
Gold Mansion.
Entah mengapa Valera merasakan perutnya sedikit tak nyaman, tetapi ia berusaha berfikir positif dan menarik nafasnya perlahan-lahan akan tetapi rasa sakit itu semakin datang dengan waktu dan jangka yang hampir berdekatan.
" Uhh.. ada apa dengan perutku. Kenapa rasanya tidak nyaman sama sekali " rintih Valera, " apa-apa jangan-jangan aku akan melahirkan ? " gumam Valera lagi.
valera berusaha untuk jalan sebisa mungkin walaupun ia sedikit meringis tertahan, tak salah lagi sepertinya Valera akan melahirkan, dengan cepat ia menghubungi suaminya yang sedang berada di perusahaan karena ada sebuah pertemuan penting dimana sang kakak Vyan pun ikut dalam acara itu.
satu kali panggilan itu terlewatkan, membuat Valera gelisah bukan main. Lalu Valera menghubungi maid yang berada di bawah tak lama maid itupun sampai di ruangan pribadi milik nyonya nya.
" nyonya apa yang terjadi ? " pekik maid itu panik saat melihat Valera tersungkur di karpet berbulu berwarna putih.
" sepertinya aku akan melahirkan " ucap Valera merintih dan dengan cepat maid itu membantu Valera untuk berdiri, maid itu panik dan segera menghubungi penjaga yang bertugas.
valera hanya bisa mengatur nafasnya perlahan-lahan lalu ia mencoba untuk menghubungi Remigio kembali tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali dari ponsel suaminya. Valera lalu menghubungi James asisten Remigio dan tak lama James mengangkatnya, valera tanpa basa-basi memberi tahu pada James jika kemungkinan besar ia akan melahirkan dan sedang menuju rumah sakit. James tentu saja panik bukan main rapat belum juga usai karena sudah memakan waktu hampir dua jam lamanya.
Valera dibopong oleh salah satu anak buah king yang bertugas di Gold Mansion, sebelum mereka berangkat ke rumah sakit Valera menyuruh maid untuk membawa sebuah tas berwana hitam untuk keperluannya bersalin, dan maid itu mengangguk patuh.
" sabar yah sayang, mommy tau kau ingin sekali melihat dunia bukan ? " ucap Valera seraya mengelus perutnya yang membuncit dan sesekali ia meringis kala rasa sakit itu datang.
" Nyonya bertahanlah, " ucap salah satu anak buah king dan Valera hanya diam saja. Seluruh anak buah king yang bertugas di Gold Mansion kian panik saat kabar sang nyonya yang akan melahirkan, para maid sibuk dengan kepanikannya. Salah atau maid yang menjadi kepala pelayan dengan cepat membawa sebuah tas keperluan untuk nyonya nya dan ia segera menyusul ke rumah sakit ditemani anak buah king yang sudah menunggunya.
sedangkan di suatu perusahaan James mengetuk pintu ruangan sang majikanya yang kini sedang dihadiri rapat penting, Remigio menatap tajam pada James dan James tentu saja ia gugup dan menelan ludahnya kasar.
James menunduk sopan kepada semua orang yang kini menatapnya, lalu ia segera melangkah menuju tempat tuannya duduk dan membisikkan sesuatu hal yang penting kepada tuannya itu.
sontak Remigio terkejut bukan main, vyan yang merasa ada sesuatu hal yang terjadi hanya bisa menunggu Remigio berterus terang.
" maaf semuanya, rapat kita tunda terlebih dahulu ada urusan penting yang harus aku selesaikan, dan sekali maaf " ucap remigio panik lalu ia beranjak dari kursinya, Leo yang kebetulan sedang berada disana dengan cepat menyelesaikan rapat tertunda yang ditingalkan oleh tuannya itu.
James mengantar tuannya untuk menuju rumah sakit, jantung Remigio berdegup lebih kencang dari biasanya fikirannya saat ini menuju sang istri yang sedang berada di rumah sakit.
