
dua orang pelayan paruh baya telah datang sambil memegang nampan mewah yang berisi minuman serta cemilan di tangannya.
para pelayan itu dengan telaten menyusun dan meletakan isi nampan nya di atas meja kaca itu.
ada beberapa cookies kering, serta berbagai bolu dengan resep nyonya sofhia sendiri.
" terimakasih bi " ucap valera tersenyum dan kedua pelayan itupun mengangguk sembari membalas tersenyum
" silahkan dinikmati " ucap vyan dengan wibawanya
mereka sangat menikmati hidangan tersebut, dan terkadang berbicara hal yang tidak penting pun menjadi bahan pembicaraan mereka. Vyan terasa cepat akrab dengan teman dari kenov itu, dan terkadang menimpali pembicaraan dari salah satunya saat mereka sedang asyik berbicara suara lembut seorang wanita membuyarkan kesenangan mereka
" wahh ternyata ada tamu " ucap nyonya sofhia yang ikut bergabung dengan mereka
" mamah " ucap Valera tersenyum dan nyonya sofhia pun duduk di samping kanan putrinya
" nyonya " ucap mereka serempak dengan ramahnya nya dan nyonya sofhia pun membalas dengan anggukan serta tersenyum hangat
" Tante sofhia " ucap kenov menyapa nyonya sofhia, mata nyonya sofhia beralih ke seseorang yang memanggilnya
" kenov, sudah lama kau tidak kemari nak " ucap nyonya sofhia ramah dan kenov pun hanya tersenyum serta menjelaskan kesibukannya selama ini..
" wahh ramai sekali " ucap tuan ramius yang baru saja bergabung seketika semua orang langsung terdiam, seorang konglomerat sukses sedang berada di hadapan mereka saat ini, Remigio bersikap dengan gaya wibawa nya begitupun dengan yang lainnya
semua orang saling berjabat tangan dan berkenalan dengan konglomerat asal Prancis itu, begitupun dengan Audy dan Romeo bahkan mereka baru saja bertatap muka walaupun wajah tuan ramius sudah tidak asing lagi di dunia bisnis,
" wahh, kenov Petra sudah lama kau tidak kemari, dan sekarang kau tiba tiba mendatangi kediaman ku, ada angin apa hemmm " ucap tuan ramius dengan wibawanya dan kenov serasa mati kutu berbicara dengan tuan ramius ayah dari temannya itu
" saya hanya berkunjung saja tuan, dan tentu saja memperpanjang tali silaturahmi " ucap kenov dengan tenang nya membuat tuan ramius terkekeh dan detik kemudian tertawa keras membuat semua orang menatap heran
" baiklah lanjutkan, ayo sayang kita masuk biarkan para anak muda menghabiskan waktunya " ucap tuan ramius dengan senyum menggodanya membuat sang istri mendelik kesal, Valera hanya tersenyum tipis
setelah tuan ramius dan nyonya sofhia meninggalkan para anak muda berbincang tiba tiba Valera memecah keheningan
" kenov, aku sudah lama tidak berlatih denganmu, maukah hari ini kita berlatih " ucap Valera dengan senyum manisnya sontak membuat orang orang mendengar nya bingung, berlatih ?? apa yang di maksud berlatih ?? tentu saja berlatih ilmu bela diri karena dulu Valera, kenov dan vyan selalu berlatih bersama
" tentu saja, aku mau " ucap kenov lagi dengan cepat .
" berlatih apa " tanya Audy bingung
" kau juga akan tau nanti " ucap vyan yang menimpali kebingungan Audy
" baiklah, ayok kita kesana, Remi ayo ! " ucap Valera sambil menatap Remigio
" sweatheart " ucap Remi yang ingin berbicara tapi telunjuk jari Valera sudah mendarat di bibirnya tanda tak meneruskan pembicaraan nya
meraka akhirnya sampai di lantai empat, di lantai ini semua fasilitas sangat lengkap dari Dion dan Deniz terkejut saat senjata senjata tersusun rapi di tempatnya, terdapat beberapa pistol dengan macam ukuran dan beberapa pedang yang tersarung rapi di tempatnya.
