Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
serangan Valera dan kebimbangan diego


__ADS_3

setelah dokter mengobati Valera dan remigio pun diajak makan malam bersama oleh keluarga harson,setelah menyelesaikan makan malam dirumah Valera Remi pun pamit kepada keluarga harson


" terimakasih atas makan malam nya " ucap sopan Remigio


" suatu kehormatan untuk kami,karena tuan Adomson mau makan malam disini " ucap nyonya sofhia sambil tersenyum hangat


" kau terlalu berlebihan nyonya " dengan sopan nya " kalau begitu saya pamit nyonya tuan " sambil membungkuk hormat


" aku antar kedepan " dengan senyum manisnya dan hanya diangguki oleh remigio


Valera pun mengantar Remigio dengan asisten nya sampai pintu utama,Remi sembah sekali bisa berkenalan dengan keluarga wanita yang ia cintai,begitupun dengan valera ia merasa lega serta senng karena keluarganya menerima nya dengan hangat


" yasudah aku pamit untuk pulang " ucap remigio sambil memegang tangan valera dan mengecup dahi valera dengan sangat lembut membuat leo dan para pengawal yang eejaha gelagapan di buatnya


" berhati hatilah " seru Valera


mobil mewah hitam itupun pergi meninggalkan bangunan megah keluarga harson,Valera berbalik dan berjalan ke dalam rumahnya


ternyata keluarganya masih duduk di sofa sambil menatap lekat lekat ke arah valera yang sedang berjalan, Valera yang di tatap seperti itupun hanya bersantai ria


" ada apa pah " sambil menduduki sofa empuk berwana nude


" apa itu kekasih nya " selidik tuan ramius


" bisa di bilang begitu " ucap Valera sambil tersenyum senyum


" beberapa hari lalu kami melakukan kerja sama dengan perusahaan nya " saut vyan


" aku sudah tau " jawab Valera dengan singkatnya


" nak,mamah senang jika ada seorang pria yang mencintaimu serta menjagamu nak,mamah liat tuan Adomson pria yang bertanggung jawab " ucap lembut sambil mengelus kepala putrinya


Valera hanya tersenyum menanggapi perkataan ibunya " doakan yang terbaik saja mah " senyum mengembang terus ia berikan dihadapan keluarga


" kau mencintai nya? "


" iya," saut Valera singkat


" baiklah,semoga dia pria baik baik dan bertanggung jawab " ucap ramius dengan nada lembut


Valera sangat senang karena kedua orang tuanya seperti memberi lampu hijau dengan hubungan nya dan Remi.


ia pun bergegas cepat dan masuk ke kamar nya


tak lupa ia menelfon Dave


" Dave siapakan anak buahmu,malam ini kita ke silver house " dengan nada tegas yang tak bisa dibantah


" baik nona,laksanakan "


" kita bertemu satu jam lagi di persimpangan markas " ucap Valera


" baik nona "


sambungan telefon terputus diantara mereka


Valera segera bersiap siap dan mengganti pakaian nya dengan pakaian khusus milik nya


beberapa senjata pun ia masukan ke dalam tas nya,lalu ia menguncir ikat rambut panjang nya ke belakang


Valera pun segera keluar dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar,tapi suara seorang pria menghentikan langkahnya


" kau mau kemana nak " ucap ramius tiba tiba berada di belakangnya


" aku akan membuat perhitungan,pada seekor tikus pah " ucap Valera tegas


" Diego hareem? " tanya ramius sambil mengangkat satu alisnya


" dendam,itulah tujuannya ! " saut Valera dengan aura kepemimpinan nya


" apakah membawa serta Dave ? " tanya ramius lagi


" tentu saja pah,papah tidak perlu khawatir" ucap Valera yang langsung memeluk singkat papahnya


