyimpang karena mereka berfikir jika tuan muda Harson tidak seketat dan sedetail sang lady bahkan para mafioso baru ikut bergabung dengan mudah
tapi Valera tak menyalahkan sang kakak ia sangat tahu akan sifat dari kakak laki-laki nya itu pasti dari semua sikap acuh nya tersimpan sesuatu yang terselubung dan mematikan pasti Vyan memiliki alasan mengapa ia membiarkan mafioso dibawah naungan king berbuat sesuka hati
" aku sudah merangkap beberapa berkas disini " ucap Dave datar
" apa itu para mafioso yang dicurigai ? " tanya polos Thomas dan Dave mengangguk mantap Thomas merasa penasaran apa yang membuat Dave mencurigai mereka " apa ada alasan nya ? " tanya Thomas lagi dan Dave menatap wajah Thomas lalu tersenyum tipis
" mengapa kalian melihat ku seperti itu ? " ucap Edgar polos
" kenapa kau tertawa ? " ketus Hugo tanpa menatap kearah Edgar dan ia lebih memilih menatap ke layar laptop yang tepat dihadapannya sekarang
" aku hanya merasa lucu dengan permasalahan ini, apakah kau tidak dengar apa yang di ucapkan Dave? tentang alasan ia mencurigai para mafioso itu " kekeh Edgar dan semuanya diam saja tapi pendengaran mereka cukup berfungsi dan menunggu Edgar melanjutkan kata-katanya " menumbangkan king ? itu adalah hal yang paling lucu bagi ku ! " ucap Edgar dengan mengubah nada bicaranya menjadi dingin dan datar Thomas yang mendengar itu hanya diam saja sambil mencuri pandang kearah Edgar yang wajahnya menampilkan hal lain dari sebelumnya
" lalu " saut Dave tak kalah dingin
" rasanya aku ingin mencongkel mata mereka ! menumbangkan king ? apakah mereka sudah tak sayang lagi dengan nyawanya apa mereka sedang bermimpi ! menghancurkan bagaimana yang mereka maksud ? sungguh lucu.. mereka semua sungguh bodoh skill dalam bertarung, ilmu bela diri, bahkan bisnis ilegal dan legal masih jauh dari kata mampu " ucap Edgar dingin Dave hanya tersenyum tipis menanggapi sedangkan yang lain menjadi pendengar yang setia
" tapi itulah kenyataannya ! haus akan kekuasaan " ketus Dave dengan penuh penekanan Edgar hanya tersenyum tipis kala mendengar itu entah apa yang ia fikirkan hingga membuat senyum misteriusnya terbit seketika
*****
Zizi, Elion dan Lotus tiba di Prancis pada malam hari beberapa anak buah king sudah menunggu kedatangannya dibandara sedangkan sang lady sudah menunggu kedatangan mereka di markas utama dengan para petinggi nya yang lain
__ADS_1
satu jam berlalu mobil SUV berwarna hitam itu sudah sampai tepat waktu di markas, Zizi dan lainnya segera keluar dengan langkah tegas dan wajah tanpa ekspresi
kini Valera tengah dikelilingi oleh para orang-orang kepercayaan nya, satu lusin wine yang berharga fantastis menghias indah di meja marmer itu,
Dave, Thomas, Matt duduk disebelah kiri sang lady sedangkan Edgar, Hugo dan zumba duduk disebelah kanan sang lady
" selamat malam nona " ucap Zizi sopan dan menunduk hormat sontak suara itu mengejutkan yang lainnya tapi tidak dengan Valera ! Edgar dan kawan-kawan nya menatap tajam kearah Zizi mereka baru saja melihat wajah asing itu terlebih Elion dan Lotus
Zizi tersenyum tipis menanggapi tatapan tajam itu sedangkan Valera memberikan kode kepada Zizi untuk duduk begitupun dengan Lotus dan Elion kini mereka duduk saling berhadap-hadapan
" bagaimana ? " ucap Valera datar seketika tatapan Zizi beralih pada Valera lalu tersenyum tipis
" semuanya beres walaupun ada sedikit kendala tapi itu semua tak membuat nyali kami menciut " seru Zizi santai dan mulai menuangkan wine kedalam gelas kristal yang tersedia bahkan sikap dan tingkah Zizi tak luput dari perhatian keempat predator sedangkan Elion dan Lotus hanya diam saja
" Kendala ? apa satu Minggu kalian tidak memberi kabar ada kaitannya dengan yang kau sebut kendala ? '' tanya Valera dingin dan ikut menuangkan wine mahal itu kini kedua wanita itu menjadi pusat perhatian
" kau betul nona ! awalnya aku tak menyangka jika kami akan kedatangan tamu istimewa dan pada akhirnya mereka datang dan langsung menyerang kami begitu saja " ucap Zizi lagi " bahkan Lotus sampai tertembak ! dan sekarang Robbin pun ikut mengincar diriku " lanjutnya lagi lalu Valera beralih dan menatap ke arah Lotus sedangkan yang ditatapnya hanya menunduk sopan
Zizi membuka tas nya dan mulai mengeluarkan laptop miliknya lalu jari-jari lentiknya berselancar lincah disana tak lama Zizi menggeser laptop itu sampai ketengah meja
semua nya bingung dengan apa yang dilakukan Zizi Valera masih duduk tenang sembari melihat hasil dari pasukan khususnya itu selama penyelidikan di Amerika bahkan Remigio pun tak tau hal semacam ini
sesaat semuanya menjadi hening dan Zizi langsung mengklik tombol sesuatu dan terdengar lah dengan jelas pembicaraan orang-orang disana, Dave memasangkan telinganya baik-baik begitupun dengan Thomas dan lainnya hingga wajah mereka berubah menjadi merah kala mendengar rencana ingin menhancurkan markas milik Valera bahkan mengincar nyawa sang lady !
