Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
ucapan sang lady


__ADS_3

saat helikopter milik Sang Lady tiba di markas utama dengan diikuti oleh beberapa Helikopter lainnya yang ternyata anggota black road, kini semua jajaran yang berada di markas utama menatap heran kepada mereka.


BRUKKK


valera menjatuhkan tubuh Reyhan begitu saja hingga mata semua orang melotot lebar karena terkejut, Valera berjalan dengan wajah datar dan dingin, beberapa orang anggota black road yang ikut hanya bisa menunduk kan wajahnya saat melihat raut ekspresi sang lady yang tidak bersahabat.


Dave dan Thomas baru saja hendak menyusul sang lady menjadi tertunda karena tiba-tiba Valera telah tiba di markas utama.


" bawa sialan ini ke dalam. Dave persiapkan dirimu untuk membawanya ke pulau kematian. " ucap Valera tegas dan Dave mengangguk mantap. Reyhan yang sudah babak belur langsung diseret dan dimasukkan kedalam ruang tawanan king. Reyhan diam dan tidak memberontak karena tubuhnya merasakan sakit teramat.


Elena dan Ed yang melihat itu semua sungguh terkejut terlebih Elena, lelaki itu yang telah menembak Ed hingga suaminya masuk rumah sakit kala itu, kini Valera duduk dikelilingi oleh jajaran nya.


" Lady pria itu ? " gumam Elena.


" putra Mrs OTO ! " tegas Valera dan semua orang terdiam masing-masing " ohh sungguh aku tak mengerti kenapa kalian semua tak peka sama sekali. Elena apakah kemampuan mu berkurang kini ? mencari lelaki itu saja kau tak bisa, Ed lalu bagaimana denganmu ? " tajam Valera Elena dan Ed diam tak berani menjawab perkataan sang Lady. " Dengar kan aku baik-baik. Beban ku semakin bertambah dan bukan berkurang. Aku tak mungkin mengeluh karena ini jalan hidupku, sebagai pemimpin aku patut melindungi kalian dari para musuh-musuh ku yang berkeliaran di luaran sana. Tapi jika kalian semua lengah dan terluka maka aku sendiri telah gagal menjadi seorang pemimpin " tegas Valera tanpa menatap beberapa orang yang berada di hadapannya kini.


semua orang diam mendengar perkataan sang lady, mereka tahu jika saat ini Valera sedang tak baik-baik saja banyak sekali musuh yang bertindak kali ini baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.


" Maafkan aku lady. Aku terlalu lalai " ucap Elena merasa bersalah dan Valera memejamkan Matanya sesaat " Aku tak peka dan mungkin terlambat mengetahui bajingan itu " ucap Elena lagi dan Valera masih diam.


" Kalian tau, jika aku hanya mempunyai dua tangan saja. Tapi sebisa mungkin aku melindungi orang-orang yang berada di sekitar ku. Cukup L yang pergi tapi tidak dengan kalian. Aku tak mau kehilangan lagi, kalian semua adalah keluarga kedua untukku. Tapi bisakah kalian semua bergerak cepat dan tanggap seperti dulu lagi. Kalian semua orang-orang yang hebat dan cakap tapi kali ini kalian lengah dan hampir kecolongan. " ucap valera dan semua orang hanya menundukkan wajahnya masing-masing. " Musuh ku banyak. kematian akan selalu menghantuiku ku kapan saja jika aku tak peka dengan keadaan sekitar. " ucap Valera lagi.


" maafkan kami semua lady " ucap Dave mewakilkan semua orang yang berada di ruangan ini " Kami akan memperbaiki kesalahan kami " ucap Dave dengan mantap.


" Sudahlah, aku merasa lelah Persiapkan semuanya untuk besok Dave ingat jangan lupa. " ucap Valera melenggang pergi meninggalkan semua orang yang terdiam satu sama lain.


Ed mengelus punggung Elena dengan pelan, Elena hanya menunduk merasa bersalah. Apakah kepekaannya menurun seperti yang dibilang sang Lady ? Elena menatap semua orang yang hadir disini satu persatu. Wajah mereka menunduk dan larut dalam dunianya sendiri.


Dave pun merasa demikian, sosok sang Lady selalu saja maju satu langkah dengan cepat, Sosok sang Lady penuh akan kejutan. Dave merasa dirinya sedikit lalai dan tak bisa menghimbau dengan apa yang terjadi.


" Thomas hubungi Greta. Pastikan perjalanan kami menuju pulau kematian tak ada kendala " ucap Dave dan Thomas mengangguk patuh lalu ia segera berlalu pergi menuju ruang kendali.