Audy menelan ludahnya ketika melihat ini semua,
" apakah kita akan bermain benda benda ini.batin audy
Valera sudah mengikat rambutnya ke atas membuat leher jenjangnya benar benar terekspos membuat Remigio berdecak kesal lalu Remigio berjalan menghampiri Valera
" sweatheart, bisakah kau jangan mengikat rambutmu, leher mu yang indah ini akan banyak yang melihatnya " ucap remigio dengan nada fosesif nya membuat valera tersenyum gemas sembari mencubit pipi sang kekasihnya
" jika aku mengurai rambutku , itu akan sangat menganggu Remi " ucap valera dengan tatapan ampuhnya membuat Remigio tak berkutik sedikit pun
" baiklah, karena ini di rumahmu, tapi tidak untuk di luar " ucap Remi sembari membelai pipi sang kekasih di hadapan teman temannya dan juga kakak dari kekasih nya itu.. kenov hanya diam tanpa ekspresinya
d bersiap untuk berlatih dengan kenov, kenov membuka jaket dan kaos nya yang memperlihatkan dadanya yang di tumbuhi bulu bulu halus disekitar nya, hanya menyisakan celana panjang nya saja membuat Audy terbelalak dengan hal itu...
" apakah sudah siap " tanya vyan yang bertanya Valera dan kenov mengangguk dan sudah bersiap di tempat ya masing masing.
Remigio sudah duduk di sebelah Dion Deniz dan akayama begitupun dengan Audy dan Romeo
" apa maksud Valera berlatih itu seperti ini " ucap Audy pelan ke arah Romeo tapi masih bisa di dengar oleh yang lainnya
" kita lihat saja sayang " ucap Romeo menimpali
mereka semua fokus pada Valera dan kenov yang akan bertarung satu sama lain. bahkan vyan dengan santai nya duduk di samping Remigio
" kau akan memilih siapa Remi " ucap vyan di samping Remi
__ADS_1
" tentu saja kekasih ku, " ucap Remi mantap
" kita lihat kemampuan mereka " ucap vyan tersenyum tipis
dan semua orang terdiam saat Valera sudah membuka jaketnya dan hanya memakai T.top yang memperlihatkan perut mulusnya, membuat Remigio membelalakan matanya
" bersikap lah profesional kenov, jangan pernah takut untuk menyerang bahkan memukul ku gunakan jiwa petarung mu " ucap Valera lantang dan di dengar oleh semua orang
" aku akan bersikap profesional Vale, " ucap kenov tersenyum tipis
mereka memasang ancang ancang nya masing masing dan seketika valera memulai yang pertama dengan meninjukan tangannya ke arah perut kenov, tapi kenov yang sudah tau langsung mengelak dan segera mengunci satu tangan Valera, Valera tidak kehabisan akal ia gunakan satu tangannya untuk menggencar kenov tapi kenov menepisnya Bahkan memutar tubuh Valera serta mengunci keduanya tangan nya sehingga posisi mereka saat ini seperti sedang berpelukan, kenov menyeringai dengan posisinya seperti ini,
BUGHHHHHH
Valera menendang kaki kenov dan langsung melepaskan tangan Valera dengan meringis kesakitan, valera langsung melihat ke arah kenov uang sedang meringis itu
" are you oky " ucap Valera bertanya dan kenov hanya mengacungkan jari jempolnya pertanda dia baik baik saja, Remigio hanya mengulas senyum tipisnya, sedangkan yang lainnya terlihat serius dengan adegan ini.