" Robbin Hallerand ! " ucap Valera dengan seringai tipisnya " Journey ? dan Fandarez " sinis Valera sontak membuat Zizi terkejut apakah selama ini Valera pun memantau pergerakan mereka dari pasukan khusus nya yang lain ? Elion dibuat terperangah karena ucapan Valera yang mengetahui nama-nama dalam pembicaraan itu sedangkan Zizi belum menjelaskan secara detail siapa orang-orang itu
" Fandarez ? bagaimana bisa ? " ucap Dave lagi pasalnya Fandarez adalah salah atau mafioso king yang tidak banyak bicara bahkan semua usahanya bisa dibilang bersih tanpa menyimpang tapi apa kini ? ia terlibat dengan para ROLADEX ? Dave benar-benar dibuat terkejut
" sudah saat nya ia menunjukan taringnya ! selama ini ia hanya diam dan menampilkan wajah polosnya itu, menjijikan " ketus Valera lagi " dan sekarang ia berada di Amerika ? " ulang Valera dan Zizi mengangguk pasti, Valera tersenyum mengerikan ''mulai saat ini aku akan melenyapkan mereka yang berulah dan berkhianat sudah cukup mereka menghirup udara segar diluar sana tapi tidak untuk kali ini ! akan ku pastikan mereka tinggal nama " tegas Valera dan semuanya mengangguk mantap
'' tapi nona, para mafioso yang berada dibawah naungan king bukan lah sedikit ? bagaimana bisa aku menangani mereka semua " tanya polos Thomas dan Valera menatap kerah Thomas
" aku sudah mempunyai bukti-bukti yang membuat mereka tak bisa mengelak Thomas, selama kepergian ku ke Indonesia aku diam-diam memantau pergerakan mereka tanpa sepengetahuan kakak ku termasuk kau Dave " ucap Valera dan Dave mengerutkan dahinya seketika '' itu hal mudah bagiku ? lagipula aku memang ingin menumpas mereka yang bagaikan parasit untuk king, tak akan ku biarkan mereka bernafas lebih lama '' santai Valera dan semuanya diam saja
Elion dan Lotus lebih memilih menuangkan wine nya untuk mereka nikmati sedangkan Zizi hanya tersenyum tipis mendengar setiap ucapan nona nya itu
Valera menatap satu persatu wajah yang sedang duduk dihadapannya saat ini, wajah bingung dan penuh tanda tanya sangat kentara dari raut wajah Matt, Edgar, Hugo, dan zumba Valera tersenyum samar bahkan senyumannya sampai tak terlihat, dengan perlahan Valera meneguk wine didalam gelas kristalnya dan menyesap rasa yang pekat itu sedikit demi sedikit
__ADS_1
Zizi pun melakukan hal yang sama ia sungguh menikmati wajah-wajah bingung keempat pria bertubuh tegap dan kekar itu sampai Zizi tersenyum tipis karena keempat pria yang dijuluki predator itu mempunyai kharismanya masing-masing
" Zizi konfirmasikan kepada seluruh pasukan khusus ku jika aku mengadakan pertemuan sah dengan para petinggi king di Gold mansion biarkan mereka mengenal satu sama lain begitupun sebaliknya, bahkan para anggota B.woman pun akan turut hadir " ucap Valera tiba-tiba membuat Zizi terkejut bahkan Dave pun ikut terkejut tapi tidak dengan Elion ia terlihat santai dan justru menginginkan hal seperti ini,