" Reyhan ! jadi dia putra Mrs OTO " ucap Dave lagi yang tak menyangka akan hal ini. " Elena lelaki yang kalian incar sudah tertangkap. Dan kemungkinan besar antek-anteknya diluar sana masih ada, aku harap kita semua tak lengah lagi akan hal ini, di tambah masalah Utera. Kita semua harus waspada dan saling melindungi satu sama lain. Aku tak ingin membuat Lady kecewa seperti tadi lagi " ucap Dave dan Elena mengangguk mantap.


kini semua orang sibuk akan pekerjaan masing-masing. Thomas sudah mengunjungi Greta dan Greta siap membantu dan mengawasi jalur udara untuk esok hari.

__ADS_1


*******


" Dave " panggil Gloria lembut " ada apa Dave ? sesuatu hal terjadi ? " tanya Gloria saat melihat kedatangan Dave dengan raut wajah yang tak biasa.


" tidak ada sayang. Tidak ada masalah " ucap Dave lagi dan Gloria merasa tak yakin akan perkataan kekasihnya itu, Dave tersenyum lembut berusaha menyembunyikan permasalahan yang ada.


" katakan padaku Dave. " ucap Gloria lagi dan Dave hanya tersenyum.


" hanya masalah kecil, tak ada yang perlu di khawatirkan. " ucap Dave lagi dan Gloria hanya bisa mengangguk dan tak bertanya lebih lanjut lagi, ia tahu jika telah terjadi sesuatu di luar sana. Gloria segera membuahkan sebuah kopi hangat untuk Dave.


Dave melihat kepergian Gloria dengan tersenyum, benar perkataan sang lady jika bebannya semakin bertambah, Dave pun merasa demikian. saat ini ada Gloria berada disampingnya sebisa mungkin ia akan menjaga kekasihnya dari incaran musuh yang mengintai.


Gloria datang dengan secangkir kopi hangat nya, dan Dave tersenyum lembut kearah Gloria.


" minumlah, setelah ini kau bersihkan tubuhmu. " ucap Gloria dan Dave mengangguk patuh. Gloria duduk disamping Dave dan bersandar di bahu dan Kekasih.


Gloria memejamkan matanya sesaat seperti sedang menikmati waktunya bersama Dave yang beberapa hari ini terasa renggang akibat waktu sibuk keduanya.


" Gloria maafkan aku, jika beberapa hari ini waktu kita terbatas " ucap Dave dan Gloria menatap manik abu itu dalam " Aku harap kau tak marah padaku tentang hal ini, tapi sebisa mungkin aku akan membagi waktuku antara pekerjaan dan dirimu sayang " ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk.


" esok aku akan pergi bersama dengan Lady, kemungkinan aku akan tidur di markas. Bagaimana jika kau tidur di mansion utama, sungguh aku merasa khawatir padamu " ucap Dave.


" hmm baiklah. Aku mengerti " ucap Gloria tersenyum. " Tapi bolehkah malam ini kita menghabiskan waktu bersama ? aku rindu akan dirimu Dave. Aku rindu belaian tanganmu ini " ucap Gloria dan Dave mengangguk patuh.


" baiklah, tunggu sebentar aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu. Setelah itu aku akan memeluk mu sepanjang malam " ucap Dave lagi dengan mengecup bibir Gloria lembut.


Gloria tersenyum tipis, ia bisa merasakan jika terjadi sesuatu pada Dave, tapi mengapa Dave enggan berbagi cerita kepada Gloria. Apakah ini masalah pekerjaan ? atau yang lainnya. Belum saja Gloria mendapatkan kabar jika Mansion utama diintai oleh pihak musuh.


Gloria pun mendapatkan kabar lain dari ibunya, jika ayahnya tuan Gil belum kunjung kembali ke Inggris, membuat Gloria sedikit was-was akan apa yang dilakukan oleh ayahnya termasuk dengan lelaki bernama Jonas itu.


Gloria larut dalam pemikirannya sendiri, walaupun ia tak bisa bertarung hebat seperti kakak sepupunya, tapi setidaknya Gloria mempunyai pertahanan diri yang dulu pernah di ajarkan oleh mendiang Kakek nya.


Tanpa Gloria sadar jika beberapa menit yang lalu Dave memperhatikan tingkah Gloria yang sedang melamun kan sesuatu, Dave mengecup pipi Gloria hingga membuat si mpunya terkejut bukan main.


" Apa yang kau fikirkan. Sayang ? '' ucap Dave

__ADS_1


" Ayahku. " ucap Gloria jujur hingga Dave menaikkan alisnya begitu saja, ayahnya ? memangnya kenapa. Gloria menatap wajah kekasihnya dalam-dalam. " ayahku masih belum pulang ke Inggris Dave. Aku takut ia masih berada di Paris dan akan merencakan sesuatu terhadap kita terlebih ayah bersama pria bajingan itu. " ucap Gloria tersirat sedikit amarah dalam setiap kata-kata nya itu.