kenov sudah tegap berdiri dan memasang ancang ancang nya dan Valera pun melakukan hal yang sama jarak keduanya kini sangat dekat, sorot mata Valera mengeluarkan aura yang sangat tajam begitupun dengan kenov, dan mereka saling menyerang satu sama lain, kenov yang tak sungkan sungkan seakan mencari celah kelemahan valera, dan Valera sangat fokus dengan hal itu sehingga ia tidak mau terkecoh, kenov langsung melayang kan kakinya untuk siap menerjang tapi Valera dengan pintarnya menepis kembali dengan kakinya dan langsung memanfaatkan tangannya untuk beraksi
BUGHHHHHH
ahhkkkkk Uhukk
lagi lagi kenov terkena pukulan Valera di bagian perut nya, kenov langsung melemaskan badannya ke lantai sambil memegang perutnya yang terkena sasaran dari valera, Valera langsung berlari ke arah kenov yang kesakitan
" ahh.. kenov maaf, maaf aku tidak sengaja " ucap Valera dengan paniknya sambil menyetarakan tinggi badannya dengan kenov, vyan yang melihat itu hanya tersenyum tipis
" tidak, tidak kau tidak perlu minta maaf, kau masih sama seperti dulu , bahkan pukulan mu kali ini 2x lipat lebih tangguh " ucap kenov dengan terkekeh, seketika Valera langsung melotot dan mencubit lengan kenov, kenov langsung meringis karena ulah Valera itu
ramius Harson yang sedari tadi mengawasi kegiatan mereka hanya tersenyum senang, melihat putrinya sangat hebat jika dalam urusan bertarung,
prok prok prok
ramius Harson memberikan tepuk tangannya itu, mereka yang mendengar suara tepukan itu langsung menoleh dan menatap kaget karena kehadiran tuan ramius
" bagaimana jika vyan yang melawan Valera, " ucap tuan ramius memberi usul dengan senyum jahilnya
" aku setuju " ucap Dion semangat
" tunggu, biarkan aku minum terlebih dahulu dan beristirahat sebentar. " ucap Valera dan langsung berlari dan meminum air mineral dari botolnya secara langsung, dan langsung duduk di samping Remigio
Remigio pun langsung mengussp keringat yang membasahi dahi Valera menggunakan tangannya dan Valera langsung tersenyum akan perhatian sang kekasihnya itu
" terimakasih Remi, kau sangat perhatian " ucap Valera
" apapun untukmu sweatheart " ucap remigio dengan lembut
setelah beberapa menit beristirahat kini Valera akan melawan kakak nya sendiri, vyan sudah membuka baju bagian atasnya. Ramius kini duduk diantara para lelaki itu
Audy masih setia disamping kang tunangannya .
" apa kau sudah siap " tanya vyan dan Valera pun mengangguk mantap
mereka memasang kuda kuda nya, vyan dan Valera memang di latih oleh satu orang yang sama sejak mereka menginjak usia remaja.
kali ini Valera begitu bersemangat karena vyan lah yang akan berlatih bertarung melawannya begitupun vyan keduanya mempunyai semangat yang begitu menggelora.
Entah siapa yang memulai diantara mereka, vyan dan Valera sama sama sudah menyerang satu sama lain, gerakan nya sungguh cepat bahkan sangat lincah baik Valera maupun vyan sama sama tidak mau mengalah bahkan mereka menyerang balik satu sama lain dengan lebih agresif nya
ramius tidak mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari kedua anaknya begitupun dengan yang lainnya bahkan kenov sampai melongo di buatnya.
Valera dan vyan sama sama belum ada yang terkena pukulan, Valera menyeringai penuh arti, begitupun dengan vyan dia hanya tersenyum miring, jiwa keduanya sama sama seperti seorang petarung yang handal.
saat Valera ingin menerjang vyan dengan kakinya, vyan dengan cepat mundur dan menangkis segala serangan dari adiknya itu, serasa semakin terpojok dengan posisinya yang terus di sudut kan, vyan segera memutar badannya dan langsung menyerang dari arah belakang tapi dengan sigap Valera berbalik dengan melakukan gerakan yang sedikit melayang sampai tangannya menahan pukulan yang vyan berikan. Nafas keduanya sama sama tersengal keringat kian membasahi wajah keduanya, meraka saling bertatapan dengan sorot mata yang tajam seakan akan lawannya seorang musuh.
