Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Day 2


__ADS_3

acara itu terus berlanjut sampai pada malam hari, bahkan kini tamu-tamu baru terus berdatangan mereka sangat antusias untuk menghadiri pernikahan megah dan termewah di tahun ini.


para rekan bisnis Remigio pun turut hadir mereka berdecak kagum saat melihat konsep pernikahan sang billiurner muda itu bahkan untuk biaya keseluruhannya Remigio lah yang menanggungnya walaupun Valera sempat ingin membantu tapi Remigio menolak nya.


anak buah king terus melakukan pekerjaan nya dengan baik, mereka tak ingin sesuatu hal buruk menimpa di acara penting sang lady begitupun dengan anak buah kepercayaan Remigio mereka berbaur dan saling mendominasi.


kedua mempelai sedang berganti pakaian, kini Gloria yang mengisi acara nya yaitu dengan memainkan alat musik piano sebagai penghibur untuk para tamu-tamu yang terus berdatangan.


Dave melihat Gloria di sudut ruangan tanpa sadar bibirnya melengkung sebuah senyuman tipis, malam ini Gloria tampak lebih cantik memakai gaun glamor berwarna hitam serta rambut panjangnya ia gerai dengan indah,


" apa yang kau lihat ? bukankah dia cantik ? " goda Thomas tiba-tiba dibelakang Dave mengejutkan si mpunya yang sedang menatap dengan serius.


" lalu ? " ucap singkat Dave dan Thomas terkekeh


" kau tak tertarik ? aku yang sebagai seorang lelaki justru tertarik dengan nona Gloria " senyum Thomas menggoda dan Dave hanya acuh saja " lihatlah dia sangat seksi bukan ? " ucap Thomas lagi dan Dave hanya mendengus pelan dan Thomas tentu saja ia tertawa kecil melihat tingkah Dave saat ini.


sedangkan para keluarga berada di lantai teratas sedang berbincang satu sama lain dengan sangat hangat dan intens. nyonya Ana sedang beristirahat sejenak setelah Valera mengetahui kondisi ibu dari sahabatnya ini.


prok prok prok


suara riuh tepuk tangan terdengar syahdu dan beriringan setelah melihat pertunjukan dari si cantik Gloria tidak ada yang banyak mengetahui jika Gloria bagian dari keluarga Harson tentu saja keluarga adik dari tuan Ramius itu tak pernah mau tersorot oleh kamera paparazi apalagi Gloria ia akan sangat muak jika ada yang mengambil photo nya secara diam-diam dan menyebarkan nya untuk menjadikan asumsi publik


" terimakasih " lembut dan anggun Gloria lalu tubuhnya setengah membungkuk tanda menghormati dan berterikasih


Gloria turun dari megah nya panggung itu dan berjalan menuju kursi nya disana Maya dan vio bertepuk tangan dengan gembira tentu saja Gloria sangat malu dan seketika pipinya merona merah


" haii ladies " ucap seorang pria bergaya formal akan tetapi warna nya sungguh mencolok untuk dipandang serta tatapan rambut yang cukup rapi " bolehkan kita berkenalan ? ucapnya lagi dan seketika baik Gloria, Maya maupun vio saling pandang satu sama lain


" perkenalkan saya Gloria, dan ini Maya serta vio, tuan " ucap Gloria lembut dan tentu saja pria itu tersenyum tipis


" perkenalkan saya Maggie, senang bisa berkenalan dengan nona-nona cantik " ucap Maggie tersenyum nakal membuat Gloria sedikit memicingkan matanya


disatu sisi Dave terus memperhatikan Gloria sampai sesosok pria lain mencoba untuk mendekati nya, tangan Dave terkepal akan tetapi ia cepat tersadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa.


banyak sekali tamu-tamu muda, berkarisma serta berkuasa disana, mereka tampak hadir dengan balutan pakaian yang sangat elegan dan tentunya mewah


tak lama Valera dan Remigio memasuki ruangan ballroom yang sempat mereka tinggalkan beberapa menit. Valera sangat cantik dengan balutan gaun merah berjuntai panjang serta memamerkan lekukan tubuhnya yang sangat sempurna sedangkan Remigio ia mengenakan jas serta kemeja berwana merah maroon yang terkesan gelap dan misterius membuat paras seorang Remigio semakin berkarisma.

__ADS_1


valera duduk dengan elegan dan tak menghilangkan kesan aura kepemimpinan nya sebagai seorang lady begitupun dengan Remigio ia tampak senang dan tenang akan tetapi jiwanya diam-diam menghanyutkan dan menatap intens pada tamu-tamu yang baru saja bergabung


" tes tes " suara Remigio begitu menggema diruangan itu karena sebuah mikrofon yang berada di dalam genggaman nya kini, semua orang tertuju pada nya " selamat malam dan terimakasih atas kesediannya untuk kehadiran para tamu undangan di acara pernikahan ku tentunya " ucap remigio terkekeh dan sontak semua orang ikut terkekeh " tentu saja didampingi oleh seorang wanita cantik, seorang belahan jiwaku, cintaku dan tentu nya istri tercintaku Valera Harson " ucap Remigio dengan lantang seakan memberitahukan kepada seluruh dunia jika Valera adalah miliknya sontak semua orang bertepuk tangan ria dengan wajah tersenyum. Tapi tidak dengan Leonel ia hanya menatap sepasang suami istri itu dengan sendu.


" hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk ku, hari yang paling bersejarah dalam hidupku " ucap Remigio dengan menggenggam erat tangan Valera dengan tersenyum lembut " bisa bersanding dengan seorang wanita yang aku cintai " lanjut Remigio lagi menatap intens wajah Valera seakan ia takut jika wajah itu menghilang begitu saja.


seketika lampu disana padam dan hanya penerangan yang cukup temaram untuk meneranginya, sesaat semua tamu dibuat panik tapi mereka menyadari jika ini bagian dari rencana acara.


begitupun dengan Valera ia dibuat terkejut karena tiba-tiba penerangan padam dan tak lama berubah menjadi gelap gulita.


seketika muncul sebuah layar yang lebar dan besar dibelakang sang pengantin, Remigio menuntun Valera ke sisi kirinya agar lebih dekat dan semua orang bisa melihatnya, Valera menurut dan diam saja.


tampilan pertama adalah sebuah kapal pesiar mewah dengan kelengkapan bintang tujuh didalamnya, sudah dipastikan jika didalamnya sungguh mewah dan megah.


sesaat Valera mengkerutkan dahinya tanda tak mengerti dan Remigio hanya bisa tersenyum akan hal itu.


" kapal pesiar ini aku hadiahkan untuk istriku tercinta, " lantang Remigio sontak membuat semua tamu terkejut bukan main, begitupun dengan Valera ia menatap tak percaya akan apa yang Remigio berikan. " maaf sweatheart, bukankah aku berjanji padamu jika aku akan melamar mu diatas kapal pesiar yang sangat mewah tapi sepertinya itu tak terjadi '' kekeh Remigio " itu sebabnya aku menghadiahkan ini untuk mu '' lembut Remigio dan Valera hanya bisa tersenyum bahagia


" Remi " lirih Valera yang tampak berkaca-kaca dengan cepat Remigio menangkup kedua pipi Valera agar tidak menangis di hari bahagianya


" jangan menangis ini hari bahagia kita " lembut Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk kecil, seketika tampilan layar berubah pada objek yang kedua yaitu sebuah mansion bak hotel berbintang bahkan lebih mirip dengan sebuah istana modern dengan arsitektur klasik diluarnya, yang membuat semua tamu lagi-lagi takjub dibuatnya


" Ya ini adalah mansion hadiah pernikahan kita sweatheart, terutama untukmu.. aku sudah menyiapkan jauh-jauh hari hanya untuk mu seorang " ucap Remigio lagi dan Valera hanya diam dan menatap tak percaya


para tamu undangan hanya dibuat melongo dengan kegilaan seorang Remigio, bukan hanya berani tetapi ini bukan main-main dana yang dikeluarkan pasti sangat banyak.


valera mengambil alih mikrofon yang berada di genggaman Remigio, kini Valera menatap para tamu dengan wajah berbinar


" terimakasih semuanya, aku sungguh bahagian karena bisa bersanding dan menjadi seorang istri dari pria hebat seperti dirinya " ucap Valera menatap lembut remigio " aku mencintaimu hari ini dan nanti " mesra Valera lagi dan semuanya bertepuk tangan dengan meriah bahkan kini Valera dan Remigio saling berpelukan satu sama lain mencurahkan rasa bahagianya yang sedang membuncah " nikmatilah pestanya dan nikmatilah hidangan nya " ucap Valera lagi lalu menyimpan kembali mikrofon ke tempat semula


semua tamu dengan sigap mencicipi berbagai hidangan kelas atas bahkan terbilang ala bangsawan ratusan botol wine bermerk memenuhi meja untuk suguhan ternikmat bagi peminatnya.


*****


keesokan harinya, Markas Utama King


kawasan besar dan wilayah besar king disulap sedemikian rupa menjadi tempat yang sangat indah dengan konsep terbuka dan memperlihatkan betapa megah dan kokohnya markas utama dari king yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun lamanya sampai kini.

__ADS_1


valera dan Remigio memutuskan untuk menjadikan halaman mewah dan luas dari pelataran Markas utama untuk menjadi sebuah pertemuan besar ini.


jangan tanya bagaimana mereka bisa melakukan hal ini, anak buah king sangat banyak dan menyebar tentu saja hal yang begitu mudah untuk mereka menyiapkan segala hal dan sesuatunya hingga teliti dibawah komando Dave dan lainnya.


" ohh aku lelah " keluh Thomas dengan menyesap sebuah wine hangat dan duduk selonjoran seperti orang mabuk.


