Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Puan Elizabet


__ADS_3

Selandia, waktu setempat.


Valera telah siap dengan pakaian tertutup serba panjangnya itu, hingga penampilannya kini membuat jajarannya terkejut bukan main.


sebuah gaun berlengan panjang dan bawahan yang menjuntai hingga mata kaki, tak lupa rambutnya ia kepang rapi dengan memakai turban serta cadar berwana senada.


mata nya ia hias setajam mungkin hingga menyerupai puan Elizabet dan manik hazel nya ia pakaikan softlens berwana hijau yang sama persis dengan puan Elizabet


" how ? " ucap Valera menatap orang-orang nya untuk menanyakan penampilan dirinya saat ini, Dave dan lainnya saling pandang lalu mengangkat jempolnya menandakan jika penampilan sang Lady good looking dan Valera hanya diam saja tapi bibirnya tersenyum tipis.


keempat predator pun ikut merubah penampilannya dimana mereka layaknya seperti seorang bodyguard dengan memakai setelan formal dan kemeja berwarna hitam tak lupa sepatu pentopel dan kacamata hitam yang menjadi pelengkap wajibnya, rambut mereka pun dipangkas menjadi rapi.


" penampilan kalian boleh juga " ucap Valera menatap keempat jajarannya " ingat kita harus pandai bersandiwara. " tegas Valera, dan keempat anggota predator menganggu seraya menampilkan ibu jarinya tanda setuju.


Dave dan Elion akan melakukan tugasnya di dalam mobil, ternyata mereka menggunakan MH agar saling terhubung satu sama lain. Dave pun telah menyewa sebuah mobil mewah dan Elion tinggal mengganti plat mobil itu agar terlihat lebih berkelas dan terkesan pribadi.


ternyata perusaahan milik Josephine berada di pusat kota Selandia yang terkenal akan keindahan alamnya disana, Valera bersyukur karena tak perlu memakan waktu lama untuk tiba di perusahaan yang pimpin oleh Josephine.


hingga satu jam berlalu mereka telah sampai di depan gedung bertingkat tinggi itu, Elion dan Dave telah siap dengan tablet di genggamnya masing-masing.


satpam yang betugas dengan segera menghampiri mobil mewah tersebut, Valera turun diikuti oleh keempat anggota predator yang menyamar menjadi bodyguardnya.


satpam yang bertugas cukup terkejut akan kehadiran Valera dan keempat lelaki bertubuh tegap dan berwajah dingin, Matt yang melihat situasi ini dengan cepat membisikkan sesuatu ke telinga satpam yang bertugas.


sontak dua orang lelaki itu terkejut bukan main, mereka berdua seakan tertegun karena kehadiran sosok yang amat misterius itu, dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.


valera tersenyum senang, kabar kedatangan puan Elizabet sangat menggegerkan para penghuni gedung itu termasuk Josephine yang saat ini kebetulan sedang berada di ruangannya.


valera berjalan anggun menuju resepsionis, ia menanyakan keberadaan pemilik dari gedung ini, tutur sapa nya sangat lembut dan cakap, hingga membuat resepsionis itu hanya mengangguk dan menggeleng ketika Valera memberikan pertanyaan.


Tak lama sang pemilik datang dan berjalan dengan langkah tegas serta wajah ramahnya kala melihat keberadaan puan Elizabeth beserta keempat pengawalnya.


Josephine menyapa ramah Valera dengan bersalaman akan tetapi Valera justru memberikan salamnya khas negara Arab yang mana membuat Josephine merasa kikuk dan akhirnya tersenyum sopan.


Josephine mengajak Valera beserta rombongan nya ke ruang privasi untuk berbincang, keempat anggota predator tentu saja memainkan perannya dengan baik walaupun mereka tak yakin jika Josephine tak mengenali salah satu dari mereka jika Josephine terlibat dalam dunia mafia.


" Maaf jika kedatangan ku kali ini mendadak dan terkesan tiba-tiba tuan Josephine '' ucap Valera lembut dan terkesan sangat mendayu Josephine yang mendengarnya langsung tersenyum saat mendengar ucapan feminim dari Valera yang menyamar sebagai puan Elizabeth.


" Ahh.. ya tak masalah hmm.. maaf aku harus memanggilmu apa ? '' ucap Josephine bingung.