" kalau begitu aku pergi " dengan mengecup singkat pipi papanya


" berhati hatilah " ucap ramius sambil mengelus lembut kepala anaknya


Valera pun berjalan semakin jauh meninggalkan kediaman nya,ia menggunakan mobil Anti peluru berwana hitam yang di desain oleh nya sendiri


kau sangat mirip dengan kekek mu nak,cepat dan kilat,kakek mu tidak akan membiarkan musuhnya bernafas lebih lama itu lah cara kerjanya dan itu semua menurun kepada mu,jika kakek mu masih hidup pasti ia sangat bangga terhadapmu.batin ramius


******


Valera akhirnya sudah sampai di persimpangan markas miliknya,ia belum melihat mobil milik Dave serta anak buahnya yang lain, lalu ia pun mengecek kediaman Diego melalui laptopnya,silver house juga di jaga ketat oleh orang berbaju hitam dan terdapat banyak cctv di area sana,tapi itu semua tidak menggentarkan semangat Valera


kau yang pertama mencari masalah denganku Diego,aku pernah membiarkan mu dan meloloskanmu dari genggamanku,tapi tidak dengan kali ini,. batin Valera geram


tak lama kemudian iring iringan kompoi mobil dengan satu tipe sudah sampai di tempat yang Valera janjikan,ia langsung menempelkan microhear di telinganya untuk menyambungkan kepada Dave


" kita berangkat sekarang " ucapnya


sepuluh mobil berwarna hitam mengekor di belakang mobil ladynya,langit malam menemani perjalanan mereka,


mereka menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi seakan akan mereka dikejar kejar sesuatu


mobil Valera pun telah sampai di kawasan silver house


" Dave aku akan menabrakkan mobilku ke gerbang itu,kau tembak para penjaga yang menghalangin jalanku dengan yang lainnya,tapi ingat kau tidak boleh menembak seorang pelayan " ujar Valera sambil memperingatkan dan Dave pun menurut perintahnya


Valera mengambil nafasnya dalam dalam ia sudah melihat semua dengan detail isi serta keamanan silverhouse milik Diego,di bagian depan gerbangnya tidak ada jebakan atau semacam nya,Valera sudah bersiap menginjak pedal gas nya dalam dalam

__ADS_1


1


2


3


BRAKKKKKK


DORRR DORRR DORRRR DORRRR


suara yang sangat kencang dan menggema di silverhouse telah terjadi,secara bersamaan anak buah dari K**ING** terus menembakkan peluru peluru nya ke arah penjaga dan para anak buah Diego


Ahhhhkkkk


DORRRR DORRRRR DORRRR


" its show time " seringai Valera mengerikan,ia segera turun dari dalam mobilnya , dan berjalan dengan cepat untuk memasuki markas sekaligus rumah Diego


" Dave kau ikuti aku dari arah belakang,tapi jangan terlalu dekat " ucap Valera sambil mendekatkan suaranya ke MR


Valera pun semakin berjalan dengan cepat sambil menembakan peluru nya ke arah orang orang yang menghalangi jalannya


DORRR DORRR DORRRR


" menyebalkan,selalu saja menghalangi jalanku " ucapnya dengan nada menggelikan


" apa pemilik rumah ini tidak mendengar suara senjata Laras panjang yang saling bersaut sautan ini " dengus nya lagi,sambil terus melangkah dan membuka setiap ruangan untuk mencari Diego dan para bawahannya,tapi saat Valera akan naik ke lantai dua suara seorang wanita menghentikan langkahnya


" siapa kau " dengan nada sedikit berteriak


" dimana Diego " ucap nya tanpa basa basi dengan aura menyeramkannya


" kau siapa " tanya nya lagi membuat Valera semakin kesal


" tunjukan , atau peluru ini bersarang disalah satu tubuhmu " ucap Valera dengan tegas, wanita itu adalah Lavanya , kebetulan dia sedang ingin menuju dapur untuk mengambil air putih,dengan langkah gemetar lavanya melangkah dan menuju lantai dua ke sebuah ruangan yang kedao suara, Diego berada di ruang kerjanya bersama Lucas