" ada apa ? " tanya Dave dengan datar dan Thomas hanya meliriknya sekilas


" apa kau tidak lihat jika tempat ini sudah disulap dengan indah dan cantik sedemikian rupa hanya dalam waktu sehari ? jika aku ingin mengeluh, aku akan mengeluh pada nona " ucapnya dengan terkekeh dan Dave ikut terkekeh dibuatnya


" huh ku kira apa, ini sudah menjadi tugas dan bagian dari pekerjaan kita. Bukankah kita pun mendapatkan sebuah gaji ? dan kau tau tentunya jika gaji yang didapatkan oleh kita semua bukan jumlah yang sedikit di tambah sekarang nona sudah menikah dengan lelaki yang menjadi pemimpin ORTAXS serta pengusaha yang terlibat dalam tiga jajaran dunia, tentu saja akan semakin banyak pekerjaan dan akan semakin banyak bonus di dalam nya " ucap Dave panjang lebar dan Thomas hanya mengangguk lalu tersenyum kemudian


" kau benar sekali Dave, ayo kita lanjutkan lagi pekerjaan kita " semangat Thomas dan Dave hanya bisa diam saja


" sudah selesai, hanya tinggal menunggu pasangan pengantin baru, datang " ucap Dave dengan datar membuat Thomas melongo dibuatnya


" apa kau tidak salah ? keamanan, penjagaan, persenjataan, dan semuanya apa sudah benar-benar selesai. " tanya Thomas lagi dengan memicingkan matanya dan Dave hanya menatap datar Thomas


sungguh saat ini Dave ingin sekali memukul kepala Thomas agar ia sadar, Dave lagi yang berperan penting dalam segala hal sedangkan Thomas ia tertidur karena kelelahan dan Dave tak ingin mengganggunya alhasil Dave dibantu yang lainya beserta dengan anak buah keempat predator yang standby di tempat.


Thomas yang merasa Dave menatap tajam hanya bisa tersenyum senantiasa memperlihatkan barisan gigi-gigi nya, ia merasa telah melewatkan sesuatu hal sehingga ia tak tau dengan apa yang terjadi.


waktu sudah hampir siang para tamu undangan semakin banyak dan semakin berdatangan terus menerus, mereka melewati team khusus yang bertugas untuk mengecek seluruh bawaan dari para tamu yang hadir


seluruh anak buah king melakukan protokol yang sangat tinggi atas saran sang lady dimana hari ini seluruh mafia dunia yang berada di bawah naungan king akan hadir tanpa terkecuali, beberapa penghianat pun turut hadir dan Valera membiarkan hal itu terjadi sebelum sang lady menyeret nya dengan bukti kuat yang berada dalam genggaman nya


entah mengapa semua nya tampak merasa tegang dan kaku begitupun dengan para ORTAXS yang hadir mereka dibuat tak berkutik sedikitpun,bahkan para tetua ORTAXS pun turut hadir karena merasa ini sangat penting


semua justru merasa tegang saat sosok sang lady datang dengan Remigio yang berada di sampingnya, Valera memakai pakaian gaun hitam yang menambah aura ketegasan dalam dirinya, entah mengapa sisi gelap seketika muncul dalam dirinya hanya Remigio yang memakai pakaian berwana cerah.


semua orang berdiri dan menunduk penuh hormat kepada sosok yang sangat diagungkan begitupun dengan para ORTAXS yang menyikapi semuanya dengan sopan.


valera duduk di singgasana nya ditemani Remigio disampingnya, sorot matanya tegas menatap para lautan manusia yang berada di tempatnya kini.


para jajaran king tentu saja menatap bingung dengan nona nya tapi mereka tak mau bertanya atau mempermasalahkannya.


" terimakasih atas kehadiran nya untuk para saudara-saudara ku sekalian, aku sendiri berterimakasih kepada para anggota ORTAXS untuk kesedian Kalian untuk hadir " ucap Valera dengan senyum tipisnya semua orang mengangguk dan mulai menyimak pembicaraan sang Lady " mungkin sebagian dari kalian ada yang tidak menyangka jika aku akan menikah tapi itulah faktanya aku membutuhkan seorang suami, membutuhkan seorang lelaki yang mampu melindungi ku serta anak-anak ku nanti. Oleh karena itu aku akan memperkenalkan sosok lelaki yang aku cintai dan kini ia telah menjadi suami ku " ucap Valera dengan tersenyum lembut kepada Remigio dan Remigio membalas senyuman itu.

__ADS_1


" rasanya cukup aneh jika aku memperkenalkan diriku dihadapan kalian semua, dan tentu saja mungkin kalian sudah mengenal siapa aku, bukan begitu sweatheart " ucap remigio dan Valera hanya tersenyum saja


semua orang tampak diam memperhatikan keduanya, bahkan jalan fikir sang lady sangat sulit untuk dibaca, dalam benak mereka tentu saja bertanya-tanya untuk apa ORTAXS ikut dalam acara ini, ?


__ADS_2