__ADS_1


" panggil aku puan saja '' ucap Valera asal dan Josephine terkejut karena ini merasa tak sopan, Valera merasa ucapannya salah karena Dave mengatakan jika puan Elizabeth lebih suka dipanggil Miss " hmm.. Miss saja kalau begitu karena semua orang memanggilku begitu '' ucap Valera lagi dan akhirnya Josephine mengangguk saja dengan setuju. '' baiklah kita langsung pada intinya saja tuan Josephine, aku dengar produktifitas dari anggur di lahan milikmu sangat berkualitas, apakah itu benar ? tanya Valera basa-basi.


" benar sekali Miss. anggur-anggur itu membuahkan hasil yang sangat berkualitas, apakah anda tertarik dengan bisnis tersebut Miss ? '' tebak Josephine dan Valera tersenyum miring akhirnya Josephine mengetahui niatnya itu yang akan berakhir buruk nanti.


" Ya aku sangat tertarik berbisnis dengan mu tuan, aku ingin kau menjadi pemasok anggur di salah satu perusahaan ku '' ucap Valera lagi dan Josephine sungguh terkejut karena seorang puan Elizabeth ingin bekerja sama dengan nya, ini seperti sebuah rejeki nomplok yang tak boleh ditolak tentu saja Josephine mengangguk setuju dengan senyum terkembang.


'' suatu kehormatan untuk ku karena Miss ingin bekerjasama dengan perusahaan ku yang kecil ini '' ucap Josephine dan Valera terkekeh kecil.


" jangan terlalu merendah tuan '' saut Valera lagi.


Zumba yang berdiri dengan sebuah map ditangannya segera maju seraya membungkuk hormat pada Valera yang menyamar menjadi puan Elizabeth.


Valera mengambil map tersebut dan menyerahkannya kepada Josephine untuk dibaca secara teliti, disitu tertulis jelas keuntungan serta kerugian yang akan terjadi kedepannya dan Valera akan membayar nilai tinggi jika kerjasamanya kali ini berhasil dan mendapatkan keuntungan banyak.


" tenang saja Miss aku jamin kita tak akan merugi karena produktifitas milik ku ini terjamin dan tentu saja berkualitas tinggi '' ucap Josephine percaya diri dan Valera mengangguk saja tapi sebuah senyum sinis terbit di wajahnya yang tertutupi oleh cadar.


pertemuan dan tawaran kerjasama mereka berjalan dengan sukses tinggal Valera menunggu hasil akhirnya sebelum ia menggempur kediaman milik Josephine dan mengambil seluruh aset-aset milik mendiang kakeknya yang kini telah berganti kepemilikan.


******


hanya jarak satu hari asisten pribadi Josephine menghubungi Valera untuk mengabarkan jika tuannya mengajak makan malam bersama sekaligus membicarakan bisnis yang terjalin.


valera mengkonfirmasikan hal ini pada keenam jajarannya dan mereka terlihat tak mengerti dengan misi yang sedang Lady nya mainkan.


Malam pun tiba, Valera saat itu menggunakan gaun panjang menjuntai berwarna biru tua yang sangat indah tak lupa kepalanya menggunakan turban serta penutup wajah yang hanya menampilkan matanya saja.


terlihat sebuah restoran bintang tujuh dihadapannya, Valera melirik sekilas ternyata Josephine pun membawa dua anak buahnya dan Valera terlihat biasa saja.


" maaf jika anda lama menunggu tuan '' ucap Valera sopan seraya membungkuk kan badannya sedikit dan Josephine terlihat kikuk dan tersenyum ramah.


'' tak masalah Miss, duduklah. Maaf aku mengajakmu makan malam karena kita harus membicarakan masalah bisnis kita lebih lanjut Miss. Apakah anda tak keberatan bukan ? '' ucap Josephine dan Valera menggeleng pelan.


" tidak tuan Josephine '' ucap Valera lagi.


valera sekilas bingung dengan cara makannya kali ini karena ia memakai cadar yang menutupi wajahnya, sadar akan kebingungan ladynya dengan cepat Hugo membawa sebuah penyekat portabel yang membelah meja mereka berdua.


Josephine tersentak kaget karena gerakan Hugo yang tiba-tiba begitupun dengan Valera.


" maaf tuan, ini adalah salah satu peraturan dari Miss kami tuan. '' ucap Hugo sopan dan Josephine hanya mengangguk walaupun ia merasa aneh dan tak mengerti.

__ADS_1


akhirnya Valera makan tanpa terlihat oleh orang lain, walaupun begitu ia masih tetap tak ingin melepaskan cadarnya. keempat anggota predator masih setia menunggu di belakang sang lady hingga makan malam itu usai.


keduanya terlibat perbincangan ringan hingga beberapa botol anggur dengan kadar alkohol yang cukup memenuhi meja mereka, Valera mengeryitkan dahinya pelan.