" i-iini ruangannya " sedikit tergagap


" apa kau wanita nya Diego " tanya Valera


" buu-kaann " jawabnya dengan takut


" kemana para penghuni rumah ini,kenapa begitu sepi " tanya Valera lagi seakan mencari tahu


" para maid sedang beristirahat di rumah belakang " ucap Lavanya dengan pelan


" kau tidak usah menutupi nya dariku,kau wanita yang Diego cintai , dan kau pun mencintainya,makan dari itu bekerja sama lah denganku " ucap Valera the the point


" maksudmu " bingung Lavanya


" ikuti saja aturan mainku,kau akan tahu " smirk Valera


" bagus,cepat lah naik ke lantai dua di sebuah ruangan ketiga dari arah samping kiri tangga " ucap Valera dengan senyum tipisnya


" apakah wanita ini gila,dia berbicara sendiri " batin Lavanya bingung


terlihat ada sebuah tombol berwarna merah di bagian pintu,Valera yakin itu adalah alrm di ruangan itu, tanda ada seseorang yang berada di balik pintu ini,tapi valera tidak mau gegabah ia bertanya lagi kepada Lavanya


" Lavanya,tombol apa ini " ucap Valera dengan cepat,dan Lavanya sanagt terkejut wanita uang berada di hadapannya tahu akan namanya


" k-kaauu tau namaku " ucap Lavanya terkejut


" sudah jawab,itu tidak penting " dengus Valera


" itu sebuah alrm untuk menghubungkan ruangan yang kedap suara,biasa bagi para maid jika mengantar sesuatu atau memberi informasi,seseorang harus menekan tombol ini terlebih dahulu , " ucap Lavanya dengan jujur


" ohh begitu " senyum mengembang terpancar dari wajahnya


" lady,nona " ucap Dave dan beberapa anak buahnya


" Dave kau ikut aku,dan kalian tunggulah disini,dan jaga wanita ini " ucap Valera dengan tegas dan mereka pun mengangguk patuh,tapi Lavanya sangat bingung apakah dia akan dijadikan sanderaan atau sebuah pancingan


Valera langsung menekan tombol itu beberapa kali,tidak lama kemudian pintu itu terbuka tampak sesosok wajah asing terlihat berada di hadapan nya


" Hallo tuan Lucas " ucap dingin valeea sambil tersenyum samar


" k-kaauu " ucap Lucas dengan gugup,bagaimana bisa mereka masuk ke markas ini


Valera langsung menodongkan pistolnya tepat di dahi Lucas,dan Lucas pun ketakutan setengah mati


" siapa Lucas " suara bariton pria memanggil nama lucas


BRAKKKKKK


Dave menendang pintu itu dengan sangat kencang sampai terdengar krekkk dari pintu itu,ntah itu patah atau rusak Dave tidak tahu menahu


Diego sangat terkejut kedatangan wanita yang ia benci seumur hidupnya tepat berada di kediamannya


" lama tak berjumpa Diego hareem " ucap Valera dengan nada di buat buatnya


" kau,bagaiman bisa kau masuk ke markas ku " tanya nya dengan geram


" kau tidak usah tahu,apa kau lupa siapa aku Diego " sombong Valera dengan langkah tegasnya


Diego dengan cepat membuka laci meja nya untuk mengambil sebuah pistol,dengan cepat ia menodongkan pistol itu ke arah Valera hanya terkekeh


" mau menembakku? kau yakin tapi sebelum menembakku,kau akan melihat orang orang ku menembak wanita yang kau cintai Diego " ucap Valera tersenyum licik


" lavanya " gumam Diego pelan " beraninya kau menyentuh wanita ku sialan " geram Diego


dan tak lama muncul lah Lavanya dengan diiringi Dua orang pria yang sedang menodongkan senjata nya tepat di pelipis Lavanya

__ADS_1


" bagaimana,apa kau suka ? " tanya Valera dengan polos


" lepaskan dia " teriak Diego lantang


" hahahaha setelah apa yang kau lakukan terhadap ku,kini kau meminta ku untuk melepaskan nya " smirk Diego