'' James percepatlah, " gusar Remigio.
" tuan mohon bersabarlah, aku sudah melajukan mobil ini dengan kecepatan diatas rata-rata tuan. " ucap James dan Remigio hanya diam saja. Remigio membuka ponsel miliknya dan alangkah terkejutnya saat ia mendapatkan panggilan tak terjawab dari Valera. Remigio meruntuki dirinya begitu saja tak lama ponsel nya kembali berdering dan kini nama Vyan tertawa dilayar ponsel miliknya.
" Ya ada apa ? '' tanya Remigio sedikit panik dan cemas.
" apa yang terjadi ? " ucap Vyan penasaran.
" istriku akan melahirkan dan kini ia sedang berada di ruang sakit, aku sedang menuju ke sana " ucap remigio lagi.
" apa ? baiklah, aku akan menyusul dengan yang lainnya.
" baiklah " ucap remigio lagi lalu ia mengakhiri panggilan tersebut dengan cepat.
__ADS_1
beberapa menit berlalu Remigio telah tiba dirumah sakit ternama dan terbesar di kota Paris, langkahnya begitu tegap dan tegas serta raut wajahnya dingin tak tersentuh.
para staff yang bertugas serta pengunjung yang berada di rumah sakit itu tentu saja bertanya-tanya dalam hati dengan apa yang telah terjadi.
ponsel Remigio kembali bergetar tanda pesan masuk dan ternyata Asnee yang memberi tahu jika Valera berada di ruangan 02 di lantai lima. dengan cepat Remigio segera menaiki lift dengan wajah gusar dan cemas.
sedangkan disisi lain Valera sedang merintih kesakitan karena rasa sakit yang ia rasakan benar-benar begitu luar biasa, George yang berada di samping Valera hanya bisa menggenggam tangan Valera dengan lembut, Ya saat maid yang akan bertugas menuju rumah sakit kebetulan Asnee dan George tiba di waktu yang tepat, akhirnya mereka bersama-sama menuju rumah sakit untuk mendampingi Valera.
" mamih, bersabarlah " ucap George lembut dan Valera hanya tersenyum walaupun kini wajahnya sudah pucat. " heii my princess jangan nakal di dalam sana, lihatlah mamih begitu sangat kesakitan " ucap lembut George dengan mengelus lembut perut Valera yang memberikan sedikit rasa ketenangan dalam dirinya.
BRAKKKKKK
valera dan juga George begitu sangat terkejut akan suara gebrakan yang sangat kuat dan keras begitupun dengan suster dan dokter yang sedang berjaga, Remigio masuk dan langsung mendekat kearah sang istri.
" sweatheart, maaf aku tak tau jika kau menghubungiku " ucap remigio dengan mengecup pucuk kepala Valera lembut.
" tidak apa-apa Remi, aku paham jika kau sibuk " ucap Valera dengan suara tertahan menahan rasa sakit yang ia rasakan kini.
" apa yang terjadi ? mana yang sakit. " Remigio menatap dokter itu dengan tajam " apa yang kalian lihat ? istriku sedang kesakitan dan kalian hanya diam mematung dan menonton saja. " bentak Remigio panik hingga membuat dokter dan suster yang akan membantu persalinan Valera gugup setengah mati.
" Remi, kecilkan suara mu. Mereka hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk bayi kita lahir ini memang prosedur nya Remi, mereka sudah menjelaskan nya terlebih dahulu padaku tadi " ucap Valera dengan suara lirih.
" tapi sweatheart, aku tak tega melihat mu kesakitan seperti ini. " ucap Remigio berwajah sendu.
" sudah tidak apa-apa " ucap Valera pelan.
kabar Valera yang akan melahirkan tersebar begitu pesat di seluruh jajaran king dan keluarga, Mereka begitu antusias menyambut bayi kecil sang lady. Nyonya sofhia dan tuan Ramius segera datang saat mendapatkan kabar tersebut dari putra sulungnya.