'' baiklah Miss bagaimana jika para orang-orang ku mengirim semple nya terlebih dahulu sebelum kita melakukan kerja sama sesungguhnya '' ucap Josephine dan Valera sesaat diam lalu mengangguk setuju.


" Ya aku setuju '' ucap Valera sopan '' lagipula walaupun produk milik mu berkualitas dan terjamin tapi aku juga butuh semple darimu tuan Josephine '' ucap Valera dengan lembut dan terkesan ramah.


Josephine tersenyum seraya mengangguk-anggukan kepalanya pelan, dalam benaknya kali ini ia penasaran akan sosok puan Elizabeth yang tak pernah menampakkan wajahnya di depan umum terlebih dengan sesama rekan bisnisnya.


valera yang mengetahui akan rasa penasaran lawannya hanya bisa tersenyum tipis menanggapi.


Josephine mulai menyesap sampanye yang berada dihadapannya itu tanpa ia sadari jika salah satu jajarannya sudah menukar botol itu dengan kadar yang sangat tinggi hingga si peminumnya akan mabuk dan meracau tak jelas.


" Aku dengar tuan Josephine adalah seorang pengusaha baru disini, apa benar tuan ? '' ucap Valera mulai mengorek informasi walaupun ia tak yakin jika Josephine akan berkata jujur.


Josephine mengangguk membenarkan dan Valera diam saja melihat Josephine yang sudah mulai terbawa suasana karena efek dari minuman tersebut.


" kau sungguh luar biasa tuan Josephine '' ucap Valera menuju dan Josephine tersenyum bangga akan pujian dari Valera.


" terimakasih atas pujiannya Miss, inilah hasil kerja keras ku, aku bersusah payah untuk mendapatkan semua ini hingga aku membahayakan nyawaku sendiri '' ucap Josephine mulai berbicara dengan mata yang terpejam.


Matt merekam pembicaraan mereka dengan gerakan halus, benda kecil yang berada di balik saku jasnya dengan cepat berkedip berwarna merah menandakan jika benda tersebut sudah mulai merekam pembicaraan.


'' benarkan ? sungguh mengerikan tuan jika anda sampai membahayakan nyawa anda sendiri '' ucap Valera mulai memainkan perannya agar lebih baik.


" Hahaha... itulah aku Miss, aku sungguh bertekad untuk mendapatkan sesuatu walaupun aku sendiri menempatkan diriku dalam bahaya. Di dunia ini jika tidak ingin digigit maka kita harus mengigit, bukan begitu Miss Elizabet ? " Josephine kini mulai berbicara tak beretika dan para pengawal Josephine merasa resah saat memperhatikan tingkah tuannya kini tak berwibawa.


'' oh.. hmm ya tentu saja tuan. Kau memang cerdik " ucap Valera asal karena ia sendiri pun merasa bingung ingin bertanya apa karena sedari tadi dia pengawal milik tuan Josephine memperhatikannya secara terus menerus.


" Kau tau Miss.. Demi mendapatkan ini semua aku rela bekerja sama dengan seseorang untuk melumpuhkan pemilik asli dari semua bisnis-bisnis milik ku ini. Hahaha.. tapi itu sudah sangat lama '' ucap Josephine pelan hingga ia benar-benar kehilangan kesadarannya hanya dengan meneguk satu gelas sampanye.


valera pura-pura terkejut hingga kedua pengawal Josephine menghampiri mereka dan membopong tuannya untuk pulang, tak lupa mereka pun meminta maaf pada Valera yang menyamar menjadi puan Elizabet karena makan malam ini berjalan tak semestinya.


'' tidak apa-apa, sebaiknya kalian segera membawa tuan Josephine untuk beristirahat '' ucap Valera terdengar tegas hingga kedua pengawal milik Josephine mengangguk tanda mengerti.


setelah kepergian mereka Valera mengepalkan tangannya erat, rasa marah kini melingkupi dirinya walaupun Josephine tak bercerita banyak tapi setidaknya ia mempunyai sedikit petunjuk.


valera dan lainya akhirnya memutuskan untuk kembali menuju hotel yang mereka tempati, dan Valera memutuskan untuk menggempur mansion milik Josephine esok malam karena ia ingin misi ini cepat selesai.

__ADS_1


__ADS_2