" kau, dia tidak ada urusannya dengan permasalahan ini " emosi nya kian tak terkendali


" waww tuan Diego sedang marah,aku sangat takut " kekeh Valera " lalu bagaimana dengan hadiah yang dikirimkan kurir untukmu,apa tanggapan mu " tanya Valera lagi


" pembohong ! ayahku tidak mungkin membunuh ibu ku ! " teriak Diego semakin frustasi


" mengapa aku harus membohongimu ? apa keuntungannya


" dasar wanita sialan,pembunuh !! aku akan melenyapkan mu " teriak Diego semakin tak terkendali


Dorrrr


tembakan Diego menuju Valera, tapi sayang tembakan itu melesat dan malah mengenai pintu


" kau lihatlah Lavanya,dia sungguh seperti orang gila," ucap Valera dengan masih santainya


" tuan Diego tenang lah " lirih lavanya,sungguh ia kasihan melihat Diego semakin teriak frustasi


" ahhkkkkk, ini semua karena ulahmu wanita sialan,dasar kau iblis " geram Diego,ia langsung menarik pelatuk nya tapi sebelum itu Dave sudah menebak tangannya terlebih dahulu


DORRRRR


akhhhhhhhhhh


" Tuan , tuan Diego " teriak Lucas dan lavanya menjerit saat melihat tangan Diego terluka karena tembakan


" cihh dasar orang gila " ejek Valera dengan senyum nya


" dengarkan aku baik baik Diego,aku membunuh ayahmu karena dia penghianat,dia pembelot,dia bersekongkol dengan pria ******** itu,ayahku memberikan kepercayaan penuh pada ayahmu,tapi apa pembalasan nya ayahmu malah berkhianat serta menggelapkan banyak uang,waktu itu kau sungguh lugu Diego,kau menuruti setiap perkataan ayahmu tanpa mau bertanya terlebih dahulu,bahkan dia membunuh istrinya sendiri " ucap lavanya dengan suara tegas,membuat diego terkejut atas pengakuan Valera


" pembohong ! tidak mungkin,itu tidak mungkin,justru ayahku sangat setia kepada Pria ******** itu, kau malah membunuh ayahku !" teriak nya lagi tidak percaya


" siapa yang kau sebut ******** " geram Valera dengan aura iblis nya


" hahahaaa,tentu saja ayah kesayangan mu,dia pria ******** hahaha " racaubdeivi semakin menjadi


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


dua pukulan valera layangkan ke wajah Diego sudut bibir Diego sudah mengeluarkan darah bahkan hidungnya pun berdarah


" beraninya kau menghina ayahku,sebutan itu lebih pantas untuk ayahmu !" teriak lantang Valera membuat aura nya semakin keluar bahkan Lucas bergidik ngeri melihat Valera seperti itu


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


Valera seakan tidak puas menghajar Diego kali ini bagian perutnya yang menjadi sasaran amukan nya,Diego semakin merintih kesakitan,lavanya hanya menjerit dan menangis ketika melihat Diego yang sudah tak berdaya


" hentikan nona " ucap lavanya memohon


" ayahmu mu lah yang tidak tau diuntung,dia yang berkhianat dan lucunya lagi anaknya dendam kepadaku,asal kau tahu aku tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah " geram Valera


" pembohong ! " lantang Diego di sela sela rintihannya


" ayahmu hanya pion lelaki tua itu,asal kau tahu Diego,ayahmu korban keserakahan pria tua itu,dan aku yakin kau tau dimana pria itu " ucap Valera dengan tatapan tajam nya


Diego sedang mencerna setiap perkataan Valera,apa benar ayahnya yang bersalah ? apa benar ayahnya sebagai pion ? apakah benar ayahnya korban keserakahan oleh orang yang dianggap nya sebagai dewa penolong, ya lelaki tua itu Ben tanaphon seorang lelaki yang sudah berumur,seseorang keturunan Hongkong,salah satu mafia kuat di Hongkong tapi tidak untuk Valera,dia hanya seekor keledai yang mencoba memasuki kandang nya para singa,dia tidak bisa bertarung tapi dari mempunyai kemampuan licik. Dialah yang menolong serta memberi kekuasaan,uang,mobil,rumah,serta markas kepada diego