" Dokter apa belum saatnya, " rintih Valera dan dokter segera mengecek keseluruhannya. Dokter wanita itu tersenyum saat memeriksa jalan lahir Valera, Remigio hanya bisa mengecup dahi Valera sembari memejamkan matanya rapat-rapat.
" ini sudah saatnya nyonya, Ikuti intrusi yang akan saya katakan nyonya " ucap dokter lembut dan Valera mengangguk lemah. " baiklah, jalan lahir sudah siap dan sempurna, tarik nafas perlahan-lahan ketika nyonya merasa siap maka dorong sekuat mungkin nyonya " ucap dokter itu dan Valera mengangguk paham, Valera mulai mengatur nafasnya dengan tangan menggenggam erat tangan kekar suaminya dirasa cukup Valera mencoba untuk mengejan dan mendorong sesuai instruksi dan arahan dokter.
" ahhh.. sakit.. ini sakit sekali. " ucap Valera dengan keringat yang mulai bercucuran dari pelipisnya. Bahkan Valera tanpa sadar mencengkram erat tangan kekar Remigio hingga membuatnya sedikit terluka.
Remigio tak memperdulikan keadaan nya yang terpenting saat ini adalah istrinya, George yang berada di sudut ruangan hanya bisa berdoa dalam hati, suara jeritan Valera sungguh membuat suasana seketika tegang tak karuan
" ayo sweatheart, kau pasti bisa " ucap remigio berbisik lirih ditelinga Valera yang wajah nya kian memucat.
valera mencoba mendorong dan mengejan lagi dan lagi hingga dokter yang menangani persalinan nya hanya bisa bersabar, nafas Valera terasa tercekat dan terputus saat rasa lelah mendatanginya saat ini, matanya seakan gabur dengan pandangan kosong.
" nyonya " panik sang dokter saat Valera seakan tak merespon ucapan nya lagi, Remigio kian panik saat genggaman tangan Valera melemah begitu saja.
" Apa yang terjadi ? sweatheart jangan seperti ini, aku mohon " pinta Remigio dengan raut wajah cemas, sang dokter dengan sigap memeriksa keadaan Valera yang kian melemah.
PLAKKK
__ADS_1
dokter itu menampar pipi Valera dengan kuat hingga Remigio membentaknya dengan suara yang menggelegar, dokter itu tak perduli, akan tetapi ia menampar Valera sekali lagi.
PLAKKK
" nyonya, ayo semangat nyonya kasihan bayi anda " ucap dokter dengan suara nyaring hingga membuat kesadaran Valera kembali lagi,
" Remi " lirih Valera dengan mencengkram erat tangan Remigio.
" berjuanglah untuk bayi kita. " ucap Remigio tanpa sadar meneteskan air matanya,
" nyonya kepalanya sudah terlihat, ayo tinggal sedikit lagi. Semangat nyonya " ucap dokter memberikan semangatnya.
valera mengatur nafasnya secara perlahan, lalu detik kemudian ia mendorongnya kuat hingga tubuh Valera menegang luar biasa, cengkraman pada tangan Remigio semakin terasa kala kuku-kuku indah Valera menggores kulit tangan nya.
suara nyaring seorang bayi mungil nan merah seakan menyambut rasa lelah Valera, dokter tersenyum menatap Valera dan Remigio ia seakan mematung melihat bayinya yang telah lahir ke dunia, sedangkan George ia tampak berbinar kala melihat adik nya yang benar-benar seorang perempuan.
" selamat nyonya dan tuan bayi nya perempuan,sehat dan sempurna " ucap sang dokter dan Valera mengangguk serta menangis haru, sang suster dengan cepat bertugas untuk membersihkan bayi beserta Valera.