" jangan berburuk sangka sayang, mungkin ia pergi ke suatu tempat. " ucap Dave lembut sembari terkekeh kecil.


" Ya semoga saja '' singkat Gloria dan Dave diam saja. Jujur saat ini ia harus lebih waspada tuan Gil dan Jonas pun patut dicurigai, ia tak ingin ada kekacauan yang lain lagi.


tiba-tiba Gloria menyentuh dada Dave yang tak terbungkus apa-apa, Dave menatap Gloria dengan biasa saja. Jari-jari lembut itu seakan menari dan membentuk pola abstrak, mata Gloria memandang teduh pada Dave.


Dave menangkap gerakan tangan Gloria dan mengecupnya berulang kali disana, Tangan kekar Dave menangkup kedua pipi Gloria hingga manik mereka bertemu satu sama lain.


Entah siapa yang memulainya kini bibir mereka saling bertautan dan membelit didalam, mengecap rasa satu sama lain hingga mata keduanya terpejam karena terbuai.


Gloria mengalungkan lengannya di leher dave, dan Dave justru mengungkung pinggang Gloria dengan erat hingga sedikit meremasnya pada kedua bongkahan padat itu, Gloria mengerang dalam kegiatan itu, apalagi Dave memberikan tanda cinta kepemilikan nya di leher mulus itu.


Gloria larut dalam buaian yang Dave berikan, tanpa Gloria sadari jika Dave kini terbakar oleh *****, terbukti gaun malamnya terangkat sampai setengah, Gloria diam saja apa yang dilakukan oleh Dave.


" ini sangat cantik sayang " ucap Dave mengecup aset kembar milik Gloria dan sedikit menyesapnya dengan kuat hingga Gloria menggelinjang tak jelas, karena merasakan sebuah sensasi.


" Dave..." lirih Gloria dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata terpejam. Dave terus bermain diarea itu hingga kulit putih Gloria memerah karena ulah nakal Dave. " hmm " Gloria semakin terpancing akan yang Dave lakukan dimana kini Dave terus mengecup seluruh tubuh milik Gloria. " ahhh " erang Gloria lagi.


" Sayang " ucap Dave dengan serak dan Gloria menatap Dave dengan tatapan gairahnya begitupun dengan Dave. Manik keduanya menyiarkan sesuatu, Gloria mencium bibir itu sedikit beringas dan buas hingga Dave tersentak bukan main.


wanita nya ini sungguh agresif, membuat Dave tertegun sekaligus menikmati permainan ini. ciuman itu semakin bertambah liar dimana Gloria seperti memimpin permainan ini.


" Sayang. Hentikan ! " ucap Dave serak dan penuh penekanan. Dave masih sadar jika ia tak boleh menyentuh Gloria lebih jauh lagi. Gloria menghentikkan kegiatannya dan menatap Dave dengan tatapan kesal nya. " sayang '' ucap Dave tapi Gloria segera turun dari pangkuan Dave dan berlalu pergi menuju ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu.


Dave tercengang dengan reaksi Gloria. Apakah ia marah ? Dave akhirnya menyusul Gloria dan berbaring dengan posisi menyamping dan memeluk tubuhnya Gloria yang tergulung oleh selimut tebal.


" sayang ada apa ? " tanya Dave berbisik di telinga Gloria.


" tidak ada Dave, hanya saja aku sedang menahan diri untuk tidak membuatmu menyentuhku lebih lanjut lagi, bukankah kau lelaki yang berpegang akan janjimu itu " ucap Gloria menjawab dengan lugas dan enggan untuk berbalik. Dave tertegun akan perkataan Gloria ini.


" Tadinya aku akan mengajakmu menikah secepatnya, Tapi aku rasa tidak mungkin, keadaan dan kondisi nya tidak memungkinkan sayang, terlebih lady sedang banyak masalah " terang Dave hingga Gloria berbalik dan menatap wajah Dave lekat-lekat.


" Masalah ? ada apa ? " tanya Gloria lagi dan Dave mendesah pelan dan pada akhirnya ia menceritakan hal sesungguhnya pada Gloria. Dave menceritakan jika keadaan king saat ini cukup genting dan seluruh jajaran nya diminta lebih waspada lagi akan serangan tiba-tiba para pihak musuh. Gloria mendengarkan dengan seksama. Ia tahu jika kakak sepupunya itu memikul beban yang begitu berat semenjak kepergian kakeknya, Marcell harson.

__ADS_1


__ADS_2