" Ben tanaphon " gumam Diego pelan


" dimana pria tua itu,Diego ! " bentak Valera


" tidak mungkin Ben melakukan itu,dia sudah ku anggap seperti ayahku " ucap diego tak kalah keras


" hahahaha kau terlalu naif Diego hareem,kau belum pantas disebut seorang penjahat jika hal seperti ini saja kau tidak bisa membedakan nya " ejek Valera


" Dave berikan semua bukti kepada nya,suruh dia membaca nya secara detail agar ia melihat betapa licik nya pria tua Bangka itu,sanagt menjijikan bahkan ia berani mengambil KING dari keluarga ku,dasar tak tahu malu " ucap Valera sambil menarik kursi yang tak jauh dari ayahnya lalu iapun menduduki bokong nya di kursi itu


Dave pun segera memberi kan bukti buktinya kepada Diego,dan Diego pun membaca serta melihatnya dengan sangat teliti,disitu sangat jelas bahwa Ben tanaphon bekerja sama dengan Jackson hareem untuk melenyapkan ramius Harson dan putranya vyan harson serta merebut KING , disitu juga Jackson hareem menggelapkan uang perusahaan,serta beberapa lembar fhoto seorang wanita dengan keadaan nya yang sangat prihatin,tubuhnya kotor,rambutnya tak terawat,di tangannya terdapat rantai yang cukup besar mengerikan,


" siapa wanita ini " tanya Diego dengan tercekat cekat menahan air matanya agar tidak lolos


" Leila,ibumu " ucap mantap Valera


Diego tak kuasa menahan air matanya,ternyata ibunya hidup dengan sejuta siksaan yang diciptakan oleh ayahnya sendiri


tapi mengapa ayahnya berbohong.


" ibu " lirih Diego air mata nya pun tumpah,ia menangis tersedu sedu,lavanya langsung berlari menghampiri Diego lalu menyentuh pundaknya lembut


" tuan,jangan seperti ini,ku mohon,kau tidak boleh seperti ini " ucap lavanya yang ikut menangis disamping Diego


" lavanya , ibuku " Isak Diego semakin memprihatinkan


semua yang ada disitu hanya terdiam membisu begitupun Lucas,ia baru mengetahui kebenarannya selama ini,dan Valera hanya menatap sendu Diego,bagaimans pun Valera masih punya hati nurani apalagi dia seorang wanita,bagaimana jika itu menimpa dirinya.


" terserah,jika kau tak mau mempercayainya


aku memberikanmu pilihan, pertama ikutlah bersama ku,bangkitlah,serta lupakan dendam yang ada di hatimu serta masa lalumu. Atau kau akan terus menjadi alat pria tua Bangka itu selamanya,apa kau tidak tahu apa maksud pria tua itu memberikan semua ini kepadamu? justru ini akan menjadi prahara ke depannya " ucap Valera dengan bersungguh sungguh " semua pilihan ada ditangan mu,aku tak sekejam dengan apa yang kau pikirkan selama ini Diego " ucap Valera dengan sinis nya


Diego dan semua hanya terdiam membisu mendengar perkataan yang terlontar dari bibir valera,terlebih Dave dan anak buahnya mereka malah tak mengerti pikiran sulit ladynya itu,mereka baru melihat ladynya memberi kesempatan untuk para musuhnya sungguh kejadian langka yang dilakukan ladynya , tidak seperti biasa yang akan memberantas habis para musuhnya


" apa semua ini benar,Ben nataphon lah yang sudah membuat ayahku seperti itu,bahkan aku kehilangan ayahku dengan cara tragis yang dilakukan oleh wanita ini,aku benar benar merasa bingung,apa yang diucapkan oleh Valera benar atau hanya sebuah kebohongan semata." batin Diego

__ADS_1


__ADS_2