Remigio dan George akhirnya keluar dari ruangan tersebut, mereka berdua disambut wajah-wajah panik dan cemas, terlihat kedua orangtuanya Valera melontarkan banyak pertanyaan, Zizi dan vyan pun hadir begitupun dengan Gloria dan Dave yang duduk di kursi panjang khas rumah sakit.
dua jam berlalu kini Valera tengah asyik menggendong bayi mungilnya yang baru saja ia lahirkan beberapa jam yang lalu, Remigio tampak duduk di samping sang istri dengan mengecup lembut pipi putri kecilnya.
" selamat sayang, kau telah menjadi seorang ibu " ucap nyonya sofhia tersenyum lembut dan Valera pun membalas senyuman ibunya itu. " putrimu cantik sekali, matanya hitam pekat persis seperti ayahnya yang memiliki manik hitam " seru nyonya Sofhia saat bayi mungil Valera membuka matanya secara perlahan.
" kau benar mah, dia sangat cantik " ucap Valera lagi dan Remigio merasa bangga karena putrinya benar-benar mirip dengan dirinya sebagai ayah biologisnya.
" Hallo my princess, kau sungguh cantik dan menawan aku merasa jatuh hati pada pandangan pertama saat aku menatap wajah cantik mu " ucap George lembut dengan mengusap pipi bayi merah itu pelan.
ucapan George membuat semua orang tergelak dan menahan senyum, bagaimana bisa anak berusia tujuh tahun itu bisa mengatakan hal seperti itu, Valera dan Remigio saling pandang saat melihat tatapan George yang penuh cinta pada putrinya itu.
Remigio mengangkat tubuh kecil George ke dalam pangkuannya, akan tetapi George menolak dengan alasan karena ia sudah besar dan tak ingin diperlakukan layaknya anak kecil pada umunya.
" Mamih bukan kah aku pernah mengatakan jika suatu saat nanti aku akan membuat mansion persis saat kita mengunjugi Disneyland kala itu " ucap George menatap lekat mata Valera dan Valera hanya mengangguk kecil " aku akan membuat semua itu untuk dirinya mamih, " ucap George dengan tegas hingga membuat Valera tertawa renyah.
" benarkah ? " seru Valera dan George mengangguk mantap. Semua orang hanya terdiam tat kala bibir kecil milik George berucap layaknya lelaki dewasa.
Remigio hanya tersenyum lembut sembari mengusap pelan rambut George dengan gemas, Valera tersenyum bahagia. Tak lama si pintu ruangan Valera di ketuk dan menampilkan wajah Dave beserta Gloria di ambang pintu.
" kakak, wahh sekarang kau mempunyai putri yang sangat cantik. Aku jadi itu padamu " ucap Gloria dengan mengerucutkan bibirnya kedepan dan Dave tergelak akan perkataan kekasihnya itu.
" kau pun akan mempunyai nya nanti Gloria " ucap Valera singkat dan Gloria hanya diam saja menatap sendu wajah Valera, Valera yang tau akan tatapan itu hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan.
" Jangan takut Gloria ada aku yang akan membantumu jika suatu saat nanti ayahmu tak merestui hubungan mu bersama dengan Dave " ucap Valera tegas dan Gloria mengangguk dengan mata berbinar. Dave semakin merasa canggung akan kebaikan hati sang lady.
" oh ya paman aku mendapatkan pesan dari kakek Matteo jika ia tak bisa datang kemari, mereka semua menunggu kedatangan kak Valera dan si kecil di mansion utama " ucap Gloria dan tuan Ramius mengangguk saja.
__ADS_1
Dave mendekat untuk melihat wajah dari bayi yang baru saja ladynya lahir kan itu, sudut bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman, mahluk kecil itu seakan menghipnotis Dave.
valera diam saja saat melihat reaksi lain yang di berikan Dave, ia tahu jika saat ini Dave sedang berjuang untuk cinta dan hidupnya dimasa mendatang bersama dengan Gloria, untuk saat ini Valera hanya bisa diam tanpa mau mencampuri urusan keduanya karena Valera yakin jika Dave mampu untuk menyelesaikannya.