mereka yang menonton terlihat sangat tegang dan dirasa aura nya kini sangat berbeda tidak seperti saat Valera melawan kenov tadi,
" apa cuma aku saja yang merasakan aura sekitar sini berbeda " gumam Remigio
" tidak hanya kau, tapi aku juga " timpal Deniz
" apa kita hentikan saja mereka " usul Dion tapi langsung di cegah oleh tuan ramius
__ADS_1
" jangan ! biarkan mereka seperti itu, kita lihat saja akhirnya nanti " saut tuan ramius datar
dan mereka pun segera mengalihkan pandangan nya ke depan lagi
" lihat lah ayah kedua cucumu sangat lah pandai dalam seni bela diri sama seperti mu dan kakek, bahkan mereka melebihi dirimu, mereka memang keturunan Harson sejati. batin tuan ramius
Valera masih menatap vyan dengan seksama begitu pun dengan vyan,
" kau benar benar tangguh kak " ucap Valera sambil tersenyum tipis
" dan kau seorang wanita yang sangat mamatikan " ucap vyan lagi " mari kita lanjutkan ," ucap vyan dan langsung mendorong serangan Valera, untung Valera masih bisa menahan keseimbangannya dan disaat Valera masih terkejut dengan serangan tiba tiba itu vyan melakukan gerakan memutar saat kakinya tepat di wajah sang adik tapi dengan sigap Valera merunduk kan kepalanya dan
BUGHHHHHH
satu serangan berhasil Valera dapatkan, senyum tersungging terbit dari sudut bibirnya tapi tak lama vyan langsung menyerang lagi dan lagi tapi Valera masih bisa mengimbangi gerakan sang kakak. kini suasana berubah menjadi tegang saat vyan mengeluarkan gerakan yang sangat asing bagi seseorang yang berlatih ilmu bela diri, jurus jurus nya sangat sulit di pahami, begitupun dengan valera ia menggunakan gerakan gerakan asing bahkan teknik nya pun tak kalah rumit. Mereka melakukan gerakan yang sangat susah untuk orang lain pelajari . Remigio hanya bisa menatap meraka dengan kagum begitupun dengan yang lainnya
" wahh mereka benar benar hebat " gumam Audy
" kau benar " timpal Romeo yang
" mereka mempunyai seni bela diri yang berbeda " timpal kenov dan di angguki oleh Dion dan akayama sedangkan Deniz masih saja fokus melihat perlatihan ini yang lebih mirip pertandingan sesungguhnya.
tiba tiba
BUGHHHHHH
keduanya sudah sama sama tersungkur bahkan tuan ramius dan Remigio yang sedari tadi melihat nya dengan sangat serius, bahkan tidak tahu menahu bagaimana bisa mereka sudah sama sama tersungkur di lantai.
keduanya mengeluarkan sedikit darah dari dalam mulutnya, membuat tuan ramius menghampiri keduanya dan diikuti oleh remigio di belakang nya
" vyan Valera are you oky " ucap tuan ramius yang sedikit panik melihat kedua anaknya yang sudah tersungkur ke bawah, begitupun dengan Remigio yang sangat panik melihat darah keluar dari mulut kekasihnya
" sweatheart , mana yang sakit " ucap Remi dengan nada paniknya tapi Valera malah memberikan senyumannya begitupun dengan vyan
" aku tidak apa apa, pukulan kakak sangat lah enak " canda Valera membuat orang orang yang panik menatap bingung
" aku juga tidak apa apa pah pukulan Vale senikmat ayam goreng buatan mamah " oceh vyan dan seketika tuan ramius terkekeh kecil mendengar candaan anak nya
" Vale, kau yakin tidak apa " tanya tuan ramius lagi dan Valera pun mengangguk pasti
mereka pun segera menyudahi latihan ini, dan segera turun ke lantai bawah karena nyonya sofhia sudah memasak dengan sangat banyak mengingat waktu sudah memasuki jam makan siang, Valera segera menuju ke kamar nya dan membersihkan tubuhnya karena basah oleh keringat,
di meja makan semuanya sudah tersusun dan tertata rapi makanan makanan yang sangat mengunggah selera itu, bahkan ada beberapa menu masakan khas Indonesia seperti tumis kangkung sayur lodeh dan sambal nya, Audy langsung tersenyum lebar dengan aroma dari masakan nyonya sofhia. bahkan Audy terlihat sudah sangat akrab dengan ibu valera.
mereka sudah menunggu Valera di meja makan nya, bahkan Dion dan akayama terlihat sudah tak sabar untuk segera menyantap makanan itu, Remigio masih menunggu kekasihnya untuk turun dengan mata yang tak pernah lepas dari tangga mewah itu .
Valera pun segera bergegas untuk turun dengan langkah cepatnya Valera sedikit berlari membuat sang ibu khawatir seketika
" Vale, kau jangan berlari seperti itu nak, " tegur nyonya sofhia dan Valera pun langsung memberi kecupan sayang kapada ibunya itu
" sudahlah ayo kita makan " ucap tuan ramius dengan wibawanya nya, Valera langsung menurut dan duduk di sebelah Remigio, membuat si mpunya tersenyum senang nyonya sofhia segera mengambilkan nasi berserta lauk pauknya untuk suami serta vyan anak sulungnya, Valera dengan sigap mengambil nasi beserta lauk pauknya untuk sang kekasih membuat Remigio teramat sangat senang dengan perhatian kecil sang kekasihnya. Nyonya sofhia dan tuan ramius Hanya menatap sekilas putri bungsunya itu, sementara kenov sudah tidak mau mempermasalahkan cintanya karena Valera sudah menerima cinta Remigio sahabatnya
kini mereka sudah berkumpul di sebuah ruangan yang ternyata besar, dengan lampu kristal menggantung indah di tengahnya ada beberapa lukisan mahal serta sebuah fhoto keluarga harson dengan ukuran jumbo terpajang indah di dinding ruangan itu
" vyan sudah sampai mana kau menyiapkan acara tahunan perusahaan " ucap tuan ramius dengan datarnya
" sudah hampir selesai pah, " ucap vyan dengan gaya elegan nya dan sang ayah pun hanya mengangguk ngangguk kan kepalanya
" untuk kalian datang lah ke acara tahunan perusahaan kami Minggu ini, acara itu sekaligus merayakan ulang tahun putri ku Valera " ucap tuan ramius dengan gaya santai nya, membuat mereka menjadi terasa terhormat di undang langsung oleh pemilik perusahaan
" terimakasih tuan ramius kami sangat terhormat dengan undangan anda tuan " ucap Romeo dengan sopan nya
" jika begitu datang lah " ucap tuan ramius dengan gaya wibawanya
" terimakasih tuan kami akan datang " ucap remigio dengan elegan nya membuat Valera tersenyum senang
mereka pun berbincang bincang sekitar perusahaan dan bisnisnya masing masing tuan ramius berasa seperti kembali ke masa muda nya dulu, sedangkan Valera dan Audy asyik berbincang dengan sang ibu nyonya sofhia.
waktu berlalu semakin cepat akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kediaman Remigio karena selama mereka di Prancis, mereka akan menginap di mansion milik Remi.
" terimakasih tuan ramius telah menerima kami dengan baik di rumah tuan ini " ucap remigio
" benar terimakasih tuan, dan terimakasih atas makan siang nya " kini Romeo yang berbicara
__ADS_1
" jangan lah sungkan, lain kali mampir lah lagi ke sini " ucap tuan ramius dengan nada bersahabat nya dan semua orang pun tersenyum bersahabat dan mereka berpamitan untuk kembali pulang. dan tak lupa Remigio berpamitan kepada Valera dan terakhir mencium dahi Valera dengan lembut tanpa memperdulikan orang orang disekitarnya melihat yang Remigio lakukan, tuan ramius sangat senang melihat interaksi anak perempuannya dengan kekasihnya itu, sampai ia tersenyum tipis di buatnya .